Discover
Saga
Saga
Author: KBR Prime
Subscribed: 11Played: 84Subscribe
Share
© KBR Prime
Description
Menghadirkan kisah-kisah manusia, diramu dan dijahit dengan kualitas jurnalistik terbaik. Cerita tentang nama, peristiwa dan fakta; membawa Anda lebih dekat dengan manusia-manusia yang menghiasi negeri ini. Program ini yang memberikan banyak penghargaan untuk KBR.
284 Episodes
Reverse
MA divonis lima tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jombang, Jawa Timur, pada 5 Agustus 2025. Ia dijerat Pasal 80 ayat 3 Undang-Undang tentang Perlindungan Anak atas tuduhan kekerasan terhadap anak hingga meninggal.Padahal, tak ada sama sekali niat perempuan itu membunuh anaknya, meski kehamilan itu tak diinginkannya. Saat berusia 18 tahun, MA diperkosa laki-laki berinisial J-O hingga hamil.Kuasa hukum sekaligus Direktur Woman’s Crisis Center (WCC) Jombang, Ana Abdillah, berpendapat kasus MA semestinya tidak berlanjut sampai proses pemidanaan. Sebab, jangankan menyelamatkan bayi, menyelamatkan dirinya saja MA tidak mampu. Ia menjalani proses persalinan seorang diri, dalam keadaan bingung dan takut.Dari balik jeruji, ia menulis kronologis peristiwa yang dialami. Kisahnya bisa Anda dengarkan di SAGA KBR pada platform YouTube melalui link:https://s.id/KorbanPemerkosaanDipenjaraCerita ini memuat deskripsi kekerasan seksual dan peristiwa yang bisa memicu trauma. Jika kamu mengalami krisis emosional, jangan ragu untuk bercerita dan mengakses layanan konseling terdekat.Tim Editorial: Sindu, Malika, WahyuAudio Designer: Bintang ElianSuara MA: Astri SeptianiJika cerita ini penting, dukung SAGA dengan membagikan cerita ini kepada yang lain. Terima kasih telah mendukung SAGA menghadirkan jurnalisme naratif yang mendalam dan manusiawi.SAGA adalah first person story audio-dokumenter berbasis jurnalisme, mengajak kamu melampaui headline dan merasakan langsung pengalaman nyata manusia dalam sebuah peristiwa.
Muhammad Azzril, satu dari ratusan orang yang ditangkap polisi pasca demonstrasi #BubarkanDPR Agustus lalu. Azzril yang saat itu hanya nonton, diduga mendapat kekerasan oleh polisi. Dia dipukul, diinjak lalu diseret motor hingga tak sadarkan diri. Pemuda itu kini mendekam di rumah tahanan Salemba, dikenakan pasal 170 Ayat 2 ke-1 karena dituduh merusak mobil milik ASN Kemendagri. Proses persidangannya masih berjalan. Jaksa menuntutnya dengan hukuman penjara satu tahun berdasarkan bukti rekaman siaran langsung di Youtube tertanggal 25 Agustus 2025. Anehnya, dalam rekaman video tersebut, Azzril tak terlihat merusak mobil.Kondisi kesehatannya sempat memburuk selama di tahan. Azzril berkali-kali jatuh, muntah, sesak napas, pingsan, hingga sempat hilang ingatan. Orang tua Azzril yang dibayang-bayangi rasa cemas tak pernah absen menjenguk dan mengantar makanan, meski kondisi keuangan mereka tak menentu.Kisah Azzril mulai ditangkap, dipenjara hingga pengorbanan orang tuanya membebaskannya bisa Anda dengarkan di SAGA KBR pada platform youtube melalui link s.id/AzzrilDitangkap. Jika cerita ini penting, dukung SAGA dengan membagikan ceriita ini kepada yang lain. Terima kasih telah mendukung SAGA menghadirkan jurnalisme naratif yang mendalam, dan manusiawi. SAGA adalah first person story audio-dokumenter berbasis jurnalisme. Mengajak kamu melampaui headline dan merasakan langsung pengalaman nyata manusia dalam sebuah peristiwa. Tim editorial: Wahyu Setiawan, Astri Yuanasari, Heru Haetami, Dita Alyaaulia, MalikaSound Designer: Bintang Elian
