Discover
MATUR Podcast
MATUR Podcast
Author: MATUR Podcast
Subscribed: 0Played: 0Subscribe
Share
© MATUR Podcast
Description
Mari Bertutur aka Matur adalah sebuah ruang bercerita bagi siapa pun melalui platform podcast tentang pengalamannya, pikiran, afektif, bahkan imajinatif, dalam melewati pandemik COVID-19. Mungkin kita bukan musisi yang bisa melakukan jamming online untuk mengatasi rasa bosan dan kesepian, tapi kamu punya cerita, bahasa, dan pendengar yang menjelaskan kalau kita ada untuk satu sama lain. Kalau perasaan-perasaan yang janggal belakangan waktu ini bukan cuma kamu yang miliki, tapi kita semua.
11 Episodes
Reverse
"gumyak gumira..."
dalam lirik "ada-ada"
bundalan dalam salah satu penggalan cerita wayang kulit, menceritakan prajurit yang siap berperang. Tetapi sekarang yang berperang bukan tentara, bukan cuma prajurit atau penjaga keamanan. kita sebagai manusia, harus tetap semangat, tetap berpikir positif dalam menjalani kehidupan.sehingga tetap bertahan dalam mencapai cita-cita maupun tujuan hidup. kata orang tua, kita ttap harus "eling dan waspada" dalam situasi pandemi ini.
Halaman 9: Coffee Shop di Tengah Pandemi
-
"Awal bulan Februari adalah waktunya para pemilik coffee shop di Jogja mulai dapat melonggarkan ikat
pinggang, soalnya pada saat inilah mayoritas mahasiswa sudah mulai aktif di kampus setelah liburan
semester dan tahun baru. (...) Tetapi, situasi saat ini membuat rutinitas itu berubah. Covid-19 menyerang berbagai lini
perekonomian, salah satunya coffee shop, yang pada dasarnya bahkan bukan kebutuhan sekunder
maupun tersier."
-
Musik : Sisir Tanah - "Lagu Pejalan", "Lagu Hidup" - Mari dengarkan lebih lanjut melalui tautan kami.
Halaman 8: Kapan sih Pandemi Ini Berakhir?
-
Jangankan dua tahun; empat bulan ke depan saja mana tahu kami nasib kami. Jadi, "Kapan sih pandemi ini berakhir? Hal apa yang pertama kali ingin kamu lakukan saat pandemi ini berakhir?"
Maaf. Itu pertanyaan yang tidak terlalu penting dari, “Apakah besok masih bisa makan?”
-
Music :
(Frau - Tarian Sari), ( Melancholic Bitch - Dinding Propaganda, Akhirnya Masup Tipi, Untuk Resepsi Pernikahan
)
Halaman 7 : Ramadhan di Tengah Pandemi
-
Banyak hal yang aku rindukan dari ramadhan di luar pandemi, tetapi bukan berarti ramadhan ini dijalani dengan meratapi kehilangan itu.
-
Musik :
Tobat Maksiat by Wali Band
Cute background music By Leath McInt
Halaman 6 : Mendengar Cerita Mawar
"Aku mencintai diriku yang mencintai cerita-cerita orang lain. Aku mencintai diriku yang lebih positif dari test pack manapun dalam segala “tes” di hidup ini. Tapi kini aku kembali sadar, aku bukan hanya butuh mendengar. Tapi juga didengar. Aku juga tahu mereka punya kecewa, tapi ternyata aku juga punya luka, yang harus kujenguk lebih dulu sebelum siapa pun juga. Dan wabah ini menyadarkanku untuk tak lagi alpa, untuk menengok semuanya, menjadikan masa karantina sebagai waktu hening untuk kembali merasakan, menerima dan menyembuhkan semuanya."
Di tengah pandemi, kita dituntut untuk beribadah di rumah masing-masing. Bagi umat Kristiani, beribadah melalui gawai digital menjadi hal yang tidak terhindarkan. Pada perayaan Paskah bulan April kemarin, seorang imam Katolik berbagi cerita tentang kehadiran Tuhan yang ia temui secara virtual.
-
"Tuhanku Digital!" adalah tulisan Benny H. Juliawan, SJ yang sebelumnya telah tayang di situs covidindonesia.com pada tanggal 10 April 2020. Tulisan tersebut telah diizinkan untuk dibacakan dan direkam oleh Matur Podcast.
-
Mari dengarkan lebih lanjut melalui tautan kami.
