Discover
Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta
3910 Episodes
Reverse
馬太福音 23:2823:28 你們也是如此、在人前、外面顯出公義來、裡面卻裝滿了假善和不法的事。我們經常會遇到那些過於挑剔他人的過錯,卻忽視自己缺陷的人。馬太福音第7章3節也表達了類似的觀點: “為什麼你只看見你弟兄眼中的刺, 卻不想自己眼中有樑木呢?” 我們自己不也是常常如此嗎? 從不曾自我反省, 總是覺得自己是對的, 是沒有錯的嗎? 自我反省並非容易, 因為它要求我們正視自己的缺點。我們確實是發現了錯誤的存在, 我們甚至還常犯此錯誤, 這實在是使人羞愧, 不是嗎?自我反省在我們生命中是至關重要的, 它能確保我們行事正直,不偏離上帝的教誨。透過自我反省,我們學習如何梳理內心深處, 以致得以平衡,甚至我們與一切外在的生活呈現是一致的。提摩太前書第4章16節提醒我們要謹慎, 正如經上所記: “你要謹慎自己和自己的教訓, 要在這些事上恆心; 因為這樣行, 又能救自己, 又能救聽你的人.” 因此透過自我反省來察驗自己, 並糾正自身的錯誤是非常重要的, 如此一來,我們就不會迷惘抑或誤導他人 。“自我反省對心意更新是極其重要的。” 作者 : 椰嘉達基督徒會堂卡蒂尼堂會 – 梁友明傳道翻譯 : 蔡立基默想的問題 :1. 我生命中還有哪些部分沒有完全奉獻於上帝?2. 我的敬拜生活也許出了些什麼問題,而我已有多久沒自我反省來糾正呢?
以弗所書 2:14-162:14 因他使我們和睦、將兩下合而為一、拆毀了中間隔斷的牆.2:15 而且以自己的身體、廢掉冤仇、就是那記在律法上的規條.為要將兩下、藉著自己造成一個新人、如此便成就了和睦.2:16 既在十字架上滅了冤仇、便藉這十字架、使兩下歸為一體、與神和好了。在這世上有一座城市, 城中有被稱作“恥辱之牆”的分隔牆, 這牆是將富人和窮人隔離分開。其一邊是豪華住宅, 另一邊是擁擠的小房子。這堵牆不僅是物理上的隔閡, 也是冷漠, 鴻溝, 仇恨和羞辱窮人的象徵。但實際上, 人類心中也存在著這樣的牆;偏見,仇恨, 貪圖個人利益的牆; 雖然看不見, 但卻真實存在的牆。在以弗所書信中, 使徒保羅寫給由兩個群體組成的教會的一封信就是猶太人群體和非猶太人群體 (共他國家民族)。猶太人覺得自己更聖潔, 因為他們擁有誡命律法, 而非猶太人則被認為是不潔浄的. 保羅強調, 基督來是為了拆毀人與人之間的隔斷的牆. (以弗所書2:14)。基督的十字架廢掉冤仇而帶來了和睦, 藉著自己的死; 造成“一個新人”,這也意味著一個上帝的家庭 (以弗所書2:15-16). 因此, 不應再有種族,膚色,貧富,聰明與愚笨或其他社會地位的區分而隔離. 而是合而為一成為上帝家庭的成員。基督的十字架不僅使人與上帝和好, 也使人與人之間和好. 因此, 從基督的十字架上產生的關係是一種和睦的關係, 而不是隔離. 因此, 當我們活在基督裡時, 我們被呼籲不再是建造圍牆, 而是成為愛的橋樑; 是一座連接而不是隔離, 和睦而不是指責的橋樑。一顆被基督的愛所觸摸的心不再在乎於“我”和“你”之間的界限, 而只認知一個大家庭: 因祂的愛和恩典合而為一的上帝的子民.作 者:椰嘉達基督徒會堂順德堂會- Dwi Agustina Arta Riyadi傳道翻譯員:張賽瓊默想的問題:1. 為什麼我有時會在心中築起一道“牆”, 將與我不同的人或傷害過我的人做個區隔?2. 我的教會是否成為推倒隔離牆的所在或反而成為使牆更堅固的地方?
Nats Alkitab : Efesus 2:14-16Penulis : G.I. Dwi Agustina Arta RiyadiAda satu kota di dunia memiliki tembok pemisah yang disebut "Wall of Shame" - tembok tersebut memisahkan antara si kaya dan si miskin. Di satu sisi - terdapat rumah-rumah mewah, satu sisi lainnya rumah-rumah kecil yang padat. Tembok itu bukan hanya memisahkan secara fisik, tetapi juga simbol ketidakpedulian, kesenjangan, kebencian dan aib bagi si miskin. Namun sesungguhnya, tembok seperti itu juga ada di hati manusia - tembok prasangka, kebencian, kepentingan pribadi - tembok yang tak terlihat tapi nyata adanya.Dalam surat Efesus, Rasul Paulus menuliskan surat kepada jemaat yang terdiri dari dua kelompok: kelompok orang Yahudi dan kelompok orang non-Yahudi (bangsa-bangsa lain). Orang Yahudi merasa lebih suci karena memiliki hukum Taurat, sedangkan non-Yahudi dianggap najis. Paulus menegaskan bahwa Kristus datang merobohkan tembok pemisah itu yang memisahkan manusia satu dengan yang lainnya (Efesus 2:14). Salib Kristus menghancurkan permusuhan dan memperdamaikan, melalui kematian-Nya - Ia menciptakan "satu manusia baru" artinya satu keluarga Allah (Efesus 2:15-16). Maka seharusnya tidak ada lagi pemisah suku, ras, kaya-miskin, pintar-bodoh, atau status sosial lainnya. Melainkan satu sebagai anggota yaitu anggota keluarga Allah.Salib Kristus tidak hanya mendamaikan manusia dengan Allah, tapi juga manusia dengan sesamanya. Maka relasi yang lahir dari Salib Kristus adalah relasi yang mendamaikan bukan yang memisahkan. Karena itu, ketika kita hidup di dalam Kristus, kita dipanggil untuk tidak lagi membangun tembok, tetapi menjadi jembatan kasih — jembatan yang menghubungkan, bukan memisahkan; yang mendamaikan, bukan menyalahkan. Hati yang telah disentuh kasih Kristus tidak lagi mengenal batas antara “saya ” dan “kamu”, tetapi hanya mengenal satu keluarga besar: umat Allah yang dipersatukan oleh kasih dan anugerah-Nya.Pertanyaan Untuk Direnungkan:1. Mengapa terkadang saya memelihara "tembok" di hati saya terhadap seseorang yang berbeda atau pernah menyakiti saya?2. Apakah gereja saya menjadi tempat yang merobohkan tembok perbedaan atau justru yang memperkuatnya?
