Discover
Podcast Tepak Bulu - Podcast Bulutangkis
Podcast Tepak Bulu - Podcast Bulutangkis
Author: Tepak Bulu
Subscribed: 20Played: 123Subscribe
Share
© Tepak Bulu
Description
The first Indonesian badminton podcast (well, there'll be some English content as well, so you shouldn't worry about that).
Podcast bulutangkis pertama di Indonesia (sepertinya). Bakalan ada konten bahasa Inggris juga, meskipun baru satu episode doang.
Podcast bulutangkis pertama di Indonesia (sepertinya). Bakalan ada konten bahasa Inggris juga, meskipun baru satu episode doang.
135 Episodes
Reverse
Salah satu episode candid tentang gimana caranya gue nginget sosok Greysia Polii dari sudut pandang penonton casual dan gimana gue mendeskripsikan beberapa peristiwa yang lumayan ngebekas di otak sampe sekarang.
Photo of Greysia Polii courtesy of her Youtube Channel.
"Expect the Unexpected, that's the beauty in sports." Mantra yang seakan gak ada bosan-bosannya apalagi diucapkan sama salah satu komentator legendaris badminton, Oma Gillian Clark.
15 menit pertama bahas tentang Uber Cup, khususnya mulai dari Bilqis Prasista, Komang Ayu Dewi, hingga tim Uber Korea yang berhasil membawa pulang piala Uber setelah 12 tahun penantian.
15 menit kedua baru masuk ke topik mengenaik Thomas Cup dan juga memaknai kekalahan dari sudut pandang penonton.
Episode-episode yang termention di podcast kali ini:
Episode 60 w/ Cisita Jansen: https://open.spotify.com/episode/0gLbHadKme0AjqIK8dYWB6?si=2b4981b06a2b4d08
Episode PTB Specials w/ Becky Badminton: https://open.spotify.com/episode/0a3rdEVqGUtb7fMVetPK43?si=0380434d8bf6410e
Becky Badminton's Episode "Overcoming Failure in Sports": https://www.youtube.com/watch?v=1hcbI5g8yCU
Image credit (clockwise from top left):
BWF Media
WION
Newsdelivers
News India Studio
Series kali ini menceritakan Lee Yang dan Wang Chilin yang tiba-tiba menjadi pasangan kuda hitam di 2021 dengan memboyong empat gelar dengan poin-poin tinggi, termasuk the most prestigious of all, Olympic gold medal. Gimana perjalanan mereka dari pertama dipasangin hingga kenapa mereka sempat absen lama pasca kejuaraan dunia?
Photo source: CGTN
Gimana rasanya ketika sparring latihan lo setiap hari selalu barengan sama pemain top 10 dunia? Gimana hasilnya? Cukup tanya, pasangan muda kita udah ngangkat piala apa aja dalam setahun belakangan?
Image sources:
- Coach Ar: Indosport
- BaKri: Independent Observer
- Coach Herry IP: Liga Olahraga
- PraYer: CGTN
- LeoNiel: Skor[dot]id
Dua bulan tidak ada bahas bulutangkis lewat audio dan kali ini yang dibahas bikin gue pengen misuh-misuh sedikit soal akses tontonan bulutangkis yang stagnan, terutama buat turnamen continental yang benua nya sendiri penghasil pemain-pemain elit. Gimana ceritanya dah?
Episode ini ngomongin situasi dan juga kejadian yang ada di timeline twitter pencinta bulutangkis + opini yang ngasal terkait break dari tur dunia di bulan Februari. Bener nggak, kalau international break versi bulutangkis lebih seru diikutin daripada breaknya sepakbola? Apakah Asia masih lebih superior dari segi entertainment pertandingannya juga?
Intro song:
Too Cool by Kevin MacLeod
Link: https://incompetech.filmmusic.io/song/4534-too-cool
License: https://filmmusic.io/standard-license
Judulnya gak mau yang berat-berat, ngapain pake dualisme atau dobel-dobel apalah. Yang penting kita mulai bisa menikmati kalau badminton isinya dua sekarang! Udah mulai menarik kalau jadi pemain profesional di bulutangkis sekarang mulai terekspos sama gedenya dengan pemain yang dari didikan pelatnas.
Kalau ada kritik dan saran bisa ke podcast[dot]tepakbulu[at]gmail[dot]com ya!
