Discover
Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta
3955 Episodes
Reverse
詩篇103 : 8-14103:8 耶和華有憐憫、有恩典、不輕易發怒、且有豐盛的慈愛。103:9 祂不長久責備、也不永遠懷怒。103:10 祂沒有按我們的罪過待我們、也沒有照我們的罪孽報應我們。103:11 天離地何等的高、祂的慈愛向敬畏祂的人、也是何等的大。103:12 東離西有多遠、祂叫我們的過犯、離我們也有多遠。103:13 父親怎樣憐恤他的兒女、耶和華也怎樣憐恤敬畏祂的人。103:14 因為祂知道我們的本體、思念我們不過是塵土。某一天,有一個人背著大背包行走在路上。背包裡裝著石頭。每塊石頭代表了過去的過犯,例如令人遺憾的話語,錯誤的決定,和無法被接受的失敗。一開始祂想,”我必須為這一切負責。”但當祂走得越遠,祂的腳步越重,呼吸開始喘,生活的喜樂也消失了。別人看祂行走,卻沒有人知道祂背了多重的擔子。我們常常像那樣生活。本該放下的過去我們卻依然背負著。不是因為神強迫我們背負,而是因為我們不敢放下。詩篇103篇提醒我們說上帝的意念不是讓我們一生都活在罪孽裡。祂是有憐憫,有恩典,使我們的過犯遠離我們的距離如同東離西那麼遠的神。 上帝不會總是提起我們過去的過錯。祂不按照我們的罪孽待我們。祂的愛給了我們悔改,恢復,並再次與祂同行的機會。詩人將上帝描述為憐恤祂兒女的父親,了解我們軟弱的,也知道我們只不過是塵土。上帝並沒有要求我們要完美。祂了解我們是有限的,祂卻依然選擇愛我們。這樣的愛恢復了我們的自尊並給了我們勇氣往前行。今天主沒有說, “記住你所有的過犯.” 主說, “記住我那使你得著恢復的愛.” 主的愛不僅是赦免,但也釋放。祂呼籲我們從過去的牢獄出來朝向被恢復的生命。讓我們繼續活在這真理中。阿們。“上帝的愛勝過我們的過犯,祂的恩典賜給我們新的未來”作者 : 椰嘉達基督徒會堂喜盛喜地堂會 – 鄒艷妮傳道翻譯 : 鄭愛群默想的問題 :1. 今天,神邀請你將生命的那個部分交託給祂好讓你被祂的愛來醫治?2. 本周你可以採取那些信心的行動來表明你的生命已經被神的愛所釋放?
Nats Alkitab : Mazmur 103:8-14Penulis : G.I. Yanni ZouSuatu hari ada seorang yang berjalan sambil membawa tas besar di punggungnya. Di dalam tas itu terdapat batu-batu. Setiap batu mewakili satu kesalahan di masa lalu, seperti kata-kata yang disesali, keputusan yang keliru, dan kegagalan yang belum bisa diterima. Awalnya ia berpikir, “Aku harus bertanggung jawab atas semua ini.” Namun semakin jauh ia berjalan, langkahnya semakin berat, napasnya tersengal, dan sukacita hidupnya pun hilang. Orang lain melihatnya berjalan, tetapi tidak mengetahui betapa berat beban yang ia pikul. Sering kali kita hidup seperti itu. Masa lalu yang seharusnya sudah kita tinggalkan justru terus kita bawa. Bukan karena Tuhan memaksa kita memikulnya, melainkan karena kita belum berani melepaskannya. Mazmur 103 mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak pernah merancang kita untuk hidup memikul rasa bersalah seumur hidup. Ia adalah Allah yang penyayang dan pengasih, yang menjauhkan pelanggaran kita sejauh timur dari barat.Allah tidak terus-menerus mengungkit kesalahan masa lalu kita. Ia tidak memperlakukan kita seturut dosa-dosa kita. Kasih-Nya memberi ruang bagi kita untuk bertobat, dipulihkan, dan berjalan kembali bersama-Nya. Pemazmur menggambarkan Tuhan sebagai Bapa yang mengasihi anak-anak-Nya, yang mengerti kelemahan kita dan tahu bahwa kita ini debu. Allah tidak menuntut kesempurnaan dari kita. Ia memahami keterbatasan kita dan tetap memilih untuk mengasihi. Kasih seperti inilah yang memulihkan harga diri dan memberi keberanian untuk melangkah ke depan.Hari ini Tuhan tidak berkata, “Ingatlah semua kesalahanmu.” Tuhan berkata, “Ingatlah kasih-Ku yang memulihkanmu.” Kasih Tuhan tidak hanya mengampuni, tetapi juga membebaskan. Ia memanggil kita keluar dari penjara masa lalu menuju hidup yang dipulihkan. Biarlah kita terus hidup dalam kebenaran ini. Amin. "Kasih Tuhan lebih besar dari kesalahan kita, dan anugerah-Nya memberi kita masa depan yang baru."Pertanyaan untuk direnungkan1. Bagian hidup mana yang Tuhan undang untuk anda serahkan hari ini agar dipulihkan oleh kasih-Nya?2. Langkah iman apa yang dapat anda ambil minggu ini sebagai tanda hidup yang dibebaskan oleh kasih Tuhan?
約翰一書4:194:19 我們愛,因神先愛我們。我們曾經是否感到很難去愛呢?解釋關於愛的理論比在我們的生活中實踐愛容易多了,不是嗎?這種困難常常會出現在當我們遭到別人,甚至我們親近的人的不好的對待之時。為什麼實踐愛如此困難呢? 因為我們常常依靠自己的力量。當我們試著用人的力量去愛時,愛就變成了負擔。當心靈疲倦,情緒耗盡,理智用盡,愛便會停止。那麼,是什麼使我們在任何的情況下都能夠去愛?答案是唯有上帝的愛能夠使我們在任何的情況中去愛。真愛並非來自於人的努力, 一時的情感, 或是好意。真愛來自於上帝, 因為上帝本身就是愛的泉源。沒有經歷過上帝的愛, 人只能有限的, 有條件的, 容易耗盡的去愛.真愛從上帝而來; 祂的愛是完全的, 個人的, 創世以前已存在的, 並且是無比偉大。聖經上說因為愛, 無罪的基督願意替我們成為罪。祂死在十字架上為了贖我們的罪使我們得救。我們從罪人變成義人, 從永遠的死亡得著永生, 從身為上帝的仇敵我們被提升為神的兒女。唯有接受神的愛, 我們才能以真愛去愛。接受基督的愛在我們的生命中是最重要和最嚴肅的決定。當我們來到主的面前, 相信基督時, 我們就與神聯合並得救. 這使我們得以與神建立新的關係, 以致我們以新的方式來愛神, 愛鄰舍, 和愛我們自己.因神先愛我們, 我們才有力量去愛。神使我們能夠去愛不是因為我能, 乃是因為神的愛不斷的在我們裡面作工。正如使徒保羅說的, "...使基督因你們的信, 住在你們心裡, 叫你們的愛心, 有根有基, 能以和眾聖徒一同明白基督的愛, 是何等長闊高深, 並知道這愛是過於人所能側度的” (以弗所書3:16-19) 阿們。“我們愛不是因為我們強大, 乃是因為神先愛我們”作者 : 椰嘉達基督徒會堂喜盛喜地堂會 – 鄒艷妮傳道翻譯 : 鄭愛群默想的問題 :1. 你是否試圖靠著自己的力量去愛,還是你已經依靠神的愛?2. 領受主的愛之後你要如何改變你對待他人的方式?
Nats Alkitab : 1 Yohanes 4:19Penulis : G.I. Yanni ZouPernahkah kita merasa sulit untuk mengasihi? Lebih mudah menjelaskan teori tentang kasih daripada mempraktikkannya dalam kehidupan, bukan? Kesulitan itu sering muncul ketika kita mengalami perlakuan buruk dari orang lain, bahkan dari orang-orang terdekat. Mengapa mempraktikkan kasih begitu sulit? Karena sering kali kita mengandalkan kekuatan sendiri. Mengasihi menjadi beban ketika kita mencoba melakukannya dengan tenaga manusia. Saat hati lelah, emosi terkuras, dan pengertian habis, kasih pun berhenti. Lalu, apa yang membuat kita mampu mengasihi dalam keadaan apa pun? Jawabannya adalah hanya kasih Allah yang memampukan kita untuk mengasihi dalam segala keadaan.Kasih sejati tidak lahir dari usaha manusia, emosi sesaat, atau niat baik semata. Kasih sejati berasal dari Allah, karena Allah adalah sumber kasih itu sendiri. Tanpa mengalami kasih Allah, manusia hanya mampu mengasihi secara terbatas, bersyarat, dan mudah habis. Kasih sejati berasal dari Allah; kasih-Nya sempurna, bersifat pribadi, telah ada sebelum dunia dijadikan, dan begitu besar. Alkitab menyatakan bahwa karena kasih, Kristus yang tidak berdosa rela menjadi dosa ganti kita. Ia mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita supaya kita diselamatkan. Dari orang berdosa kita menjadi orang benar, dari kematian kekal kita memperoleh hidup kekal, dari musuh Allah kita diangkat menjadi anak Allah. Hanya dengan menerima kasih Allah, barulah kita dapat mengasihi dengan kasih sejati. Menerima kasih Kristus adalah keputusan terpenting dan paling serius dalam hidup. Ketika kita datang kepada Tuhan dan percaya kepada Kristus, kita dipersatukan dengan Dia dan diselamatkan. Hal ini membawa kita masuk ke dalam relasi yang diperbarui dengan Tuhan, sehingga kita mengasihi Tuhan, mengasihi sesama, dan mengasihi diri sendiri dengan cara yang baru.Karena Allah lebih dahulu mengasihi kita, maka kita memperoleh kekuatan untuk mengasihi. Tuhan memampukan kita untuk terus mengasihi bukan karena kita mampu, melainkan karena kasih Tuhan yang tidak pernah berhenti bekerja di dalam diri kita. Seperti kata Rasul Paulus, “…oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih … supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami betapa lebarnya, panjangnya, tingginya, dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan” (Ef. 3:16–19). Amin. "Kita mengasihi bukan karena kita kuat, tetapi karena kita telah lebih dahulu dikasihi Allah"Pertanyaan untuk direnungkan1. Apakah anda sedang mencoba mengasihi dengan kekuatan sendiri, ataukah anda sudah bersandar pada kasih Tuhan?2. Bagaimana pengalaman menerima kasih Tuhan seharusnya mengubah cara anda memperlakukan orang lain?
