DiscoverKatolikana Podcast
Katolikana Podcast
Claim Ownership

Katolikana Podcast

Author: Radio Katolikana

Subscribed: 0Played: 23
Share

Description

Hai, Sobat Katolikana.
Salam jumpa dengan Katolikana Podcast. Di sini kamu bisa menemukan podcast-podcast pilihan dari siaran Radio Katolikana dan Talkshow Katolikana.

Follow dan kirim pesan ke Instagram/Twitter/Facebook @katolikana dan @radiokatolikana untuk diskusi, sharing, dan berbagi kisah.

Katolikana.com l radio.katolikana.com l YouTube.com/Katolikana I Kontak: redaksi@katolikana.com
320 Episodes
Reverse
Yogyakarta, Katolikana.com – Dalam dunia yang semakin tidak menentu dan kompleks, Gereja membutuhkan pemimpin-pemimpin baru yang tidak hanya mumpuni secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual, terbuka terhadap kolaborasi, dan menghidupi semangat komunitas.Semangat inilah yang ditekankan dalam retret formasi calon imam tingkat dua yang diselenggarakan Seminari Tinggi Santo Paulus Yogyakarta, 1–8 Juli 2025.Selengkapnya di Katolikana.com
Katolikana.com—Perayaan Minggu Paskah kedua merupakan Hari Minggu Kerahiman Ilahi. Edelbertus Jara, penyuluh agama Katolik dari penyelenggara Katolik Kota Yogyakarta, berbincang dengan Martina Eti Tripusporini dan Paulus Rondang Pasaribu, keduanya Devosan Simpul Babatan dari Jaringan Kerasulan Kerahiman Ilahi Kevikepan Yogyakarta Timur, seputar Devosi Kerahiman Ilahi menyambut Hari Minggu Kerahiman Ilahi.
Katolikana.com—Connet Grup (CG) merupakan komunitas atau keluarga rohani di Gereja Mawar Sharon Yogyakarta untuk memuridkan setiap anggota keluarga yang bergabung di dalamnya. Memuridkan dan memupuk iman kerohanian butuh bimbingan yang dilakukan oleh seorang pemimpin (leader). Lidya Putri menjadi pemimpin dan mendampingi CG Youth 09 sejak 2022. Dia mengalami pemulihan semasa hidupnya dekat dengan Tuhan. “Saya mendaftarkan diri menjadi leader karena saya ingin orang lain juga merasakan apa yang saya rasakan di dalam Tuhan sehingga mereka juga bisa merasakan kasih Tuhan melalui saya,” ujar Lidya Putri yang menempuh studi di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Tentu tantangan yang dihadapi tak mudah. Lidya harus membimbing dengan penuh kesabaran dan memahami karakter setiap anggota CG. Dia juga harus siap pasang badan menjadi konselor untuk menampung setiap pergumulan hidup. Lidya pernah ingin menyerah karena merasa tidak dapat menghandle  semua anggota. Dia merasa capek, jenuh dan merasa gagal menjadi leader. Pergumulan yang dia rasakan akhirnya didengar oleh Tuhan melalui renungan yang dibaca. Dia menyadari anak-anak CG membutuhkan dirinya untuk selalu ingat Tuhan. Ada keluarga yang harus dirangkul. Akhirnya Lidya makin memantapkan hatinya untuk tetap menjadi leader CG. Selengkapnya di Katolikana.com
TikTok menjadi salah satu media efektif yang menyajikan bentuk visualisasi menggunakan video, sehingga pesan-pesan yang disampaikan oleh content creator dapat sampai ke hati audience. Menurut Gabriella Yong Setiawan, TikTok rohani yang isinya konten rohani adalah salah satu sarana yang efektif. “Menurutku, salah satu pendekatan yang efektif supaya kita makin dekat dengan Tuhan, saling mengingatkan dalam hal rohani, kaitannya antara iman kita sama Tuhan bisa menggunakan media sosial, salah satunya TikTok,” ujar Lala, panggilan Gabriella. Fransisco Laverna Narwastu Nanga atau Delon mengaku tidak secara khusus mengakses konten rohani di TikTok. “Kebetulan, selama ini setiap kali aku scroll TikTok, kadang muncul selingan dari konten rohani. Entah membahas firman Tuhan, pengalaman di Kitab Suci dan sebagainya,” ujar Delon. Delon seperti mendapatkan hidayah atau pencerahan saat menemukan dan menonton video-video rohani di TikTok secara tidak sengaja yang lewat di FYP (For Your Page) atau halaman pertama TikTok miliknya. Delon kerap menemukan video rohani di TikTok setelah dirinya melihat video-video hiburan dan yang menimbulkan prasangka buruk terhadap sesuatu. Selengkapnya di Katolikana.com