"Siapa sih yang menang lawan pemerintah?" bertahun-tahun Sri Wahyuni menggumamkan kalimat ini tiap kali teringat gugatan yang diajukan bersama delapan tetangganya.Pada 2010, sembilan warga Kampung Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara, menggugat Gubernur Jakarta atas penggusuran paksa rumah mereka. Demi menggapai keadilan, warga Semper mengorganisir diri, belajar advokasi, dan bersidang di pengadilan.Enam belas tahun bersabar, penantian itu berakhir manis. Di 2025, Mahkamah Agung memenangkan gugatan warga Kampung Semper atas Gubernur Jakarta.Kisah mereka menjadi rujukan dan penyemangat bagi masyarakat miskin kota untuk berjuang melawan kesewenang-wenangan penguasa. Simak selengkapnya di SAGA KBR.Editorial: Wahyu Setiawan, Hoirunnisa, Ninik Yuniati, Malika
Sudah seabad Ahmadiyah menjadi bagian dari Indonesia. Jejaknya nyata di Nusantara, termasuk mendukung perjuangan kemerdekaan republik ini. Jemaatnya berkembang dari Aceh sampai Papua dan hidup berdampingan di tengah masyarakat majemuk.Namun, sejarah dan kontribusi itu tak menjamin kesetaraan hak. Diskriminasi dan persekusi terus terjadi, karena para Ahmadi -sebutan bagi warga Ahmadiyah- dituduh sesat dan bukan bagian dari Islam. Ironisnya, negara melanggengkan ketidakadilan ini melalui aturan diskriminatif dan pembiaran atas kekerasan yang berulang.Situasi itu kembali terlihat saat pelaksanaan Jalsah Salanah Ahmadiyah 2025 di sejumlah daerah. Seperti apa kisahnya? Simak selengkapnya di SAGA KBR.—Editorial: Wahyu Setiawan, Ninik Yuniati, MalikaSound Designer: Bintang Elian
Rafa, bukan nama sebenarnya, telah berhadapan dengan berbagai upaya pengubahan identitas gender dan orientasi seksual sejak masa kanak-kanak. Ekspresinya yang feminin dianggap bertentangan dengan konstruksi sosial tentang laki-laki. Bermacam kekerasan ia terima, mulai dari serangan verbal, represi psikologis, hingga pemaksaan melalui terapi konversi yang merendahkan martabat. Dalam prosesnya, ia bahkan dipaksa melakukan kekerasan seksual, pengalaman traumatis yang jejaknya masih membekas hingga sekarang. Seperti apa kisahnya? Simak selengkapnya di SAGA KBR.Editorial: Ninik Yuniati, Heru Haetami, Malika
Kabupaten Bojonegoro dikenal sebagai lumbung energi terbesar di Indonesia, tempat urat nadi minyak dan gas nasional berdenyut. Perkiraannya, seperempat cadangan minyak nasional dipasok dari sini.Ironisnya, di balik gemerlap pendapatan daerah yang melimpah ruah dari perut bumi, Bojonegoro menyimpan fakta pahit. Keberadaan sumur-sumur emas tersebut gagal menjadi penawar mujarab bagi masalah klasik: kemiskinan.Alih-alih menjadi daerah yang makmur, Bojonegoro justru masih berjuang memerangi tingginya angka kemiskinan dan ketimpangan. Inilah paradoks Bojonegoro: daerah yang kaya raya oleh alam, tetapi terperangkap dalam lingkaran kemiskinan yang tak berujung. Alih suara:Pariyem: Astri YuanasariSupatmi: MalikaKismiyati: NaomiNuspita: Astri Septiani---Editorial: Nurika Manan, Wahyu Setiawan, Ninik Yuniati, MalikaSound Designer: Bintang Elian
