Discover
Na' Wiyono Poem
Na' Wiyono Poem
Author: Teddy & Na Diary
Subscribed: 1Played: 0Subscribe
Share
© Teddy & Na Diary
Description
Selamat datang di podcast saya yang saya beri judul Na' Wiyono Poem
Podcast ini berisi sekumpulan puisi-puisiku, baik itu dibacakan olehku sendiri, Kolab, juga beberapa puisi dibacakan oleh pemuisi lainnya.
Untuk terhubung aktif dengan saya :
FB : Erna Winarsih Wiyono (Na)
IG : @na_wiyono
YouTube : Hi, Teddy & Na
Kalian bisa follow, add, dan berkirim pesan pada saya.
Jangan lupa sebutkan darimana kalian melihat dan mendengar podcast saya ini.
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk menjadi pendengar podcast saya, Tuhan memberkati🌻🙏
Salam Cinta dari saya, Na' Wiyono Poem💙
Podcast ini berisi sekumpulan puisi-puisiku, baik itu dibacakan olehku sendiri, Kolab, juga beberapa puisi dibacakan oleh pemuisi lainnya.
Untuk terhubung aktif dengan saya :
FB : Erna Winarsih Wiyono (Na)
IG : @na_wiyono
YouTube : Hi, Teddy & Na
Kalian bisa follow, add, dan berkirim pesan pada saya.
Jangan lupa sebutkan darimana kalian melihat dan mendengar podcast saya ini.
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk menjadi pendengar podcast saya, Tuhan memberkati🌻🙏
Salam Cinta dari saya, Na' Wiyono Poem💙
21 Episodes
Reverse
#Repost @na_wiyono
...
puisi - bunda Helvy Tiana Rosa
Tanah Airku Puisi // Kontak Aktif : FB : Erna Winarsih Wiyono (Na) IG : @na_wiyono YouTube : Teddy & Na Diary (Like,Komen,Share,Subscribe)
Pentas Upacara Puisi MCV dalam rangka menyambut Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76, sebuah pentas seni daring live lewat Fabeook dari Aceh sampai Papua, oleh kontingen Jabodetabek yang siaran dari Kafe Lirik Kopi di Cibubur. // Kontak Aktif : FB : Erna Winarsih Wiyono (Na) IG : @na_wiyono YouTube : Teddy & Na Diary (Like,Komen,Share,Subscribe)
Repost @sastrabandaneira
Sebuah puisi tentang Banda Neira yang dititipkan langsung dari kakak @na_wiyono kepada SABANA yang ingin dibacakan oleh orang Banda sendiri, dan salah satu anggota SABANA kak @ferlitaaaaaa_ dengan senang hati membacakan puisi tersebut 🤗
_
_
Naira Neira demikian kita sebut
Kita menaiki perahu motor bermesin dua
Matahari menantang birunya langit memeluk udara bersih tanpa polusi
Ay menyambut kami
Kebebasan setelah terkunci itu katamu
Kebebasan yang tidak kudapatkan darinya tetapi darimu
Apa itu?
Tidak bisa aku katakan tetapi itu nyata, perlahan itu menjalar dan menjelma menjadi bilur rindu yang bisu
Aku membawa sepiku
Aku membawa sendiriku
Pada guratan waktu
Sketsa sketsa yang mewakili diri
Menyepi
Mengatakan pada diriku bahwa aku tidak bisa bertahan pada cinta sepihak
Berkata angin yang bertiup bahwa aku memilih sunyi dalam kompas langkahku
Sejarah buah pala dan meriam yang diletakkan di benteng atas
Portugis, Belanda, beberapa rumah rumah pengasingan tokoh tokoh nasional
Catatan kaki Banda Neira
padamu kutitipkan aksara dari kagumku akan tanahmu
Banda Neira, 2015
Erna Winarsih Wiyono
_
_
Puisi yang bagus dari bentuk perasaan kagum atas sebuah tempat bersejarah kak @na_wiyono 👏👌 teman-teman SABANA sangat menyukainya 🤗❤ pendapat mereka akan puisi tersebut sangat bagus, kekaguman yang tersampaikan lewat kata sederhana akan gaya penulisan yang cukup baik 🙏👌 // Kontak Aktif : FB : Erna Winarsih Wiyono (Na) IG : @na_wiyono YouTube : Teddy & Na Diary (Like,Komen,Share,Subscribe)
Acara diskusi buku dan baca puisi "Jalan Kesaksian dan Sajak" karya Harris Priadie Bah di Cafe Cerita, Jakarta, diselenggarakan Komunitaa Jagat Sastra Milenia. Kontak Aktif : FB : Erna Winarsih Wiyono (Na) IG : @na_wiyono YouTube : Teddy & Na Diary (Like,Komen,Share,Subscribe)
Satu lagi karya puisiku dalam musikalisasi puisi oleh Yurilisme.