約翰福音 13:34-3513:34 我賜給你們一條新命令、乃是叫你們彼此相愛.我怎樣愛你們、你們也要怎樣相愛。13:35 你們若有彼此相愛的心、眾人因此就認出你們是我的門徒了。如果太陽是根據具體情況和環境而照耀的話,將會發生什麼? 可能會造成許多的混亂. 幸運的是,太陽依然溫暖總是存在, 即使有時會被烏雲遮蓋. 持續不斷溫暖的陽光教導了我們已得著純淨的愛的真諦。在一個日益個人主義的世界裡, 許多人建立人際關係是基於個人利益, 聲望或利益之上。即使在宗教團體中, 愛也往往是有條件的愛; “我愛你, 是因為你對我好。”然而, 聖經教導我們,得著純淨的愛不是來自我們自己, 而是來自耶穌的愛. 正是這種愛已純淨了我們在人際中的關係. 耶穌的愛是真誠的愛; 耶穌愛我們這些罪人.舍己的愛; 耶穌甘願死在十字架上。無條件的愛; 耶穌在我們還是罪人的時候就死了, 沒有等到我們配得上。甘心情願服事的愛; 洗淨門徒的腳(約翰福音13:1-20). 修復之愛,恢復上帝與人類的關係。以及不等待被愛; 而是敢於主動去愛的愛。耶穌的愛是超越單顧自己利益的愛, 即使得不到回報, 也依然持續愛的愛。耶穌命令我們要擁有像祂一樣的愛, 祂自己就是我們效法的榜樣(約翰福音13:34)。“我怎樣愛你們, 你們也要怎樣彼此相愛.”這愛也是基督門徒真實身份的標誌. 約翰福音13:35: “你們若有彼此相愛的心,眾人因此就認出你們是我的門徒了.” 基督並沒有說,當我們做了許多服事工作, 對聖經有了深刻的瞭解並且積極參與各種教會活動時, 世人就會知道我們是祂的門徒. 而是當我們像耶穌愛我們一樣去愛別人時,世人就會知道我們是祂的門徒。得著純淨的關係並非沒有衝突和分歧的關係,而是因基督愛的守護和被潔淨的關係。在這份愛中,我們學會了服事、接納、饒恕和願意為他人而犧牲。當我們生活在得著純淨的關係中時,世人就會知道基督的愛住在我們裡面。作 者:椰嘉達基督徒會堂順德堂會- Dwi Agustina Arta Riyadi傳道翻譯員:張賽瓊默想的問題:1. 為什麼我們有時對別人的愛仍然取決於他們如何對待我們?2. 我如何成為能純淨家庭、工作和教會之愛的管道?
Nats Alkitab : Yohanes 13:34-35Penulis : G.I. Dwi Agustina Arta RiyadiApa jadinya jika matahari bersinar tergantung pada situasi dan keadaan? Mungkin akan ada banyak kekacauan. Untungnya sinar matahari tetap ada, hangat dan setia sekalipun kadang tertutup awan gelap. Sinar matahari yang konsisten dan tetap hangat itu mengajarkan kita tentang arti kasih yang telah dimurnikan. Dalam dunia yang semakin individualistis, banyak orang membangun relasi atas dasar kepentingan, gengsi, atau keuntungan pribadi. Bahkan dalam komunitas rohani, kasih sering menjadi kasih yang bersyarat — “Aku mengasihi kamu karena kamu baik padaku.”Namun, Alkitab mengajarkan bahwa kasih yang dimurnikan tidak bersumber dari diri kita, melainkan dari kasih Yesus. Kasih inilah yang memurnikan kita dalam berelasi. Kasih Yesus adalah kasih yang tulus - Yesus mengasihi kita orang berdosa; kasih yang berkorban - Yesus rela mati di atas kayu salib; kasih yang tanpa syarat - Yesus mati saat kita masih berdosa, tidak menunggu kita layak; kasih yang bersedia melayani - membasuh kaki murid-murid-Nya (Yoh 13:1-20); kasih yang memulihkan - memulihkan relasi Allah dengan manusia dan kasih yang tidak menunggu untuk dikasihi, tetapi berani memulai untuk mengasihi. Kasih Yesus adalah kasih yang melampaui batas kepentingan diri, kasih yang tetap mengasihi meskipun tidak dibalas. Yesus memerintahkan kita untuk memiliki kasih seperti-Nya, di mana Yesus sendiri sebagai teladan-Nya Yoh 13:34 "...Sama seperti Aku mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi."Kasih ini juga merupakan tanda identitas sejati murid Kristus Yoh 13:35 "Dengan demikian semua orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, jikalau kamu saling mengasihi." Kristus tidak mengatakan dunia akan tahu kita adalah murid-murid-Nya. Ketika kita telah melakukan pelayanan besar, memiliki pengetahuan Alkitab yang mendalam dan aktif serta dalam berbagai kegiatan gereja - tetapi ketika kita telah mengasihi sama seperti Yesus mengasihi kita. Relasi yang dimurnikan bukanlah relasi tanpa konflik dan perbedaan, tetapi relasi yang dijaga dan dibersihkan oleh kasih Kristus. Dalam kasih itu kita belajar melayani, menerima, mengampuni dan berkorban bagi sesama manusia. Ketika kita hidup dalam relasi yang dimurnikan, dunia akan tahu bahwa kasih Kristus hidup dalam kita.Pertanyaan Untuk Direnungkan:1. Mengapa terkadang kasih kita kepada orang lain masih didasari pada bagaimana mereka memperlakukan saya?2. Bagaimana saya bisa menjadi saluran kasih yang memurnikan dalam keluarga, pekerjaan dan gereja?