-
Backsound ::
Hymne : “Asperges Me” - Gregorian Chant ( CORPUS CHRISTI WATERSHED >> https://youtu.be/sRQ11bYvfVQ << ). https://www.ccwatershed.org
Musik : As The Deer (seperti rusa rindu sungai-Mu) Piano Instrumental (mikha oldschool >> https://youtu.be/em_jx2a29Bc << )
Halaman 4 : Kabar dari Prancis Selatan
-
" Selama satu, dua, dan tiga minggu karantina, aku banyak bereksperimen bagaimana kembali menemukan komitmen bekerja dari rumah, secara online. Ada 1001 alasan untuk menyalahkan dan menyerah pada keadaan. Tapi setahuku, kita sudah melalui banyak hal di masa lalu yang tidak sesuai dengan mimpi kita. Tapi hari ini kita masih berdiri di sini. Suara di kepalaku juga mengkritik, katanya, waktu luang selama karantina ini akan lekas berlalu. Dan aku tidak ingin keluar sebagai seorang yang kalah. "
-
Mari dengarkan lebih lanjut melalui tautan kami.
-
Halaman 3 Cerita dari Bali: Keranjang Solidaritas
-
...Dari sanalah sebuah ide muncul. "Orang asing saja bisa, kenapa kita enggak?" Akhirnya dalam waktu sangat singkat kami sepakat untuk mewujudkan kegiatan sosial dengan nama "Keranjang Solidaritas".
-
Mari dengarkan lebih lanjut melalui tautan kami.
-
Musik : Wande Mokkori (IG: @wandecrzyfxd)
Halaman 2: "Menanti Kelahiran"
-
Seorang kawan berbagi cerita tentang penantian detik-detik terakhir kelahiran buah hatinya di kala pandemi. Barangkali di antara dirimu pun juga berbagi cerita yang tidak jauh berbeda dengan dirinya?
-
Mari dengarkan lebih lanjut melalui tautan kami.
-
Musik : "Rugrats Theme" - Mark Mothersbaugh
Setiap hari, aku selalu berdoa untuk mati esok pagi. Hingga wabah ini pun tiba. Dan aku tidak tahu, apakah ini jawaban dari semua doaku?
-
"Surat untuk Kematian"
Halaman Pertama Matur Podcast
-
Dengarkan lebih lanjut melalui tautan kami.
Musik/Sound:
Gustavo santaolalla - Brokeback Mountain.
Thomas Newman - Mr. Smarty Man (ost American beauty)
Thomas Newman - dead already (ost American beauty)
Jackson Browne- Your Bright Baby Blues
https://youtu.be/gxkuxISnILg (Kasus Pertama Virus Corona di Indonesia, Presiden Imbau Masyarakat Tidak Panik - Kompas TV)
Kita pernah menduga, sewaktu-waktu pandemik COVID-19 ini akan sampai ke Indonesia atau di mana pun tempat kita berada. Tapi kita tidak pernah menduga efek yang ditimbulkannya. Pembatasan gerak, isolasi masal, atau social distancing adalah salah satu akibat yang telah mengubah cara kita berinteraksi dan menghibur diri. Kita bisa saja selamat dari serangan COVID-19 karena mengurung diri, tapi kita mungkin bisa saja mati karena kegagalan kita dalam mengatasi rasa bosan.
Berkat wabah ini kita sadar bahwa manusia sejatinya adalah mahluk sosial, punya naluri untuk selalu bergerak mencari apa yang dia ingin. Bahwa tubuh bisa saja terpenjara, tapi pikiran akan selalu punya daya jelajahnya yang bebas.
Berangkat dari keadaan demikian kami merasa setiap orang butuh akses dalam mengekpresikan dirinya hari ini. Ruang bercerita di mana setiap orang punya kesempatan untuk membagi pikiran dan perasaannya.
Karena itu kami mengundangmu berbagi cerita. Apa saja yang kamu lakukan, apa saja yang kamu refleksikan, atau apa saja ide atau inovasi yang tidak sengaja kamu temukan selama durasi panjang isolasi diri. Bagaimana cara kamu bekerja untuk bertahan hidup, bagaimana kamu berhadapan dengan kebosanan dan bagaimana cara kamu melawan sepi. Atau bisa saja kamu tidak punya jawaban untuk menjawab seluruh pertanyaan di atas, kamu cuma punya rasa kecewa untuk kamu sampaikan. Tidak apa.
Kami menunggu ceritamu, cerita yang akan menghubungkanmu dengan banyak orang dan yang akan memeluk siapa pun dalam rasa kebersamaan.
-
Mari Bertutur aka Matur adalah sebuah ruang bercerita bagi siapa pun melalui platform podcast tentang pengalamannya, pikiran, afektif, bahkan imajinatif, dalam melewati pandemik COVID-19. Mungkin kita bukan musisi yang bisa melakukan jamming online untuk mengatasi rasa bosan dan kesepian, tapi kamu punya cerita, bahasa, dan pendengar yang menjelaskan kalau kita ada untuk satu sama lain. Kalau perasaan-perasaan yang janggal belakangan waktu ini bukan cuma kamu yang miliki, tapi kita semua.
Voice : Yudha
Music : Nick Murphy - Blood And














