Discover
SLEEPOVER TALK

SLEEPOVER TALK
Author: MULA INDONESIA
Subscribed: 0Played: 0Subscribe
Share
Description
Membicarakan hal - hal yang sedang populer di masyarakat dan mengulasnya dari berbagai sudut pandang. Semua dikemas secara santai layaknya obrolan pengantar tidur saat menginap bersama. Yuk follow IG @sleepovertalk untuk update episode-episode lainnya.
4 Episodes
Reverse
BEAUTY PRIVILEGE
"Yang ngetweet 'Kalau orang jelek ngelakuin ini pasti blablabla kalo orang cakep ngelakuin ini pasti blablabla' pasti mukanya emang, mohon maaf, jelek," cuit seorang bintang film tampan nan rupawan.
Berkat twit itu, sang bintang film dihujat. Ia dianggap tak sadar bahwa beauty privilege itu ada.
Beauty privilege? Apa iya memang benar ada? Bukankah yang menentukan kesuksesan seseorang itu usahanya ya, bukan tampangnya?
Eits, tahan dulu pertanyaanmu itu. Kami jawab semuanya di podcast Sleepover Talk episode ini
DARK JOKES
Virus Corona yang mewabah ke hampir seluruh belahan dunia mengundang duka, tangis, dan tentu kematian. Namun, juga candaan.
Banyak lelucon yang beredar menyoal virus Corona ini. Kalau tak percaya, cek saja media sosial. Lelucon-lelucon itu lantas mendapat label "Dark Jokes".
Apa itu dark jokes? Apakah memang tragedi itu ada untuk ditertawakan? Kami mengupasnya di episode ini.
TIKTOK Bowo Alpenliebe mungkin sedang tertawa saat ini. Pada medio 2018 lalu, bocah yang satu ini menjadi olokan banyak orang akibat aksinya di Tiktok. Kini, hampir semua orang ingin menjadi Bowo.
Tiktok kembali viral, tetapi kini jangkauannya lebih luas. Orang-orang yang dulu mengolok-olok Bowo, kini ikut-ikutan bermain Tiktok.
Fenomena ini jelas menarik, dan tentu saja, menggelikan. Bukan berarti Tiktok-nya, ya, yang menggelikan. Dari situ, kami tergelitik untuk membahas fenomena Tiktok ini. Masih membahas fenomenanya, ya, belum membuat video jogetan di Tiktok. Well, mungkin kami akan membuat video Tiktok. Mungkin.
MEDIA dan REYNHARD SINAGA Kasus Reynhard Sinaga adalah kasus yang mengerikan sekaligus memalukan. Apa, sih, yang sebenarnya ia pikirkan sampai bisa memerkosa sekian banyak manusia?
Namun, kami tak bisa menjawab itu. Lagipula, Reynhard salah. Titik.
Yang menggelitik kami dari kasus Reynhard ini adalah menyoal bagaimana cara media di Inggris--tempat kasus Reynhard terjadi--dan di Indonesia memberitakan kasus ini. Perbedaan itu lantas membuat perdebatan. Mayoritas orang percaya bahwa media Inggris melakukan pekerjaan yang luar biasa, sementara media Indonesia tak punya etika. Well, perdebatan itulah yang kami bicarakan di episode ini.



