Discover
PSK (Pada Suatu Ketika)
PSK (Pada Suatu Ketika)
Author: Andreas Adinata
Subscribed: 40Played: 315Subscribe
Share
© Andreas Adinata
Description
PSK atau pada suatu ketika adalah sebuah podcast channel oleh Andreas Adinata (Aan), yang dimana hostnya yang unik satu ini akan menceritakan kejadian-kejadian menarik di hidupnya. ig: @pskpodcast twitter: @_andreasadinata email: pskpodcast@gmail.com
103 Episodes
Reverse
Sering terdengar chit-chat tentang kencan para manusia yang engga harusnya barengan, katanya “ah udah biasa mereka-mah jalan bareng” padahal keduanya sama-sama udah punya pasangan
atau “oh udah biasa kok di kantor itumah kalo si bos jalan sama anak buahnya”
“UDAH BIASA” ini toxic banget, geregetan bgt kita pingin mengedukasi mereka yang menormalisasi perselingkuhan. Lewat episode kali ini, bareng @strooberi kita mau cerita pengalaman dia, cerita orang lain dan juga keresahan kita soal normalisasi perselingkuhan ini.
Hai yang lagi jadi korban perselingkuhan, hai juga pelaku perselingkuhan…coba dengerin deh, walaupun banyak haha hihi-nya semoga pesannya tersampaikan, hidup bukan melulu tentang senang-senang.
Masih di dalam dunia “dating”, kali ini @andreasadinata mengundang salah seorang teman lama-nya (@yakiterri) untuk membahas topik serupa tapi tidak sama. Episode kali ini teruntuk kalian yang penasaran gimana sih dating life in a non-heterosexual couple. Di sini kita membahas mulai dari segi drama, sex, the struggle of looking for a long-term relationship, beliefs, culture, and even…… the Grafenberg Spot.
Warning: potentially to be one of the most explicit contents we’ve ever had.
@andreasadinata berbagi kisah mengenai kenangan buruk di bangku sekolah bagi dirinya maupun orang sekitarnya.
Jelangkung Jelangkung
Di sini ada pesta
Pestanya kecil-kecilan
Datang tak dijemput
Pulang tak diantar
Podcast kali ini bercerita mengenai pengalaman pahit @andreasadinata bersama temannya @qorifazayanti (Host: Random Talks by Qori) dalam menghadapi kerasnya "dating life" setelah perkuliahan.
Tidak semua sesuatu yang rentan akan kegagalan itu buruk karena tanpa kegagalan kita tidak akan pernah belajar.
Apakah selamanya menjadi "kuat" karena sebenarnya kita tidak pernah membuka diri dan mencoba sesuatu yang baru itu baik? Atau.... Justru.... sebaliknya? Tidak pernah berani untuk melakukan sesuatu.
Podcast kali ini membahas tentang "vulnerability" yang banyak dari kita berpikir bahwa "being vulnerable" adalah wujud dari sisi lemah kita.
Sebuah cerita mengenai kehamilan diluar nikah, kesiapan diri, pilihan, dan emansipasi wanita
Dunia terus berputar.
Kita yang sekarang belum tentu kita di masa depan.
Setiap orang mengalami perubahan setiap saat.
Baik melalui pengalaman manis maupun pengalaman pahit
Baik lewat tangis maupun tawa.
Berubah menjadi lebih baik? Belum tentu.
Berubah menjadi lebih buruk? Belum tentu.
Apalah arti hidup jika kita tidak berubah?
Karena dalam hidup tidak ada yang bisa lari dari proses pertumbuhan.
Bertumbuh menjadi lebih baik? Belum tentu.
Bertumbuh menjadi lebih buruk? Belum tentu.
Podcast kali ini membahas tentang permasalahan @andreasadinata dalam menghadapi masalah "financial insecurities", bagaimana dia mengatasinya, dan menemukan pandangan hidup baru
Podcast kali ini membahas tentang "quest" generasi milenial dalam menemukan "passion" mereka baik di masa-masa sekolah maupun selepas kelulusan.
