DiscoverKencan Dengan Tuhan
Kencan Dengan Tuhan
Claim Ownership

Kencan Dengan Tuhan

Author: Danang Kurniawan

Subscribed: 10Played: 2,034
Share

Description

Renungan harian Katolik dengan merefleksikan ayat Kitab Suci. Renungan ini disusun oleh Bapak Dodi Albertus dan telah lama viral di jagat WA Grup, kini hadir dalam media audio digital. selamat mendengarkan.
Untuk kritik dan saran dapat dikirimkan ke email kencandengantuhan@gmail.com
2101 Episodes
Reverse
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 13 Februari 2026Bacaan: "Tetapi Yusuf tidaklah diingat oleh kepala juru minuman itu, melainkan dilupakannya." (Kejadian 40:23)Renungan: Suatu kali seorang karyawan terlibat dalam sebuah proyek yang sangat sulit. Dengan tekun ia mengerjakan proyek itu, hingga akhirnya ia berhasil membawa divisinya memperoleh penghargaan. Sebagai tanda penghargaan, ia dijanjikan akan dikirim pelatihan ke Hong Kong. Namun hal itu tidak pernah terjadi. Setahun kemudian ia kembali terlibat dalam sebuah proyek berat. Sekali lagi ia berhasil memecahkannya. la kembali dijanjikan akan dikirim pelatihan ke luar negeri, kali ini ke Singapura. Namun hal serupa kembali terulang. la lagi-lagi tidak menerima penghargaan apapun atas usahanya. Namun karyawan tersebut tetap bekerja dengan setia. Empat tahun kemudian, ia dikirim ke Hong Kong, dan dua bulan kemudian Tuhan memberinya berkat sehingga ia dapat mengajak istrinya untuk menghabiskan liburan akhir tahun di Singapura. Saat Yusuf bisa menerangkan arti dari mimpi juru minuman, ia berpesan kepada orang itu agar mengingatnya dan menyampaikan perkaranya kepada Firaun agar ia bisa keluar dari penjara, tetapi juru minum malah melupakannya. Selama dua tahun, mungkin Yusuf bertanya-tanya, "Mengapa tidak ada pertolongan? Bagaimana keadaan orang yang sudah aku tolong itu? Apakah ia menyampaikan pesanku kepada raja?" Yusuf benar-benar merasa dilupakan, dan diperlakukan tidak adil. Beruntung, ia tidak putus asa dan tetap menaruh harapan kepada Allah. Dan yang terpenting adalah, ia tetap bekerja dengan baik. Yusuf sama sekali tidak mengurangi kualitas kerjanya selama di penjara. Sampai akhirnya, pertolongan dari Allah tiba, la bukan saja dibebaskan, tapi juga diangkat menjadi orang kepercayaan raja. Manusia bisa lupa, bisa lalai dan melupakan kita. Tidak peduli seberapa kecewanya kita terhadap orang tua, anak, sahabat, pimpinan dan rekan kerja, tapi jangan pernah tawar hati terhadap Allah. Dia tidak pernah melupakan jerih lelah kita. Dia selalu memperhitungkan pengorbanan kita. Dan yakinlah, Allah akan memberi upah tepat pada waktunya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampuni aku karena pernah tawar hati pada-Mu, padahal Engkau tidak pernah berbuat salah padaku. Hal ini diakibatkan karena perlakuan orang lain yang mengecewakanku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 12 Februari 2026Bacaan: "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi." (Matius 7:1)Renungan: Suatu hari, di kereta api ada seorang anak gadis duduk di samping ibunya. Di dalam kereta, gadis itu memandang keluar jendela, dan tak henti-hentinya menyebut hal-hal yang ia lihat di sepanjang perjalanan dengan antusias. "Ma lihat, pohon-pohon itu. Wah, sawahnya benar-benar bagus ! Sungainya indah!" Di depan mereka duduk sepasang anak muda. Keduanya melihatnya dengan tatapan heran. Bagaimana tidak, untuk seukuran usianya, kelakuan anak gadis itu tampak begitu kekanak-kanakan dan berlebihan. Karena gadis tersebut terus saja menyebut hal-hal yang ia lihat, akhirnya salah satu dari anak muda itu mulai tidak tahan dan mengeluh kepada sang ibu. "Kenapa sih anak ibu lebay, sekali ? Masak, sungai, pohon, saja dibilang bagus? Norak! Kayak ga pernah lihat aja sebelumnya!" Si anak terdiam. Ibunya langsung menjawab, "Ya, anak saya ini memang sudah lama sekali tidak melihat hal-hal seperti ini. Beberapa tahun ini, matanya mengalami kebutaan, dan baru hari ini, setelah dioperasi seminggu yang lalu, penglihatannya kembali normal." Berapa banyak dari kita yang tanpa sadar juga bersikap demikian? Ketika melihat ada teman yang begitu bersemangat karena doanya dijawab, mungkin ada yang menilai bahwa ia berlebihan. Padahal, orang tidak tahu, berapa lama ia sudah menanti untuk jawaban doa itu. Saat pemilik Facebook, Mark Zuckerberg menikah dengan wanita yang parasnya biasa saja, banyak orang menilai bahwa pilihannya kurang tepat. Padahal, mereka tidak tahu dengan keadaan yang sebenarnya. Ya, orang hanya bisa menilai dari luar, cuma memerhatikan yang di permukaan saja. Mari kita belajar untuk tidak cepat menghakimi. Apa yang kita nilai benar, baik, salah, keliru atau tidak baik kadang-kadang faktanya tidak seperti yang kita pikirkan. Oleh sebab itu, berhati-hatilah sebelum bicara. Pikirkan dulu sebelum berucap dan menilai. Jika kita melakukannya, maka kita tidak akan menyinggung perasaan orang lain. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku agar tidak mudah menghakimi orang lain, karena apa yang kupikirkan belum tentu sama dengan apa yang terjadi sesungguhnya. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 11 Februari 2026Bacaan: "Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang." (1 Korintus 1:26)Renungan: Ada seorang pemuda yang telah berumur masih terus mencari pasangan hidup yang ideal. Suatu hari, ia menemukannya. Si gadis cantik dan pintar namun ia tidak jadi menikahinya sebab gadis itu tidak bisa memasak! Lalu ia mencari lagi dan akhirnya menemukan gadis yang bahkan lebih cantik dari sebelumnya. Bahkan si gadis pandai memasak. Ya, masakannya luar biasa lezat karena ia punya usaha restoran sendiri. Hebat bukan? Namun pemuda ini tak bisa menikahinya karena sang wanita tak pandai merawat diri. la tidak bisa make up sendiri, memakai pakaian pun tak pernah mengikuti mode dan tren yang ada. Jadi pemuda itu pun pergi meninggalkannya. la mencari lagi selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan sampai akhirnya menemukan seorang gadis yang menurutnya sangat sempurna. la begitu cantik, masakannya melebihi restoran bintang lima, dan yang terpenting ia begitu cerdas. la sempurna! Tapi, pemuda ini tak bisa menikahinya. Mengapa? Sebab gadis ini sedang mencari pria yang sempurna ! Ada orang yang juga demikian, ia mencari perusahaan yang sempurna. la ingin punya pendapatan seperti yang diharapkan. la mau memiliki atasan dan teman kerja yang ideal, yang semuanya sesuai dengan kriterianya. Apa itu mungkin? Sepertinya tidak. Mengapa? Karena dunia penuh dengan kekurangan di sana-sini. Ketidaksesuaian yang ada sudah semestinya tidak membuat kita stress, namun menyikapinya dengan bijak. Misalnya, teman kerja yang tak bersahabat, yang tak sempurna dapat memacu kita untuk belajar memahami orang, belajar bersabar, dan seterusnya. Renungkanlah, Allah pun saat menerima kita, la tidak melihat dan tidak mencari kesempurnaan dalam diri kita, lalu mengapa kita malah menuntut agar orang di sekitar kita sempurna? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mau menerima aku apa adanya. Ajarilah aku agar akupun dapat menerima keberadaan orang-orang di sekitarku apa adanya. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 10 Februari 2026Bacaan: "Supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah." (1 Petrus 4:2)Renungan: Suatu ketika seorang profesor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer. Di sana ia bertemu seorang prajurit yang tak akan pernah dilupakannya, bernama Harry. Harry yang dikirim untuk menjemput profesor di bandara. Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju ke tempat pengambilan kopor. Ketika berjalan keluar, Harry sering menghilang. Banyak hal yang dilakukannya. Ia membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh. Kemudian ia juga menolong orang yang tersesat dan menunjukan arah jalan yang benar. Setiap kali, ia kembali ke sisi profesor dengan senyumnya menghiasi wajahnya. "Darimana kamu belajar hal-hal seperti itu ?" tanya sang profesor. "Oh," jawab Harry. "Selama perang, saya kira." Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. Juga saat tugasnya membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu persatu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya. "Saya belajar untuk hidup diantara pijakan setiap langkah," katanya. "Saya tak pernah tahu apakah langkah selanjutnya merupakan pijakan terakhir, sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan saat mengangkat dan memijakkan kaki. Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan anugerah dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini." Jika kita bisa bangun pagi hari ini tanpa kekurangan suatu apa pun yang baik, itu semua merupakan sebuah anugerah dan kesempatan berharga yang Tuhan berikan. Oleh karena itu sudah seharusnya kita memanfaatkan hari ini, dengan menggunakannya untuk melakukan hal-hal yang positif, yang Allah kehendaki. Berhentilah beranggapan bahwa keberadaan kita hanya sebuah hal yang biasa. Tidak. Jika Tuhan memberi nafas hidup yang baru, berarti ada hal baru pula yang ingin Dia beri, harapan, iman yang baru, terobosan yang baru dan masih banyak lagi hal-hal besar yang mau Dia nyatakan bagi karir dan kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan belaskasih-Mu, sehingga hatiku pun mudah tergerak untuk menolong orang lain yang membutuhkan pertolongan. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 9 Februari 2026Bacaan: "Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!" (Roma 12:21)Renungan: Suatu hari, ada dua orang sahabat menghampiri sebuah lapak untuk membeli buku dan majalah. Penjualnya ternyata melayani dengan buruk. Bahkan sepanjang melayani, wajahnya terlihat cemberut. Orang pertama jelas jengkel menerima layanan seperti itu. Namun orang kedua tetap santai, tidak mempermasalahkan itu sama sekali. Bahkan ketika membayar dan hendak pergi dari sana, ia bersikap sopan kepada penjual itu. Di sebuah kafe, orang pertama berkata kepada sahabatnya, "Saya tidak habis pikir, mengapa kamu masih bisa bersikap sopan kepada penjual yang menyebalkan tadi itu." Sahabatnya menjawab, "Lho, kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak? Kitalah sang penentu atas kehidupan kita, bukan orang lain." "Tapi dia melayani kita dengan buruk sekali," bantah orang pertama yang masih merasa jengkel. "Ya, itu masalah dia. Dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, toh itu tidak ada kaitannya dengan kita. Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan mempengaruhi hidup kita. Padahal kitalah yang bertanggung jawab atas diri kita sendiri." Seringkali orang memang terpengaruh oleh sesamanya. Jika mereka baik, kita akan berbuat sebaliknya. Kalau orang-orang menghargai kita, kita akan dengan senang hati menghargai mereka juga. Namun jika orang berlaku buruk, kurang ramah, ketus dalam bicara, tidak sopan, kita pun cenderung melakukan hal yang sama. Tanpa sadar orang jadi ikut-ikutan kesal, tidak terima, dan seterusnya. Bila ini terjadi, berarti kita sudah membiarkan diri dikontrol orang. Mari kita belajar bertanggung jawab atas diri sendiri. Kita bersikap sopan, bukan karena orang layak menerimanya, bukan karena mereka sudah melakukan kebaikan pada kita, akan tetapi kita melakukannya karena kita adalah orang-orang yang baik, santun dan terhormat, yang tetap sopan sekalipun diperlakukan arogan. Pastikan perilaku buruk orang sekitar tidak memengaruhi kualitas kerja dan keberadaan diri kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan kuasa Roh-Mu, sehingga walau pun banyak orang mengecewakanku, hatiku tetap tenang karena Engkau telah menguasaiku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 8 Februari 2026Bacaan: "Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu." (Yohanes 12:3) Renungan: Kisah Tuhan Yesus diurapi oleh Maria merupakan kisah yang memiliki makna yang sangat kaya dan sangat dalam. Namun kita akan melihat kisah ini dari permukaan yang nampak sangat jelas. Maria mengurapi kaki Tuhan Yesus dengan minyak narwastu yang sangat mahal. Tiga ratus dinar yang setara dengan upah pekerja hampir selama 1 tahun pada saat itu. Tuhan Yesus menerima perbuatan baik Maria, bahkan memujinya sebagai peringatan akan kematian-Nya. Namun Yudas menilai perbuatan tersebut sebagai pemborosan besar dengan kedok membantu orang-orang miskin. Dari fakta-fakta ini, kita bisa menarik kesimpulan bahwa Tuhan Yesus menerima sepenuhnya kebaikan Maria, walaupun la sendiri adalah sumber kebaikan dan belas kasihan. Namun, salah satu murid Nya menentang hal tersebut karena menggunakan sudut pandang untung rugi. Mungkin saja penilaian Yudas tidak salah, mengingat secara ekonomis nilai minyak narwastu tersebut sangat tinggi. Namun Tuhan Yesus menggunakan sudut pandang yang melampaui perhitungan untung rugi secara ekonomi, yaitu sudut pandang kasih dan ucapan syukur Maria. Tindakan Maria ini merupakan ucapan syukur kepada Tuhan karena kasih, anugerah dan kebaikan yang telah ia terima. Ada kalanya kita merasa enggan untuk menerima kebaikan orang lain, terlebih lagi ketika kita melihat status ekonomi orang tersebut berada di bawah kita. Mungkin kita merasa bahwa kitalah yang seharusnya menolong dia, bukan sebaliknya. Namun terkadang dengan menolak kebaikan orang lain, itu merupakan salah satu bentuk kesombongan rohani yang tersembunyi. Kita menempatkan diri sendiri dalam posisi yang lebih tinggi, dan dia dalam posisi yang tidak berdaya. Dengan kata lain, kita menghalangi orang tersebut untuk mempraktikkan kasih atau ucapan syukur atas kebaikan yang pernah ia terima. Belajar dari Tuhan Yesus yang menggunakan sudut pandang melampaui perhitungan untung rugi, kita pun harus belajar untuk menerima kebaikan orang lain apa adanya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, tolong aku untuk bisa menghargai kebaikan orang lain, sehingga orang tersebut akan bersukacita bisa melakukan kebaikan. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 7 Februari 2026Bacaan: "Berkatalah Elia kepadanya: "Baiklah tinggal di sini, sebab Tuhan menyuruh aku ke sungai Yordan." Jawabnya: "Demi Tuhan yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau. " Lalu berjalanlah keduanya." (2 Raja-raja 2:6)Renungan: Seorang ayah berpesan kepada kedua orang anaknya yang akan mengikuti ujian sekolah. Katanya, "Asalkan nilai-nilai kalian tidak ada di bawah angka enam, ayah sudah sangat senang dan tidak akan marah!" Akan tetapi anak bungsunya melakukan lebih dari permintaan ayahnya. la mendapatkan nilai yang sangat memuaskan sehingga ia menjadi juara satu di kelas. Hebatnya, meski berulang-ulang ayahnya memberikan pesan yang sama keberhasilan si bungsu bukan karena pesan tersebut melainkan si bungsu memang sudah bertekad kuat untuk selalu mendapatkan juara satu. Kemudian sang ayah memberikannya hadiah istimewa. Meskipun rombongan nabi di Betel dan Yerikho mengetahui bahwa Nabi Elia akan terangkat ke surga pada hari itu juga, tetapi hanya Elisa yang mengikuti Nabi Elia. Meski Nabi Elia berkata supaya Elisa tinggal, tetapi Elisa untuk ketiga kalinya juga dengan tekad yang kuat tetap mengikuti Elia. Elisa menjawab bahwa dirinya tidak akan meninggalkan Elia. Alhasil, tekad kuat Elisa tersebut membawa dirinya memperoleh kesempatan untuk meminta dua bagian roh Elia supaya dipenuhi kuasa Tuhan. Setelah Elisa melihat Nabi Elia terangkat ke surga, Elisa pun memperoleh yang dimintanya. Sementara itu rombongan nabi hanya mengetahui tetapi tidak melihat dan tak mendapatkan sesuatu. Banyak orang mengharapkan sesuatu yang istimewa tetapi tidak semua mendapatkan apa yang diharapkannya, karena masing-masing orang mempunyai tekad yang berbeda-beda. Orang yang bertekad kuat tidak akan tinggal diam dan berhenti begitu saja pada tantangan yang menghadang. Orang yang memiliki tekad yang kuat akan mengusahakan berbagai cara agar sesuatu yang diharapkannya terjadi. la akan bertindak berbeda melebihi orang-orang di sekitarnya hingga dirinya memperoleh hasil melebihi hasil rata-rata. Jadi milikilah tekad yang kuat kalau ingin berhasil. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, banyak impian dalam pikiranku demi kehidupan yang lebih indah. Oleh karena itu berilah aku semangat dan tekad yang kuat untuk mewujudkannya. Aku percaya, dengan pertolongan-Mu dan tekad ku, apapun yang menjadi keinginanku sesuai juga dengan kehendak-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 6 Februari 2026Bacaan: "Kemudian pergilah ia ke mata air mereka dan melemparkan garam Itu ke dalamnya serta Berkata: "Beginilah firman TUHAN: Telah Kusehatkan air ini, maka tidak akan terjadi lagi olehnya kematian atau keguguran bayi." (2 Raja-raja 2:21)Renungan: Sejumlah pemburu ular menyerah untuk menangkap dan membunuh ular-ular besar yang sering memangsa ternak masyarakat di sekitar desa-desa. Setelah satu bulan perburuan meski sudah banyak ular yang dibunuh, ular-ular itu