彼得前書4:8-114:8 最要緊的是彼此切實相愛.因為愛能遮掩許多的罪。4:9 你們要互相款待、不發怨言.4:10 各人要照所得的恩賜彼此服事、作神百般恩賜的好管家.4:11 若有講道的、要按著神的聖言講.若有服事人的、要按著神所賜的力量服事.叫神在凡事上因耶穌基督得榮耀.原來榮耀權能都是他的、直到永永遠遠。 阿們。許多人將誡命視為壓迫和限制性的必須義務。當我們聽到”必須”這個字, 往往浮現的是負擔, 要求, 和強迫感。但聖經介紹了一個誡命而是使人得釋放的, 那就是彼此相愛。使徒彼得寫這封信給當時活在壓迫, 苦難, 以及在人際關係困中的會眾。在這樣的處境中, 彼得沒有命令他們來報復, 逃避, 或論斷, 反而說 : “最要緊的是彼此切實相愛...”(彼前4:8)。彼得強調說, 愛不是可有可無的或是備用的選擇, 而是首要的。這愛的意思不是膚淺的愛, 而是真誠的愛, 即使受傷仍然持守的愛。這並非意味著容忍罪惡, 而是愛使我們能夠心不懷恨, 不讓傷痕化作仇恨, 也不讓別人的過錯來捆綁我們的心。當我們選擇愛, 他人便能從害怕和拒絕感中得到釋放, 人際關係得以恢復, 而我們自己也能從仇恨, 心痛, 和苦毒中得著釋放。愛不僅釋放他人, 也能使我們的靈魂得著慰藉與舒暢。春節不只是與親朋好友歡聚的節日, 更是成為讓我們可以饒恕, 獻上感恩, 給予和祝福的屬靈機會。這也成為真正實踐愛的誡命最佳時機, 放下傷痛和怨恨, 按著上帝給我們的恩賜和力量成為祝褔的管道。願在這春節期間, 我們不僅慶祝新的一年, 更是慶祝生命因基督的愛得著更新。“愛不是一條壓迫的誡命,乃是一條賦予自由的誡命”作者 : 椰嘉達基督徒會堂喜盛喜地堂會 – 鄒艷妮傳道翻譯 : 鄭愛群默想的問題 :1. 基督的愛是否已經遮蓋了我生命中他人的過錯,或是你仍然選擇耿耿於懷銘記在心? 為什麼?2. 在這春節的期間,上帝想要你可以行出怎樣的饒恕,你需要表達那些感恩,以及你能分享那些祝福?
Nats Alkitab : 1 Petrus 4:8-11Penulis : G.I. Yanni ZouBanyak orang memandang perintah sebagai suatu keharusan yang menekan dan membatasi. Ketika mendengar kata “harus”, seringkali yang muncul adalah beban, tuntutan, dan rasa terpaksa. Namun Alkitab memperkenalkan satu perintah yang justru membebaskan, yaitu perintah untuk mengasihi. Rasul Petrus menulis surat ini kepada jemaat yang sedang hidup dalam tekanan, penderitaan, dan relasi yang tidak mudah. di tengah situasi itu, Petrus tidak memberi perintah untuk membalas, melarikan diri, atau menghakimi, melainkan berkata : “Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh akan yang lain...” (1 Ptr. 4:8)Petrus menegaskan bahwa kasih bukan hal tambahan ataupun pilihan cadangan, melainkan yang terutama. Kasih yang dimaksud bukan kasih yang dangkal, tetapi kasih yang sungguh-sungguh, kasih yang bertahan meskipun disakiti. Bukan berarti menoleransi dosa, tetapi kasih memampukan kita untuk menyimpan dendam, tidak membiarkan luka mengeras menjadi kebencian, dan tidak membiarkan kesalahan orang lain mengikat hati kita. Ketika kita memilih untuk mengasihi, maka orang lain dilepaskan dari rasa takut dan penolakan, relasi dipulihkan, dan kita sendiri dibebaskan dari beban kebencian, sakit hati, dan kepahitan. Kasih bukan hanya membebaskan sesama, tetapi juga melegakan jiwa kita sendiri. Momen imlek bukan hanya sekedar perayaan bahagia bersama orang terkasih, tetapi menjadi kesempatan rohani untuk dapat mengampuni, mengucap syukur, memberi dan memberkati. Ini menjadi saat yang tepat untuk menjalankan perintah mengasihi dengan sungguh-sungguh, untuk melepas luka dan kebencian, menjadi saluran berkat sesuai karunia dan kekuatan yang Tuhan berikan. Kiranya di momen imlek ini, kita tidak hanya merayakan tahun yang baru, tetapi juga hidup yang diperbarui oleh kasih Kristus. “Kasih bukan perintah yang menekan, tetapi perintah yang membebaskan”Pertanyaan untuk direnungkan1. Sudahkah kasih Kristus menutupi kesalahan orang lain dalam hidupku, atau anda masih memilih menyimpan dan mengingatnya? Mengapa?2. Di momen Imlek ini, pengampunan apa yang Tuhan rindu anda lepaskan, ucapan syukur apa yang perlu anda nyatakan, dan berkat apa yang bisa anda bagikan?
詩篇 145:8-10145:8 耶和華有恩惠、有憐憫、不輕易發怒、大有慈愛。145:9 耶和華善待萬民、祂的慈悲、覆庇祂一切所造的。145:10 耶和華阿、祢一切所造的、都要稱謝祢.祢的聖民、也要稱頌祢、這是一個關於新建住宅區的故事。這個住宅區剛建成時, 左右兩戶人家之間並沒有隔牆。有兩位鄰居曾經是好朋友, 經常互相幫助。每逢從家鄉, 海外或其它地方旅遊回來時都總會互贈紀念品。他們情同手足, 每次見面都會說說笑笑。然而, 有一天, 只因爲一場莫名其妙的誤會, 最終變得疏離。如今形同陌路, 互不往來, 甚至一方決定在兩家之間築起一堵高牆, 並說: “我不想再跟你打招呼, 更不想再看到你的臉!” 這堵牆不僅隔開了他們的家園,也隔開了他們的心。這個故事提醒我們, 當我們的看法, 種族, 宗教, 抉擇抑或意見不同時, 我們常常會築起高牆, 不是用石頭砌成的, 而是用偏見, 仇恨以及不信任築成的。其實, 牆壁根本就無法真正保護我們; 相反, 它卻限制了愛, 並阻礙了愛, 使我們與他人疏遠, 以致於他人無法看到, 並無法感受到我們榮耀上帝的生命見證。詩篇145篇是普世性的, 呼召萬物來永遠稱頌上帝的名。尤其第9節肯定了上帝的良善和慈愛惠及萬民。這裡的 “萬”一詞意義非常廣泛, 不僅指以色列人, 而是指全人類和祂所創造的一切。此外, 這篇詩篇還有兩個重要的結構功能。首先, 詩篇145篇是大衛所寫最後一組詩篇 (詩篇138-145篇)的最後一篇。其次, 此詩篇也是(詩篇145-150篇) 這組結尾讚美詩的序曲。第10節經文包含了兩個共同的承諾, 即來自“你一切所造”的所有受造物和 “你所愛的一切”忠誠信徒。自創世以來, 上帝的愛就超越了人為的界限。上帝並非只愛一種膚色, 一個民族抑或一種語言。祂將對全人類的愛編織在祂創造的宏偉網絡之中, 在生命的每個環節中都蘊含著祂那溫柔而堅定的愛, 將萬物連繫在一起。這幅圖景展現了上帝積極地將祂的良善和慈愛無條件地, 不偏待地施予祂所有的受造物。由此可見, 上帝的愛並非侷限於某一群體的面孔。祂恩待所有的人, 並祂所創造的一切。正是這份愛喚醒我們去愛上帝, 因爲祂的愛先臨到每個人。詩篇作者邀請我們仰望上帝非凡的愛, 即祂充滿恩典, 憐憫, 忍耐和堅定不移的愛。然而, 人們常常忽略的一句話是:上帝善待萬民, 而這句話卻肯定了上帝的愛是無限的; 祂不僅愛祂所揀選的以色列人, 也愛全人類和祂所創造的一切。儘管人類常常限制自己的愛, 但在上帝的愛裡, 面孔, 地位, 背景或品格都無關緊要。我們往往傾向於愛那些與我們擁有相同觀點, 信念或立場的人。愛所有的人不只是待人友善, 更是將基督的愛帶入我們的周遭。愛那些與自己不同的人並非容易, 尤其是面對那些曾傷害過我們的, 與我們意見相左的, 甚至與我們作對的人。上帝希望我們能像太陽一樣愛所有人, 有意識地決定不偏待地散發出上帝的愛。願這篇詩篇能溫柔地引導我們認識到上帝的良善和慈愛是普世性的, 不分面孔, 也沒受任何限制。問題是: 我們是否仍在生活中限制這份愛? 上帝的愛是不受教派, 信條抑或人的配得所限制的。上帝的愛是普世性的, 不是因爲所有的人都是一樣的, 而是上帝用同樣愛的眼光看待所有的人。祂愛世人, 不是因爲他們是否配得, 而是因為祂的本質就是愛。祂差遣耶穌基督來到世上, 並非只是為了一個民族, 而是“叫一切信祂的, 不致滅亡, 反得永生”(約翰福音3:16)。當我們敞開自己去愛那些與我們不同的人時, 我們就參與上帝透過無界限的愛來拯救這世界的工作。“如果我們口口聲聲說愛上帝, 卻不彼此相愛, 那麼我們的愛就變得毫無意義了!”(大衛.艾利)作者 : 椰嘉達基督徒會堂芝比濃堂會 – 李永豐牧師翻譯 : 蔡立基默想的問題 :1. 你是否已經向與你不同的人體現了上帝的愛?你是如何體現的呢?2. 你是否因爲思想觀念、背景抑或地位的差異而一直迴避著某人呢?