Fun fact: Your host had changed his major at least 3x to find what he really liked, and yet he still wasn't sure if it was his "passion" :)
Body positivity is a social movement initially created to empower overweight individuals, while also challenging the ways in which society presents and views the physical body. The movement advocates the acceptance of all bodies regardless of physical ability, size, gender, race, or appearance.
Dimanakah batas ideal tubuh seseorang? Apakah setiap orang harus memiliki badan layaknya bintang-bintang Holywood? Dimana letak permasalahan Millennials dan body insecurities?
Mini episode mengenai hilangnya @pskpodcast selama enam bulan terakhir
Bisa ketemu & ngobrol bareng sama orang yang setia dengerin PSK dari episode ke episode, ngga nyangka episode kali diisi oleh salah satu pendengar setia PSK Podcast. Oke kita kenalan dulu, namanya @nabiel_akhmad, dia juga aktif banget diskusi di DM PSK Podcast, makanya sampe bisa ketemu nih.
PSK ditemukan oleh Nabil karena dia nyari podcast yang justru ngga ada di chart ter-atas, dia nyari yang diluar chart dan penilaian Nabil terhadap PSK podcast...ya bisa dinilai lah ya sama kalian kenapa Nabil bisa sampe ngikutin episode ke 92
Kita punya keahlian yang mirip, yaitu beradaptasi dalam perantauan. Yak kita sama-sama anak rantau, gimana kita mengalami culture shock, gimana handle kesepian, gimana biar tetep bisa ikutin social life tanpa harus merusak pendirian. Banyak cerita, tips dan manfaat tentang merantau.
Buat kalian yang baru lulus SMA dan mulai kuliah di luar kota, atau lulus kuliah, mulai kerja dan ditempatkan di luar kota...Selamat! Kalian akan belajar sesuatu hal yang berharga yang ngga diajarkan di sekolah, yang ga semua orang bisa dapet pengalaman ini. Menyenangkan...tapi banyak sakitnya. Percaya aja apa yang terbaik kadang emang bukan yang kita mau dan apa yang kita mau belum tentu yang terbaik.
Cantik menurut gue
Menurut gue, cantik itu...
Siapa yang cantik?
Selamt hari kemerdekaan Indonesia-ku, Indonesia kita semua. Terutama para wanita, wanita Indonesia yang sudah bisa merasakan kebebasan atas dirinya sendiri tanpa perlu pengakuan orang lain. Selamat ya!
Walaupun segala jenis skincare menjanjikan “memutihkan kulit” di tiap label-nya, walaupun banyak make-up memberikan efek tone-up untuk kulitmu agar terlihat sedikit lebih terang dari kulit aslimu, walaupun model yang mengiklankan produk-produk tersebut selalu mengikuti standart cantik-nya kebanyakan orang Indonesia...putih, tinggi, kurus...
Pengalaman gue berada di lingkungan yang membeda-bedakan warna kulit dan tipe wajah perempuan ngebuat gue merasa selalu terganggu dengan anggapan-anggapan tersebut.
Kalian para cewe sibukin diri kalian dengan cantik diri kalian yang ngga ada standarnya, dan untuk yang selalu mengklasifikasikan perempuan cantik atau tidak berdasarkan fisik-nya, pesannya sama....sibukin sama diri masing-masing aja sih...
Sempet skip episode minggu lalu, kali ini masih sama nih berturut-turut gue ngobrolin perasaan emosional manusia terhadap egonya , bukan tentang mental health….masih sama seperti episode sebelumnya, soal minimalism & kesehatan fisik.
“Eh emang ada hubungannya kesehatan fisik sama minimalism?” Ada dong tentunya, minimalism kan bukan soal beres-beres & buang-buang barang aja, minimalism juga mencakup pemikiran & habit kita. Minimalism dan mindfullnes, hidup secara sadar dan tanggung jawab atas apa yang kita lakukan terhadap tubuh kita.