tetap ada dan berkeliaran. Pemerintah pun turun tangan dan mengerahkan beberapa ahli untuk meneliti. Hasilnya ditemukan sarang ular yang menampung ribuan ular dewasa dan puluhan ribu yang masih kecil. Akhirnya, semua aman kembali setelah sarang ular dihancurkan menggunakan bahan peledak. Ketika dilaporkan oleh penduduk Yerikho bahwa air di tempat itu tidak baik dan sering menyebabkan keguguran bayi, Nabi Elisa meminta sebuah pinggan baru yang berisikan garam. Kemudian pergilah Nabi Elisa ke mata air itu lalu melemparkan garam ke dalamnya untuk menyehatkan air, agar air tersebut menjadi sehat untuk diminum. Alasan Nabi Elisa melemparkan garam tersebut bukan di sembarang tempat, melainkan ke dalam mata airnya, karena Elisa tahu mata air adalah sumber dari aliran air yang tidak baik bagi penduduk setempat sehingga ketika permasalahan di sumber air diatasi otomatis air yang akan mengalir berikutnya menjadi air sehat. Air yang mendatangkan manfaat bagi warga di tempat itu. Begitu pun dalam kehidupan sehari-hari. Ketika mengalami hal-hal yang tidak baik hal pertama yang harus kita lakukan adalah mencari tahu akar permasalahan tersebut. Kemudian selesaikan masalah pada akarnya sampai tuntas, maka masalah akan dapat teratasi dan tak akan berlarut-larut. Menemukan akar dari suatu masalah memang bukan perkara mudah, maka itu mintalah hikmat Tuhan untuk kita dapat menemukan sumber permasalahan dan mengatasi permasalahan itu hingga tuntas. Kita perlu hikmat Tuhan, sebab Dia Mahatahu sedangkan hikmat manusia sangat terbatas. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat untuk dapat menemukan akar dari permasalahan yang aku hadapi saat ini, sehingga dengan hikmat-Mu itu juga aku dapat mencari jalan keluar untuk menyelesaikannya. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 5 Februari 2026Bacaan: "Si pemalas dibunuh oleh keinginannya, karena tangannya enggan bekerja." (Amsal 21:25)Renungan: Kita tentu tidak mau hidup bersama seorang pembunuh, bukan? Akan tetapi, sadarkah bahwa kita sering kali hidup nyaman bersama pembunuh yang kejam? Pembunuh itu bernama kemalasan. Apa yang dibunuhnya? Semua kemungkinan kita untuk mencapai keberhasilan. Meskipun kita memiliki pelbagai faktor yang dibutuhkan untuk berhasil tetapi bila kita malas maka keberhasilan tidak akan menghampiri diri kita. Bagaimana kita tahu bahwa kita sudah hidup dalam kemalasan? Amsal memberikan empat karakteristik orang yang malas. Pertama, si pemalas selalu menciptakan alasan yang tidak masuk akal untuk membenarkan kemalasannya. Kedua, si pemalas suka menunda suatu pekerjaan. Ketiga, si pemalas terbiasa tidak menyelesaikan tugas yang sudah dimulainya. Terakhir, si pemalas sering merasa diri paling benar dibandingkan orang lain. Berdasarkan panduan dari Amsal ini, marilah kita memeriksa diri dengan teliti dan jujur. Apakah kita sudah bersahabat dan bahkan dikuasai oleh kemalasan? Bertobatlah dari kemalasan sebelum kita menyesal karena sudah membuang banyak kesempatan berharga untuk berhasil tanpa bisa memperolehnya kembali. Jangan lupa, kemalasan juga adalah dosa yang dibenci oleh Tuhan karena kita tidak mengembangkan potensi yang sudah dipercayakan Tuhan kepada kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kerajinan untuk melakukan segala sesuatu, sehingga apapun yang aku lakukan dapat menjadi berkat bagi banyak orang. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 4 Februari 2026Bacaan: Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya, "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?"... Kata Yesus kepadanya, "Peliharalah domba-domba-Ku." (Yohanes 21:17) Renungan: Seorang pelukis duduk menghadap selembar kertas kosong. Satu demi satu cat warna ia bubuhkan. Tiba-tiba seseorang menyenggol tangannya dan oh... lukisan itu tergores! Tampaknya sebuah karya telah berakhir. Semua orang berpikir sang pelukis akan melemparkan lukisan "cacat"-nya ke tempat sampah. Ternyata tidak. Dengan cekatan sang pelukis membaurkan noda goresan dengan cat warna lainnya. Luar biasa di tangan seorang pelukis handal, lukisan yang tergores dapat tetap menjadi sebuah mahakarya! Tuhan ialah Sang Pelukis Handal. la duduk melukis tiap lembar kehidupan kita. Ada saat kita "menyenggol" tangan Tuhan. Kita melakukan dosa yang membuat karya Tuhan tergores. Apakah Tuhan "membuang" kita? Tidak! Kita dapat melihat buktinya dari pengalaman Petrus. Betapa indah Tuhan melukis kehidupan Petrus! Penjala ikan dijadikan-Nya penjala manusia. Namun tiga kali Petrus menyangkal Yesus Tergores sudah lukisan kehidupan Petrus! Tetapi Tuhan tetap mau memakai hidupnya. Tiga kali Yesus berkata kepadanya, "Gembalakanlah domba-domba-Ku". Tiga kali Petrus menggores karya Tuhan, tiga kali pula Tuhan membubuhkan warna kasih yang membaurkan noda goresan pelanggarannya. Saat ini lukisan kehidupan kita mungkin tergores. Kesalahan kita lakukan, dosa kita perbuat. Daripada berkubang dalam kesedihan, mari datang kepada Tuhan untuk menyerahkan lukisan itu kepada-Nya! Tidak peduli betapa buruk pelanggaran dan dosa merusaknya, Tuhan mampu memperbaiki. Warna kasih Tuhan membaurkan noda goresan sehingga pada akhirnya kita dapat melihat sebuah mahakarya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku sebab aku orang berdosa. Basuhlah diriku dengan kuasa Darah-Mu, sehingga Kau kuduskan kembali diriku untuk melayani-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 3 Februari 2026Bacaan: Kata Daud kepada Salomo: "Anakku, aku sendiri bermaksud hendak mendirikan rumah bagi nama TUHAN, Allahku." (1 Tawarikh 22:7)Renungan: Salah satu ambisi terbesar Daud Dialah membangun Bait Allah. Saat