DiscoverPodcast BelalBelil
Podcast BelalBelil
Claim Ownership

Podcast BelalBelil

Author: Qombay

Subscribed: 0Played: 0
Share

Description

Suara yang keluar dari mulut saya adalah seperti harapan bahwa sepertinya dengan tidak memunculkan wajah saya, saya bisa menjadi lebih percaya diri. Saya suka berbicara, suka bercerita, dan suka nasi padang. Dan semoga dengan saya membuat Podcast ini, kebudayaan Jepang akan selalu dilestarikan masyarakatnya. Juga budaya Korea Utara, Selandia Baru, dan Maroko. Mari dengarkan cerita saya dalam membahas tokoh-tokoh fiksi yang menginspirasi, dunia properti walau sedikit, dan hal lainnya yang saya juga belum tahu apa. Mari tetap bahagia karena kebahagiaan itu bukan dicari, tapi diciptakan.
7 Episodes
Reverse
Saya setuju bahwa makan dapat membuat orang kenyang. Saya juga setuju bahwa mandi dapat membuat orang basah. Hal itu juga yang mendasari saya untuk membuat podcast ini, agar saya menjadi bingung kenapa saya harus merekam podcast ini. Malam ini saya sedang berada dalam sebuah kondisi bingung karena ingin ini ingin itu namun teu boga duit. Saya juga ingin makan burger tapi sudah tutup. Quarter Life Crisis yang saya alami adalah tentang bagaimana menemukan diri saya, siapa saya dan apa yang saya mau. Saya belum tahu. Mungkin tempe mendoan di ruang tengah sudah habis. Saya bercerita tentang apa yang telah saya alami meskipun tidak terdengar begitu menarik. Tapi coba kamu dengar, kamu pasti menyesal. Ah. Sosoan bikin deskripsi podcast seperti ini agar keren. Pokoknya, saya lapar karena belum makan nasi. Terima kasih.
Di episode kali ini yang sebenarnya sudah lama sekali direkam, saya mengobrol dengan salah seorang teman saya yang sangat pintar (bukan cerdas cenah) bernama Nunu Lugina. Jika tidak kenal, maka sama seperti saya pada saat zaman mesir kuno. Saya belum lahir waktu itu. Atau saya lupa lagi dulu saya berperan dalam hidup ini sebagai apa. Ini adalah obrolan yang cukup jero. Dan kalau Bahasa Inggrisnya mah disebut deeptalk. Banyak sekali ilmu yang bisa didapat kalau kamu belajar dengan benar waktu SD, SMP, SMA, apalagi pas kuliah. Di Podcast kali ini juga saya banyak belajar, Nunu juga. Katanya. Pokoknya mah panjang. Semoga dengan adanya Podcast ini rencana otonomi daerah Lembang menjadi sebuah Kota tersendiri bisa dikaji ulang. Karena apa? Karena saya orang sini. Lembang sudah sangat macet dengan segala hiruk pikuk permasalahannya. Ditambah akan mengurus dirinya sendiri lagi. Kalau sudah besar ya tidak apa-apa. Tapi saya takut dia belum siap. Mau dibangun apalagi perkebunan kami nanti? Bioskop? Mall mewah? Pabrik sepatu? Atau semacam tempat misterius seperti area limahiji? Ah. Udah ada yang ngurus. Yang penting mah saya banyak uang.
Podcast kali ini adalah episode kami bobodoran. Banyak bahasa kasar yang keluar, tidak lebih karena kami semua bukanlah makhluk halus. Kami mengobrol berempat yaitu saya, Dayak, Boep, dan Satriya. Podcast kali ini juga berbeda karena ada versi Live Streamingnya yang bisa disaksikan di Channel YouTube "Iqzara". Di sana, ada banyak ketawa dan saya juga menangis karena terlalu banyak ketawa. Bahasa podcast ini full bahasa sunda jadi mohon maaf kepada yang tidak mengerti, karena saya sadar tidak akan rame kalau kita ngobrolnya pake Bahasa Indonesia. Semoga dengan keluarnya podcast bersama-sama ini Presiden Perancis meminta maaf kepada dunia karena apa yang telah dilakukannya. Di sini saya tidak memihak Amerika maupun Korea Utara, saya hanya memikah orang yang mau memberi saya uang dua ribu ketika saya lupa bawa uang buat parkir. Terimakasih jika ada yang mau mendengar, terimakasih juga jika Anda tidak mau mendengar. Terimakasih untuk Ibu Dosen saya ya mengundurkan jadwal video conference menjadi sabtu depan di waktu pagi. Saya kayaknya belum bangun.