Nats Alkitab : Mazmur 145:8-10Penulis : Pdt. Firdaus LieAda sebuah kisah tentang perumahan baru yang pada awal pembangunannya tidak memiliki tembok pemisah antara rumah tetangga kiri dan kanan. Dua tetangga ini hidup bersahabat, sering saling membantu, berbagi oleh-oleh saat pulang dari kampung, dari luar negeri, atau dari perjalanan lainnya. Mereka sangat akrab, kerap bercanda dan tertawa bersama setiap kali berjumpa. Namun, suatu hari karena kesalahpahaman, hubungan mereka mulai merenggang. Mereka tidak lagi akrab, hingga salah satu memutuskan membangun tembok tinggi di antara rumah mereka sambil berkata, “Aku tidak mau menyapa dan melihat wajahmu.” Tembok itu bukan hanya memisahkan rumah mereka, tetapi juga memisahkan hati mereka. Kisah ini mengingatkan kita bahwa ketika berbeda pendapat, suku, agama, pilihan, atau cara pandang, kita sering kali membangun tembok—bukan dari batu, melainkan dari prasangka, kebencian, dan ketidakpercayaan. Padahal tembok tidak pernah benar-benar melindungi kita; sebaliknya, ia justru mengurung kasih, menghambatnya, dan menjauhkan kita dari kasih kepada sesama, sehingga orang lain tidak dapat melihat dan merasakan kesaksian hidup kita yang memuliakan Tuhan.Mazmur 145 bersifat universal dan mengajak seluruh ciptaan untuk memuji nama Allah selama-lamanya. Secara khusus, ayat 9 menegaskan bahwa kebaikan dan kasih Allah menjangkau semua orang. Kata “semua” di sini bersifat sangat inklusif, bukan hanya bangsa Israel, melainkan seluruh umat manusia dan seluruh ciptaan-Nya. Selain itu, mazmur ini memiliki dua fungsi struktural penting. Pertama, Mazmur 145 adalah mazmur terakhir yang berkaitan dengan Daud (Mzm. 138–145). Kedua, mazmur ini menjadi mazmur pujian pertama dari rangkaian mazmur penutup (Mzm. 145–150). Pada ayat 10 terdapat dua komitmen bersama, yakni dari seluruh ciptaan “segala karya-Mu” dan dari umat setia “segala orang yang Kaukasihi”. Sejak awal dunia, kasih Allah telah mengalir melintasi batas-batas yang diciptakan manusia. Allah tidak mengasihi hanya satu warna kulit, satu bangsa, atau satu bahasa. Ia menenun kasih-Nya kepada seluruh umat manusia dalam satu jalinan besar ciptaan-Nya, dan pada setiap benang kehidupan, kasih-Nya hadir—lembut namun kuat—menyatukan segalanya. Inilah gambaran Allah yang aktif menyalurkan kebaikan dan kasih-Nya kepada seluruh ciptaan tanpa batas dan tanpa pilih kasih. Dari sini terlihat bahwa kasih Allah tidak terbatas pada satu kelompok wajah saja. Ia baik kepada semua orang dan seluruh ciptaan-Nya. Kasih inilah yang menyadarkan kita untuk mengasihi Allah, karena kasih-Nya lebih dahulu menyapa semua orang. Pemazmur mengajak kita memandang kasih Allah yang luar biasa: pengasih, penyayang, panjang sabar, dan penuh kasih setia. Namun, bagian yang sering luput dari perhatian adalah pernyataan, “Tuhan itu baik kepada semua orang,” yang menegaskan bahwa kasih Allah tidak terbatas; Ia bukan hanya mengasihi Israel sebagai umat pilihan-Nya, tetapi juga seluruh manusia dan ciptaan-Nya. Dalam kasih Allah tidak ada perbedaan yang dibatasi oleh wajah, status, latar belakang, atau karakter, meskipun manusia sering kali justru membatasi kasihnya sendiri. Kita cenderung lebih mudah mengasihi mereka yang sependapat, seiman, atau sejalan dengan kita. Mengasihi semua orang bukan sekadar bersikap manis, melainkan menghadirkan kasih Kristus di sekitar kita. Mengasihi mereka yang berbeda tidaklah mudah, terlebih ketika berhadapan dengan orang yang pernah melukai, tidak sepaham, atau bahkan menentang kita. Allah menghendaki kita mengasihi seperti matahari yang bersinar bagi semua orang, sebuah keputusan sadar untuk memancarkan kasih Allah tanpa pilih kasih.Biarlah Mazmur ini menuntun kita dengan lembut untuk menyadari bahwa kebaikan dan kasih Allah bersifat universal, tidak mengenal perbedaan wajah dan tidak dibatasi oleh apa pun. Pertanyaannya, apakah kita masih membatasi kasih itu dalam hidup kita?
約翰福音 13:34-3513:34 我賜給你們一條新命令、乃是叫你們彼此相愛.我怎樣愛你們、你們也要怎樣相愛。13:35 你們若有彼此相愛的心、眾人因此就認出你們是我的門徒了。有一次在主日學課堂上, 一位老師給孩子們每人一根線, 接著說: “你們每次幫助了你們的朋友們, 說好話或者饒恕他們時, 就把這根線繫在他們的手上。” 起初, 孩子們只把線繫在自己喜歡的朋友手上。後來, 老師說: “上帝命令我們要愛所有的人。愛是命令, 而不是選擇。”過後, 孩子們開始把線繫在任何人的手上, 甚至包括那些不太好相處的朋友。他們的手漸漸地被這些線連繫在一起, 編織成了一張愛的網。許多人對愛的理解僅限於浪漫抑或情感層面, 而非聖經中的愛。其實, 聖經中記載了許多關於彼此相愛的命令。尤其值得一提的是, 使徒約翰的著作極其強調愛; “愛”這個詞在約翰福音1至12章中出現了12次, 到了13至21章中, 出現次數竟達到44次。在第13章時, 耶穌已經離十字架道路越來越近了。日子即將來臨, 耶穌與門徒們共進最後晚餐, 也就是說, 受難前夕的氣氛越來越緊張了. 主耶穌用實際行動教導了愛的真諦, 祂為門徒們洗腳, 宣告猶大將會出賣祂, 也預言彼得會否認祂, 然而, 祂卻從未停止對他們的愛。當時, 耶穌並沒強調教義, 而是以身作則實踐愛。祂賜下了一條極具挑戰性的新命令, 就是: 你們要彼此相愛, 像我愛你們一樣。” 這條命令被稱為“新誡命”(entolē kainē), 這裡所謂的“新”並非指在時間上剛發生, 而是指其性質和標準上的新, 即基於犧牲的愛. 這種愛體現在為門徒們洗腳, 饒恕彼得和猶大, 以及回應上帝的愛,並在十字架上犧牲。主耶穌帶來了一種根植於上帝愛和恩典的全新生活方式。要能夠愛那些難以相處, 令人討厭, 甚至傷害我們的人, 我們首先必須先經歷並理解上帝的愛。衡量標準很明確, 即祂怎麼愛我們, 我們也怎麼去愛 (第34節下半)。讓我們不僅用理論來表達愛, 更要在每日生活中, 以熱愛生活的態度做出重複的抉擇來展現愛。讓愛成為我們信仰的本質, 學習效法基督如何去愛, 不只是愛那些忠於祂的人,也愛那些背叛祂, 否認祂的人。願我們生命中的每一步, 每一句話, 每一個動作都成為愛的指引, 讓世人目睹耶穌真實地活在我們裡面。“愛上帝吧!即使當別人令你大失所望時,祂也會使你能去愛他們。”(法蘭辛.里弗斯)作者 : 椰嘉達基督徒會堂芝比濃堂會 – 李永豐牧師翻譯 : 蔡立基默想的問題 :1. 你是否很真誠地愛他人還是只是在一切順利時才愛呢? 為什麼?2. 愛是一種必須遵守的屬靈義務, 而不僅是個人的選擇, 你如何看待此觀點呢?
