Discover
Kurang Macho
Kurang Macho
Author: Hikam Putra
Subscribed: 0Played: 0Subscribe
Share
© Hikam Putra
Description
Sebuah podcast sederhana yang berusaha untuk mengingatkan akan pentingnya memaknai gender dari sudut pandang yang lebih luas, bukan hanya terbatas memahami pria dan wanita. Dunia ini dipenuhi dengan banyak keberagaman yang tak terhingga, sehingga menghargai tiap-tiap individu yang memiliki berbeda cerita. Tidak harus sependapat, tetapi meyakini bahwa perbedaan adalah sebuah rahmat.
8 Episodes
Reverse
Episode ini merupakan topik lanjutan dari episode sebelumnya. Kali ini saya mendatangkan sahabat-sahabat saya yaitu Theo dan Queen untuk menanyakan pendapat mereka mengenai isu hangat akhir-akhir ini yaitu keadilan gender melalui pekerjaan seks digital OnlyFans. Pekerjaan ini selalu mendapatkan stigma buruk bagi perempuan oleh masyarakat khususnya di Indonesia. Laki-laki selalu diasosiasikan sebagai kelompok "penikmat" sementara perempuan hanya sebagai "pelaku". Terdapat perbedaan cara pandang terkait isu ini walaupun secara garis besar mereka percaya bahwa ketimbang pemberdayaan, OnlyFans malah cenderung mengeksploitasi wanita. Simak pembicaraan lengkapnya!
Pada episode perdana di 2022 saya mendatangkan sahabat-sahabat perempuan saya (Nadhira dan Naurah) untuk menanyakan pendapat mereka mengenai isu hangat akhir-akhir ini yaitu keadilan gender melalui pekerjaan seks digital OnlyFans. Pekerjaan ini selalu mendapatkan stigma buruk bagi perempuan oleh masyarakat khususnya di Indonesia. Laki-laki selalu diasosiasikan sebagai kelompok "penikmat" sementara perempuan hanya sebagai "pelaku". Menurut Nadhira dan Naurah, pekerjaan ini sebenarnya dapat memberdayakan wanita. Simak pembicaraan lengkapnya!
Dalam mencintai suatu hobi,nya cowo masih harus diatur oleh sosialnya. Hobi apa yang seharusnya digemari oleh laki-laki dan hobi apa yang tidak seharusnya digemari oleh laki-laki. Padahal hobi itu universal salah satunya hobi dengerin musik kpop. Kali ini Hikam dan Gilang bahas pengalaman selama menjadi fanboy Kpop. Menjawab stereotype yang melekat dibalik fanboy Kpop dan menyuarakan tentang pentingnya menghargai hobi satu sama lain... Selamat mendengarkan
Ungkapan perasaan dengan menangis identik dengan perempuan karena dianggap lemah. Hal ini perlu diluruskan, sejatinya menangis adalah hal yang wajar cowok lakukan sebagai manusia. Meskipun begitu, memang tidak bisa dipungkiri bahwa terdapat perbedaan antara cewek dan cowok ketika menangis. Cowok memang lebih kuat menahan dirinya untuk tidak meneteskan mata. Maka dari itu ketika kamu melihat cowok yang sedang menangis artinya mereka sedang meluapkan emosi yang terdalam yang sudah tidak bisa dipendam. Nah di episode kali ini Hikam dan Gilang membahas pandangan mereka tentang cowo yang menangis nih.
Episode perdana Kurang Macho Podcast ditemenin sama sahabat gua @langlaew yang punya cerita serupa dengan gua sedari kecil. Bercerita tentang masa kecil masing-masing hingga beranjak dewasa, menyadari ga sama kayak cowo pada umumnya, dan mulai menerima kenyataan tersebut. Pernah dibully gara-gara ga ikut main futsal, sampai cara berjalan dan berbicara juga diatur sama orang lain.
Secara sederhana, jika kalian mengartikan definisi patriarki membuat kita berpikir bahwa patriarki memihak pada laki-laki dan menguntungkannya. Maka wajar kebanyakan yang gencar menantang patriarki biasanya sebagai upaya emansipasi dilakukan oleh kaum perempuan saja.
Bukan berarti sepenuhnya salah, karena memang korban utama dari patriarki adalah perempuan. Tetapi, sedikit orang yang tahu bagaimana laki-laki adalah korban terselubung dari patriarki dengan berbagai cara yang kompleks. Kenyataannya, Laki-laki sendiri adalah penderita hak istimewa laki-laki yang diberikan patriarki. Bagaimana caranya?
Halo semuanyaaa! Di Episode kali ini Hikam dan Gilang kembali membahas hal yang masih dianggap tidak lumrah dilakukan oleh laki-laki yaitu skincare. Khususnya di negeri ini skincare masih dianggap suatu kegiatan yang hanya dilakukan oleh perempuan, apabila lelaki menggunakan skincare maka akan dianggap kecewe-cewean atau feminim banget. Padahal sejak kapan skincare mempunyai gender? Bukannya skincare itu fungsinya untuk merawat sekaligus menjaga kesehatan kulit? Apa salahnya jika lelaki menggunakan skincare sebagai bentuk usaha untuk menjaga penampilan? Selama masih dalam batas wajar dan tidak mengusik kenyamanan, sah-sah saja kan jika seseorang memerhatikan dan menjaga penampilannya agar selalu tampil menarik dan berusaha memberikan yang terbaik.
Cuma sekedar perkenalan nama, umur, kesibukan, dan alasan bikin podcast dengan judul ini.