Suatu hari di awal November 2025, Ocha, transpuan di Bekasi, Jawa Barat, libur kerja, demi menghadiri pengajian atas ajakan kawan. Alih-alih mendapat siraman rohani penyejuk kalbu, ia malah dihujani ceramah yang menyudutkan identitas gendernya. Dalam acara yang digelar MUI Kota Bekasi itu, Ocha juga nyaris menjalani terapi konversi. Kisah Ocha adalah potret kekerasan yang dialami komunitas ragam gender di Kota Bekasi. Simak selengkapnya di SAGA KBR.Editorial: Ninik Yuniati, Heru Haetami, Astri Yuanasari, MalikaSound Designer: Bintang Elian
Proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) sedari mula digembar-gemborkan bakal menguntungkan UMKM. Berarti, termasuk usaha mikro bukan? Namun, hingga nyaris setahun bergulir, tak ada data pasti, berapa usaha mikro yang masuk rantai pasok dapur MBG. Data yang tersaji di Badan Gizi Nasional (BGN) hanya menyebut 13.800-an UMKM sudah menjadi mitra MBG per Oktober 2025. Ketika cek ke lapangan, situasinya makin membingungkan. Banyak cerita pahit ketimbang manis soal berlikunya jalan para pejuang ekonomi mikro menembus dapur MBG. Simak selengkapnya di SAGA KBR.Editorial: Sindu Dharmawan, Ninik Yuniati, Astri Yuana Sari, MalikaSound Designer: Bintang Elian
Senja, Surya, dan Fajar, bukan nama sebenarnya, adalah tiga dari delapan bayi yang berhasil diselamatkan polisi. Mereka kini dalam pengasuhan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Bayi Sehat, Kota Bandung, Jawa Barat.Upaya memulihkan hak-hak para bayi korban perdagangan manusia belum selesai. Meski sindikatnya telah terbongkar, jejak administrasi yang dipalsukan membuat pencarian orang tua kandung mereka berjalan lambat.Negara didesak bergerak cepat memenuhi hak dasar para bayi ini. Dipertemukan kembali dengan keluarga mereka. Namun, dengan data yang sudah dimanipulasi, mampukah negara melacak asal-usul mereka?Kisah ini memuat deskripsi yang mungkin akan memicu trauma. Semua nama bayi dalam cerita ini disamarkan.---Editorial: Hoirunnisa, Wahyu Setiawan, Sindu Dharmawan, Ninik Yuniati, MalikaSound Designer: Bintang Elian
Bayi-bayi ini nyaris dibawa ke luar negeri dengan dalih akan diadopsi. Ini hanya beberapa yang berhasil diselamatkan, pasca terbongkarnya sindikat perdagangan anak lintas negara, April 2025. Mereka kini menghabiskan hari demi hari di panti asuhan.Jurnalis KBR Hoirunnisa melihat lebih dekat kehidupan mereka dan dan mengungkap berbagai tantangan lain terkait upaya perlindungan dan penyelamatan korban. Simak kisahnya di SAGA KBR, yang dibawakan Sindu Dharmawan.Kisah ini memuat deskripsi yang mungkin akan memicu trauma. Semua nama bayi dalam cerita ini disamarkan.---Editorial: Hoirunisa, Wahyu Setiawan, Sindu Dharmawan, Ninik Yuniati, MalikaSound Designer: Bintang Elian
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang, di Bekasi, Jawa Barat merupakan yang terbesar se-Asia Tenggara. Tinggi gunungan sampah di sana tak kurang dari 70 meter. Ini setara dua kali tinggi candi Borobudur. Jika tak kunjung ada solusi nyata untuk mengurangi beban timbunan sampah, maka pengelola TPA, pemulung, dan masyarakat sekitar jadi yang paling rentan tertimpa petaka. Simak laporannya di SAGA KBREditorial: Resky Novianto, Ninik Yuniati, Malika Audio design: Malika
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berujung petaka. Keracunan terjadi di mana-mana, korbannya ribuan bahkan puluhan ribu anak. Ironis untuk sebuah program unggulan, beranggaran jumbo, dan menyandang label "bergizi". Padahal sedari mula, pemerintah sudah berulang kali diperingatkan tentang risiko celaka program raksasa, tetapi buruk tata kelola. Simak selengkapnya di SAGA KBR.
