Discover
Podcast Bangsa Kera
22 Episodes
Reverse
Apa pelajaran yang bisa kita ambil sekarang ini dari peristiwa Wabah Antoninus dimasa lalu? Dari mulai public policy sampai penanganan konflik horizontal. Apa ada kesamaan respon masyarakat dan pemerintah pada masa Wabah Antoninus dengan Wabah Corona.
Kenapa disebut Wabah Antoninus? Karena untuk mengenang Kaisar Romawi masa wabah yaitu Marcus Aurelius Antoninus. Wabah ini terjadi pasca "kematian" Yesus. Sangat menarik problematika yg terjadi selama wabah dari EKOSOSPOL sampai konflik agama. Banyak hal yg bisa kita ambil pelajaran dari wabah ini, jadi mari baca sejarah untuk membentuk masa depan.
Wabah yang melanda kota Athena sebelum kemunculan Yesus dengan Injilnya. Athena yang hidup bersama kepercayaannya kepada para dewa. Bagaimana dengan latar yang demikian masyarakat Athena akan merespon wabah yang dialaminya? Mari belajar dari yang lalu untuk membangun masa depan.
Berangkat dari pertanyaan sederhana, mengapa Indonesia "tertinggal" dengan negara-negara maju dalam hal pendidikan?
The Notebook ditutup dengan sangat epik. Noah dan Allie tidur bersama dikasur kecil didalam kamar panti jompo. Kamera zoom in ke wajah keduanya, lalu bersamaan menutupnya mata, kamera perlahan mulai zoom out ditemani dengan iringan scoring pengantar kematian. Tidur untuk yang terakhir kalinya, karena keesokan harinya keduanya ditemukan mati bersama dalam keadaan saling berpegangan tangan.
Apa yang menarik dari The Sacrifice? Sekarang coba bayangkan satu naskah yang sama persis kita tonton didua medium yang berbeda yaitu layar lebar dan panggung teater. Apakah akan sama impresi dan sensasi yang kita dapatkan ketika menontonnya dilayar lebar dengan teater? Bagiku tidak mungkin sama..tapii
Film Uncut Gems (2019) adalah film yg disutradarai oleh Safdie Brothers dan diproduceri Martin Scorsese. Dibintangi oleh Adam Sandler, Julia Fox dll. Film yang sangat rekomended untuk ditonton karena kalian akan melihat Adam Sandler yang berbeda.
Selamat datang didunia Celine Sciamma. Sebuah dunia dimana kesetaraan dipandang sebagai suatu hal yang menyenangkan.
Apa penyebab yang ada dan berada dipuncak tetiba runtuh? Apa yang bisa dipelajari darinya untuk masa kini? Dan apa semua penyebab masih berlaku untuk masa depan?
Sejak masa paling awal agrikultur, kecemasan
tentang masa depan menjadi pemain utama dalam teater pikiran
manusia. Sampai dengan era modern
belakangan, lebih dari 90 persen manusia adalah petani yang
bangun tidur pada pagi hari untuk mengolah tanah dengan
keringat dari kening mereka. Lebihan hasil produksi mereka
menghidupi minoritas elite—raja, pejabat pemerintah, tentara,
pendeta, artis, dan pemikir—yang mengisi buku-buku sejarah. Ketika Revolusi Agrikultur membuka peluang-peluang
terciptanya kota-kota padat dan imperium-imperium besar, orang
menemukan cerita-cerita tentang dewa-dewa besar, tanah air
dan perusahaan-perusahaan saham gabungan untuk memenuhi
hubungan-hubungan sosial yang dibutuhkan. Sementara evolusi
manusia merangkak sebagaimana biasa dalam kecepatan bekicot. Kita memercayai suatu tatanan
tertentu bukan karena secara objektif benar, melainkan karena
memercayainya memungkinkan kita bekerja sama secara efektif
dan membangun masyarakat yang lebih baik. Tatanan yang
diimajinasikan bukanlah konspirasi jahat atau fatamorgana yang
sia-sia, melainkan itulah satu-satunya cara manusia dalam jumlah
besar bisa bekerja sama secara efektif. Ilmu kemanusiaan dan sosial mengerahkan sebagian besar
energinya untuk menjelaskan secara tepat bagaimana tatanan
yang diimajinasikan itu dijalin menjadi permadani kehidupan. Tidak ada jalan untuk membebaskan diri dari tatanan yang
diimajinasikan. Ketika kita menghancurkan penjara kita, dan
berlari menuju kebebasan, kita sesungguhnya berlari menuju
halaman yang lebih luas dari penjara yang lebih besar.
Selama 2,5 juta tahun manusia menghidupi diri dengan
mengumpulkan tumbuhan dan memburu binatang yang hidup. Semua ini berubah sekitar 10.000 tahun lalu. Dari fajar sampai terbenamnya Matahari, manusia
menabur benih, menyirami tanaman, menyiangi rumput dari
tanah, dan menggiring domba-domba ke padang rumput terbaik.
Pekerjaan ini, mereka pikir akan menyediakan lebih banyak
buah, biji-bijian, dan daging. Itulah revolusi dalam cara hidup
manusia—Revolusi Agrikultur. Mengapa revolusi agrikultur meletup di Timur Tengah,
China, dan Amerika Tengah, tetapi tidak di Australia, Alaska,
atau Afrika Selatan? Penyebabnya sederhana: sebagian besar
spesies tumbuhan dan binatang tak bisa didomestikasi. Ketika kita mempelajari narasi tumbuhan
seperti gandum dan jagung, mungkin itu perspektif evolusi yang
murni masuk akal. Namun, dalam hal binatang-binatang seperti sapi, domba, dan Sapiens, masing-masing dengan dunia sensasi
dan emosinya yang kompleks, kita harus mempertimbangkan
bagaimana sukses evolusi diterjemahkan ke pengalaman individu.