哥林多後書4:16-184:16 所以我們不喪膽.外體雖然毀壞、內心卻一天新似一天。4:17 我們這至暫至輕的苦楚、要為我們成就極重無比永遠的榮耀。4:18 原來我們不是顧念所見的、乃是顧念所不見的.因為所見的是暫時的、所不見的是永遠的。正如登山者只有目光注視著山頂才能堅持,同樣,當我們把心思意念專注於永恆時,我們就能夠勝過苦難。如果我們只專注在看得見的困難上,那麼疲憊和絕望便會輕易的控制我們。當我們學習在永恆的光中看待生活,即使是極大的苦難也能以剛強的心和盼望來渡過。保羅提醒,所見的是暫時的、所不見的是永遠的。在哥林多後書,保羅講述了他在事奉中所受到的壓迫,危險,軟弱,以及死亡的威脅。然而在那些狀況下,他不灰心。為什麼? 因為他以等待永遠的榮耀來看待當時的苦楚。保羅強調說“外體”雖然毀壞“內心”卻一天新似一天。他邀請會眾來看暫時和永遠的區別:與超越一切且永恆的榮耀相比,苦楚是輕微而短暫的。關注永恆並非逃避現實,而是以上帝的角度來看待一切的生活方式。保羅強調說力量和毅力源自於關注永恆的思想方式。從上帝的應許看待生命,而不是從出現在眼前暫時可見的。因為上帝應許了永遠的榮耀,因此我們被呼籲來調整我們的思想使我們能夠從永恆的角度來看待生命,就是從上帝確切的應許,而不是從暫時的壓力。專注永恆意味著重新評估真正重要的事物: 品格,忠心,和順服遠比暫時的舒適更有價值。當我們的生活擁有永恆的意識時,苦楚不再是絆腳石,而是成長的途徑。我們變得更有耐心,更堅定,更忠心。永恆的眼光讓我們生命擺脫憂慮的控制且使我們能以信心來承擔重擔。順服的每一小步,每一個犧牲以及每一次的忠心都給予新的意義,因為一切都朝向無比的榮耀。“如果你閱讀歷史,你會發現那些為世界做出最多貢獻的人,也是那些對世界的未來做出最多思考的人。”(C.S.路易斯)作者 : 椰嘉達基督徒會堂寶麗斯佈道所 – 蘇興智傳道翻譯 : 鄭愛群默想的問題 :• 我對苦楚和困難的看法是否已經被永恆的看法塑造,還是仍被所見所感的事物所控制? 為什麼?• 本週我可以做出那些實際的決定將我的思想和生活轉向擁有永恆價值的事物,而非暫時的舒適感?
Nats Alkitab : 2 Korintus 4:16-18Penulis : Pdt. Rony SofianSeperti pendaki gunung yang hanya dapat bertahan ketika pandangannya tetap tertuju pada puncak, demikian pula kita mampu melewati penderitaan ketika hati dan pikiran kita arahkan pada kekekalan. Jika fokus kita hanya pada kesulitan yang terlihat, kelelahan dan keputusasaan akan mudah menguasai. Ketika kita belajar menatap hidup dalam terang kekekalan, penderitaan yang berat sekalipun dapat ditempuh dengan keteguhan hati dan harapan. Paulus mengingatkan bahwa apa yang kelihatan hanyalah sementara, tetapi apa yang tidak kelihatan bersifat kekal. Dalam surat 2 Korintus, Paulus mengungkapkan penderitaan yang ia alami dalam pelayanan—tekanan, bahaya, kelemahan, dan ancaman kematian. Namun di tengah semua itu, ia tidak tawar hati. Mengapa? Karena ia menilai penderitaan-Nya saat itu dalam terang kemuliaan kekal yang menantinya. Paulus menegaskan bahwa “manusia batiniah” diperbarui dari hari ke hari, bahkan ketika “manusia lahiriah” semakin merosot. Ia mengajak jemaat melihat perbedaan antara yang sementara dan yang kekal: penderitaan bersifat ringan dan singkat dibandingkan kemuliaan yang “melampaui segala-galanya” dan bersifat kekal. Fokus pada kekekalan bukanlah pelarian dari realitas, tetapi cara hidup yang menilai segala sesuatu dari perspektif Allah. Paulus menegaskan bahwa kekuatan dan ketekunan lahir dari pola pikir yang berfokus pada kekekalan—melihat hidup dari apa yang Allah janjikan, bukan dari apa yang sementara tampak di depan mata. Karena Allah menjanjikan kemuliaan yang kekal, maka kita dipanggil untuk menata pikiran agar melihat hidup dari perspektif kekekalan—bukan dari tekanan sesaat, tetapi dari janji Allah yang pasti. Berfokus pada kekekalan berarti menilai ulang apa yang benar-benar penting: karakter, kesetiaan, dan ketaatan jauh lebih bernilai daripada kenyamanan sementara. Ketika kita hidup dengan kesadaran kekekalan, penderitaan tidak lagi menjadi batu sandungan, tetapi menjadi jalan pertumbuhan. Kita menjadi lebih sabar, lebih teguh, dan lebih setia. Pandangan kekal membebaskan kita dari hidup yang dikuasai kecemasan dan membuat kita mampu menanggung beban dengan iman. Setiap langkah kecil dalam ketaatan, setiap pengorbanan, dan setiap kesetiaan diberi makna baru karena semuanya menuju pada kemuliaan yang tak terbandingkan.“Jika Anda membaca sejarah, Anda akan menemukan bahwa mereka yang paling banyak berbuat bagi dunia ini adalah mereka yang paling memikirkan dunia yang akan datang.” —C.S. LewisPertanyaan untuk direnungkan:1. Apakah cara saya memandang penderitaan dan kesulitan sudah dibentuk oleh perspektif kekekalan, atau masih dikuasai oleh apa yang tampak dan terasa saat ini? Mengapa?2. Apa satu keputusan praktis yang dapat saya ambil minggu ini untuk mengarahkan pikiran dan hidup saya pada hal-hal yang bernilai kekal, bukan sekadar kenyamanan sementara?
歌羅西書3:12-143:12 所以你們既是神的選民、聖潔蒙愛的人、就要存憐憫、恩慈、謙虛、溫柔、忍耐的心.3:13 倘若這人與那人有嫌隙、總要彼此包容、彼此饒恕.主怎樣饒恕了你們、你們也要怎樣饒恕人。3:14 在這一切之外、要存著愛心.愛心就是聯絡全德的。 就像我們每天穿的衣服一樣,生活中的每一種關係和情況也必須”穿戴”愛。沒有愛, 我們的知識和服事只是外表的表現,毫無生命。在容易論斷和定罪的世界裡,穿戴愛意味著選擇先去愛,批評前先了解,並被傷害時選擇饒恕。愛不僅僅是溫柔的感覺,更是來自於被基督更新的思想自覺的決定。在強調相信的人已經與基督一同死一同復活後(歌羅西書3:1-4), 保羅要求歌羅西的信徒透過日常生活關係中的實際品格來顯現新的身分。他勸勉歌羅西會眾穿戴憐憫, 恩慈, 謙虛, 和忍耐的心,正如基督的品格在行動中彰顯的一樣。畫面就像一個人每天挑選衣服。只不過這裡所指的是屬靈的衣服。這一些所有的美德都在愛中得以完全,保羅稱它為”聯絡全德的”。愛不只是一種感覺,更是效法基督的愛的道德和屬靈的連結。因此,在基督裡的新生命必須體現在以愛根基的思想方式和行動中,因為只有愛才能使我們活在合一與平安之中。愛並非美妙的理論或是屬靈的口號,而是在我們日常生活細微的行動方式中所表現出來的。當我們對難相處的人選擇忍耐,去理解與我們不同的人,或饒恕有過錯的人時,基督的愛就透過我們被彰顯出來。世人不會因我們的言語認識基督,而是透過我們展現的愛來認識祂。當愛成為我們屬靈的衣服時, 無論是在家庭, 教會或工作中的每一種關係都將成為彰顯基督榮耀的園地。“愛是真基督徒的衣服”(馬丁.路德)作者 : 椰嘉達基督徒會堂寶麗斯佈道所 – 蘇興智牧師翻譯 : 鄭愛群默想的問題 :• 我是否在與人的關係中已經真正穿上愛,還是我經常選擇自私的態度而輕易地去論斷別人? 為什麼?• 本週我可以採取哪些具體步驟來效法基督的愛? 尤其是對那些我們很難去愛的人?