Nats Alkitab : Yohanes 13:34-35Penulis : Pdt. Firdaus LieSuatu kali di sebuah kelas Sekolah Minggu, seorang guru memberikan sehelai benang kepada anak-anak dan berkata, “Ikatkan benang ini kepada teman setiap kali kalian menolong, berkata baik, dan mengampuni.” Pada awalnya, anak-anak hanya memberikan benang kepada teman yang mereka sukai. Kemudian guru itu berkata, “Tuhan memerintahkan kita untuk mengasihi semua orang. Kasih adalah perintah, bukan pilihan.” Setelah itu, anak-anak mulai memberikan benang kepada siapa saja, bahkan kepada teman yang sulit diajak bermain. Perlahan-lahan, tangan mereka terikat satu sama lain oleh benang-benang tersebut, membentuk sebuah jaring kasih.Banyak orang memahami kasih hanya dalam konteks romantis atau perasaan, bukan kasih alkitabiah. Alkitab justru memuat begitu banyak perintah untuk mengasihi sesama. Secara khusus, tulisan Rasul Yohanes menekankan kasih dengan sangat kuat; kata “kasih” muncul dua belas kali dalam pasal 1–12 Injil Yohanes dan meningkat menjadi empat puluh empat kali dalam pasal 13–21. Dalam pasal 13, Yesus semakin dekat kepada salib. Waktunya hampir tiba, dan suasana malam sebelum penyaliban, saat perjamuan malam terakhir bersama para murid, semakin memuncak. Tuhan Yesus mengajarkan inti kasih dengan tindakan nyata: Ia membasuh kaki para murid, menyatakan bahwa Yudas akan mengkhianati-Nya, dan mengetahui bahwa Petrus akan menyangkal-Nya, namun Ia tidak pernah membatalkan kasih-Nya kepada mereka. Pada saat itu, Yesus tidak menekankan doktrin, melainkan mengajarkan kasih dan langsung mempraktikkannya. Ia memberikan perintah yang menantang, yaitu “kasihilah seorang akan yang lain, seperti Aku telah mengasihi kamu.” Perintah ini disebut sebagai “perintah baru” (entolē kainē), bukan baru dalam arti waktu, melainkan baru dalam kualitas dan standarnya, yakni kasih yang berlandaskan pengorbanan. Kasih ini dinyatakan melalui pembasuhan kaki, pengampunan terhadap Petrus dan Yudas, serta pengorbanan di kayu salib sebagai respons terhadap kasih Allah. Tuhan Yesus memperkenalkan cara hidup baru, yaitu hidup yang berakar dalam kasih dan anugerah Allah. Untuk dapat mengasihi orang-orang yang sulit, menyebalkan, dan melukai, kita terlebih dahulu harus mengalami dan memahami kasih Allah. Ukurannya jelas: kita mengasihi seperti Dia telah mengasihi kita (ay. 34b).Marilah kita menunjukkan kasih bukan hanya melalui teori, melainkan melalui keputusan yang diambil dan diulang setiap hari dalam sikap hidup mengasihi. Jadikanlah kasih sebagai identitas iman kita, dengan belajar mengasihi seperti Kristus, yang tidak hanya mengasihi mereka yang setia, tetapi juga mereka yang mengkhianati dan menyangkal-Nya. Biarlah setiap langkah, perkataan, dan perbuatan dalam hidup kita menjadi pantulan kasih itu, sehingga dunia melihat bahwa Yesus sungguh hidup di dalam kita.“Kasihilah Allah dan Dia akan memampukanmu untuk mengasihi orang lain bahkan ketika mereka mengecewakanmu”. ( Francine Rivers)Pertanyaan Untuk Direnungkan:1. Apakah Anda sungguh-sungguh mengasihi orang lain atau hanya mengasihi ketika semua berjalan dengan baik? Mengapa?2. Apa pendapat mu tentang mengasihi sebagai kewajiban rohani yang harus ditaati bukan hanya sekadar pilihan pribadi?
馬太福音 5:43-455:43 你們聽見有話說、“當愛你的鄰舍、恨你的仇敵。”5:44 只是我告訴你們、要愛你們的仇敵.為那逼迫你們的禱告。5:45 這樣、就可以作你們天父的兒子.因為他叫日頭照好人、也照歹人、 降雨給義人、也給不義的人。 他那間佈置得優雅美觀的客廳裡,掛著幾幅書法作品。其中一幅吸引了我的目光,題詞是: 愛化恨時。下面則寫著一首詩: “恨起於心影,愛生自心柔。若心常懷愛,恨消化作秋。” 翻譯出來的意思是: “仇恨源自於剛硬的心,愛則增長於柔軟的心。當心被愛守護時,仇恨最終也會化作如秋日般美麗的和平。”《恨你的仇敵》這句話源自於墮落人類的傳統,而非上帝。因此,上帝命令說: “要愛你們的仇敵!”。恨某人, 某個群體, 某個種族抑或某個國家都是一種罪。主耶穌透過祂的話語糾正了這種仇恨的罪, 祂說: “要愛你們的仇敵, 為那逼迫你們的禱告。”(第44 節)。耶穌在登山寶訓中命令我們不要恨人, 而要愛所有人, 包括我們的仇敵, 因爲他們仍是我們的同胞。愛在耶穌眼裡不只是一種內在的感覺, 而是一種需要具體的真實行動。愛的誡命不僅在於消除仇恨, 更在於讓基督的愛柔化那被仇恨麻木的心。“恨”這個詞形容的是一顆剛硬或頑梗的心, 而在希臘文中則用“miseō”這一詞, 意味著憎恨或敵對, 即一種積極的拒絕態度, 並不想向他人行善。主耶穌教導的愛是能穿透痛苦和創傷的, 也能開啟新的大門而不重蹈覆轍; 不僅僅修復關係而已, 還能恢復身份。溫柔的愛猶如陽光融化冰雪那樣柔化了仇恨。世人教導報復, 但主耶穌卻教導饒恕。仇恨在十字架前失去其力量了, 因爲上帝的愛在那裡擁抱著成為朋友, 則使罪人成為祂的兒女。主耶穌並不以實用主義的理論教導人有關愛, 因為愛就是真理, 即愛到人心最卑微的地步。真愛是不挑三揀四的, 更何況在上帝裡是沒有仇恨的. 首先, 主耶穌教導他們要為仇敵禱告(第44節下半), 好讓他們能悔改, 就如祂在十字架上的禱告那樣: “赦免他們, 因為他們不知道自己在做什麼!” (路加福音23:34) 其次, 主耶穌強調要以實際行動向他們行善 (第43節)。單單禱告是不夠的, 善行必須付諸行動, 因爲上帝已為我們樹立了好榜樣, 祂賜予所有人雨露和陽光, 無一例外。我們身為上帝的兒女, 我們被呼籲要效法充滿慈愛的天父憑愛心行事 (以弗所書5:1-2; 約翰一書4:7-12)。讓我們在自己心中彰顯上帝的愛, 而非仇恨, 並效法祂的榜樣生活。愛你們的仇敵,並非取決於他們的身份是誰, 也不取決於他們是如何待我們的, 因爲無論何人, 何時, 何種情況下, 我們都被呼籲去愛, 而非恨。這證明了我們的心已被上帝更偉大並且戰勝了仇敵的愛所感動。願上帝的愛引領我們不要以仇恨回應仇恨, 而是以禱告和善行來回應仇恨, 使世界能夠透過我們的生活看到上帝愛的光輝。“仇恨無法消除仇恨,唯有愛才能做到。”(馬丁路德金恩)作者 : 椰嘉達基督徒會堂芝比濃堂會 – 李永豐牧師翻譯 : 蔡立基默想的問題 :1. 你生活中是否還有一個你至今仍難以原諒或視他為仇敵的人呢?他是誰?2. 你通常是如何回應仇恨的呢?是以愛來回應抑或以仇恨來回應呢?