Tepatnya soal ego kita sebagai manusia menahan nafsu terhadap makanan yang akan terlihat lebih menggoda ketika kita sedang diet. Menurut pakar, ada metode untuk kita bisa handle nafsu kita saat ada di situsasi tersebut, dan metode tersebut tepat sekali, sama persis dengan metode yang gue terapkan sampai gue mencapai target gue saat ini.
Sekedar sharing proses yang udah gue jalanin sampe bisa nerapin minimalism ke-pola makan gue, dan kebetulan juga banyak dari kalian yang penasaran dengan hal ini. Semoga gak pernah bosen bahas kesehatan fisik di tengah pandemi yang dimana narasi semua media adalah menyuruh hidup sehat ya.
Masih akan membahas hal-hal baru diluar kebiasaan yang penyebabnya ya siapa lagi kalo bukan karena virus & pandemi ini. Kalo kalian semua inget dari awal gue bikin podcast ini, gue berusaha menganut prinsip hidup minimalist, dan disaat-saat kaya gini gue ngerasa semua ilmu soal minimalism yang udah gue pelajari dan dalami bener-bener bermanfaat buat survive dikala gue terjebak di keadaan sulit seperti ini.
Di awal kekacau-an ini terjadi, selayaknya manusia normal lainnya, gue ngerasa situasi ini jelas tidak baik-baik saja dan ngga langsung bisa mikir kejadian ini bisa diambil hikmahnya. Ditambah lagi, gue tersadar udah ngelakuin beberapa kecerobohan finansial di awal tahun 2020.
Merasa pandemi ini akan masih terus berjalan sampai kurun waktu yang cukup lama… gue tersadar bahwa apa yang gue lakuin ini sama sekali engga “sustainable.” Disaat gue ngerasa diri harus kembali ke jalan yang “benar” disitu juga gue ngeliat beberapa hal baik datang, dan gue mulai teringat soal prinsip hidup minimalist.
Minimalism bikin gue sadar...Apa sih yang bisa dilakukan saat saat kaya gini, gue sadar banget gue ngga bisa banyak membuat perkembangan baik...tapi setidaknya “bertahan”
Lagi pada aware ya sama kesehatan mental?
Sampe lupa tuh badan teriak-teriak minta diperhatiin juga. Padahal segimanapun kalian ngejaga kesehatan mental, ngga akan pernah optimal kalo kesehatan fisik juga ngga diperhatiin.
Mulai aja dulu, ngga perlu dengan segala peralatan lengkap yang katanya bakal jadi motivasi, ya walaupun emang bener external factor juga penting, tapi itu bisa dicari dari dengan siapa kalian membaurkan diri, orang-orang yang bisa mendukung kalian buat stay in track ya walaupun kadang mereka lebih hebat dan bisa jadi lawan untuk kita kalahkan...
Mulai aja dulu, bangun kebiasaan kecil, cari apa yang paling pas buat diri kalian, fisik kalian nyamannya gimana.
Mulai aja dulu, walaupun nantinya..mempertahankan akan lebih sulit daripada memulai :p
Hmmm ya agak kurang cocok kalo dibilang “pada suatu ketika” karena hampir sering gue berhadapan dengan situasi ini. Tentang begitu keselnya gue dan “circle” gue terhadap seseorang di dalamnya, paham kan? Jujur aja..pasti di circle kalian yg terdiri dari beberapa orang punya satu orang yang kurang disukai oleh member lain...kalo kalian ngga ngerasa ngga punya....ya hati-hati aja siapa tau itu kalian :p
Orangnya sering menggurui, berbicara memberi saran tanpa kita mau tau pendapatnya, mengatur sesuatu yang bukan ranahnya dia, padahal kami yang lain sudah punya rasa tanggung jawab terhadap apapun keputusan kami tanpa mau tau apapun tanggapan dia.
Gue berusaha memahami kenapa sih nih orang kaya gitu, tetep gue berusaha menghargai pendapatnya walaupun gue kesel.
Bener aja, ada banyak hal yang terjadi di hidupnya yang membuat ia tumbuh seperti ini.