Baca Hatiku terdapat ada pada halaman 30, buku kumpulan puisiku, Tea Without Sugar.
Puisi ini bertutur tentang;
Harapan untuk berjumpa, sepasang kekasih yang sedang LDR, namun takdir berkata lain..
sang pria datang pada saat waktu yang tepat, saat sang wanita sudah dipinang pria yang lain.
Monas dan stasiun kereta hanya berisi memori-memori yang tak terwujud.
Baca Hatiku karya Erna Winarsih Wiyono, semoga berkenan🙏
Salam Literasi... | Kontak Aktif : FB : Erna Winarsih Wiyono (Na) IG : @na_wiyono YouTube : Teddy & Na Diary (Like,Komen,Share,Subscribe) |
Mantera Hati ada pada halaman 39, Tea Without Sugar.
MANTERA HATI
Aku melihat sudra yang berdiri bersama kayak atau mungkin sampan tetapi lebih besar lagi
Kukira kamu mengerti tentang suara pecah ombak
Pemotretan dan gaun biru yang senada dengan air laut
Aku suka saat menari di dasar air bebas tanpa beban
Rambutku menjulur mengikuti ritme air
Provinsi yang indah pada titik Kolbano dan sejumput harapan ruas kota Kupang, NTT
Jakarta,24 Juni 2015.
Regrann from @yurilisme - "Mantera Hati"
Karya: @na_wiyono
Suara: @yurilisme
Backsound: Yiruma
Image: @hsbn_marco
Supported by @negeripuisi#yurilisme #musikalisasipuisi #caknun #bacapuisi #puisi #kahlilgibran #boycandra #sastra #chairilanwar #sabdaperubahan #drama #music #tereliye #poem #musik #poetry #dagelan #musikpuisi @indovidgram #indovidgram #IVGStory #aanmansyur #puisicinta #fiersabesari #pidibaiq #sapardidjokodamono #jokopinurbo #dramamusikal #videopuisi #deklamasi #negeripuisi | Kontak Aktif : FB : Erna Winarsih Wiyono (Na) IG : @na_wiyono YouTube : Teddy & Na Diary (Like,Komen,Share,Subscribe) |
Ibu
ibu, suara klakson dari bus itu seperti angin yang membelai telingaku
jangkrik, katak, ayam yang bertelur, miki yang mengeong karena lapar
ibu, aku bisa membayangkannya
semenjak sore kami berdua dapat mendengar suara ibu untuk pertama kali
dan malam ini tertidur dengan pulas sebab suara ibu mengalahkan gerimis hujan yang baru saja turun | Kontak Aktif | FB : Erna Winarsih Wiyono (Na) | IG : @na_wiyono | YouTube : Teddy & Na Diary (Like,Komen,Share,Subscribe) Puisi : Erna Winarsih Wiyono Pembaca Puisi : Erna Winarsih Wiyono
Cc : @makassarwriters
Membacakan puisi 'Catatan Masa Kecil, 4' karya Sapardi Djoko Damono bersama Joko Pinurbo
@jokpin.jogja
Selamat merayakan puisi!
#MIWFMemoryProject #SapardiDjokoDamono
Erna Winarsih Wiyono Kontak Aktif : FB : Erna Winarsih Wiyono (Na) IG : @na_wiyono YouTube : Teddy & Na Diary (Like,Komen,Share,Subscribe)
Membacakan puisi karya Muhammad Subhan menjadi suatu kehormatan tersendiri, beliau tutor pembimbing saya di kelas menulis daring, juga penulis, novelis, Rinai Kabut Singgalang (2011)..
...
Kali ini saya membacakan puisi karya M.Subhan yang berjudul Menjadi Perempuan (2018)
Cerpen, puisi, esai, dan artikelnya telah diterbitkan di sejumlah media, di antaranya Serambi Indonesia (Banda Aceh), Waspada (Medan), Haluan, Singgalang, Padang Ekspres, Koran Padang, Metro Andalas (Padang), Rakyat Sumbar (Bukittinggi), Horison, Sabili (Jakarta), Kaltim Post (Banjarmasin), dan lainnya.