Nats Alkitab : Matius 5:43-45Penulis : Pdt. Firdaus LieDi ruang tamunya yang estetis tergantung beberapa lukisan sastra kaligrafi. Salah satu di antaranya menarik perhatian saya, yaitu tulisan: 爱化恨时 (Kasih melembutkan kebencian). Di bawahnya tertulis sebuah puisi: “恨起于心影,爱生自心柔。若心常怀爱,恨消化作秋.” Terjemahan bebasnya dalam bahasa Indonesia adalah: “Kebencian lahir dari hati yang mengeras, kasih tumbuh dari hati yang lembut. Bila hati dijaga oleh kasih, kebencian luluh menjadi damai seindah musim gugur.” Ungkapan “bencilah musuhmu” berasal dari tradisi manusia yang telah jatuh ke dalam dosa, bukan dari Allah. Karena itu Allah justru memerintahkan, “Kasihilah musuhmu.”Membenci seseorang, suatu kelompok, suku, atau bangsa adalah dosa. Dosa kebencian ini diluruskan oleh Tuhan Yesus melalui pernyataan-Nya, “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (ay. 44). Dalam Khotbah di Bukit, Tuhan Yesus memerintahkan kita untuk tidak membenci sesama, melainkan mengasihi semua manusia, termasuk musuh, karena mereka tetap tergolong sebagai sesama manusia. Di mata Tuhan Yesus, kasih bukan sekadar perasaan di dalam hati, melainkan tindakan nyata yang membutuhkan bukti konkret. Perintah kasih bukan hanya menyingkirkan kebencian, tetapi membiarkan kasih Kristus melembutkan hati yang keras dari kebencian. Kata “恨” (hen) menggambarkan hati yang keras atau kaku, sedangkan dalam bahasa Yunani digunakan kata miseō, yang berarti membenci atau memusuhi, yaitu sikap aktif menolak dan tidak mau berbuat baik kepada orang lain. Tuhan Yesus mengajarkan kasih yang menembus rasa sakit dan luka, kasih yang membuka pintu baru tanpa mengulang luka lama, serta kasih yang memulihkan identitas, bukan sekadar relasi. Kasih yang lembut mencairkan kebencian seperti matahari yang melelehkan es. Dunia mengajarkan pembalasan, tetapi Tuhan Yesus mengajarkan pengampunan. Di hadapan salib, kebencian kehilangan kuasanya, sebab di sanalah kasih Allah merangkul musuh menjadi sahabat dan pendosa menjadi anak-Nya. Tuhan Yesus tidak mengajarkan kasih karena alasan pragmatis atau manfaat semata, melainkan karena itulah yang benar, yaitu mengasihi sampai pada titik terendah. Kasih sejati tidak memilih-milih dan di dalam Allah tidak ada kebencian. Pertama, Tuhan Yesus mengajarkan tindakan mendoakan mereka (ay. 44b), agar mereka bertobat, seperti doa-Nya di kayu salib: “Ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Luk. 23:34). Kedua, Tuhan Yesus menekankan tindakan nyata berbuat baik kepada mereka (ay. 43). Doa saja tidak cukup; kebaikan harus diwujudkan, karena Allah telah memberi teladan dengan memberikan hujan dan sinar matahari kepada semua orang tanpa terkecuali. Sebagai anak-anak Allah, kita dipanggil untuk hidup meneladani Bapa yang penuh kasih (Ef. 5:1–2; 1 Yoh. 4:7–12).Marilah kita menunjukkan kasih Allah yang ada di dalam diri kita, bukan kebencian, dan hidup mengikuti teladan-Nya. Mengasihi musuh tidak ditentukan oleh identitas siapa orang itu atau bagaimana sikapnya terhadap kita, sebab siapa pun, kapan pun, dan dalam keadaan apa pun, kita dipanggil untuk mengasihi dan tidak membenci. Inilah bukti bahwa hati kita telah disentuh oleh kasih Allah yang lebih besar dan telah mengalahkan kebencian. Kiranya kasih Allah menuntun kita untuk tidak membalas kebencian dengan kebencian, melainkan menjawabnya dengan doa dan perbuatan baik, sehingga dunia dapat melihat terang kasih Allah melalui hidup kita. “Kebencian tidak bisa mengusir kebencian; hanya kasih yang bisa melakukannya”(Martin Luther Jr.)Pertanyaan Untuk Direnungkan:1. Apakah ada orang tertentu dalam hidup Anda yang masih sulit Anda ampuni atau Anda pandang sebagai musuh? Siapa?2. Bagaimana Anda biasanya menanggapi kebencian dengan kasih atau dengan balasan?
使徒行傳 10 :34-3510:34 彼得就開口說、我真看出神是不偏待人。10:35 原來各國中、那敬畏主行義的人、都為主所悅納。我曾經學過中醫診斷學。在課程的最後階段,學習重點是在於觸摸手腕來區分異常脈搏及其徵兆。這種觸診方法是透過用寸, 關, 尺三指按壓脈搏,來感受脈搏的細微變化,從而判斷心跳率。檢查分為三個壓力層級:表面壓力、中層壓力、深層壓力。手腕上的每個手指位置都代表著一個特定的身體器官。健康脈搏的感覺是強勁的,節律是有規律的,按壓尺穴時,根部感覺穩定。觸診這門藝術需要長期訓練才能掌握得好,以便能區分各種患者的病症。然而,有一條絕對、無需研究、並絕不能被遺忘掉的原則,那就是不能根據患者的背景來區分患者的身份。這是中醫專業畢業生應有的職業道德。這項原則及其重要,因爲在這個因各種差異而日益分裂的世界裡,我們也會經常不知不覺的,因種族, 民族, 文化, 語言甚至社會地位而生成隔閡。在 “使徒行傳” 第10章中,基督福音突破了一切隔閡和身份的藩籬。上帝向彼得啟示,祂的愛超越一切,救恩不只是臨到了猶太人,也將會臨到外邦人。當時的教會仍帶有濃厚的地域性,尚未完全成為普世性的教會,因此,這起事件標誌著教會歷史上一個重要的新篇章。那起事件講述了一位名叫哥尼流的義大利營的百夫長,他並非猶太人,卻對與自己不同的人充滿愛心。與之形成鮮明對比的是,身為猶太人的彼得卻認為自己是不可與非猶太人結交來往的,甚至不許可進入他們的家中 (使徒行傳10:28)。這種信念源自於申命記7:1-5的解讀, 而這段經文其實只是針對當代的迦南人。當時的猶太人認為只有他們才是上帝的選民,配得救贖的恩典,而非猶太人則遭受鄙視, 不配得到愛。故此, 當時許多猶太基督徒只向猶太人傳講福音, 這並不足為奇, 正如使徒行傳11章19節所記載的那樣. 正是這種觀點使彼得沒預備好讓上帝使用他向哥尼流傳講福音。故此, 上帝不得不透過異象間接開導彼得,不該把外邦人視為不潔淨的、不配得救贖的恩典,抑或無需向他們傳講福音。上帝的恩典是超越文化界限的,惠及所有人。首先, 上帝開導彼得用祂愛的眼睛去看, 彼得就開口說: “我真看出上帝是不偏待人的.” (34節) 透過這件事, 彼得終於醒悟了上帝的愛和救恩是公平地賜予所有人的。上帝的愛引導我們意識到每個人都是上帝的創造物, 都犯了罪,都需要祂的恩典。第二, 上帝的愛是普世性的 (第35節), 並非排他性的, 而是包容性的, 且惠及所有人。主耶穌在祂服事撒瑪利亞人(約翰福音4章), 醫治羅馬百夫長的兒子 (馬太福音8章), 稱讚迦南婦人的信心 (馬太福音15章) 以及許多其它事件中都闡明了這一點。要明白,沒有人會被剝奪聽到福音的權利。上帝的愛超越文化和傳統的界限,教會蒙召成為超越一切界限的愛的管道。現今,我們被呼籲成為一個超越文化、語言和傳統差異、表達愛的團體。因此,讓我們毫無例外地向所有人傳講福音。教會必須見證基督超乎一切差異的愛,以致我們不再根據他人的地位來看待他們,而是根據基督平等的愛來看待所有的人。“上帝是愛,作為純粹的愛,祂總是包容一切,而我相信我們也是如此。”(瑪麗亞.瓦斯奎茲)作者 : 椰嘉達基督徒會堂芝比濃堂會 – 李永豐牧師翻譯 : 蔡立基默想的問題 :1. 我們為何要珍惜身邊的多元性,並且無論對方背景如何我們都要服事他們?2. 請說說你為何願意傳講上帝合一包容的愛,而不是造成分裂的愛呢?