itu, ia telah menjadi raja Israel dan telah membangun istananya yang megah, setelah ia mengalahkan musuh-musuh Israel. Daud tahu, semua yang diperolehnya adalah karena anugerah Tuhan. Saat itu, tabut Tuhan simbol kehadiran Tuhan di tengah umat-Nya-tetap berada di bawah tenda. Lalu, ia ingin membangun sebuah rumah yang megah untuk Tuhan. Namun, Tuhan menolak kerinduan hati Daud. Alasannya, karena Daud telah menumpahkan banyak darah. Tuhan pun memberitahunya bahwa Salomo, anaknya, yang akan mendirikan rumah itu bagi-Nya. Bagaimana reaksi Daud? la sepenuhnya tunduk kepada Tuhan. la menerima kehendak Tuhan dengan rendah hati. Namun ia tidak begitu saja lepas tangan. la membagikan kerinduan itu kepada Salomo. la juga menunjukkan dukungannya dengan menyediakan berbagai persiapan yang dibutuhkan agar kelak Salomo lebih mudah melaksanakannya. Daud menyediakan sangat banyak emas, perak, tembaga, besi, kayu, batu, serta para ahli bangunan. Tindakan Daud ini menolong kita memahami bahwa jika kita ingin melakukan sesuatu yang kita yakini menyenangkan hati Tuhan, namun Dia memilih orang lain yang melakukannya, maka tindakan terbaik kita ialah mendukungnya sepenuh hati. Karena Tuhan tahu siapa yang paling tepat untuk Dia pakai. Yang lebih penting ialah, Tuhan dimuliakan melalui pekerjaan-pekerjaan dan pelayanan anak-anak-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku kelapangan hati untuk menerima kelebihan orang lain. Lepaskan iri hati dalam diriku, sebab aku percaya di dalam kekuranganku selalu ada kelebihan yang telah Kau percayakan untukku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 2 Februari 2026Bacaan: "Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN." (Yunus 1:3a)Renungan: Ngeyel dalam bahasa Jawa berarti sulit diberi tahu, suka menentang, cenderung menuruti kemauan sendiri, mengambil jalan tidak pada arah yang seharusnya ditempuh, bahkan memilih langkah yang menjauhi atau bertentangan dengan tujuan yang harus dicapai, tanpa alasan memadai, atau tanpa alasan sama sekali. Tuhan mengutus Yunus ke Niniwe untuk mengingatkan penduduk kota itu agar mereka bertobat, tetapi Yunus justru ke Yafo, lalu berlayar ke Tarsis untuk menjauhi tugas itu, bahkan untuk menjauh dari Tuhan. Alasan Yunus adalah Yunus tidak mau orang Niniwe bertobat, diampuni, dan selamat. Yunus ingin orang Niniwe dibinasakan. Alasan yang egois dan kejam. Ternyata, Yunus adalah orang yang ngeyel, bahkan tidak tanggung-tanggung Yunus ngeyel kepada Tuhan. Tahukah kita bahwa kita pun sesekali atau sering bersikap seperti Yunus: ngeyel kepada Tuhan? Mungkin ada yang bilang, "Ngeyel kepada Tuhan? Mana kami berani? Kalaupun ngeyel, kami ngeyel yang biasa-biasa saja." Benarkah? Coba lihat ini: Mestinya beribadah di gereja, tetapi menghabiskan hari Minggu di tempat wisata. Mestinya bertindak jujur, tetapi melakukan korupsi. Mestinya menggunakan waktu secara bertanggung jawab, tetapi menghabiskannya untuk hal-hal tak bermakna. Bukankah itu bentuk ngeyel kepada Tuhan? Sepertinya, tak habis-habisnya kita harus bertelut memohon ampun kepada Tuhan, karena makin dalam kita memandang hidup kita, makin banyaklah kita temukan ke-ngeyel-an kita kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampuni aku karena tanpa aku sadari begitu banyak ketidaktaatan yang kulakukan pada-Mu, sehingga seringkali aku berada di luar jalan-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 1 Februari 2026Bacaan: Tetapi kata raja: "Apakah urusanku dengan kamu, hai anak-anak Zeruya? Biarlah ia mengutuk! Sebab apabila TUHAN berfirman kepadanya: Kutukilah Daud, siapakah yang akan bertanya: mengapa engkau berbuat demikian?" (2 Samuel 16:10) Renungan: Truk sampah adalah truk yang digunakan untuk mengangkut sampah dari tempat-tempat sampah di pinggiran jalan raya menuju Tempat Pembuangan Akhir. Truk sampah selalu menebarkan aroma tak sedap di sepanjang jalan yang dia lalui. Kadang-kadang, kalau terlalu penuh dan pekerja pemungut sampahnya bekerja seenaknya, maka beberapa sampah, khususnya sampah plastik berjatuhan bahkan beterbangan ke mana-mana. Sehingga, aroma tak sedap itu tidak mudah berlalu dari tempat di mana sampah itu jatuh, sekalipun truk sampah itu sudah berlalu. Semakin penuh truk itu dengan sampah, semakin mudah sampah-sampah itu beterbangan. Kita bisa belajar sesuatu dari truk sampah. Karena diisi bahkan dipenuhi oleh sampah, maka ke manapun truk itu berada, hanya aroma tak sedap yang dia sebarkan, bahkan kadang sebagian sampah yang dia sebarkan. Di pihak lain, tidak mungkin ada orang yang mau terus menampung bau tak sedap atau menerima sampah tersebut. Demikian juga di dalam kehidupan kita, banyak orang yang hidupnya diisi bahkan dipenuhi dengan "sampah". Sehingga, ke manapun dia berada, baunya hanya bau "sampah". "Sampah-sampah" itu adalah kekuatiran, kegelisahan, kekecewaan, frustasi, kemarahan, kebencian dan dendam. "Sampah" itu tidak mungkin disembunyikan dan semakin banyak dia menampung "sampalı", maka dia semakin cepat membutuhkan tempat untuk membuangnya. Oleh sebab itu, tidak heran kalau di jalan-jalan, "sampah-sampah" itu bisa beterbangan dalam bentuk caci-maki, pertengkaran, dan perbuatan buruk lainnya. Kadang kitalah yang menjadi tempat pembuangan sampah-sampah itu. Hanya karena motor yang kita kendarai hampir menabrak mobilnya yang tiba-tiba mengambil jalur kita, dia marah dan mengeluarkan caci-maki yang sulit dihentikan. Seorang ibu pun bisa marah-marah kepada sopir angkot karena uang kembaliannya kurang lima ratus rupiah. Bahkan tanpa sebab seorang penyeberang jalan juga bisa marah-marah kepada kita sekalipun dia yang seenaknya menyeberang