Penghargaan beliau diantaranya;
Penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat sebagai Wartawan Penulis Buku (2010), diserahkan Ketum PWI Pusat Margiono di RRI PadangPenghargaan dari Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Pusat sebagai Wartawan/Penulis Kota Padangpanjang (2010), diserahkan Gubernur Sumatra Barat Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, P.Si., M.Si., didampingi Sekjen PPWI Pusat, Ruslan Andy Chandra di Ponpes Serambi Mekah PadangpanjangLima Penulis Terbaik Lomba Menulis Tentang Gempa 7,9 SR, 30 September 2009 Tingkat Mahasiswa dan Umum (Padang Ekspres Group, 2010)Harapan III Lomba Penulisan Berita/Artikel Pariwisata Tanah Datar (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tanah Datar, 2010)Juara II Lomba Menulis Artikel (Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatra Barat, 2009)Juara II Journalist Writing Competition Kategori Media Cetak (Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatra Barat, 2009)[7]Nominasi Pemenang Kategori Cetak/Online Penghargaan Jurnalistik untuk Liputan Isu Perburuhan (AJI Indonesia, 2009), dll.
YouTube : Muhammad Subhan Channel
Like, Komen, Share, Subscribe. Kontak Aktif : FB : Erna Winarsih Wiyono (Na) IG : @na_wiyono YouTube : Teddy & Na Diary (Like,Komen,Share,Subscribe)
Puisi : Erna Winarsih Wiyono
Judul Puisi : Pantang Patah Arang-Juni 2020
Pembaca Puisi : Erna Winarsih Wiyono
Video : Jakarta Apocalypse 4K - Bramadity
YouTube : Bramadity
https://youtu.be/mPZV2NhQqSM
Pantang Patah Arang
Karya : Erna Winarsih Wiyono
Dialog bisu
Ruang tanpa sekat
Oksigen minim
Suara suara yang tercekat
Bumi beristirahat sejenak
...
Sebentar saja
Sebentar saja
Sebentar saja
tapi dia tidak tutup mata untuk pulang
namun bermeditasi dalam 19 ruang
...
Kita dipeluk pandemi
Dalam uji rasa tanpa ruh
Kau ingin terus maju atau berhenti?
bangkit untuk masa dalam goresan pertama kembali
Bawa pulang kembali pelangi dalam hijaunya dunia kita
...
Juni'2020 Kontak Aktif : FB : Erna Winarsih Wiyono (Na) IG : @na_wiyono YouTube : Teddy & Na Diary (Like,Komen,Share,Subscribe)
TUAN dan PUAN
SURAT DALAM CANDU BANDA NEIRA
Aku bermimpi panjang ada kau dan buah hati kita
Dari debur ombak yang menjelma menjadi jam pasir
Dari rasa yang membuatku bertanya;
mengapa Tuhan mengambil kita lebih awal
...
Setidaknya aku tidak sendiri
Memelukmu dalam dinginnya dasar Banda Neira
Menciummu pada genggaman tangan jemarimu dan putri kita yang tidak sempat berucap salam pada bumi
...
Tuan
...
Aku mencintaimu
dan Puan
...
Aku memilihmu pada lentera yang kujaga nyalanya
Kau wanitaku
...
Jangan berhenti menulis kisah kita bertiga sekalipun raga ini menyatu pada jingga Banda Neira
Jakarta, 14 Juli 2020
Erna Winarsih Wiyono
Kontak Aktif :
FB : Erna Winarsih Wiyono (Na)
IG : @na_wiyono
YouTube : Teddy & Na Diary
(Like,Komen,Share,Subscribe)
Foto : Dari berbagai sumber
Musik : https://youtu.be/0K9VthXy-mI
YouTube : Sherenade Official
(Like, Komen, Share, Subscribe YouTube Sherenade Official
Instrumen Cover Sampai Jadi Debu - Banda Neira
Violin & Piano Electone Cover
Puisi : Erna Winarsih Wiyono
Pembaca Puisi : Erna Winarsih Wiyono
TUMBA ANAK PULAU
1/
Menyusuri waktu tanpa ambisi, Tumba terbangun dalam nyanyian perdu di sepertiga malam
Tetes tetes embun pada daun daunan yang mengucap syukur atas sentuhan mentari dari balik anak anak gunung
Memori silam akan hutan hutan yang hijau, dimana mata air bersanding puja puji Syang Hyang Buana
2/
Kala gading gading kalian rampas
Menukar rintih dalam keranjang nyeri
Dia kawanku Arumba yang kalian renggut dariku