Nats Alkitab : Kisah Para Rasul 10:34-35Penulis : Pdt. Firdaus LieSaya pernah mempelajari diagnostika pengobatan TCM (Traditional Chinese Medicine). Pada tahap terakhir, pembelajaran difokuskan pada palpasi untuk membedakan denyut nadi abnormal dan indikasinya melalui sentuhan di pergelangan tangan. Palpasi ini dilakukan untuk mengidentifikasi detak jantung melalui variasi halus mutu dan tekstur denyut nadi dengan menggunakan tiga jari, yaitu cun (寸), guan (关), dan chi (尺). Pemeriksaan dilakukan pada tiga tingkatan tekanan, yakni permukaan atau superfisial, tekanan sedang, dan tekanan dalam. Setiap posisi jari pada pergelangan tangan merepresentasikan organ tubuh tertentu. Denyut yang sehat terasa padat, berirama teratur, dan memiliki akar yang kokoh ketika ditekan kuat pada posisi chi (尺). Seni palpasi ini membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dikuasai agar mampu membedakan berbagai sindrom pasien. Namun, ada satu prinsip yang bersifat mutlak, tidak perlu dipelajari, dan tidak boleh dilupakan, yaitu tidak membedakan status pasien berdasarkan asal-usulnya. Inilah etika profesi seorang praktisi lulusan Traditional Chinese Medicine. Prinsip ini menjadi penting karena di dunia yang semakin terpecah oleh berbagai perbedaan, sering kali tanpa sadar kita membangun sekat-sekat berdasarkan suku, ras, budaya, bahasa, hingga status sosial.Dalam Kisah Para Rasul pasal 10, Injil Kristus hadir untuk meruntuhkan semua sekat dan tembok status. Allah menyatakan kepada Petrus bahwa kasih-Nya melampaui perbedaan dan bahwa keselamatan tidak hanya diperuntukkan bagi orang Yahudi, tetapi juga bagi bangsa-bangsa lain. Pada masa itu, jemaat masih bercorak partikular dan belum sepenuhnya menjadi jemaat universal, sehingga peristiwa ini menjadi babak baru yang sangat penting dalam sejarah gereja. Dikisahkan seorang perwira Italia bernama Kornelius, yang bukan orang Yahudi, namun menunjukkan kasih kepada sesama yang berbeda. Sebaliknya, Petrus sebagai orang Yahudi memegang keyakinan bahwa ia tidak boleh bergaul, bahkan masuk ke rumah orang non-Yahudi (Kis. 10:28). Keyakinan ini berakar dari penafsiran terhadap Ulangan 7:1–5 yang sesungguhnya hanya ditujukan kepada bangsa Kanaan. Orang Yahudi pada masa itu menganggap bahwa hanya mereka yang dipilih Allah dan berhak menerima keselamatan, sementara orang non-Yahudi dipandang hina dan tidak layak dikasihi. Tidak mengherankan jika banyak orang Kristen Yahudi pada waktu itu hanya memberitakan Injil kepada sesama orang Yahudi, seperti terlihat dalam Kisah Para Rasul 11:19. Pandangan inilah yang membuat Petrus belum siap dipakai Tuhan untuk memberitakan Injil kepada Kornelius. Oleh karena itu, Petrus harus diajar langsung oleh Tuhan melalui penglihatan agar memahami bahwa ia tidak boleh menganggap orang non-Yahudi sebagai najis, tidak layak menerima kasih karunia, atau tidak perlu diinjili. Kasih karunia Allah menembus batas budaya untuk semua orang. Pertama, Allah mengajar Petrus untuk melihat dengan mata kasih-Nya, “Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang” (ay. 34). Melalui peristiwa ini, Petrus memahami bahwa kasih dan keselamatan dari Allah diperuntukkan bagi semua orang secara setara. Kasih Allah menuntun kita untuk memandang setiap manusia sebagai ciptaan Allah yang sama-sama telah jatuh ke dalam dosa dan sama-sama membutuhkan anugerah-Nya. Kedua, kasih Allah bersifat universal (ay. 35), bukan eksklusif, melainkan inklusif dan menjangkau semua orang. Hal ini telah dinyatakan oleh Tuhan Yesus melalui pelayanan-Nya kepada orang Samaria (Yoh. 4), penyembuhan anak perwira Romawi (Mat. 8), serta pujian terhadap iman perempuan Kanaan (Mat. 15), dan banyak peristiwa lainnya.Sadarilah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berhak mendengarkan Injil. Kasih Allah melampaui tembok budaya dan tradisi, dan gereja dipanggil menjadi wadah kasih yang menembus semua batas tersebut.
哥羅西書 3:12-143:12 所以你們既是神的選民, 聖潔蒙愛的人, 就要存憐憫, 恩慈, 謙虛, 溫柔, 忍耐的心。3:13 倘若這人與那人有嫌隙、總要彼此包容、彼此饒恕.主怎樣饒恕了你們、你們也要怎樣饒恕人。3:14 在這一切之外、要存著愛心.愛心就是聯絡全德的。這是一個有關一位睿智父親有趣的故事. 有一天, 他給了兒子一袋釘子,接著便說: “每當你難以原諒與你意見不合的人時, 就把一根釘子釘在後院的柵欄上。第一天, 兒子釘了許多釘子, 因爲他不願意饒恕,所以動不動就生氣。接下來的日子裡, 他開始學會克制自己, 並學會了饒恕別人。最終,有一天, 他走到父親跟前, 並說: “爸爸, 我不需要釘釘子了. 我已學會饒恕了.” 他父親臉帶笑容地說: “好啊! 你現在就把你之前所釘的釘子全都拔出來吧!” 兒子照著父親的吩咐去做, 但拔完所有的釘子後, 卻發現柵欄上留下了許多小孔。他父親又微笑著對他說: “孩子, 當你傷害了與你不同的人, 並拒絕饒恕他們時, 他們的心就猶如這道柵欄傷痕累累的。然而, 當你饒恕他們時, 愛就會療癒那些創傷。那就是上帝的愛: 不僅在於饒恕, 更是在於聯絡全德,並塑造美好品格。使徒保羅反對那些故意過著孤自生活,並脫離現實生活的基督徒。基督教本質上是社群性的,被描繪成由眾多肢體組成的基督身體, 是一個立約的子民,也是一個相互連結的社群.保羅教導兩個合而為一的基礎, 即彼此饒恕的愛, 以及將一切差異都聯繫起來的愛. 倘若沒有這兩個基礎, 饒恕便無法顯示, 因爲基督的饒恕是徹底的, 是白白賜予那些願意饒恕他人的人.“主怎樣饒恕了你們, 你們也要怎樣饒恕人.”(13節下)。保羅所使用的“饒恕”(charizomai) 一詞與恩典(charis) 是密切相關的,強調饒恕源自於與主耶穌有著美好的經歷,而不受與他人痛苦經歷的限制。首先,我們在基督裡擁有了新身份,並被祂的愛所聯繫起來 (12-13節)。基督門徒是新造的人,即一個根本性的認同,並是彼此饒恕生活的基礎和動機。著重點在於人際關係方面,倘若發生怨恨, 要穿上憐憫, 恩慈 , 謙虛 , 溫柔, 忍耐的心,總要彼此包容,互相饒恕。“穿上”(endyno/endysasthe) 這一詞意味著持續不斷地更新, 猶如每天穿上新衣一樣,也就是說,持續穿上新人。其次,基督的愛是最重要的聯繫, 祂將所有不同的都融合為一個統一的整體,使信徒群體能和諧運作。故此, 基督的愛被稱為 “完美的聯繫”, 因爲人間的愛永遠不足以創造完美的和諧, 必須不斷地被基督的愛聯繫起來. 基督是一切, 又在一切之內, 並包含饒恕之愛。讓我們意識到,基督門徒的實際呼召是在多元化的群體中活出新人,並存著彼此饒恕和將我們聯繫起來的愛! 就是這種新身份使我們能夠彼此饒恕,並反映出上帝早已先愛我們,且饒恕了我們。活在上帝的愛中,能塑造出全新的品格,故此,使人在與不同背景的人建立關係時,社會地位就不再是互相饒恕的障礙了。上帝的愛打破了一切的隔閡, 並軟化了剛硬的心。“唯有上帝才能打破當今社會中種族和國籍的隔閡。”(葛培理)作者 : 椰嘉達基督徒會堂芝比濃堂會 – 李永豐牧師翻譯 : 蔡立基默想的問題 :1. 什麼原因導致人們不願意饒恕他人的過錯?2. 我們為何要饒恕那些傷害過我們的人呢?我們又以什麼為依據接受別人的饒恕呢?