Di episode kali ini saya berbincang-bincang dengan dua orang teman saya yang sedang menggeluti dunia seputar arsitektur dan pembangunan. Saya juga ikutan. Tapi karena saya adalah host di sini maka saya harus seperti yang enggak kenal. Bukan bermaksud menipu pendengar saya yang berasal dari Bangladesh, tapi memang konsepnya seperti itu. Coba kalau kamu jadi saya, pasti kaget. Ko bisa aing jadi si Qombay?! Dunia arsitektur ternyata tidak hanya perihal menggambar, menghitung, dan dimarahin dosen. Jauh lebih dari itu, ada banyak unsur yang tertanam di dalamnya. Dan kalau kamu sudah mendengarkan podcast ini, pasti ngerti kalo kamunya dengerin semua mah. Kalo cuman pas beritanya doang mah ga akan, da itu mah tentang libur panjang. Juga kalau kamu orang Sudan, pasti tetep ga akan ngerti meskipun kamu ngedengerin podcast ini semuanya. Begitu pun kalo kamu orang aring. Pasti aku kaget kenapa bahan shampo bisa punya telinga. Mangga didengerin aja bahasannya. Insya Allah bermanfaat kalo kamu ngedengerinnya sambil kerja. Maksudnya kerja kamu, bukan podcastnya yang jadi manfaat.
Di episode ini saya bercerita tentang pengalaman saya tinggal di Negeri Sakura selama kurang lebih 3,5 tahun. Di sini aslinya mah saya hayang seuseurian euy kenapa jadi kalahka sedih:( Jadi di podcast ini juga saya bercerita bagaimana perjalanan saya bisa menuju ke sana. Tentang sikap idealis saya. Dan sikap saya yang susah kalo ngomong pas podcast tapi sambil udud. Tadinya saya mau cerita tentang pertemuan saya dengan Uzumaki Naruto tapi hari ini pas saya rekaman podcast, dikabarkan bahwa Naruto meninggal. Jadinya, ga jadi cerita. Ga baik nyeritain orang yang sudah ga ada. Tadinya saya juga mau cerita tentang kisah Nabi Yusuf, tapi ga nyambung dengan tema podcast ini. Kalau gitu saya lebih baik berhenti memanggil nama tukang mainan di SD dengan nama Saprol. Dia sudah tua, saya tidak ada hormat-hormatnya kalau gitu. Podcast saya ini juga akan berhenti ketika nanti Indonesia kembali dijajah oleh Jepang. Tapi jangan sampai deh. Saya kuliah di sana. Nanti masa saya harus melawan dosen-dosen saya. Lebih baik damai saja. Jangan ada peperangan. Jangan ada dusta di antara kita.
Podcast BelalBelil meluncur pertama kali malam ini. Eh udah jam satu berarti meluncur pagi ini. Setelah rekaman yang niatnya hanya untuk nyobaan mic, tapi kagok terlalu lama dan akhirnya jadilah episode pertama. Di Podcast episode pertama ini gue ngebahas tentang tokoh fiksi dari Novel Pulang karya Tere Liye,  yaitu Si Babi Hutan a.k.a Bujang. Karena ini adalah rekaman suara terpanjang saya yang disebarkan ke internet, maka saya grogi.  Harapan saya mah ya semoga aja dengan adanya Podcast BelalBelil ini saya jadi sedikit ada kegiatan di rumah daripada hanya tiduran dan menyaksikan teman-teman meraih mimpinya:( Silakan mendengarkan bagi yang mau. Bagi yang tidak, jangan didengarkan atuh. Akhir kata, mohon maaf cadel:(
Di sini saya berusaha untuk tidak setuju dengan para motivator bisnis yang ada di luar sana. Saya di kamar soalnya. Sudah malam, mau tidur dulu.
Comments