Kesedihan yang tak dihiraukan oleh petinggi petinggi yang ingin menghempas nyawa hijau pulau untuk keuntungan semata
Resort yang menempatkan gading Arumba pada dinding yang membisu
3/
Jika saja uang tak diciptakan pada nafsu nafsu tanpa nurani
Arumba masih gagah
Bersamanya aku menapaki sunyi
Manusia?akankah tetap manusia yang berbudi kala diuji dengan harta dan fasilitas
Tumba bertanya seraya menatap rembulan bersemu merah
4/
Lirih menggema dari suara ibu;
Murni itu milik mereka yang tetap bertahan dengan pondasi prinsipnya
Sayang hanya segelintir yang bisa mencapai garis finish
Jakarta, 11 Maret 2019
Erna Winarsih Wiyono
Kontak Aktif :
FB : Erna Winarsih Wiyono (Na)
IG : @na_wiyono
YouTube : Teddy & Na Diary
(Like,Komen,Share,Subscribe)
Foto : Dari berbagai sumber
Musik : https://youtu.be/ePmw-V95ejA
YouTube : A Star Man Production House
(Like, Komen, Share, Subscribe)
Musik karya @babyborneo ft Vuu Cungkriink (@Cungkriink)-Borneo Happiness
Alat musik : Sape
Puisi : Erna Winarsih Wiyono
Pembaca Puisi : Erna Winarsih Wiyono
Selamat datang di podcast saya yang saya beri judul Breakfast_Erna Winarsih Wiyono Saya Erna Winarsih Wiyono, Penulis sekaligus pekerja seni, Salam kenal ya🙏 saya dari Indonesia🇮🇩 Untuk terhubung aktif dengan saya; ⚫FB : Erna Winarsih Wiyono (Na) ⚫IG : @na_wiyono Kalian bisa follow,add, dan berkirim pesan pada saya. jangan lupa sebutkan darimana kalian melihat dan mendengar podcast saya ini. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk menjadi pendengar podcast 🎧saya🙏 Breakfast🎧 stay tuned di antara pukul 06.00 - 10.00 pagi. Salam Cinta dari saya, Erna Winarsih Wiyono. | NUMERO UNO
( Bagaimana Sanubari Berdawai )
Banyak cerita yang berjalan atas kuda sembrani dan itu sebuah rumah pohon bersama cita cita didalamnya
Kamu ingat kita pertama bertemu dalam malam biru coffee shop yang menawarkan semesta
Jarum jam masih bertumpu pada cerawat sunyi yang meneriakkan Tanah Lot
Bukan Bali tapi performa cokelat dan kacang almond
Aku bilang hujan akan tetap bersamaku
Aku bilang ini bukan filsuf lagi tentang dedaunan merah
Aku bilang kamu bukan yang pertama tapi mungkin yang terakhir
Aku bilang peperangan itu sirna bersama tuts piano malam ini
Wesel itu telah sampai bersama rumput berpita krisan
Ada banyak cerita bagaimana remah remah roti itu dilahap kawanan bebek bebek lucu
Aku bersama gedung pencakar langit dan setumpuk paper yang lapar akan koreksi tanganku
Kotaku bersuara desing kerinduan lalu Kotamu?
Dan aku suka pada suara adzan maghrib caraku untuk mendoakanmu dari tempatku
Senja pada meja kerjaku
Jakarta, 22 Mei 2015.
FEMINISM
Poems by Erna Winarsih Wiyono
Mother woman of all elements
From the footprint of Adam
Journey passion with spirit philoshopy
My body system was thirsty
Dark but i have less light
One candle for us
The road to peace
Yoga and natural sedimentation
Breathe
Breathe
Breathe
Try breathe even hard
The old earth did you can hugs me?
Green and green (green)
I dream about new world
When my imagination begins
Draw some landscape about peace, respect, and love
We do more theory but less practise
I not super woman for make strong mother earth
How about you?
Can you hugs this earth?
Lets do from less
L o v e your self
You not ugly duck but more interest human
All woman in world
More beauty than diamonds
Me, you, they, we..
| FB Erna Winarsih Wiyono (Na) | IG @na_wiyono | Podcast Spotify; Breakfast_Erna Winarsih Wiyono
Para penyair dari 17 negara melawan Covid 19 yang dilakukan secara serempak malam ini pukul 20.30 (Waktu negara masing-masing), diprakarsai Persatuan Penyair Malaysia.