Nats Alkitab : Kolose 3:12-14Penulis : Pdt. Firdaus LieAda satu kisah menarik tentang seorang ayah yang bijaksana. Suatu hari ia memberi anaknya sekantong paku sambil berkata, “Setiap kali kamu sulit mengampuni orang yang berbeda dengan kamu, tancapkan satu paku di pagar kayu halaman belakang rumah.” Pada hari pertama, anak itu memaku sangat banyak paku karena ia sering marah dan tidak mau mengampuni. Hari-hari berikutnya ia mulai belajar menahan diri dan mengampuni orang lain. Akhirnya, suatu hari ia datang kepada ayahnya dan berkata, “Ayah, aku sudah tidak perlu menancapkan paku lagi. Aku sudah belajar mengampuni.” Ayahnya tersenyum dan berkata, “Sekarang cabutlah semua paku yang sudah kamu tancapkan.” Anak itu menuruti perintah tersebut, tetapi setelah semua paku dicabut, ia melihat banyak lubang di pagar. Ayahnya kembali tersenyum dan berkata, “Nak, saat kamu menyakiti orang lain yang berbeda dengan kamu dan tidak mau mengampuninya, hatinya akan terluka seperti pagar ini. Namun, saat kamu mengampuni, kasih itu menutupi luka. Itulah kasih Allah: bukan hanya mengampuni, tetapi juga menjadi pengikat yang menyatukan perbedaan dan membentuk sifat-sifat yang baik.”Rasul Paulus menentang orang-orang Kristen tertentu yang sengaja hidup menyendiri dan menjauhkan diri dari kehidupan nyata. Kekristenan pada hakikatnya bersifat komunal, digambarkan sebagai tubuh Kristus yang memiliki banyak anggota, umat perjanjian, dan komunitas yang saling terkait. Paulus mengajarkan dua dasar kebersamaan, yaitu kasih yang saling mengampuni dan kasih sebagai pengikat yang menyatukan perbedaan. Tanpa kedua dasar ini, pengampunan tidak mungkin terwujud, sebab pengampunan Kristus bersifat radikal dan cuma-cuma bagi mereka yang mau mengampuni orang lain. “Sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian” (ay. 13b). Kata “mengampuni” (charizomai) yang digunakan Paulus berkaitan erat dengan kasih karunia (charis), menekankan pengampunan yang lahir dari pengalaman manis bersama Tuhan Yesus dan tidak dibatasi oleh pengalaman pahit dengan sesama. Pertama, kita memiliki status di dalam Kristus dan diikat oleh kasih-Nya (ay. 12–13). Murid Kristus adalah manusia baru yang telah diperbarui, sebuah identitas fundamental yang menjadi dasar dan motivasi untuk hidup saling mengampuni. Penekanannya terletak pada aspek relasional, seperti mengenakan belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, kesabaran, dan saling mengampuni apabila terjadi dendam. Kata “mengenakan” (endyno/endysasthe) menyiratkan perubahan terus-menerus, seperti mengenakan pakaian baru setiap hari, yaitu mengenakan manusia baru secara berkelanjutan. Kedua, kasih Kristus adalah pengikat yang paling utama, yang mempersatukan perbedaan menjadi satu kesatuan yang utuh agar komunitas orang percaya dapat berfungsi dengan baik. Kasih Kristus disebut sebagai “pengikat kesempurnaan” karena kasih manusia tidak pernah cukup untuk menciptakan keharmonisan yang sempurna dan harus terus-menerus diikat oleh kasih Kristus. Kristus adalah semua dan di dalam semua, termasuk kasih yang mengampuni.Marilah kita menyadari bahwa panggilan praktis bagi murid Kristus adalah hidup sebagai manusia baru di dalam komunitas yang beragam, dengan kasih yang saling mengampuni dan kasih yang mengikat kita menjadi satu. Status identitas baru inilah yang memampukan kita untuk saling mengampuni, sebagai cerminan bahwa Allah telah lebih dahulu mengasihi dan mengampuni kita. Hidup di dalam kasih Allah membentuk karakter yang diperbarui, sehingga dalam membangun relasi dengan orang yang berbeda, status sosial tidak lagi menjadi penghalang untuk saling mengampuni. Kasih Allah telah meruntuhkan sekat-sekat perbedaan dan melunakkan hati yang keras. “Hanya Allah yang bisa menghancurkan penghalang ras dan kebangsaan yang memecah-belah manusia saat ini “. (Billy Graham)
啟示錄 7:97:9 此後、我觀看、見有許多的人、沒有人能數過來、是從各國各族各民各方來的、站在寶座和羔羊面前、身穿白衣、手拿棕樹枝.我有一次到一個會友家探訪時,注意到客廳的牆上掛著一張全家福照片或海報,擺放得既美觀又雅緻。海報上完整地展現了三代同堂,即祖父母、父母親、子女以及孫子們,構成了一個看似完美、典型的家庭形象。由此,讓我聯想起並幻想出一幅上帝國度大家庭的照片或海報,它是由不同的種族、國籍和語言組成的,所有的人都藉基督的寶血而得蒙救贖。我們膚色各異,文化和背景不同,卻因同一信仰、同一份愛和同一位上帝而合而為一。我們當中有亞洲、非洲、歐洲、美國面孔;遍佈世界各地的上帝子民身穿白袍,侍立在上帝羔羊的寶座前。這樣的景象看起來遠比那掛在客廳上的家庭合照更為壯觀,因爲它散發出一種人類家庭照片合集無可比擬的優雅氣質。這張描繪上帝家庭照片合集展示了真正天國的上帝子民,他們在屬靈上也為現今的教會樹立了榜樣和根基。我們過去都來自不同的背景;有些人曾經生活在貧困中,有些人則生活在富裕中;大家也都來自不同的種族;有些人來自鄉村、城市抑或島嶼。如今,臉上洋溢著同一份愛的眾人都藉著基督在十字架上所流的寶血而合而為一。教會中的團契並非是相似之人的團契,而是那些正在被塑造效法基督的人的團契。這正是基督在我們彼此差異中將我們合而為一的團契。在基督裡,愛不再有差異,不再有隔閡,因爲所有人都是上帝的兒女。我們身為上帝的選民、君尊的祭司和聖潔的國度,都聚集在一個家中下,同享聖餐。這張上帝國度大家庭照片合集描繪了來自各族、各國、各民、各方的人侍立在上帝和既是創造者又是救贖者羔羊的寶座前。這幅圖景象徵普世教會,它囊括了所有蒙救贖的世人,直到世界的末了。在天上是沒有隔閡和區別的,因爲即使人們來自不同的國家、種族、民族和語言,他們都是上帝的子民,共同經歷了上帝羔羊救贖的大工。他們歡欣鼓舞地慶祝祂的勝利,並敬拜三位一體的上帝。由此我們得知,基督裡的愛不僅在於愛那些與我們相同的人, 也在於接納和尊重那些與我們不同的人。讓我們像上帝國度的大家庭一樣生活,尊重上帝為我們創造的差異, 彼此相愛,不是因爲我們相同,而是因為我們藉著基督的愛而合而為一, 祂也按照我們的本相接納了我們。上帝的愛從不質疑我們是誰,而是指引我們明白基督的愛接納並珍惜我們之間的每一種差異。因著祂的愛和恩典, 我們成為上帝國度的大家庭, 即便彼此不相同,各有差異,但都蒙受同樣的恩典。“人類之美在於我們的差異。即便我們各不相同,但都同樣寶貴。”(德斯蒙德.圖圖) 作者 : 椰嘉達基督徒會堂芝比濃堂會 – 李永豐牧師翻譯 : 蔡立基默想的問題 :1. 當你發現自己在上帝大與眾不同的照片中時,你有何感受呢?2. 你是否仍有不願意接納或尊重那些與你不相同的種族抑或民族的信徒呢?
Nats Alkitab : Wahyu 7:9Penulis : Pdt. Firdaus LieSuatu kali saat berkunjung ke rumah jemaat, saya melihat foto atau poster keluarga terpasang di dinding ruang tamu secara estetis dan elegan. Poster tersebut menampilkan tiga generasi lengkap—kakek-nenek, ayah-ibu, anak-anak, beserta cucu-cucu—yang menggambarkan keluarga stereotipikal yang tampak sempurna. Dari situ saya teringat dan membayangkan sebuah foto atau poster Keluarga Besar Kerajaan Allah yang terdiri dari berbagai suku, bangsa, dan bahasa yang berbeda, yang semuanya telah ditebus oleh darah Kristus. Kita berbeda warna kulit, budaya, dan latar belakang, tetapi bersatu dalam satu iman, satu kasih, dan satu Tuhan. Ada yang berwajah Asia, Afrika, Eropa, Amerika; umat Allah di seluruh dunia mengenakan jubah putih dan berdiri di hadapan takhta Anak Domba Allah. Gambaran ini tampak jauh lebih estetis dibandingkan poster keluarga yang tergantung di dinding ruang tamu kita, karena memancarkan keanggunan yang tidak ditemukan dalam poster keluarga manusiawi.Gambaran poster keluarga Allah ini menunjukkan umat Allah di surga yang sesungguhnya, yang secara rohani juga menjadi patron dan gambaran dasar gereja pada masa kini. Dahulu kita datang dari latar belakang yang berbeda-beda: ada yang pernah hidup dalam kemiskinan atau kekayaan, berasal dari suku yang berbeda, dari desa, kota, maupun pulau-pulau. Kini semua tersenyum dalam satu kasih yang telah dipersatukan oleh darah Kristus yang tercurah di atas kayu salib. Persekutuan di gereja bukanlah persekutuan orang-orang yang serupa, melainkan orang-orang yang sedang diserupakan dengan Kristus. Inilah persekutuan yang disatukan oleh Kristus di tengah perbedaan. Di dalam Kristus tidak ada lagi perbedaan dalam hal mengasihi; tidak ada lagi jarak, karena semua adalah anak-anak Allah. Kita berkumpul dalam satu rumah dan satu meja Perjamuan Kudus sebagai umat pilihan Allah, imamat rajani, dan bangsa yang kudus. Poster Keluarga Besar Kerajaan Allah menampilkan orang-orang dari segala suku, bangsa, kaum, dan bahasa yang berdiri di hadapan takhta Allah dan Anak Domba sebagai Pencipta dan Penebus. Inilah gambaran gereja universal yang mencakup seluruh umat tebusan dari segala bangsa hingga akhir zaman.Di surga tidak ada pemisahan dan perbedaan, sebab meskipun semua orang berasal dari berbagai bangsa, suku, kaum, dan bahasa, mereka adalah umat Allah yang bersama-sama telah mengalami karya penebusan Anak Domba Allah. Mereka bersukacita merayakan kemenangan-Nya dan menyembah Allah Tritunggal. Dari sini kita belajar bahwa kasih di dalam Kristus bukan hanya mengasihi yang sama, tetapi juga menerima dan menghargai yang berbeda. Marilah kita hidup sebagai Keluarga Besar Kerajaan Allah yang saling menghargai perbedaan yang telah Allah ciptakan dan saling mengasihi bukan karena kita sama, melainkan karena kita telah disatukan oleh kasih Kristus yang menerima setiap kita apa adanya. Kasih Allah tidak mempersoalkan siapa kita, tetapi mengarahkan kita untuk melihat bahwa kasih Kristus telah menerima dan menghargai setiap perbedaan. Di dalam kasih dan oleh anugerah-Nya, kita adalah satu Keluarga Besar Kerajaan Allah—tidak sama, berbeda-beda, tetapi sama-sama menerima anugerah yang sama. “Keindahan manusia terletak pada perbedaan kita. Kita semua berbeda, namun semua sama berharganya“. (Desmond Tutu)Pertanyaan Untuk Direnungkan:1. Apa perasaanmu ketika Anda termasuk salah satu foto keluarga Allah yang berbeda dengan yang lain? 2. Apakah Anda masih menaruh perasaan tidak mau menerima atau tidak menghargai saudara seiman yang tidak sama suku dan ras?
