DiscoverPinter Politik
Pinter Politik
Claim Ownership

Pinter Politik

Author: Pinter Politik

Subscribed: 130Played: 2,233
Share

Description

Pinter Politik adalah Suara Politik Milenial Indonesia, yang akan membicarakan seputar politik terkini dengan pembawaan yang santai.
509 Episodes
Reverse
Cuitan SBY soal kiamat 5 miliar manusia gemparkan publik. Benarkah ini sinyal SBY bertransformasi jadi sosok ‘Uncle Iroh’ di dunia nyata?
Delapan dekade Indonesia merdeka, namun kemerdekaan dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar seperti air minum masih menjadi pertanyaan besar. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 mengungkapkan fakta yang mengejutkan: 40% masyarakat Indonesia masih bergantung pada air galon atau air minum dalam kemasan (AMDK) untuk memenuhi kebutuhan minum sehari-hari. Fenomena ini bukan sekadar pilihan konsumen, melainkan cerminan absennya negara dalam menjamin hak dasar warga negaranya. Ketika akses terhadap air minum harus dibeli dengan harga yang tidak murah, pertanyaan mendasar muncul: apakah kita benar-benar sudah merdeka dalam urusan air minum?
Di bawah kepemimpinan Amran Sulaiman, pertanian Indonesia seolah kembali berdenyut dan menemukan harapan. Dari sawah hingga sistem digital, “padi berbisik” menjadi metafora kebangkitan agraria modern—sebuah kisah tentang teknokrat, kapital, dan tanah yang berbicara, menakar apakah legenda itu akan abadi atau sekadar gema sesaat
Istilah “Zeitenwende” pertama kali diucapkan Kanselir Jerman Olaf Scholz pada Februari 2022, tiga hari setelah Rusia menginvasi Ukraina. Kata Jerman yang berarti “titik balik era” ini menandai perubahan radikal kebijakan pertahanan Berlin: dari pasifisme pascaperang menjadi kekuatan militer yang siap bertindak. Akankah ini juga terjadi di Greenland?
Ia tak berdiri di podium, tapi di balik desain kekuasaan. Isu rotasi Thomas Djiwandono ke Bank Indonesia membuka bab baru: arsitek senyap, tameng teknokratik, dan King’s Hand Presiden Prabowo di jantung fiskal–moneter negara.
Projo Problematik?

Projo Problematik?

2026-01-2009:07

Projo, relawan yang dulu menjadi simbol militansi Jokowi, kini mengesankan bahwa mereka seolah menghadapi ujian identitas saat menghilangkan siluet Jokowi dari panjinya. Loyalitas, strategi, atau oportunisme? Fenomena ini agaknya membuka tabir problematik relawan dalam politik kekuasaan Indonesia.
Diskursus tentang otonomi strategis Eropa kembali mengemuka. Mungkinkah Benua Biru menyimpan ‘senjata rahasia’?
Dalam konteks politik, seorang putra atau putri mahkota adalah potensi kepemimpinan. Mereka memiliki nama besar, akses ke jaringan kekuasaan, dan legitimasi darah atau ideologi. Namun, mereka tetaplah potensial—hanya bayangan dari pendahulu mereka. Menarik untuk melihatnya dalam kontras perbandingan kisah AHY dan Puan Maharani.
Di balik pemilu, jabatan formal dan tabu dalam konteks tertentu, kekuasaan Indonesia kiranya bekerja melalui “kasta” simbolik. Akumulasi modal, loyalitas, dan figur leadership tampak membentuk hierarki politik baru—efisien, solid, namun menyimpan risiko eksklusivitas dan tantangan demokrasi ke depan bagi elite konstituen, stabilitas nasional, dan masa depan republik.
Kalimantan bukan hanya tentang IKN atau hutan tropis—pulau ini menyimpan sumber daya strategis yang bisa jadi kunci masa depan ekonomi dan pertahanan Indonesia.
Respons Dharma Pongrekun terhadap materi komedi Pandji sebenarnya cukup dewasa. Dalam unggahan di YouTube channel Ngaji Roso milik Mas Hendra, Dharma justru mengaku senang namanya disebut bersama elite nasional lain. Ini berbeda dari para pendukung dan juru bicaranya saat Pilkada 2024 lalu yang justru melayangkan somasi pada Pandji Pragiwaksono.
Fenomena hipdut Tenxi mengguncang media sosial dan panggung musik tanah air. Benarkah ini sekadar tren “norak” atau ada dimensi sosial-politik di baliknya?
Jawa Tengah tak lagi sekadar lumbung suara. Gagasan PSI sebagai “kandang gajah” seolah menantang hegemoni lama PDIP, menguji apakah Jateng adalah kunci masa depan politik—atau hanya panggung perebutan narasi di era pasca-Jokowi.
Kapital ayam Danantara

Kapital ayam Danantara

2026-01-1310:36

Rencana Danantara untuk menginvestasikan Rp20 triliun di sektor peternakan ayam telah memicu perdebatan sengit di kalangan ekonom, peternak, dan pengamat kebijakan publik. Di satu sisi, proyek ambisius ini dijanjikan akan membuka 3 juta lapangan kerja baru dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Di sisi lain, para kritikus mempertanyakan efektivitas pendekatan ini dan mengkhawatirkan dampak jangka panjangnya terhadap struktur industri peternakan Indonesia.
Medsos tak lagi sekadar soal hiburan, di balik algoritma dan konten instan, tersembunyi ancaman cognitive decay yang perlahan menggerogoti fondasi intelektual.
Apakah ketidakpastian global justru menjadi senjata paling efektif dalam mencegah konflik besar di Taiwan? Di balik dilema “lampu hijau” dan “lampu merah”, ambiguitas strategis bisa jadi faktor penentu yang membuat setiap langkah terasa terlalu berisiko untuk diambil.
Investasi negara tak lagi diam di neraca. Di tangan Rosan Roeslani sebagai CEO, Danantara bergerak dari krisis pascabencana, hilirisasi raksasa Rp100 triliun, hingga Kampung Haji di Mekkah. Modal negara berubah: lincah, berdaulat, dan sarat tujuan publik, menjadi mesin kebijakan dalam statecraft Indonesia kontemporer yang baru dan menentukan.
Dalam trilogi The Lord of the Rings, J.R.R. Tolkien menciptakan The Shire—sebuah kampung halaman bagi para Hobbit yang hidup sederhana, berkebun, minum bir, dan tidak punya ambisi menaklukkan dunia. Layakkah menyamakan para Hobbit ini dengan orang Indonesia?
Tayangan Doraemon resmi dihentikan di TV nasional. Apakah ini pertanda kita harus berhenti berharap pada “jalan pintas” politik ala Gibran?
Pabrik VinFast baru diresmikan, langsung didemo. Sementara Nenek Elina digusur dari rumahnya sendiri. Di balik dua kejadian ini terbentang paradoks kekuasaan yang membahayakan: negara telah kehilangan monopoli atas kekerasan, dan ormas mengisi kekosongan itu dengan ekonomi upeti abad pertengahan.
loading
Comments