Discover
Apa Kabar?
89 Episodes
Reverse
Excited sendiri? yang benar ajaaa.....kau tau chat itu terkirim, pontensi untuk dibacanya ada. Tapi dia memilih untuk mengabaikannya dan memilih untuk update kehidupan dia daripada membalas chat murahan yang ku kirimkan, okay it's closure.......
Ketika peran utama yang aku perankan hanyalah selingan untuk menyambut sang tokoh utama, dan pada akhirnya hanya peran pembantu yang aku dapatkan
Kalau ditanya kenapa bisa bertahan, jawabnya sekedar yakin dia bisa berubah dan malas untuk memulai semua dari nol kembali
Hai kamu manusia yang tidak dapat minum kopi, apa kabar?
Terdakang aku sampai sekarang masih berfikir, sampai mana aku akan berenang dalam samudra kehidupan ini? Dan apa yang sebenarnya ada diujung sana?
Nah nah si dia nonton story nihhh
Semua yang terjadi seperti dejavu
Sebenarnya apa alasan ruh atau jiwaku bersedia untuk dilahirkan di dunia ini?
Salahkah jika aku berharap pada dirimu? Dan bolehkah aku mengetuk pintu hatimu?
Kini aku hanya bisa mencoba terbiasa dengan semuanya
Jika hancur jangan salahkan sepihak kepadaku. Karena aku telah berusaha untuk menahannya.
Tak selalu pelangi muncul setelah hujan redaa
Tak selalu matahari muncul seusai mendung
Mungkinkah pertemuan kita berdua ini adalah kesalahan dan dosa yang besar?
Atau justru jawaban dari setiap doaku?
Aku takut kisah yang dulu terulang kembali
Aku rindu aku dan masih adakah waktu
Hai sepertinya kita sudah cukup lama tidak bertegur sapa, hufft akhir akhir ini memang harus ada beberapa hal yang enggak bisa ditinggalkan. Jujur aku juga rindu bergumam kembali di podcast ini hehe…..dan akhirnya kita bertemu lagi disini, emmm omong omong Apa Kabar? Kamu baik baik sajakan? Aku yakin kamu jauh lebih baik dari sebelumnya. Ssmangat terus yaaa. Podcsat aku siap buat menenmani kamu.
Pada episode kali ini, aku tidak tau lagi harus berkata apa dan bagaimana. Aku rasa semua ini sudah cukup. Kamu dan aku telah menemukan jalan itu. Jalan yang menunjukan dimana kita harus berjalan, dan di persimpangan ini kita harus berpisah. Jika memang semesta mengizinkan, kita bisa bertemu kembali. Namun bukan pada arah yang sama kembali.
Andai saja aku yang menemukanmu lebih dulu. Mungkin semua itu tidak akan seburuk ini
Pada dasarnya Ekspetasiku kepadamu yang membunuhku. Menikamku dan melumpuhkan segala panca indra tubuhku
Apakah status itu penting jika semua ini hanyalah kehaluan saja
Yang aku pikir menenangkan, justru mematikan