Oke lo pada harus dengerin episode ini supaya tau cara nge-handle situasi serupa, atau setidaknya introspeksi diri jika ternyata kalian sendiri orang yang menyebalkan :p
Semenjak pandemi, jendela dunia bagi kita hanyalah sosial media. Berita, kabar kerabat, bahkan sampai view pantai yang indah aja sekarang hanya bisa dilihat dari sosial media. Cukup kok daripada kita harus mempertaruhkan nyawa kita dengan keluar rumah. Gue yakin tingkat penggunaan sosial media kalian semua pada meningkatkan semenjak pandemi?
Jauh sebelum pandemi, ya semenjak masa teknologi semakin berkembang, sosial media terutama instagram menjadi penilaian seseorang, kawan lama, gebetan sampai HRD kalian akan memantau kalian dari situ.
Sampai-sampai kalian bikin finsta, walau namanya fake instagram tapi kalian lebih menjadi diri sendiri kan disitu? Karena yang ada didalamnya orang-orang terpercaya kalian.
Banyak orang bilang instagram merusak mental, bikin iri, bikin merasa tersaingi semua hal negatif katanya berasal dari sana…gue berani bertaruh kalo instagram dan smua sosial media itu aman buat mental kalian kok….
Asalkan kalian mengerti cara menggunakan platformnya dengan bijak.
Have you ever wondered....
kaya gimana ya kehidupan setelah kematian?
melanjutkan kehidupan tapi di beda dimensi?
atau lahir kembali menjadi bayi?
atau kita akan ada di surga? neraka?
atau justru semua itu ngga ada?
ya yaudah..mati ya mati seperti kita tidur tanpa bermimpi dan tidak pernah bangun lagi.
Gue yakin kalian yang lagi dengerin podcast PSK episode ini setuju dengan keresahan gue yang gue sebutin barusan…yes, terutama kalian milenial yang sedang ada di fase sedang “mencari tujuan hidup” (quarter life crisis)
Dari kebingunan tadi, kebingungan kalian makin berkembang, jadinya kalian bertanya lagi kan? “lalu hidup gue untuk apa? tujuan hidup gue apa? buat apa gue ciptain cerita dalam kehidupan gue?”
Hidup itu kaya kumpulan gambar bergerak berurutan, kalo diliat sepotong-sepotong ga akan pernah bisa dimengerti, kita harus liat semuanya secara runtut. kita akan berasa nonton kehidupan kita sendiri yang belum tamat dan tentu masih bisa diatur skenarionya…maksud gue ya berjuang biar semua bisa kita kontrol sampai akhir, meskipun hal terkadang ada hal yang diluar kendali kita.
Setiap orang harus bermimpi dan cara mencapai mimpi tersebut yang tepat bagi gue dan seluruh referensi buku yang udah gue baca adalah nge-breakdown jalan menuju mimpi, gue banyak belajar dari sini fokus, konsisten, tidak terburu-buru dan lebih kritis dalam berfikir.
Pada suatu ketika...gue dulu ngerasa hidup adalah sebuah kegagalan, I was a f**king loser. Seberapa keras usaha gue untuk hidup di jalan yang gue mau, gue gagal. Rencana-rencana udah yang gue susun sedemikian rupa dan bahkan mencoba untuk membalik semua kegagalan yang udah terjadi hidup gue dengan cara ngerubah semua kebiasaan gue secara ekstrim, tapi…. gue gagal.
Dari burnout hingga melewati five stages of grief...dan hari ini gue disini dengan segala hal yang udah gue terima dan mulai bisa gue “kendalikan”. Merasa lebih baik setiap harinya, tidak ekstrim. Cukup 1% setiap harinya.
Tapi kadang kalo kejenuhan melanda lagi, mulai ngerasa capek dan mau nyerah, ketika berlangkah semakin sulit, kata “Kenapa” selalu menjadi kata yang bikin gue semangat lagi
Kenapa ? ...