Nats Alkitab : Kolose 3:12-14Penulis : Pdt. Rony SofianSeperti pakaian yang kita kenakan setiap hari, demikian juga kasih harus kita “pakai” dalam setiap hubungan dan situasi hidup. Tanpa kasih, pengetahuan dan pelayanan kita hanya akan menjadi tampilan luar tanpa roh kehidupan. Dalam dunia yang mudah menilai dan cepat menghakimi, mengenakan kasih berarti memilih untuk mengasihi lebih dulu, memahami sebelum mengkritik, dan mengampuni ketika disakiti. Kasih bukan sekadar perasaan lembut, melainkan keputusan sadar yang bersumber dari pikiran yang diperbarui oleh Kristus. Setelah menegaskan bahwa orang percaya telah mati dan bangkit bersama Kristus (Kol. 3:1–4), Paulus kini mengajak jemaat Kolose untuk mewujudkan identitas barunya melalui karakter yang nyata dalam relasi sehari-hari. Ia menasihati jemaat Kolose untuk mengenakan belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran, seperti karakter Kristus yang nyata dalam tindakan. Gambarannya seperti seseorang yang setiap hari memilih pakaian—hanya saja yang dimaksud di sini adalah pakaian rohani. Semua kebajikan itu menemukan kesempurnaannya dalam kasih, yang disebut Paulus sebagai “pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.” Kasih bukan sekadar perasaan, melainkan ikatan moral dan spiritual yang meneladani kasih Kristus sendiri. Jadi, kehidupan baru dalam Kristus harus diwujudkan dalam pola pikir dan tindakan yang berakar pada kasih karena hanya kasih yang memampukan kita hidup dalam kesatuan dan damai sejahtera. Kasih bukan teori indah atau slogan rohani, melainkan gaya hidup yang diwujudkan dalam tindakan kecil setiap hari. Saat kita memilih untuk bersabar terhadap orang yang sulit, memberi pengertian kepada yang berbeda, atau mengampuni yang bersalah, di situlah kasih Kristus bekerja melalui kita. Dunia tidak akan mengenal Kristus melalui kata-kata kita, tetapi melalui kasih yang kita tunjukkan. Ketika kasih menjadi pakaian rohani kita, setiap relasi—dalam keluarga, gereja, atau pekerjaan—akan menjadi ladang tempat kemuliaan Kristus dinyatakan.“Kasih adalah pakaian Kristen sejati.” —Martin LutherPertanyaan untuk direnungkan:1. Apakah saya sudah benar-benar mengenakan kasih dalam hubungan saya dengan orang lain, atau saya masih sering memilih sikap yang egois dan mudah menghakimi? Mengapa?2. Langkah konkret apa yang dapat saya lakukan minggu ini untuk meneladani kasih Kristus dalam tindakan nyata—terutama kepada orang yang paling sulit saya kasihi?
約翰福音15:4-715:4 你們要常在我裡面, 我也常在你們裡面。枝子若不常在葡萄樹上, 自己就不能結果子.你們若不常在我裡面、也是這樣。15:5 我是葡萄樹、你們是枝子.常在我裡面的、我也常在他裡面、這人就多結果子.因為離了我、你們就不能作甚麼。15:6 人若不常在我裡面、就像枝子丟在外面枯乾、人拾起來、扔在火裡燒了。15:7 你們若常在我裡面、我的話也常在你們裡面、凡你們所願意的、祈求就給你們成就。正如植物只有根紮穩在土攘裡才能成長,我們的屬靈生命也只有依附於基督才能興盛。在忙碌而充滿壓力的生活中,我們很容易依靠自己的力量以至於不知不覺中我們的屬靈生命開始枯乾。耶穌提醒說離了祂,我們就不能做什麼,不是因為我們不努力,而是因為唯有祂是真正生命的源頭。當我們決定住在基督裡面,我們的思想就被引導,我們的心被堅固,而我們的生命也按祂的旨意結出果子。 在約翰福音15章是耶穌在被釘十字架前教導門徒的一部分。在那緊張的時刻,耶穌用了深刻又簡單的描述祂是葡萄樹,而門徒們是枝子。根據歷史, 以色列民常被比喻為上帝的葡萄園,但如今耶穌說祂是上帝真正子民生命的核心。住在基督裡面意味著活在持續不斷的關係之中, 深刻且全然依靠祂。結出來的果子不是人的努力, 乃是聖靈的工作藉著與葡萄樹合一所湧流出來的。純淨, 順服, 和蒙垂聽的禱告都源自於這種親密關係。因此, 唯有住在基督裡面生命才能結出果子。我們的思想, 意願和整個生命都必須紮根於與祂的親密關係中。因為唯有基督是真正生命的源頭,我們被呼籲來整理我們的思想和我們的心思使我們繼續不斷住在祂裡面,依靠祂,順服祂,和每日為祂的作為敞開心扉。住在基督裡面並非一時的經歷,而是生命的節奏。當我們學習住在上帝的面前,思想上帝的道,以及在我們的日常生活中保持對祂聲音的敏銳時,這就能實現。依附於基督的人必結出溫柔, 智慧, 節制和增長之愛的果實。反之,當我們遠離祂時乾枯的靈和憂愁開始掌管我們。因此,讓我們以親近基督為生命的中心。不是額外的任務,而是一切力量的來源。“唯有居住在基督裡面才能結出生命的果子。我們的思想, 意願, 以及整個生命必須紮根於與祂的親密關係之中。”作者 : 椰嘉達基督徒會堂寶麗斯佈道所 – 蘇興智牧師翻譯 : 鄭愛群默想的問題 :• 這麽久以來我是否真正活得像依附於基督的枝子,還是我經常依靠自己並遠離生命的源頭? 為什麼?• 這週裡我需要養成或恢復那些習慣,以便我的心思意念重新穩固紮根於基督?
