Discover
Radio Rasa!
Radio Rasa!
Author: Radio Rasa
Subscribed: 0Played: 0Subscribe
Share
© Radio Rasa
Description
Aku akan menjadi kawanmu, yang hadir agar dirimu tak merasa sendiri, sendiri menggenggam sendu, sendiri memendam rindu
atau kesendirianmu merendam rasa yang kian candu. Mulai hari ini, esok, dan seterusnya, mari berbagi cerita yang ku dan kau dengar dari mulut semesta, mari menyuarakan sendu, rindu, dan rasa yang candu, dari mereka yang membisu.
Semoga kita sama sama bisa saling menyelami perasaan yang kian dalam dan sulit dipendam untuk kita ke depan.
atau kesendirianmu merendam rasa yang kian candu. Mulai hari ini, esok, dan seterusnya, mari berbagi cerita yang ku dan kau dengar dari mulut semesta, mari menyuarakan sendu, rindu, dan rasa yang candu, dari mereka yang membisu.
Semoga kita sama sama bisa saling menyelami perasaan yang kian dalam dan sulit dipendam untuk kita ke depan.
16 Episodes
Reverse
Kita akan memahami diri sendiri jika kita mengerti bagaimana suasana hati kita saat itu. Suasana hati kita tidak selamanya konstan, ada kalanya positif hingga negatif. Suasana hati juga bisa memengaruhi cara kita bersikap.
Mahasiswa merupakan sosok yang dibutuhkan oleh masyarakat karena kreatifitas, inovasi, serta peran aktif mahasiswa dalam menanggapi isu-isu yang berada di sekitar masyarakat. Pemerintah mewadahi mahasiswa untuk dapat terjun langsung mengabdi kepada masyarakat melalui program PHP2D. Narasumber kali ini memiliki pengalaman dalam pengabdian kepada masyarakat dan ingin mengajak kita semua para pendengar untuk lebih mengenal lebih dalam mengenai pengabdian kepada masyarakat.
Kalian adalah para orang sukses dimasa depan. Sebuah awal sukses yang tidak bisa diukur hanya dengan satu seleksi masuk perguruan tinggi negeri. SNMPTN bukanlah akhir dari segalanya. Karena perjalanannya masih jauh dengan latar belakang kisah yang berbeda-beda, dan kamu adalah pemeran utamanya. Ada banyak jalan untuk mencapai sukses yang diingkan. Pada podcast kali ini juga Radio Rasa memberi sedikit tips untuk memotivasi kamu dalam mengejar mimpi dan kampus impian.
Sampai jumpa di kampus baru kalian masing-masing, tetap semangat ya!
Beda dari biasanya, podcast kali ini bakal membawa kalian bernostalgia dengan masa lalu. Kembali membuka memori lama tentang cerita-cerita yang terdengar dari mulut ke mulut atau dongeng-dongeng yang dibaca dari buku ke buku.
Dewasa ini, banyak orang yang menormalisasi sikap melupakan budaya sendiri dengan dalih mengikuti trend dan perkembangan zaman. Kasus miris seperti ini paling banyak dilakukan oleh kaum-kaum atau generasi millenial, pemuda-pemudi masa kini. Generasi muda yang seharusnya jadi aktor pembangun kesadaran berbudaya malah menjadi tokoh pendestruksi rasa cinta akan budaya. Jadi, millenial dan budaya, apakah bisa bersama?
Dewasa ini, semakin banyak platform atau media-media yang lahir dengan mengecap dan mendeklarasikan dirinya sebagai sumber berita. Dengan itu pula, semakin berjalannya waktu sumber kita mendapatkan berita menjadi lebih variatif. Namun, apakah semua media bisa dijadikan acuan dalam mendapatkan sebuah berita? Apakah media kita di era sekarang ini masih layak untuk dicap sebagai sumber berita?
Apakah kamu pernah mendapatkan pelukan? Pasti pernah, kan? Namun, apakah kamu pernah memeluk dirimu sendiri? Untuk menyalurkan afeksi, atensi, cinta dan kasih pada dirimu sendiri, pernah?
Memang rasa yang membuat diri ini semakin nyata, tapi jangan sampai justru membabibutakan perasaan yang pernah ada, kendalikn keegoisan mu, dan kamu dapat menikmati indahnya perasaan
Segala sesuatu yang dikerjakan harus berdasarkan panduan yang baik dan benar, di dunia ini semua hal telah diatur secara sistematis pada sebuah kitab panduan yang hingga kini masih dijadikan refrensi kehidupan oleh banyak orang. Lantas, apakah kita termasuk kedalam nya?
Kehidupan bukan selalu tentang kebahagian, tapi kehidupan butuh bumbu pelengkap seperti kesedihan dan kekecewaan, untuk menjadikan diri mu menjadi pribadi yang tangguh
Khusus untuk episode ini, Radio Rasa mencoba berkolaborasi dengan Brawijaya Sosial Dedication untuk kenyampaikan Banyak pesan yang terkandung dalam suara ini kepada pra pendengar, baik pesan tersirat maupun tersurat. Kembangkan sudut pandang mu agar dapat kenikmati pesan-pesan tersebut.
Tahukah engkau semboyanku? Aku Mau! Dua patah kata yang ringkas itu membawa ku pada keberanian mendaki puncak gunung, dan jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang.
Bukan hanya kamu, tapi aku juga rindu dengannya. Tak bisa dipungkiri bahwa hati ini senantiasa menunggumu, banyak hal hal yang harus aku lewati untuk bisa menahan ini semua, ku ingin menemuinya, menantikan pelukan hangat darimu.
Kerinduan dan keresahan yang mendasari lahir nya sebuah pesan ini, hal hal yang tak dapat dicapai karena adanya keterbatasan suasana, peluk hangat dan pertemuan kian di gemari dan sulit untuk ditemui. Menyesal karena dulu tak bisa menyempatkan diri pada suasana sebelum ini terjadi, salam kan rindu ini padanya.
Ini semua bukan karna dia atau kamu, tapi ini juga karna keadaan, dan banyak kejadian yang ngebuat aku berfikir, sudah seharusnya aku tidak membuat seseorang yang mencintaiku untuk jatuh lebih dalam lagi, karna aku tau gimana rasanya menjadi orang yang terbilang sering menyakiti, karna perbedaan.
Banyak perasaan yang tak sampai pada tujuannya, banyak perasaan yang hilang dan tak tau kemana mereka harus berlabuh, dan banyak dari kisah perasaan mereka yang tak kunjung terbalaskan.











