DiscoverMimbar TV
Mimbar TV
Claim Ownership

Mimbar TV

Author: Mimbar TV

Subscribed: 0Played: 0
Share

Description

Inspirasi Surga
23 Episodes
Reverse
Episode kali ini al Ustadz Oemar Mita akan menjelaskan apa penyebab seorang istri menjadi durhaka, bisa santai-santai saja dan tidur nyenyak padahal sudah berbuat dosa besar terhadap suaminya.
Manusia diciptakan Allah dari dua unsur. Unsur yang pertama ialah jasmani atau jasad. Jasmani manusia diciptakan Allah dari tanah. Ia bersifat benda atau materi. Karena itu, kebutuhan jasmani juga berbentuk benda atau materi. Selain itu, jasmani manusia juga dilengkapi dengan hawa nafsu. Hawa nafsu, berarti keinginan dan kecenderungan kejasmanian dan ia tidak mungkin dibunuh kecuali manusia itu sendiri yang mati. Tanpa nafsu manusia tidak akan ada keturunan.
Allah ta'ala berfirman:   وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللَّهَ عَلَى مَا فِي قَلْبِهِ وَهُوَ أَلَدُّ الْخِصَامِ * وَإِذَا تَوَلَّى سَعَى فِي الْأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَ * وَإِذَا قِيلَ لَهُ اتَّقِ اللَّهَ أَخَذَتْهُ الْعِزَّةُ بِالْإِثْمِ فَحَسْبُهُ جَهَنَّمُ وَلَبِئْسَ الْمِهَادُ   Artinya: "Dan di antara manusia ada yang pembicaraannya tentang kehidupan dunia membuatmu kagum, dan dia bersaksi kepada Allah mengenai isi hatinya, padahal dia adalah penentang yang paling keras. (204) Dan apabila dia berpaling (dari engkau), dia berusaha untuk berbuat kerusakan di muka bumi, serta merusak tanam-tanaman dan ternak, padahal Allah tidak menyukai kerusakan. (205) Dan apabila dikatakan kepadanya, “Bertakwalah kepada Allah,” bangkitlah kesombongannya untuk berbuat dosa. Maka pantaslah baginya neraka Jahanam, dan sungguh (Jahanam itu) seburuk-buruk tempat tinggal. (206) – (Q.S Al-Baqarah: 204-206).
Pada Episode ini Ustadz Oemar Mita, Lc. akan membahas tentang akibat dari tidak memiliki bashirah & furqan.
Allah Ta’ala berfirman,   يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِي   Hai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan. Dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (Qs. Al-Anfal:29)    Allah Ta’ala berfirman,  أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۖ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ  Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. [Al-Hajj: 46]
Pada Episode kali ini Ustadz menjelaskan tentang bahaya Matinya Hati Sebelum Jasad
Kali ini ustadz membahas tentang Derita Selamanya
Allah ta'ala berfirman: وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku (saja). Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh” (QS. Adz Dzariat: 56-58)
Hati Merupakan segumpal darah yang mempunyai peran penting dalam jiwa maupun raga manusia, sebagaimana sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam. berikut: ألا وإن في الجسد مضغة، إذا صلحت صلح الجسد كله، وإذا فسدت فسد الجسد كله. ألا وهي القلب متفق عليه “Ketahuilah, dalam tubuh manusia itu terdapat segumpal daging. Jika segumpal daging itu baik, seluruh tubuh akan baik. Jika daging itu rusak, seluruh tubuh juga akan rusak. Ingatlah, segumpal daging itu adalah hati” (HR Bukhari dan Muslim).
Hati yang bersih adalah yang terbebas dari segala penyakit hati. Hati yang bersih dapat membuat amal ibadah yang dikerjakan dapat diterima oleh Allah ta'ala. Hati yang bersih juga akan membawa manusia kepada ketenangan hidup dan kekhusyukan dalam beribadah. Sebaliknya, hati yang kotor  cenderung membawa manusia untuk berbuat maksiat.
Ibadah bukanlah hanya sekedar kewajiban dan formalitas belaka, tetapi adalah kesadaran dan panggilan nurani. Setiap umat beragama memiliki kewajiban untuk beribadah kepada Tuhan. Kewajiban adalah keharusan. Suka atau tidak suka. Rela atau tidak rela kita melakukan ibadah. Berharap mendapatkan imbalan surga nanti. Oleh sebab itu, karena kewajiban, seringkali kita melakukan ibadah secara terpaksa dan sekedarnya. Hanya sekedar formalitas dan sesukanya. Bisa juga untuk menutup rasa malu sebagai umat beragama, sehingga beribadah hanya semata-mata ikut-ikutan. Mau melakukan kewajiban ibadah karena takut dijebloskan ke dalam neraka.
Pada episode kali ini Ustadz Oemar Mita akan membahas tentang Makanan atau Nutrisi bagi Hati.
Pada pembahasan kali ini Ustadz akan membahas tentang pentingnya pondasi hati dalam diri seorang muslim.
Setan adalah musuh bebuyutan manusia. Nabi Adam, bapak manusia, harus keluar dari surga karena tergoda oleh bujuk rayuannya (QS al-Baqarah: 36). Dikatakan, setan akan memukul dan meyerang manusia dari segala arah, sehingga manusia tak berdaya dan menjadi kufur kepada Allah.
Setiap manusia pasti pernah merasakan suka dan duka, susah dan senang, lapang dan sempit. Keduanya sama-sama berpeluang mengantarkan seseorang meraih derajat tinggi di sisi Allah, namun di sisi lain juga bisa menjadi jalan bagi seseorang menuju kehinaan. Semua itu tergantung bagaimana sikap yang ditunjukkan seseorang dalam merespon dua kondisi tersebut. Dalam bahasa al-Qur’an, dua kondisi kehidupan manusia ini sering disebut dengan istilah sarra’ dan dharra’. Sarra’ mencakup segala keadaan menyenangkan yang dialami manusia seperti diberi kemudahan, kebahagiaan, kesehatan. Sebaliknya, istilah dharra’ meliputi segala keadaan tidak menyenangkan seperti mengalami kesulitan, kesedihan, sakit.
Allah Ta'aala berfirman: إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِن بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۗ وَمَن يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ “Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab, kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan-Nya.” [Ali ‘Imran: 19]
Allah Ta'aala berfirman:  الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah,” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS. Fushshilat: 30)
Allah Ta'aala berfirman: ومَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ "Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shalih dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?”. (QS. Fushshilat: 33)
Materi pertama yang dipelajari adalah pembahasan mengenai Ahlaq yang disampaikan oleh Ustadzah Diah Nuruddiniah, S.Pd.
Materi pertama yang dipelajari adalah pembahasan mengenai Ahlaq yang disampaikan oleh Ustadzah Diah Nuruddiniah, S.Pd.
loading
Comments 
loading