Nats Alkitab : Yohanes 15:4-7Penulis : Pdt. Rony SofianSeperti tanaman yang hanya dapat bertumbuh bila akarnya tertanam kuat di dalam tanah, demikian juga hidup rohani kita hanya akan subur bila melekat pada Kristus. Dalam kesibukan dan tekanan hidup, kita mudah mengandalkan kekuatan sendiri hingga perlahan rohani kita mengering tanpa disadari. Yesus mengingatkan bahwa di luar Dia, kita tidak dapat berbuat apa-apa—bukan karena kita tidak berusaha, tetapi karena hanya Dia sumber kehidupan yang sejati. Ketika kita memutuskan untuk tinggal di dalam Kristus, pikiran kita diarahkan, hati kita dikuatkan, dan hidup kita berbuah sesuai kehendak-Nya. Yohanes 15 adalah bagian dari pengajaran Yesus kepada murid-murid-Nya menjelang penyaliban. Dalam situasi penuh ketegangan itu, Yesus memakai gambaran yang mendalam dan sederhana: Ia adalah pokok anggur, dan para murid adalah ranting-rantingnya. Secara historis, bangsa Israel sering digambarkan sebagai kebun anggur Allah, namun kini Yesus menyatakan diri-Nya sebagai pusat kehidupan umat Allah yang sejati. Tinggal di dalam Kristus berarti hidup dalam hubungan yang terus-menerus, mendalam, dan penuh ketergantungan kepada-Nya. Buah yang dihasilkan bukanlah hasil upaya manusia, melainkan karya Roh yang mengalir melalui kesatuan dengan Sang Pokok Anggur. Pemurnian, ketaatan, dan doa yang dikabulkan semua lahir dari kedekatan ini. Jadi, kehidupan yang berbuah hanya mungkin jika kita tinggal di dalam Kristus; pikiran, kehendak, dan seluruh hidup kita harus berakar pada hubungan yang intim dengan-Nya. Karena hanya Kristus sumber kehidupan sejati, kita dipanggil untuk menata pikiran dan hati agar terus tinggal di dalam Dia—mengandalkan-Nya, menaati-Nya, dan membuka diri bagi karya-Nya setiap hari. Tinggal di dalam Kristus bukanlah pengalaman sesaat, melainkan ritme hidup. Ia terwujud saat kita belajar berdiam di hadapan Tuhan, merenungkan firman, dan memelihara kepekaan akan suara-Nya di tengah rutinitas. Pikiran yang melekat pada Kristus akan menghasilkan buah: kelembutan, hikmat, pengendalian diri, dan kasih yang bertumbuh. Sebaliknya, ketika kita menjauh dari-Nya, kekeringan rohani dan kegelisahan mulai menguasai. Karena itu, marilah kita menjadikan kedekatan dengan Kristus sebagai pusat kehidupan—bukan tugas tambahan, tetapi sumber segala kekuatan.Kehidupan yang berbuah hanya mungkin jika kita tinggal di dalam Kristus; pikiran, kehendak, dan seluruh hidup kita harus berakar pada hubungan yang intim dengan-Nya.Pertanyaan untuk direnungkan:1. Apakah selama ini saya benar-benar hidup sebagai ranting yang melekat pada Kristus, atau saya lebih sering mengandalkan diri sendiri dan menjauh dari sumber kehidupan? Mengapa?2. Kebiasaan apa yang perlu saya mulai—atau pulihkan—minggu ini agar pikiran dan hati saya kembali berakar kuat di dalam Kristus?
彼得前書1:3-51:3 願頌讚歸與我們主耶穌基督的父神、祂曾照自己的大憐憫、藉耶穌基督從死裡復活、重生了我們、叫我們有活潑的盼望、1:4 可以得著不能朽壞、不能玷污、不能衰殘、為你們存留在天上的基業。1:5 你們這因信蒙神能力保守的人、必能得著所預備、到末世要顯現的救恩。 就像暴風雨中穩住船隻的錨一樣,盼望在充滿不確定性的世界中也堅固了信徒的生命。沒有那個錨,我們容易被壞消息,苦難,或失去方向所動搖。彼得寫信給正在經歷壓迫和逼迫的基督徒們要他們不屈服於恐懼,而要持守活潑的盼望。這盼望不是來自人的樂觀,而是源自於使我們信心堅固基礎之基督的復活。當我們的思想轉向復活的基督時,我們就能得到力量來面對人生的暴風雨。彼得前書是寫給因他們的信心而正在受苦的小亞細亞會眾。在這樣的壓迫下,彼得並沒有提供逃亡之道,而是提醒他們真正盼望的源頭就是基督的復活。在第三節,他強調說“按照他自己的大憐憫,重生了我們,叫我們有活潑的盼望.” 這盼望並非抽象的概念,而是源自於上帝作為的新現實那就是已被救贖和被基督復活大能所確保的生命,因為我們已經藉著基督的復活而重生,所以我們的思想方式必須讓活潑的盼望而非恐懼來帶領,是對上帝永恆應許的信靠。因為基督已經復活並賜給了我們新生命, 因此我們蒙召要以活潑盼望的思想方式來看待人生, 從永恆的角度而不是從有限的世界來判斷一切。基督徒的盼望並沒有消除苦難, 而是在復活的光中詮釋苦難。我們要學習將每個苦難視為通往永恆榮耀旅程的一部分, 而不是終點。在這容易讓人感到絕望的世界裡,信徒被呼籲成為盼望的傳遞者。因為基督活著,我們保持忠心, 保持感恩, 保持向前看。當我們的思想被屬天的盼望所引領, 我們不再被恐懼控制, 而是被上帝的愛和不動搖的應許所堅固。“就像暴風雨中穩住船隻的錨一樣,盼望在充滿不確定性的世界中也堅固了信徒的生命。”作者 : 椰嘉達基督徒會堂寶麗斯佈道所 – 蘇興智牧師翻譯 : 鄭愛群默想的問題 :1. 我是否一直以來更多從世界暫時的角度來判斷人生, 還是從基督所應許的永恆盼望來評價人生? 為什麼?2. 本周我可以採取哪些具體的步驟, 無論是在面對個人的問題或是在堅固正在軟弱的人上培養出活潑盼望的思考模式?