Presiden Prabowo Subianto meresmikan 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah, 21 Juli 2025. Ribuan koperasi desa itu dibentuk hanya dalam waktu empat bulan.Kehadirannya diklaim bakal memperkuat ekonomi kerakyatan.Kenyataannya, di lapangan pembentukan koperasi desa tak berjalan mulus. Bahkan memicu kekhawatiran, usaha lain di desa yang sudah berjalan, terancam tergusur.Mengapa program ini malah dianggap sebagai ancaman? Simak ceritanya di SAGA KBR, bagian kedua.Editorial: Wahyu Setiawan, Muji Lestari, Ninik Yuniati, MalikaSound Designer: Bintang Elian
Tragedi 1965 menjadi utang sejarah yang tak kunjung dilunasi negara. Enam dekade berlalu, tak ada upaya serius mengungkap apa yang sebetulnya terjadi dibalik peristiwa berdarah 1965-1966 yang telah merenggut jutaan jiwa itu.Sebaliknya, negara justru berupaya mengukuhkan narasi tunggal rezim Orde Baru, lewat penulisan ulang sejarah nasional yang dikebut Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Disinyalir, proyek ini untuk memuluskan gelar pahlawan bagi Soeharto.Untuk kesekian kalinya, para penyintas dan keluarga korban tragedi 65 melawan upaya pengingkaran. Simak kisah perjuangan mereka di SAGA KBR.Editorial:Heru Haetami, Ninik Yuniati, MalikaSound Designer:Bintang Elian
13 Agustus 2025, Kabupaten Pati bergolak. Ribuan rakyat marah dan mengepung kantor bupati.Mereka menentang kebijakan Bupati Sudewo yang menaikan tarif pajak seenaknya. Dari Pati, api perjuangan merembet di penjuru tanah air. Menggambarkan rakyat punya kapasitas mengoreksi langsung kebijakan yang tidak adil. Gerakan ini menjadi alarm bagi penguasa untuk segera berbenah.Editorial:Astri Yuanasari, Wahyu Setiawan, Ninik Yuniati, MalikaSound Designer:Bintang Elian
Selangkah lagi PT Sumber Permata Sipora (SPS) akan beroperasi di hutan Pulau Sipora, salah satu gugusan pulau kecil di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat.Perusahaan milik pengusaha Haji Bakhrial itu, telah memperoleh persetujuan komitmen pada 2023. Kini, tinggal mengurus dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).Jika ini disetujui, Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) bakal dikeluarkan di atas lahan seluas 20.706 hektare, setara ⅓ luas daratan Pulau Sipora.Namun, prosesnya ditengarai penuh skandal. Ada dugaan pemalsuan tanda tangan, juga upaya "membuang" usulan hutan adat di lahan konsesi perusahaan.Sebagian masyarakat adat menentang, khawatir hutan sebagai sumber penghidupan dan identitas mereka terancam. Penebangan hutan juga berpotensi memperparah krisis ekologis di sana.Editorial:Wahyu Setiawan, Ninik Yuniati, MalikaSound Designer:Bintang ElianLiputan ini merupakan program kolaborasi media yang didukung oleh Depati Project