jalan. Tetapi, sebagaimana orang tidak mau menerima sampah, demikian juga seharusnya kita tidak perlu menerima caci-maki dan kemarahan itu di dalam hati kita. Jika kita menerimanya, maka lambat atau cepat kita juga akan membuang caci-maki dan kemarahan kepada orang lain. Dalam hal ini, Daud memberikan teladannya kepada kita. Ketika Simei mengutukinya, Daud berkata, "Biarkanlah dia dan biarkanlah ia mengutuk...." Sedangkan Abisai malah bereaksi keras, "Mengapa anjing mati ini mengutuki tuanku raja? Izinkan aku menyeberang dan memenggal kepalanya." Menarik sekali sikap Daud, dia, tidak menyimpan perkataan kutuk itu di dalam hatinya, tetapi dia mengharapkan sesuatu yang baik dari Tuhan untuk menggantikan perkataan kutuk tersebut. Cara seperti itu sedikit banyak menolongnya untuk sanggup melanjutkan perjalanan yang penuh perjuangan itu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hati yang mampu menolak perkataan dan tindakan yang menyakitkan dan menerima yang baik dan membangun. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 31 Januari 2026Bacaan: "Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!" (Mazmur 103:2) Renungan: Ada seorang pelayan Tuhan yang bercerita bahwa seseorang yang telah banyak ia tolong selama ini, telah menjelek-jelekkan dirinya di hadapan banyak orang Hal ini disebabkan karena kekecewaan orang tersebut kepadanya yang tidak bersedia lagi membantunya di dalam mengatasi kesusahan yang ia alami. Alasannya, menurut pelayan Tuhan tersebut, orang itu tidak perlu dibantu lagi karena dia tidak pernah mau berusaha keras di dalam hidupnya, dia hanya mengharapkan bantuan orang lain. Lagi pula ia mempunyai sifat yang kurang baik. Harapan pelayan Tuhan itu adalah bisa mendidik dia untuk belajar bertanggung jawab. Karena itulah orang itu menjadi kecewa dan menjelek-jelekkan pelayan Tuhan itu di hadapan orang lain. Dia sudah tidak ingat lagi segala kebaikan yang dia terima darinya. Banyak orang seperti itu, begitu cepat melupakan kebaikan orang lain. Itu adalah suatu sifat yang tidak baik. Namun, yang lebih parah lagi adalah orang Kristen yang begitu cepat melupakan kebaikan Tuhan. Setiap kita pasti pernah mengalami kebaikan Tuhan, walaupun kadangkala kita tidak menyadarinya. Ada kebaikan Tuhan secara khusus yang kita alami, seperti berkat materi di kala kita kekurangan, kesembuhan di kala kita sakit. Ada juga berkat Tuhan secara umum yang kita alami, seperti napas hidup dan kekuatan yang Dia beri setiap hari. Itu semua adalah kebaikan Tuhan yang tidak bisa kita lupakan. Demikian juga dengan Daud, setelah mengalami banyak kebaikan Tuhan, dia tidak melupakannya, "Pujilah TUHAN. hai jiwaku! Pujilah namaNya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikanNya!" Daud dengan gamblang menjelaskan kebaikan Tuhan yang telah dia rasakan. Daud mengakui bahwa Tuhan sudah mengampuni kesalahannya. Dia merasakan bagaimana Tuhan menyembuhkan penyakitnya. Dia merasakan anugerah penebusan, kasih dan rahmat-Nya. Bahkan, dia merasakan bahwa Tuhan telah memampukannya untuk berbuat baik. Itulah sebabnya dia terus merasakan kekuatan yang luar biasa, baik waktu muda, maupun ketika sudah berumur senja. Daud menggambarkan dirinya seperti burung rajawali yang mengalami pembaruan. Ini berbeda dengan bangsa Israel yang keluar dari Mesir, khususnya yang usianya 20 tahun ke atas. Kisah pembebasan mereka dari perbudakan di Mesir dan segala berkat Tuhan selanjutnya, tidak membuat mereka berpaut sepenuhnya kepada Tuhan. Ketika ada masalah, dengan segera mereka melupakan semua berkat Tuhan itu. Tentu banyak kebaikan Tuhan yang juga sudah kita rasakan. Untuk itu, sudah seharusnya kita selalu mengingat kebaikan Tuhan dengan selalu bersyukur dan memuji nama-Nya, ketika dalam keadaan senang maupun ketika dalam keadaan susah. Jika kebaikan orang lain saja tidak boleh kita lupakan, masakan kebaikan Tuhan akan kita lupakan? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, dalam keadaan susah maupun senang, ajarilah aku untuk selalu mengingat segala kebaikan-Mu dalam hidupku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 30 Januari 2026Bacaan: "Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." (Matius 6:24) Renungan: Suatu kali ada seorang anak laki-laki yang kedapatan sedang bermain-main dengan sebuah vas bunga yang sangat mahal. Anak ini memasukkan tangannya ke dalam vas itu, tetapi ia tak bisa menariknya keluar. Ayahnya berusaha keras menolongnya, tetapi semua usahanya sia-sia. Keduanya murung karena tidak rela memecahkan vas yang indah itu. Lalu sang ayah menarik nafas dan berkata, "Sekarang anakku, kita coba sekali lagi. Buka tanganmu, dan luruskan jari-jarimu seperti yang Ayah lakukan, lalu tarik." Yang mengejutkan adalah si anak menjawab, "Tidak, Ayah. Saya tidak mungkin meluruskan jari-jari saya seperti itu. Jika saya melakukannya, saya akan menjatuhkan koin saya! Dan saya tidak mau hal itu terjadi." Seperti anak kecil tersebut, kebanyakan dari kita sering bertindak seperti itu. Kita begitu sibuk memegangi recehan yang tak berharga sehingga kita tidak dapat menerima kebebasan. Terkadang kehidupan dalam dosa dianggap sebagai sesuatu harta yang sebenarnya telah membutakan mata rohani kita. Padahal sebagai orang percaya yang telah hidup di dalam Kristus, kita telah dimerdekakan dari segala bentuk kutuk dosa. Namun yang menjadi kesulitannya adalah kita tidak rela melepaskan sesuatu yang kita anggap berharga dan lebih memilih hidup dalam kesesakan karena ikatan dosa yang memberikan kenikmatan sesaat. Semua kembali ke diri kita, pilihan di tangan kita, apakah mau melepaskannya atau tidak. Hal yang sama pernah dialami oleh perempuan Samaria yang mengalami perjumpaan dengan Yesus. Setelah berjumpa dengan Yesus ia melepaskan prinsip hidup dan semua genggaman masa lalunya dan melangkah dengan hidup baru yang Tuhan karuniakan. Yang lebih luar biasa ia menjadi pekabar Injil bagi orang-orang di sekitarnya. Begitulah kehidupan kita bisa menjadi lebih baik jika kita menyerahkan bejana hidup kita ke tangan Tuhan, dengan cara melepaskan genggaman yang kita anggap berharga namun tidak sesuai dengan pandangan Tuhan lalu menjalani kehidupan yang benar dalam ikatan kasih kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku melepaskan segala genggaman dosa dan prinsip hidup lama yang tak berkenan di mata-Mu sehingga mengalami kemerdekaan sejati. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 29 Januari 2026Bacaan: "Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka." (Matius 1:21)Renungan: Bagaimanakah reaksi kita seandainya Allah hendak memberikan seorang bayi yang spesial dalam hidup kita, dengan pesan bahwa kelak anak tersebut akan menjadi gubernur atau presiden di Indonesia? Tentulah pesan tersebut sangat menggembirakan, meski sebenarnya juga dapat mendatangkan pertanyaan besar: Bagaimana dapat membesarkan anak ini dan memastikan dia agar kelak menjadi gubernur atau presiden? Bagaimana jika nanti yang terjadi tidak seperti itu? Yusuf mungkin menghadapi dilema serupa saat mendengar bahwa anak yang sedang dikandung oleh Maria, yang harus diberinya nama "Yesus" kelak akan menjadi penyelamat umat Allah dari dosa mereka. Namun, syukurlah Allah tidak membiarkan Yusuf berada dalam kebingungan, dengan menyatakan bahwa kelak anak yang akan segera hadir itu akan disebut juga "Imanuel" yang berarti: Allah menyertai kita. Inilah yang kelak akan menjadi penentu kehidupan Yesus di dunia ini, sampai la menggenapi rencana Bapa di surga dengan berkorban di kayu salib, untuk menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka. Bagi kita para orang tua, kita meyakini bahwa Allah punya rencana bagi anak yang Allah berikan kepada kita. Tentu kita harus melakukan bagian tugas kita sebagai orang tua dengan sebaik mungkin. Namun, jangan pernah lupakan faktor kunci yang membuat rencana dan kehendak Allah digenapi dalam hidupnya, yaitu penyertaan Allah. Perkara yang sama dapat terjadi dalam bidang kehidupan lainnya, karena jika Allah menyertai, maka kehendak-Nya pasti digenapi atas kehidupan umat-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, sertailah keluargaku selalu, agar kehendak-Mu yang terbaik terjadi atas semua anggota keluargaku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 28 Januari 2026Bacaan: Lalu kata Yesus, "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan mulai sekarang, jangan berbuat dosa lagi." (Yohanes 8:11)Renungan: Ted Williams adalah seorang penyiar radio dan pengisi suara ternama yang dijuluki "The Golden Voice". Tetapi sayang, ia suka mabuk-mabukan dan kecanduan obat terlarang. Hasilnya, Ted kehilangan pekerjaan impian. Tiga bulan setelah menghisap kokain, kekayaan yang dikumpulkannya selama lima tahun ketenaran hilang lenyap. Ted jatuh miskin, menjadi tunawisma, terlibat kriminalitas, bahkan sampai di penjara. Ted kemudian bertemu Dr. Phil yang menawarkannya untuk rehabilitasi, tetapi ia tidak bersungguh-sungguh dan keluar setelah 12 hari tinggal di tempat itu. Berbulan-bulan kemudian Ted tetap mengonsumsi alkohol sampai akhirnya ia merasa jera. Kemudian, sekali lagi Ted kembali kepada Dr. Phil memohon kesempatan kedua. Kesempatan kedua itu membuahkan hasil. Untuk pertama kalinya sejak kehilangan kesempatan di radio tahun-tahun sebelumnya, Ted merasa bersih. Wanita yang kedapatan berzina itu mendapat keberuntungan yang sama. Sementara para ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawanya dengan keinginan untuk melemparinya dengan batu, Yesus justru memberinya tiket pengampunan. Tiket pengampunan tersebut tidak lain merupakan wujud dari kesempatan kedua. Terhadap kita orang-orang berdosa, Yesus juga memberikan anugerah berupa kesempatan kedua. Tetapi ingat, kesempatan tersebut diberikan bukan untuk disia-siakan, melainkan dipergunakan sebaik-baiknya! Perhatikan bahwa sewaktu Yesus melepas perempuan itu pergi, Dia berpesan, "... mulai sekarang, jangan berbuat dosa lagi." Sebagai penerima kesempatan kedua, mulai hari ini, mari berusaha menjalani kehidupan dengan terus mengupayakan perubahan positif yang memuliakan nama Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk kesempatan hidup yang telah Kau berikan padaku. Ajarilah aku untuk menggunakan kesempatan ini untuk hidup lebih baik lagi, agar melalui kehadiranku banyak orang diberkati dan nama-Mu semakin dimuliakan. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 27 Januari 2026Bacaan: "la pun hidup menurut kelakuan keluarga Ahab, karena ibunya menasihatinya untuk melakukan yang jahat." (2 TAWARIKH 22:3)Renungan: Seorang ibu adalah sosok yang sangat istimewa dalam hati anak-anaknya. Besarnya perhatian dan pengorbanan ibu kepada anak-anaknya tergambar dalam ungkapan "kasih ibu sepanjang jalan". Tidak ada ujungnya. Bagi banyak orang, makanan paling enak adalah masakan ibu. Tempat yang paling aman adalah pelukan ibu. Figur ibu dijadikan teladan. Nasihatnya didengarkan dan ditaati. Sayangnya, tidak semua ibu memberi pengaruh yang baik bagi anak-anaknya. Ahazia adalah salah satu raja Yehuda yang memerintah dalam waktu singkat, yakni hanya satu tahun. la adalah anak Yoram, raja Yehuda. Ibunya adalah Atalya. Pengaruh ibunya sangat kuat terhadap Ahazia. Sang ibu mendikte apa yang harus dilakukannya. Juga menjadi penasihatnya, termasuk dalam urusan perang. Sayangnya, nasihat-nasihat sang ibu justru menjerumuskan Ahazia ke dalam berbagai kejahatan, sebab Atalya bukanlah seorang yang takut akan Tuhan. Ia mewarisi kejahatan ayah dan ibunya, yakni Ahab dan Izebel, raja dan ratu Israel yang terkenal sebagai penyembah berhala. Ahazia pun dilenyapkan bersama keluarga Ahab lainnya, sebagaimana yang sudah Tuhan firmankan. Bagi para ibu-dan tentunya berlaku untuk para ayah juga-nasihat apa yang telah kita berikan kepada anak-anak kita? Apakah kita mendidik mereka di jalan Tuhan? Apakah kita mengajar mereka menaati Dia dan mengusahakan kebaikan bagi orang lain? Atau sebaliknya? Sadarilah bahwa pengaruh kita amat besar bagi mereka. Kiranya kita mengarahkan mereka ke jalan yang benar. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, Terima kasih untuk ibu yang telah Kau izinkan hadir dalam hidupku. Penuhilah ia dengan kasih-Mu, agar melalui kehadirannya, aku sungguh merasakan kehadiran-Mu sendiri. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 26 Januari 2026Bacaan: "Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu." (Amsal 27:19)Renungan: Banyak orang berusaha mengetahui karakter seseorang bahkan karakternya sendiri. Mulai dari yang agak ilmiah seperti tes psikologi hingga ke yang berbau mitos (bentuk wajah ini karakternya sabar, tanggal lahir ini punya sifat pendendam, dll). Padahal, sebenarnya melihat karakter asli seseorang itu bukan hal yang sulit. Caranya cukup dengan melihat bagaimana respons sikapnya saat berada dalam tekanan masalah. Sebagai pemimpin, Saul dan Daud pernah menghadapi situasi sulit. Tapi, respons mereka sangat berbeda. Ketika Goliat menantang pasukan Saul, Saul justru membuat sayembara dan bukan memohon pertolongan kepada Tuhan. Tampak bahwa Saul lebih mengandalkan manusia. Kenekadan Saul membakar korban akibat tak sabar menunggu Samuel juga karena ia takut rakyatnya meninggalkannya. Sekali lagi, ia lebih bersandar pada manusia. Berbeda dengan Daud. Saat menghadapi tekanan karena keluarganya dan keluarga pasukannya ditawan musuh, Daud memilih mencari Allah. Dalam masa-masa pelarian dan menghadapi berbagai masalah, kita juga bisa melihat mazmur-mazmurnya yang bukan hanya memohon pertolongan Allah tapi percaya pada-Nya. Bagaimana karakter kita ketika masalah datang? Apakah kita tetap beriman pada-Nya? Apakah kita tetap setia berjalan dalam kebenaran? Ataukah masalah justru membuat kita kecewa dan kemudian memilih menempuh cara-cara dunia? Filsuf Romawi, Marcus Aurellius berkata, "Hal-hal buruk hanya bisa menghancurkanmu ketika hal-hal tersebut sudah menghancurkan karaktermu." Biarlah iman kita selalu lebih besar dari masalah kita, karena kita sendiri punya Tuhan yang jauh lebih hebat dari segala masalah yang kita hadapi. Andalkan Dia saat masalah datang. Berjalanlah dengan kekuatan dari-Nya dan bukan dengan kekuatan sendiri. Ikuti kehendak-Nya dan bukan keinginan sendiri. Biarlah masalah justru membuat kita tekun, tahan uji, dan berpengharapan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kuduskanlah diriku agar dari hari ke hari karakterku semakin serupa dengan-Mu, sehingga walau masalah mendera hidupku aku tetap bersikap penuh kerendahan hati. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 25 Januari 2026Bacaan: "Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. " (Yohanes 15:12)Renungan: Apakah kita pernah melihat anak kecil menangis tapi tangisannya segera berhenti saat ia didekap ibunya? Apakah kita pernah merasakan betapa leganya ketika kita melakukan kesalahan di tempat kerja tapi ternyata reaksi bos kita hanya berkata "Sudah, tidak apa-apa. Lain kali lebih hati-hati"? Apakah kita pernah merasakan saat seorang mau mendengarkan keluh kesah kita dengan penuh empati? Atau lihatlah betapa merdekanya hati seorang yang diampuni kesalahannya. Kesedihan istri diobati oleh ucapan lembut penuh kasih dari sang suami. Rasa lelah dan stres suami mendadak hilang karena sambutan hangat istri begitu ia tiba di rumah, dsb. Banyak pengikut Yesus bingung bagaimana cara mengalirkan kuasa Allah. Sebagian lagi berpikir bahwa orang yang dapat mengalirkan kuasa Allah itu hanyalah orang yang punya karunia tertentu, memenuhi standar rohani tertentu, telah mengikuti pelatihan tertentu, terlibat pelayanan tertentu atau memiliki jabatan rohani tertentu. Padahal sesungguhnya mengalirkan kuasa Allah bisa dimulai dengan satu langkah sederhana, yaitu MENGASIHI. Dan mengasihi juga tidak selalu tentang hal-hal yang begitu besar atau dramatis, tapi bisa dimulai dengan melakukan hal-hal seperti di atas. Kebutuhan utama manusia adalah dikasihi. Dikasihi berarti diterima dan dihargai apa adanya, sebagai sesama manusia yang butuh disayangi, didengarkan, diperlakukan baik, dan dihargai. Bukankah itu juga yang kita inginkan? Kadang kita terlalu rumit memikirkan bagaimana mengalirkan kasih dan kuasa Allah. Tuhan tak akan memerintahkan sesuatu yang tak bisa kita lakukan. Ketika kita mau dengan tulus mengasihi, bisa dimulai dari melakukan tindakan-tindakan sederhana yang didasari kasih dan menunjukkan penerimaan, penghargaan serta kepedulian/empati terhadap orang lain. Ketika kita mampu melakukan hal tersebut, sesungguhnya kita sedang mengalirkan kasih sorgawi yang memulihkan hidup mereka. Jadi, mari kita mulai mengasihi, mulailah dari mengasihi orang-orang di sekitar kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan kuasa kasih-Mu, sehingga aku mampu menjadi tanda kehadiran-Mu bagi mereka yang sedang mengalami pergumulan dalam hidupnya. Amin. (Dod).
loading
Comments (1)

Discount 80%

Amen

Jun 27th
Reply