Nats Alkitab : 1 Petrus 1:3-5Penulis : Pdt. Rony SofianSeperti jangkar yang menahan kapal di tengah badai, pengharapan meneguhkan hidup orang percaya di tengah dunia yang penuh ketidakpastian. Tanpa jangkar itu, kita mudah terombang-ambing oleh berita buruk, penderitaan, atau kehilangan arah. Petrus menulis kepada orang-orang Kristen yang sedang mengalami tekanan dan penganiayaan agar mereka tidak menyerah pada rasa takut, tetapi berpegang pada pengharapan yang hidup. Pengharapan itu bukan hasil dari optimisme manusia, melainkan lahir dari kebangkitan Kristus yang memberi dasar kokoh bagi iman kita. Ketika pikiran kita diarahkan kepada Kristus yang bangkit, kita mendapatkan kekuatan untuk menghadapi badai kehidupan. Surat 1 Petrus ditujukan kepada jemaat-jemaat di Asia Kecil yang sedang mengalami penderitaan karena iman mereka. Di tengah tekanan itu, Petrus tidak menawarkan pelarian, melainkan mengingatkan mereka akan sumber pengharapan sejati yaitu kebangkitan Kristus. Dalam ayat 3, ia menegaskan bahwa “menurut rahmat-Nya yang besar, Allah telah melahirkan kita kembali kepada suatu pengharapan yang hidup.” Pengharapan ini bukan ide abstrak, melainkan realitas baru yang lahir dari karya Allah yaitu hidup yang telah ditebus dan dijamin oleh kuasa kebangkitan Kristus. Karena kita telah dilahirkan kembali melalui kebangkitan Kristus, maka cara berpikir kita harus dituntun oleh pengharapan yang hidup bukan oleh ketakutan, tetapi oleh keyakinan akan janji Allah yang kekal. Karena Kristus telah bangkit dan memberi kita hidup yang baru, maka kita dipanggil untuk memandang hidup ini dengan pola pikir yang berpengharapan dengan menilai segala sesuatu dari perspektif kekekalan, bukan dari keterbatasan dunia. Pengharapan Kristen tidak meniadakan penderitaan, tetapi menafsirkan penderitaan dalam terang kebangkitan. Kita belajar melihat setiap kesulitan bukan sebagai akhir, melainkan sebagai bagian dari perjalanan menuju kemuliaan yang kekal. Dalam dunia yang mudah putus asa, orang percaya dipanggil menjadi pembawa pengharapan: tetap setia, tetap bersyukur, tetap menatap ke depan karena Kristus hidup. Ketika pikiran kita dituntun oleh pengharapan sorgawi, kita tidak lagi dikendalikan oleh rasa takut, melainkan dikuatkan oleh kasih dan janji Allah yang tidak tergoyahkan.“Seperti jangkar yang menahan kapal di tengah badai, pengharapan meneguhkan hidup orang percaya di tengah dunia yang penuh ketidakpastian."Pertanyaan untuk direnungkan:1. Apakah selama ini saya menilai hidup lebih banyak dari sudut pandang dunia yang sementara, atau dari pengharapan kekal yang dijanjikan Kristus? Mengapa?2. Langkah nyata apa yang dapat saya ambil minggu ini untuk menumbuhkan pola pikir berpengharapan—baik dalam menghadapi masalah pribadi maupun dalam menguatkan orang lain yang sedang lemah?
腓立比書2:5-82:5 你們當以基督耶穌的心為心。2:6 祂本有神的形像、不以自己與神同等為強奪的.2:7 反倒虛己、取了奴僕的形像、成為人的樣式.2:8 既有人的樣子、就自己卑微、存心順服、以至於死、且死在十字架上。謙卑的心如同埋藏在地底下看不見的根,卻又能支撐整棵樹的生命。沒有了根,無論樹幹有多麼強壯,樹仍然會倒。我們屬靈的生命也是如此: 沒有謙卑的心,所有虔誠和服事都容易因驕傲而崩潰。保羅邀請腓立比會眾,也邀請我們,當以基督的心為心, 基督甘願卑微自己,不是因軟弱,而是出於愛。在這崇尚聲望和成功的世界裡,謙卑成為已被基督塑造的思想明顯的記號。保羅在監獄寫了腓立比書,然而這書信充滿了喜樂也呼籲人們活在合而為一和謙卑之中。腓立比教會面臨內部的緊張局勢這威脅了基督身體的合一。為此,保羅樹立了至高無上的榜樣那就是基督自己,雖然、“祂本有神的形像、不以自己與神同等為強奪的,反倒虛己。”上帝成為人來到世上為要拯救祂的子民。這就是基督的道成肉身,基督的心意是為愛謙卑自己,而不是為了名望。因此,腓立比的會眾需要效法基督的思想方式,祂甘願虛己,以愛服事,即使必須受苦也要順服上帝。因為基督已經為愛謙卑自己,同樣我們也被呼籲擁有同樣的思想。謙卑, 順服, 並甘願不求任何回報的服事。謙卑不僅是溫和的態度,更是一種內在的決定將上帝的旨意和他人的利益置於自己的利益之上。世界教導我們要用權利和認可來維持自尊; 但基督卻展現了截然相反的教導,祂透過虛己榮耀上帝。在任何關係中,無論是家庭關係、服事或工作關係,謙卑都能促進和平與合一。當我們學習像基督一樣的去思想,我們就不再追求自己的榮譽,而開始成為他人愛的管道。“謙卑不是貶低自己的想法,而是少一點為自己設想。” (安德烈.莫瑞)作者 : 椰嘉達基督徒會堂寶麗斯佈道所 – 蘇興智牧師翻譯 : 鄭愛群默想的問題 :1. 在我的人際關係和服事中,我是否仍然追求認可和被尊重而不是甘願像基督一樣謙卑? 什麼原因?2. 本周我可以採取那些措施來在態度,言語,和對待他人的行為上效法基督的謙卑?
Nats Alkitab : Filipi 2:5-8Penulis : Pdt. Rony SofianKerendahan hati bagaikan akar yang tersembunyi di bawah tanah—tidak terlihat, namun menopang seluruh kehidupan pohon. Tanpa akar itu, pohon akan tumbang, sekuat apa pun batangnya. Demikian pula kehidupan rohani: tanpa kerendahan hati, segala kesalehan dan pelayanan akan mudah roboh oleh kesombongan. Paulus mengajak jemaat Filipi, dan juga kita, untuk memiliki pikiran yang sama seperti Kristus—yang rela merendahkan diri, bukan karena lemah, melainkan karena kasih. Dalam dunia yang mengagungkan gengsi dan pencapaian, kerendahan hati menjadi tanda paling jelas dari pikiran yang sudah dibentuk oleh Kristus. Surat Filipi ditulis Paulus dari penjara, namun sarat dengan sukacita dan panggilan untuk hidup dalam kesatuan dan kerendahan hati. Jemaat Filipi menghadapi ketegangan internal yang mengancam kesatuan tubuh Kristus. Untuk itu, Paulus menempatkan teladan tertinggi yaitu Kristus sendiri, yang “walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya.” Allah telah turun ke dalam dunia menjadi manusia demi menyelamatkan umat-Nya. Inilah inkarnasi Kristus dan pikiran Kristus adalah pikiran yang menundukkan diri demi kasih, bukan demi gengsi. Oleh sebab itu, jemaat Filipi perlu meneladani pola pikir Kristus yang rela mengosongkan diri, melayani dengan kasih, dan menaati Allah sekalipun harus menanggung penderitaan. Karena Kristus telah merendahkan diri demi kasih, maka kita pun dipanggil untuk memiliki pola pikir yang sama—rendah hati, taat, dan rela melayani tanpa pamrih. Kerendahan hati bukan sekadar sikap lembut, melainkan keputusan batin untuk menempatkan kehendak Allah dan kepentingan sesama di atas kepentingan diri. Dunia mengajarkan bahwa harga diri harus dipertahankan dengan kekuasaan dan pengakuan; tetapi Kristus menunjukkan jalan sebaliknya: Ia memuliakan Bapa melalui pengosongan diri. Dalam setiap relasi—keluarga, pelayanan, atau pekerjaan—kerendahan hati menumbuhkan damai dan kesatuan. Ketika kita belajar berpikir seperti Kristus, kita berhenti mencari kehormatan bagi diri sendiri dan mulai menjadi saluran kasih bagi orang lain.“Kerendahan hati bukanlah berpikir rendah tentang diri sendiri, tetapi berpikir lebih sedikit tentang diri sendiri.”—Andrew MurrayPertanyaan untuk direnungkan:1. Apakah dalam relasi dan pelayanan saya, saya masih lebih sering ingin diakui dan dihormati daripada rela merendahkan diri seperti Kristus? Apa penyebabnya?2. Langkah apa yang dapat saya ambil minggu ini untuk meneladani kerendahan hati Kristus dalam sikap, perkataan, dan tindakan terhadap orang lain?