Selangkah lagi PT Sumber Permata Sipora (SPS) akan beroperasi di hutan Pulau Sipora, salah satu gugusan pulau kecil di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat. Perusahaan milik pengusaha Haji Bakhrial itu, telah memperoleh persetujuan komitmen pada 2023. Kini, tinggal mengurus dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Jika ini disetujui, Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) bakal dikeluarkan di atas lahan seluas 20.706 hektare, setara ⅓ luas daratan Pulau Sipora. Namun, prosesnya ditengarai penuh skandal. Ada dugaan pemalsuan tanda tangan, juga upaya "membuang" usulan hutan adat di lahan konsesi perusahaan.Sebagian masyarakat adat menentang, khawatir hutan sebagai sumber penghidupan dan identitas mereka terancam. Penebangan hutan juga berpotensi memperparah krisis ekologis di sana.Editorial:Wahyu Setiawan, Ninik Yuniati, MalikaSound Designer:Bintang ElianLiputan ini merupakan program kolaborasi media yang didukung oleh Depati Project
[Disarankan menggunakan penyuara jemala atau headphone] Usai Presiden Prabowo meneken Instruksi Presiden tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih pada 27 Maret 2025, Kopdes dikebut sedemikian rupa. Targetnya, 80 ribu koperasi merah putih siap diluncurkan dalam tempo empat bulan. Di lapangan, kepala desa dan lurah kelimpungan. Tak lama usai diresmikan, sejumlah koperasi desa tutup, tak beroperasi. Akankan kopdes mengulang kisah yang sama seperti Koperasi Unit Desa (KUD) di era Presiden Soeharto? Pendirian koperasi dengan metode top-down policy kala itu terbukti gagal memajukan desa-desa di Indonesia.Editorial:Arie Nugraha, Anindya Putri, Muji Lestari, Wahyu Setiawan, Zainudin Syafari, Ninik Yuniati, MalikaSound Designer:Bintang ElianSumber Berita & Arsip dalam podcast ini:Berita tutupnya Koperasi Merah Putih di Pucangan, Tuban — Liputan 6 SCTV / YouTubeBerita Kopdes Merah Putih di Hambalang Bogor Sepi — Kompas.com / YouTube
[Disarankan menggunakan penyuara jemala atau headphone] Keadilan dan kesetaraan masih menjadi "barang super mewah" bagi kelompok ragam gender dan seksualitas di Indonesia. Beberapa bulan terakhir, kelompok LGBTIQ+ didera persekusi dan kriminalisasi. Di beberapa wilayah di Jawa Timur, polisi menangkap sejumlah orang hanya karena membuat grup komunitas ragam gender di Facebook. Di Jakarta dan Bogor, polisi menggerebek acara pertemuan dengan melabelinya sebagai pesta seks sesama jenis. Dipecat, Diusir, Dipersekusi, Dikriminalisasi seolah jadi realita hidup kelompok Ragam Gender di Indonesia. Mengapa begitu sulit mengubahnya? Simak ceritanya bersama Sindu Dharmawan di SAGA KBR.Editorial:Heru Haetami, Ninik Yuniati, MalikaSound Designer:Bintang Elian
(Disarankan menggunakan penyuara jemala atau headphone) Sorotan terhadap program Makan Bergizi Gratis tak juga berhenti. Di beberapa sekolah, menu yang dibagikan justru makanan kemasan yang berpotensi mengandung lemak trans tinggi. Disukai anak-anak, tetapi tak baik bagi kesehatan mereka. Mengapa ini bisa terjadi? Dan apa sebetulnya makanan tinggi lemak trans? Simak ceritanya bersama Sindu Dharmawan di SAGA KBR.Liputan ini didukung program fellowship “Menguatkan Kesadaran Publik Tentang Konsumsi Lemak Trans” oleh Aliansi Jurnalis Independen dan Global Health Strategies.
























halo hadir saga kbr