Discover
Makan Sendiri Podcast
27 Episodes
Reverse
Lots of cursing and dirty jokes, an-after-BBQ conversation of bunch of guys about woman--and how they see their future.
Membahas 1984 karangan George Orwell dan post truth.
Membahas adaptasi film
Membahas microtargeting, 1984 karya George Orwell dan Westworld karya Jonathan Nolan
Membahas soal political correctness, ketersinggungan, dan kebenaran.
Tentang mendengarkan satu sama lain, teman yang mau makan aja susah dan Fatih Nokturnal yang sok-sokan mulai mau nyoba meditasi.
(Catatan: karena berbagai hal, tidak ada musik latar dan direkam memakai alat perekam hp.)
Berbicara tentang anak Hayao Miyazaki dan kenapa ogah masuk politik.
Tentang kebiasaan saat sarapan, terminologi aktivis dan influencer, juga intellectual property yang berangkat dari akun media sosial.
Memakai judul salah satu lagu Barasuara, Fatih Nokturnal membahas bahasa--mulai dari pandangan Eka Kurniawan hingga bagaimana bahasa mempersatukan masyarakat.
Fatih Nokturnal membahas wibu, hijrahfest, dan micro market yang bisa dimanfaatkan.
Tentang kebahagiaan dan orang yang berubah.
Tentang Socrates yang membenci buku, gap antar generasi, dan perubahan.
Tentang Pram yang menulis seperti berak, passion, dan karya sebagai pelampiasan.
Kelanjutan dari episode sebelumnya.
Dibuat saat podcast ini direncanakan masih bernama Podcast Ngomong Sendiri, dengan kualitas audio yang kurang bagus karena lupa nyolokin mikrofon, membahas pesantren bersama dua anak PPI UAE yang dulu menekuni pendidikan pesantren; Zaky Al Fahmi dan Itmamul Wafa
Dibuat saat podcast ini direncanakan masih bernama Podcast Ngomong Sendiri, dengan kualitas audio yang kurang bagus karena lupa nyolokin mikrofon, membahas pesantren bersama dua anak PPI UAE yang dulu menekuni pendidikan pesantren; Zaky Al Fahmi dan Itmamul Wafa
Tentang Fatih yang sembunyi di toilet saat upacara, algoritma, dan teori Bourdeiu soal Capital, Habitus dan Field
Ngebahas film Joker, segmen film superhero, ketawa dalam akting, dan bagaimana menggerakkan massa tanpa otoritas
Fatih Nokturnal berbicara tentang KPK, kemuakan terhadap sistem, Gus Dur, dan betapa kita butuh Batman.
Membahas Aksi Kamisan Kaltim bersama salah satu koordinator lapangannya, Maulana Yudhistira alias Yudhis.