| BACA PUISI DUNIA COVID-19 |Nama : Erna Winarsih Wiyono | Negara : Indonesia |
Tajuk Puisi : You Cant Stay Here| #satusuarasatudunia
You Cant Stay Here |
Sepi
Lirih
Tak ada kerumunan
Menatap kelu pada pelangi, awan, matahari, bulan, bintang, rinai hujan, panas terik, angin
Orkestra alam tak lagi hingar bingar
Tak ada yang bisa aku katakan lebih banyak untuk saat ini
Namun rembulan tak menggoda seperti sebelumnya
Ketika corona menjadi bagian dari lakon bumi
Kita terpaku tapi tak berpangku tangan
bangkit dan melawannya hingga ia binasa
Every story has a beginning and end
Corona is not always with us
Corona will pass away at the end of his journey
The earth is green again
Erna Winarsih Wiyono
Bogor, Jawa Barat - Indonesia | FB Erna Winarsih Wiyono (Na) | IG @na_wiyono | Podcast Spotify; Breakfast_Erna Winarsih Wiyono |
BREAKFAST
Pagiku berupa alur tiga dimensi Bagaimana sarafku bekerja untuk menunda kesedihan
Lapisan roti yang berselancar dalam meses dan mentega
Sumur air mata yang mengering untuk lukisan ceria hidup
| Tidak setiap orang bisa sarapan pagi ;
@karena kondisi financial,
@karena faktor medis,
@karena belum ada jatah,
@karena tak ada yang dimakan dan mengandalkan sistem berburu, serta mengambil apa yang Alam semesta sediakan untuknya.
Pernahkah kau berpikir ?...
Apa yang terhidang pagi ini, tak selalu dimiliki orang-orang diluar sana, ...
Jadi habiskan makananmu, dan berhentilah untuk menyisakannya. Ambilah secukup muatan perutmu, agar tak terbuang percuma.
Mulai pagimu dengan secangkir teh hangat / kopi / susu, buat dengan selera happymu.
Dan katakan pada matahari ;
pagiku milik Tuhan YME, seyogyanya breakfast ini kuhabiskan tanpa sisa remeh di piringku. | FB Erna Winarsih Wiyono (Na) | IG @na_wiyono | Podcast Spotify; Breakfast_Erna Winarsih Wiyono |
FEMINISM
Poems by Erna Winarsih Wiyono
Mother woman of all elements
From the footprint of Adam
Journey passion with spirit philoshopy
My body system was thirsty
Dark but i have less light
One candle for us
The road to peace
Yoga and natural sedimentation
Breathe
Breathe
Breathe
Try breathe even hard
The old earth did you can hugs me?
Green and green (green)
I dream about new world
When my imagination begins
Draw some landscape about peace, respect, and love
We do more theory but less practise
I not super woman for make strong mother earth
How about you?
Can you hugs this earth?
Lets do from less
L o v e your self
You not ugly duck but more interest human
All woman in world
More beauty than diamonds
Me, you, they, we..
Hallo pendengar podcast .. Tema pagi ini adalah apapun bentuk rumahmu itu tetap rumahmu. disini kita bukan hanya bicara tentang rumah, tetapi ada beberapa puisi saya yang terkait dengan itu. semua saya kemas dengan cinta yang universal. terima kasih sudah meluangkan waktu untuk mendengarkan podcast saya. salam hangat dari saya - Erna Winarsih Wiyono (Talk to U). NOTE ; Untuk Interaksi dengan saya di Akun IG : @na_wiyono
Podcast ini sounding saya tentang Puisi Saya, Lukisan Saya, Passion saya dalam menulis, juga ada Travel, Sosial Culture, Adat dan Budaya, pada intinya seperti catatan tentang apa yang saya lihat,dengar,rasakan, sesuatu yang saya buat dalam karya, sesuatu yang saya buat untuk mereka, kita, dan juga kamu. Mendekap energi positif, membuang energi negatif.
Untuk berinteraksi dengan saya :
IG : @na_wiyono
Kalian bisa follow dan DM saya.
" Saya sangat mencintai apa yang saya sedang lakukan dan kerjakan. segala sesuatu tidak ada yang instan, tetapi harus didapat dengan kerja keras"
(Erna Winarsih Wiyono Talk to U)
Selamat datang di podcast saya yang saya beri judul Breakfast_Erna Winarsih Wiyono
Saya Erna Winarsih Wiyono, Penulis sekaligus pekerja seni, Salam kenal ya🙏
saya dari Indonesia🇮🇩
Untuk terhubung aktif dengan saya;
⚫FB : Erna Winarsih Wiyono (Na)
⚫IG : @na_wiyono
Kalian bisa follow,add, dan berkirim pesan pada saya. jangan lupa sebutkan darimana kalian melihat dan mendengar podcast saya ini.
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk menjadi pendengar podcast 🎧saya🙏
Breakfast🎧 stay tuned di antara pukul 06.00 - 10.00 pagi.
Salam Cinta dari saya, Erna Winarsih Wiyono.