羅馬書12:112:1 所以弟兄們、我以神的慈悲勸你們、將身體獻上、當作活祭、是聖潔的、是神所喜悅的.你們如此事奉、乃是理所當然的。我們的思想就像一面鏡子。當指向世界時, 它反映出來的是暫時性的; 當指向基督時, 它反映出來的是榮耀性的。保羅提醒說更新的生命始於更新的思想。這個世界試圖用它的價值觀來塑造我們,決定什麼是重要的、成功的或有價值的。然而被聖靈更新的思想要從上帝的角度來看待一切。當我們效法基督的思想時, 我們的生命就會朝著祂美善, 喜悅和完美的旨意而改變。這就是真生命的奧秘。在羅馬書12章標誌著保羅書信的轉折點, 從救恩的神學解釋到作為蒙救贖之人應有的實際蒙召的生活 (1-11章)。談到關於上帝的憐憫之後,保羅邀請會眾將身體和思想當作活祭獻上。“不要效法這個世界”, 意味著要拒絕以我為中心的價值觀, 驕傲, 以及尋找短暫的享樂.相反的, 保羅也強調“轉化”的過程也就是聖靈在我們裡面的更新, 而這更新是改變我們思想, 判斷, 和決策的。這種更新並非出於人的努力,而是上帝的恩典在信徒裡面的作為。因此, 真正的基督徒生活始於更新的思想,使得與神的旨意相合而非跟世界的模式相符。更新的思想不僅僅是觀點的改變,更是人生命方向的改變。世界不斷的置入利己的價值觀,但基督呼召我們來用愛, 真理, 和盼望的眼鏡來看待一切。這個過程並非一蹴可及, 而是需要透過靈修操練, 聽上帝的道, 禱告, 默想, 和順服聖靈的引導。因為真正基督徒的生命始於思想的更新,所以我們每天要讓上帝的道和聖靈來更新我們看待生命的方式。當我們的思想被更新,我們就能在每個決定中認出上帝的旨意,我們的生命也能在這黑暗的世界中反映出基督的愛與真理。“基督徒生命中的主要爭戰發生在思想中”約翰.斯托得作者 : 椰嘉達基督徒會堂寶麗斯佈道所 – 蘇興智牧師翻譯 : 鄭愛群默想的問題 :1. 這世上的那些價值觀仍然影響著我的思想,判斷和對某件事的決定?2. 今天我可以採取那些步驟使我的思想更多的被上帝的話語而非世界的壓力所塑造?
Nats Alkitab : Roma 12:1Penulis : Pdt. Rony SofianPola pikir kita bagaikan cermin. Bila diarahkan pada dunia, ia memantulkan kesementaraan; bila diarahkan pada Kristus, ia memantulkan kemuliaan. Paulus mengingatkan bahwa pembaruan hidup dimulai dari pembaruan pikiran. Dunia ini berusaha membentuk kita dengan nilainya sendiri—menentukan apa yang dianggap penting, sukses, atau berharga. Namun pikiran yang diperbarui oleh Roh Kudus menilai segalanya dari sudut pandang Allah. Di situlah rahasia hidup yang sejati: ketika kita belajar berpikir seperti Kristus, maka hidup kita pun akan berubah menuju kehendak-Nya yang baik, berkenan, dan sempurna. Surat Roma pasal 12 menandai titik perubahan besar dalam surat Paulus—dari penjelasan teologis tentang anugerah keselamatan (pasal 1-11) menuju panggilan hidup praktis sebagai orang yang telah ditebus. Setelah berbicara tentang belas kasihan Allah, Paulus mengundang jemaat untuk mempersembahkan tubuh dan pikiran mereka sebagai persembahan yang hidup. “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini,” berarti menolak pola nilai yang berpusat pada diri sendiri, kesombongan, dan pencarian kenikmatan fana. Sebaliknya, Paulus menekankan proses “transformasi" (metamorphousthe) yaitu pembaruan batiniah oleh Roh Kudus yang mengubah cara kita berpikir, menilai, dan memutuskan sesuatu. Pembaruan ini bukan hasil usaha manusia, melainkan karya anugerah Allah dalam diri orang percaya. Jadi, hidup Kristen sejati dimulai dari pembaruan pikiran yang menuntun pada keselarasan dengan kehendak Allah—bukan dengan pola dunia. Pembaruan pikiran bukan sekadar perubahan pendapat, tetapi perubahan arah hidup. Dunia terus menanamkan nilai-nilai yang menekankan kepentingan diri, namun Kristus memanggil kita untuk menilai segala sesuatu dengan kacamata kasih, kebenaran, dan pengharapan. Proses ini tidak terjadi sekali jadi, melainkan melalui disiplin rohani—mendengarkan firman, berdoa, merenung, dan menaati pimpinan Roh Kudus. Karena hidup Kristen sejati dimulai dari pembaruan pikiran, maka setiap hari kita perlu membiarkan firman dan Roh Kudus memperbarui cara kita melihat hidup ini. Ketika pikiran diperbarui, kita mulai mengenali kehendak Allah di tengah setiap keputusan, dan hidup kita menjadi cerminan kasih serta kebenaran Kristus di dunia yang gelap.“"Pertempuran dalam kehidupan orang Kristen terutama terjadi di dalam pikiran."—John StottPertanyaan untuk direnungkan:1. Nilai-nilai apa dari dunia ini yang masih memengaruhi cara saya berpikir, menilai, atau memutuskan sesuatu?2. Langkah apa yang bisa saya lakukan hari ini agar pikiran saya semakin dibentuk oleh firman Tuhan dan bukan oleh tekanan dunia?