Intro song:
Too Cool by Kevin MacLeod
Link: https://incompetech.filmmusic.io/song/4534-too-cool
License: https://filmmusic.io/standard-license
19 tahun piala paling bergengsi di kejuaraan dunia beregu menghilang dari sejarah perbulutangkisan Indonesia dan akhirnya kembali setelah sekian lama wara-wiri di negara lain. Tahun ini boleh dibilang layak untuk menjadi tahun yang spesial. Emas Olimpiade di seluruh sektor lengkap sudah + piala Thomas yang kembali, bisa menjadi penutup tahun paling manis untuk bangsa Indonesia.
Intro song:
Too Cool by Kevin MacLeod
Link: https://incompetech.filmmusic.io/song/4534-too-cool
License: https://filmmusic.io/standard-license
Drone BGM provided by Adobe
Picture from: insidethegames.biz
Beberapa hari terakhir lagi banyak berita terkait bulutangkis yang bisa dikategorikan punya "Big Boss Energy", macem Ihsan dan Syabda yang bikin klub badminton baru, An Se Young yang jadi model di Vogue edisi Korea, dan juga Viktor Axelsen yang pindah ke Dubai. Hubungannya apa sama cover yang agaknya kurang nyambung dengan olahraganya? Apakah ada hubungannya dengan review colongan yang bisa dihubung-hubungin sama bulutangkis? Atau emang pengen review doang?
Too Cool by Kevin MacLeod
Link: https://incompetech.filmmusic.io/song/4534-too-cool
License: https://filmmusic.io/standard-license
Picture from Tvtime
Melengkapi 5 part Olympics Specials, di episode kali ini, kita bakalan ngebahas soal review singkat OG kemarin dan juga the biggest winners/losers di setiap sektor nya + review paruh musim pertama musim bulutangkis 2021. Kasihtau dong the biggest winners/losers versi kalian!
BGM:
Too Cool by Kevin MacLeod
Link: https://incompetech.filmmusic.io/song/4534-too-cool
License: https://filmmusic.io/standard-license
Image cover:
Adityadandito, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons
Telat banget, mestinya ini episode naik sehari setelah kemenangan Kak Gel/Apri di final dan bawa pulang medali, tapi gue lebih memilih untuk merenung dan mencoba ngajak kalian buat balik ke tahun 2017, waktu mereka pertama kali dipasangkan di Sudirman Cup, lawan Denmark. Singkat aja, yang penting biar tau perjalanan mereka 4 tahun terakhir ini kayak apa dari sudut pandang pencinta badminton.
Too Cool by Kevin MacLeod
Link: https://incompetech.filmmusic.io/song/4534-too-cool
License: https://filmmusic.io/standard-license
Episode ini direkam sebelum pertandingan Ginting dan The Daddies, namun pagi-pagi gue dan teman-teman baru saja menyaksikan sejarah baru dicetak oleh Kak Greys dan Apri, mempersembahkan medali lewat ganda putri untuk pertama kalinya di ajang Olimpiade. Sektor yang nggak ditargetin apa-apa malah udah dapet kepastian medali duluan.
Episode ini adalah episode paling emosional yang pernah dibuat. Mudah-mudahan temen-temen sama-sama ngerasain hal yang sama.
Too Cool by Kevin MacLeod
Link: https://incompetech.filmmusic.io/song/4534-too-cool
License: https://filmmusic.io/standard-license
Terkaget-kaget, terkencing-kencing. Itu kali ya yang bisa gue ungkapin di episode kali ini menggambarkan hari yang keos kemarin dan juga sebagian hari ini (meskipun direkamnya malem sebelom tidur. Spoiler: Minions juga gak lolos ke SF). Yang sabar ya, manteman!
Too Cool by Kevin MacLeod
Link: https://incompetech.filmmusic.io/song/4534-too-cool
License: https://filmmusic.io/standard-license
3 hari pertama cabang olahraga bulutangkis menyisakan banyak pembicaraan. Mulai dari PraMel yang nggak perform pas lawan pasangan tuan rumah, XD Jerman yang kalah nyesek buat dapet tiket ke QF, sampai Sayaka Hirota yang main dengan satu kaki aja. Pusing gak tuh? Pusing kan? Pusing kan? xD
Too Cool by Kevin MacLeod
Link: https://incompetech.filmmusic.io/song/4534-too-cool
License: https://filmmusic.io/standard-license
Olimpiade sudah dekat dan Racket Boys menjadi sebuah permulaan yang sangat baik sebelum nantinya kejayaan dan kekecewaan akan terasa dalam waktu bersamaan. Sometimes, it's okay to lose, sometimes...