路加福音 10 : 25-2710:25 有一個律法師、起來試探耶穌說、夫子、我該作甚麼纔可以承受永生。10:26 耶穌對他說、律法上寫的是甚麼.你念的是怎樣呢。10:27 他回答說,“你要盡心, 盡性, 盡力, 盡意, 愛主你的神. 又要愛鄰舍如同自己.” “鐵血戰士: 殺戮之地”由丹特拉享伯格執導, 以荒涼的荒野為背景, 呈現了極富創意的動作場面和令人驚嘆的視覺奇觀。這部電影中的角色各來自不同的背景, 例如美國士兵達奇, 以色列狙擊手伊薩貝爾, 日本黑幫劍客漢佐, 俄羅斯士兵尼可拉, 非洲戰士蒙巴薩和墨西哥販毒集團成員庫奇洛。劇中人物蒂亞因截肢, 而象徵著人類的不完整, 因缺乏愛, 以至於無法愛那些與自己不同的人。缺乏對異己的愛, 人就如同蒂亞似的, 變得冷漠無情。上帝創造了多樣性, 但祂從未把其視為問題; 那我們為何又要將其視為問題呢?上帝堅定地命令祂的子民要愛那些與自己不同的人。上帝從未說過, 聖經也從未記載過要 “愛同一種族, 同一宗教, 同一民族, 同一氏族, 同一文化, 同一國籍, 同一膚色抑或同一社會地位的鄰居.” 對人類而言, 愛的法則超越了原始的界限。舊約中, 所有律法的核心都在於盡心, 盡性, 盡力愛上帝, 愛人如己, 正如申命記第6章4至5節以色列的禱文, 和利未記第19章18節所記載的那樣。然而, 如果將“鄰舍”僅僅理解為猶太同胞, 那就誤解了其原意。這意味著在猶太支派之外的人都被認為不配得到愛。撒瑪利亞人自被擄到亞述後, 因與外族通婚融合而被視為不潔, 故此受到猶太人的排斥。猶太人也不願意與其他民族交往,因爲他們認為自己是上帝的選民, 而其他民族則被視為外邦人。甚至連他們當中的法利賽人和撒都該人也拒絕彼此交往。正是在如此的背景下, 主耶穌講述了好撒瑪利亞人的比喻, 藉此解釋了愛的律法本質, 並回答了 “誰是我的鄰舍?” 這道問題。愛上帝並愛鄰舍是基督門徒必須履行的一切順服的基礎 (路加福音10:25-28)。這個比喻強調每個被呼召的信徒要按照上帝的命令和旨意去愛每一個人。醒悟吧! 若不愛上帝,人就無法做任何能討上帝喜悅的事。敬畏上帝的人未必愛上帝, 但愛上帝的人必然會敬畏並順服上帝。愛上帝與愛那些與自己不同的人是息息相關, 密不可分的; 故此, 愛鄰舍正是真心愛上帝的真正確據。一個人不可能愛上帝卻恨那些按照上帝形象和樣式被造的人, 因爲每個人在上帝眼裡都具有相同的價值, 都是寶貴的。“唯有上帝才能賜予我們對鄰舍應有的愛.”(葛培理)作者 : 椰嘉達基督徒會堂芝比濃堂會 – 李永豐牧師翻譯 : 蔡立基默想的問題 :1. 在現實生活中,我們為何難以愛那些與我們不同的人呢?2. 如果你因爲身份抑或種族等原因而遭受歧視,你會有何感想?
Nats Alkitab : Lukas 10:25-27Penulis : Pdt. Firdaus LieFilm Predator: Badlands yang disutradarai oleh Dan Trachtenberg menyajikan aksi yang inventif dan tontonan visual yang memukau dengan latar padang tandus Badlands. Para tokoh dalam film ini berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, seperti Dutch, tentara Amerika Serikat; Isabelle, penembak jitu asal Israel; Hanzo, seorang Yakuza Jepang yang ahli bermain pedang; Nikolai, prajurit dari Rusia; Mombasa, pejuang dari Afrika; serta Cuchillo, anggota kartel dari Meksiko. Tokoh bernama Thia yang kakinya terpotong menggambarkan manusia yang belum utuh karena belum memiliki kasih untuk mengasihi sesama yang berbeda. Tanpa kasih kepada yang berbeda, manusia hanya menjadi separuh, seperti Thia. Allah menciptakan perbedaan dan Dia tidak pernah mempermasalahkannya; mengapa kita justru mempermasalahkannya?Allah dengan tegas memerintahkan umat-Nya untuk mengasihi sesama manusia yang berbeda. Allah tidak pernah berkata—dan Alkitab tidak pernah menuliskan—“kasihilah sesamamu yang sesuku, seagama, seras, semarga, sebudaya, sebangsa, sewarna kulit, atau sestatus sosial.” Hukum kasih kepada manusia melampaui batas-batas primordial. Dalam Perjanjian Lama, inti seluruh hukum Taurat adalah mengasihi Allah dengan segenap hati dan mengasihi sesama seperti diri sendiri, sebagaimana tertulis dalam Ulangan 6:4–5 (Shema Israel) dan Imamat 19:18. Namun, terjadi kesalahan penafsiran ketika “sesama” dipahami hanya sebagai sesama orang Yahudi. Di luar suku Yahudi dianggap tidak layak dikasihi. Orang Samaria, yang dianggap najis karena kawin campur sejak pembuangan ke Asyur, dijauhi. Orang Yahudi juga enggan bergaul dengan bangsa lain karena menganggap diri sebagai bangsa pilihan, sementara bangsa lain dianggap kafir. Bahkan di antara mereka sendiri terdapat kelompok Farisi dan Saduki yang tidak mau berbaur. Dalam konteks inilah Tuhan Yesus menyampaikan perumpamaan tentang orang Samaria yang murah hati untuk menjelaskan inti hukum kasih dan menjawab pertanyaan, “Siapakah sesamaku manusia?”Mengasihi Allah dan mengasihi sesama adalah dasar setiap ketaatan yang harus dilakukan sebagai murid Kristus (Luk. 10:25–28). Perumpamaan ini menegaskan bahwa setiap orang percaya dipanggil untuk mengasihi siapa saja dengan cara yang Allah perintahkan dan kehendaki. Sadarilah, tanpa mengasihi Allah, manusia tidak mungkin melakukan sesuatu yang berkenan kepada-Nya. Orang yang takut kepada Allah belum tentu mengasihi Allah, tetapi orang yang mengasihi Allah pasti takut dan taat kepada-Nya. Mengasihi Allah tidak dapat dipisahkan dari mengasihi sesama yang berbeda; sebaliknya, mengasihi sesama adalah bukti autentik bahwa seseorang sungguh-sungguh mengasihi Allah. Tidak mungkin seseorang mengasihi Allah tetapi membenci manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (imago Dei), sebab setiap orang memiliki nilai yang sama dan berharga di hadapan-Nya.“Hanya Allah yang mampu menyediakan kasih yang harus kita miliki untuk sesama manusia “. (Billy Graham)Pertanyaan Untuk Direnungkan:1. Dalam kehidupan nyata, mengapa kita sulit untuk mengasihi mereka yang berbeda?2. Bagaimana perasaanmu jika Anda berada diposisi dibedakan-bedakan, seperti status atau suku?