哥羅西書3:1-43:1 所以你們若真與基督一同復活、就當求在上面的事.那裡有基督坐在神的右邊。3:2 你們要思念上面的事、不要思念地上的事。3:3 因為你們已經死了、你們的生命與基督一同藏在神裡面。3:4 基督是我們的生命、祂顯現的時候、你們也要與祂一同顯現在榮耀裡。 C.S.路易斯曾說,"把目標鎖定在天國,你將連地上的也會得到; 若只將目標鎖定在地上,你將兩者皆失”。當我們的心思意念只專注於世界,我們就失去了在基督裡真正的榮耀。因此,保羅勸勉我們重新調整我們的眼光將我們所有的心思意念和心願轉向於復活並掌權的基督。這才是我們真正的生命所在 – 不在於我們所擁有的,而在於榮耀的耶穌。保羅寫信給當時正在被異端一些貶低基督至高地位並透過律法,儀式,和蜜傳知識提供了代替性的靈性道路虛假教導所動搖的歌羅西會眾。保羅提醒他們說: 錯誤的思想模式會誤導人生方向。在第三章中,保羅引導他們回歸信仰的核心那就是他們在基督裡的新身分。“你們與基督一同復活了”,這意味著舊的生活已過,他們現在擁有新的方向,新的價值觀,和新目標。他們生活的關注不再於地上暫存的事,而是在於天上散放基督榮耀的事。這不僅是行為上的改變,更是身分和思想模式的轉化。因我們已經與復活榮耀的基督合而為一,所以我們也必須被基督調正心態,而不是被世界塑造。信徒的生命始於被更新的心思意念。世人或許以外顯來評斷成功,但基督看重的是那顆以永恆為導向的心。思念天上的事不表示我們忽略了世界,而是要從屬天的角度來看待世界。意思是我們工作,服事,和建立關係不是為了尋求認可,而是為了榮耀神。我們的每一個決定,價值觀,和生活目標應當反映出我們在基督裡的身份,而不是在世人眼裡的身份。“把目標鎖定在天國, 你將連地上的也會得到; 若只將目標鎖定在地上, 你將兩者皆失。” C.S. 路易斯作者 : 椰嘉達基督徒會堂寶麗斯佈道所 – 蘇興智牧師翻譯 : 鄭愛群默想的問題 :1. 我目前的思想方式是否更受到世俗價值觀的影響還是受復活的基督裡的身份影響? 為什麼?2. 本周我可以採取那些步驟來訓練我的思維能專注於天上的事並從基督的角度來看待一切?
Nats Alkitab : Kolose 3:1-4Penulis : Pdt. Rony SofianC. S. Lewis pernah berkata, “Aim at heaven and you will get earth thrown in; aim at earth and you get neither,” — “Arahkan hidupmu pada surga, maka kamu akan mendapatkan dunia juga; tetapi arahkan hidupmu pada dunia, maka kamu akan kehilangan keduanya.” Ketika hati dan pikiran hanya terpaut pada dunia, kita kehilangan kemuliaan sejati yang ada di dalam Kristus. Karena itu, Paulus menasihati agar kita menata kembali cara pandang kita dan mengarahkan seluruh pikiran dan hasrat kepada Kristus yang telah bangkit dan berkuasa. Di sanalah letak hidup sejati kita—bukan pada apa yang kita miliki, tetapi pada Kristus yang mulia. Paulus menulis surat kepada jemaat Kolose yang sedang diguncang ajaran palsu yang merendahkan keunggulan Kristus dan menawarkan jalan spiritual alternatif melalui hukum, ritual, dan pengetahuan rahasia. Paulus mengingatkan mereka: pola pikir yang salah akan menyesatkan arah hidup. Dalam pasal 3 ini, Paulus mengarahkan mereka kembali pada inti iman yaitu identitas mereka yang baru di dalam Kristus. “Kamu telah dibangkitkan bersama Kristus,” artinya hidup lama telah berlalu—mereka kini memiliki arah, nilai, dan tujuan yang baru. Fokus hidup mereka bukan lagi pada perkara duniawi yang fana, tetapi pada hal-hal surgawi yang memancarkan kemuliaan Kristus. Hal ini bukan sekadar perubahan perilaku, melainkan transformasi identitas dan cara berpikir. Karena kita pun telah dipersatukan dengan Kristus yang bangkit dan mulia, maka pola pikir kita juga harus diluruskan oleh Kristus, bukan dibentuk oleh dunia. Hidup orang percaya dimulai dari pembaruan pikiran. Dunia mungkin menilai kesuksesan dari apa yang tampak, tetapi Kristus memandang hati yang berorientasi pada kekekalan. Mengarahkan pikiran kepada hal-hal di atas bukan berarti mengabaikan dunia, tetapi melihat dunia dengan perspektif surgawi. Artinya, kita bekerja, melayani, dan berelasi bukan untuk mencari pengakuan, tetapi untuk memuliakan Tuhan. Setiap keputusan, nilai, dan tujuan hidup kita seharusnya mencerminkan siapa kita di dalam Kristus—bukan siapa kita di mata dunia.“Arahkan hidupmu pada surga, maka kamu akan mendapatkan dunia juga; tetapi arahkan hidupmu pada dunia, maka kamu akan kehilangan keduanya.” —C. S. LewisPertanyaan untuk direnungkan:1. Apakah pola pikir saya saat ini lebih banyak dibentuk oleh nilai-nilai dunia atau oleh identitas saya di dalam Kristus yang telah bangkit? Mengapa?2. Langkah apa yang bisa saya ambil minggu ini untuk melatih pikiran saya memusat pada hal-hal sorgawi dan melihat segala sesuatu dari perspektif Kristus?
提摩太前書 4 : 7 4:7 只是要棄絕那世俗的言語、和老婦荒渺的話、在敬虔上操練自己。敬拜是人與上帝親近的一種方式, 即與上帝團契, 與上帝建立關係, 表達感恩, 懺悔罪過, 並為我們迄今為止的一切行為舉止懇求饒恕。敬拜不限於主日敬拜而已,但也在我們跟隨主耶穌的過程,透過我們日常生活中的行為舉止體現出來: 我們是否已經宣告基督住在我們心裏呢? 我們渴望與上帝相遇, 與上帝團契, 而這一切都需要韌性; 因此, 我們需要操練自己。我們與上帝的關係越親密, 我們就越成長, 也越渴望與祂親近, 並在祂跟前過正直的生活。真正的表現是在主日敬拜中體現出來, 那時我們已預備好自己, 渴望聆聽上帝的話語,並想與祂交談。操練敬拜能使我們有恆心跟隨上帝,並聆聽祂的話語。故此,我們所理解的真理使我們的生活變得更有意義,也不再受到曾經陶染過我們的各種神靈和傳統風俗的影響。 “自我操練對於養成良好的習慣非常有幫助。”作者 : 椰嘉達基督徒會堂卡蒂尼堂會 – 梁友明傳道翻譯 : 蔡立基默想的問題 :1. 我最近的敬拜是如何進行的呢?我做得好嗎?正確嗎?2. 我應該採取哪些步驟才能更好地跟隨上帝呢?