BGM Intro/Outro Credit:
Too Cool by Kevin MacLeod
Link: https://incompetech.filmmusic.io/song/4534-too-cool
License: https://filmmusic.io/standard-license
Dibuat dan diunggah di hari yang sama (menurut si kreator) dengan Hari Kartini, kali ini gue mengangkat rivalitas antara Ratchanok Intanon dengan Tai Tzu Ying yang sudah berlangsung dari 2010! Dua puluh sembilan pertandingan sudah mereka lewatin dan cuman beda satu doang H2H. Menarik buat ngeliat kenapa kok mereka bisa sampe sering banget ketemu, nggak bosen apa? Sama kayak episode kali ini yang cuman 7 menit supaya nggak bosen juga, heheh.
BGM Credits:
Too Cool by Kevin MacLeod
Link: https://incompetech.filmmusic.io/song/4534-too-cool
License: https://filmmusic.io/standard-license
Image Credits:
1. TSportsasia, CC BY-SA 3.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0>, via Wikimedia Commons
2. Pierre-Yves Beaudouin, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons
Sebagai episode pembuka season 4, kali ini gue bakalan rilis ulang (bahasa kerennya remastering, halah!) episode bareng sama Mas Malik Basri dalam segmen terbaru bertemakan DiaBlu (Diaspora Pencinta Bulutangkis). Episode ini banyak mengambil cerita dari sudut pandang beliau tentang perjalanan hidupnya dengan olahraga bulu angsa ini dan kenapa beliau bisa pindah ke USA dan membangun training center miliknya sendiri di Maryland.
Special thanks to Babeh Rane Hafied from Suarane Podcast for connecting us back then and to Clubhouse Diaspora Indonesia for the inspiration.
New episodes every two weeks! Stay tuned!
Photo by Alam Burhanan and taken from Malik Basri's personal website at malikbasri.com
Intro music:
Too Cool by Kevin MacLeod
Link: https://incompetech.filmmusic.io/song/4534-too-cool
License: https://filmmusic.io/standard-license
Coming soon in April for the (mini) season of Podcast Tepak Bulu. One episode every two weeks because...kinda busy right now, so that's why.
[This is a re-release of older episodes]
Setelah bersatu-satu purnama (kalau puluhan kan belom setahun -_-) hampa akan adanya badminton internasional, resmi sudah kita bakalan disuguhin lagi sama match-match kelas atas, mengikuti olahraga-olahraga lain yang sudah punya sistem/bubble keamanan untuk bisa tetap ngadain pertandingan. Tapi badminton sebagai olahraga yang kurang terkenal, justru malah punya banyak kendala soal dimulainya TUC nanti di Aarhus. Ditambah lagi Indonesia (katanya) mau jadi tuan rumah Asian Open, padahal kasus harian nya lagi tinggi-tingginya. Alamaaakk...
Yaudah, di episode hari ini isinya kemungkinan besar 60-80% misuh-misuh doang. Harap maklum xD
Tidak ada reaksi lain selain tepuk tangan dan berteriak ketika Greysia Polii/Apriyani Rahayu memenangkan gelar perdana mereka di 2020 setelah mengalahkan Maiken Freugaard/Sara Thygessen dalam pertandingan 3 set yang menegangkan. Pun di babak sebelumnya, mereka juga harus jatuh bangun untuk memastikan kemenangan di set pertama melawan pasangan Korea dengan memenangkan reli di atas 100 pukulan yang berakhir manis untuk Indonesia.
Apakah kalian masih sanggup dan berani kalau ganda putri itu membosankan?
Ngomong-ngomong, selamat datang kembali di 2020 bersama podcast ini. Let's raise the glass!
Pic source: idntimes.com




















![[Re-release] Episode 54 - Badminton has entered the chat [Re-release] Episode 54 - Badminton has entered the chat](https://s3.castbox.fm/d5/8d/13/7a8c029ca567e8d4a4017b96ddecfdf6de_scaled_v1_400.jpg)
![[Re-release] Episode 37 - Ganda Putri Ngebosenin, Yakin Lo? [Re-release] Episode 37 - Ganda Putri Ngebosenin, Yakin Lo?](https://s3.castbox.fm/de/b1/8d/b0dc7d03f5702c2833db169ac62ee2b160_scaled_v1_400.jpg)