Menyusul Revolusi Kognitif, Sapiens mendapatkan
teknologi, kemampuan organisasional, dan bahkan mungkin visi
yang diperlukan untuk keluar dari Afro-Asia dan mendiami Dunia
Luar. Perjalanan manusia pertama ke Australia adalah salah satu
peristiwa paling penting dalam sejarah, sekurang-kurangnya sepenting perjalanan Columbus ke Amerika atau ekspedisi Apollo
11 ke Bulan. Itulah kali pertama manusia berhasil meninggalkan
sistem ekologis Afro-Asia—sungguh, untuk kali pertama mamalia
besar darat berhasil menyeberang dari Afro-Asia ke Australia.
Yang lebih penting maknanya adalah apa yang dicapai para
pelopor manusia tersebut di dunia baru ini. Momen ketika
pemburu-pengumpul menginjakkan kaki di pantai Australia adalah
momen ketika Homo sapiens merangkak ke puncak dalam rantai
makanan pada hamparan tanah tertentu setelah menjadi spesies
paling mematikan dalam sejarah Planet Bumi.
Ada dua teori yang mencoba menjelaskan tatanan struktur sosial masyarakat pemburu-penjelajah. Kedua teori tidak bisa dibuktikan secara utuh karena minimnya bukti-bukti arkeologis yg baru ditemukan. Namun ada satu hal yang disepakati kedua teori yaitu secara individu sapiens pra agrikultur memiliki kecerdasan yang lebih dibandingkan sapiens modern. Mengapa demikian? Lingkungan Individu sapiens modern tidak menekan untuk mengetahui banyak tentang fenomena disekitarnya. Sehingga beberapa hal harus digantungkan kepada individu lai yang memiliki kemampuan. Berbeda dengan sapiens pra agrikultur yg "dipaksa" Oleh lingkungan untuk memiliki pengetahuan dan kemampuan banyak hal agar tidak menjadi mangsa empuk bagi jenis manusia lain atau binatang lain.
Kemampuan berbahasa sapiens yg meluas dan flexible membuatnya mampu menginformasikan lebih rinci mengenai fenomena-fenomena disekitarnya. Revolusi kognitif pada sapiens memberinya kemampuan menciptakan fiksi. Dengannya manusia mampu menyatukan lebih banyak individu dibandingkan binatang lainnya. Manusia memiliki naluri sosial yang memungkinkan membentuk pertemanan, dan memburu
atau berkelahi bersama-sama. Bagaimana seseorang bisa meyakinkan jutaan orang untuk yakin
pada kisah-kisah tertentu tentang Tuhan, negara, atau perusahaan
liabilitas terbatas? Namun, ketika berhasil, kisah itu memberi
Sapiens kekuatan besar, karena memungkinkan jutaan orang. Sejak munculnya Revolusi Kognitif, Sapiens dengan demikian
hidup dalam realitas ganda. Di satu sisi, realitas objektif sungai,
pohon, dan singa; dan di sisi lain, realitas yang dibayangkan
tentang Tuhan, negara, dan korporasi. Seiring berjalannya waktu,
realitas yang dibayangkan menjadi semakin kuat, sehingga kini
sungai-sungai, pohon, dan singa yang bertahan bergantung pada
kemurahan entitas yang dibayangkan seperti Tuhan, negara, dan
korporasi.
Chapter ini menerangkan keberadaan manusia lain selain Homo Sapiens yang pernah ada di bumi namun berakhir punah. Manusia selain sapiens adalah jenis manusia yg tidak signifikan keberadaannya. Manusia jenis ini belum diperhitungkan dalam roda rantai makanan sampai masa domestikasi api dimulai. Domestikasi api membawa manusia ke puncak ekosistem. Pertanyaan yg masih diperdebatkan adalah mengapa manusia selain sapiens punah?
Bab terakhir ini membahas mengenai keajaiban sebagai pelanggaran hukum alam. Dan bagaimana keajaiban diproduksi oleh manusia untuk mengangkat yang supranatural. Pada akhirnya apa yang disebut-sebut sebagai keajaiban pada masa kini akan menjadi teknologi dimasa depan.
Episode ini secara gagap akan meringkas penyebab bumi mengalami siang-malam dan musim panas-dingin. Dan secara logika membantah bahwa matahari yang mengelilingi bumi juga kemungkinan flat earth.
Bab ini akan menguak tabir kepercayaan. Cukup lebay. Tapi itulah yg dawkins coba jelaskan bahwa keberuntungan kesialan hal baik dan hal buruk ada kausalitas dibaliknya. Ketidakmampuan manusia menjelaskan sebab membawanya kepada sesuatu yg supranatural ato the invisible hand. Dan penemuan terhadap sebab membawa manusia pada tindakan preventif di masa depan. Selamat mendengarkan.
Bab 10 ini akan menjelaskan apa, mengapa dan bagaimana proses gempa? Juga mengenai daratan-daratan yang sebelumnya menyatu berpisah saling menjauhi. Ditambah proses bersalinnya atau kelahiran gunung berapi yang ada di berbagai belahan dunia. Selamat mendengarkan.
Episode ini bakal membahas dasar-dasar bagi kemungkinan adanya kehidupan diluar bumi dan kemungkinan manusia tinggal di luar bumi. Tentunya ada kesinambungan dgn audiobook bab sebelumnya. Selamat mendengarkan.