Young Hoon Leellahir pada tanggal 19 November 1954, di Seoul, Korea Selatan. Ia tumbuh dalam keluarga Kristen, dan pada April 1964, ia bergabung dengan Yoido Full Gospel Church. Lee belajar teologi di Universitas Yonsei di Seoul. Setelah lulus, ia menghadiri Seminari Teologi Injil Sepenuh (sekarang Universitas Hansei) di Gunpo, dan kemudian menghadiri Sekolah Pascasarjana Teologi Bersatu di Universitas Yonsei, akhirnya mendapatkan gelar master dalam bidang teologi. Lee ditahbiskan sebagai pendeta pada tahun 1982. Setelah itu, ia meraih gelar master lainnya di bidang teologi di Westminster Theological Seminary di Amerika Serikat, dan kemudian meraih gelar MA dan PhD di bidang agama dan filsafat di Temple University.
Katolikana.com—Pernikahan usia dini di Indonesia kian menjamur. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2022, sebanyak 19,24% pemuda menikah pada usia 16 sampai 18 tahun. Sedangkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyarankan, usia ideal menikah bagi laki-laki yaitu berumur 25 tahun. Sementara, perempuan adalah 21 tahun. Bahkan aturan terkait batas usia ideal pasangan untuk menikah sudah tercantum pada Undang-Undang Nomor 16 tahun 2019. Hanya saja, masyarakat masih belum memahami secara keseluruhan alasan dibentuknya peraturan perundang-undangan tersebut. Siswa SD Menikah Dini Dilansir dari detik.com, gadis yang masih berstatus pelajar di Sekolah Dasar telah dinikahkan oleh orang tua mereka karena mereka tidak ingin terkena masalah lebih lanjut pasca tertangkapnya pasangan ini di sebuah kebun. Pasangan DK (12) dan SL (16) dinikahkan secara tertutup oleh pihak keluarga, sehingga pemerintah desa di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, tidak mengetahui kegiatan ini. Kasus ini menarik perhatian dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3A PPKB) Sulsel. Mereka menyayangkan bahwa pernikahan dini menjadi satu-satunya solusi menurut kedua orang tua dari pasangan. Simak pandangan Dr. Bernadus Sugoro Dwi Saputro SpOG, dokter Obstetri Ginekologi di rumah sakit di Kabupaten Timika di wilayah Papua dan Sisilia Hartono, SKM, CH, CCHt, CIMI yang menekuni bidang parenting dan hipnoterapi untuk mendampingi keluarga-keluarga dan anak-anak, tentang kasus pernikahan anak usia 12 dan 16 tahun di Bantaeng, Sulawesi Selatan. Selengkapnya di Katolikana.com
Katolikana.com—Mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta Jessica Dea Claresta (21) bekerja di FasaPay selama dua bulan di bagian Departemen Support bagian translator Mandarin. FasaPay adalah kantor E-Commerce. “Pertama kali aku tahu dari orang tua. Lalu, di semester lima, pada mata kuliah Komunikasi Korporat mahasiswa diminta melakukan riset identitas korporat. Kebetulan kelompok saya menggunakan perusahaan Fasa Centra,” ungkap Dea. “Kuliah sambil kerja pasti capek. Namun, kerja di perusahaan ini saya bisa mendapatkan pengalaman baru. Sebelumnya di kampus aku cuma ikut organisasi. Dengan kerja di FasaPay ini aku dapat pengalaman baru dan teman kerja,” tutur Dea. Selengkapnya di Katolikana.com
Salah satu contoh kasus yang terjadi pada seorang anak dengan tertuduh Pastor John Willis Dowling pada 1945. Selengkapnya di Katolikana.com
Nodyka Elkawi Hawinu, mahasiswa aktif semester dua program studi Teknik Geologi di Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY), aktif di kampus dan di pelayanan gereja. Selain fokus kuliah, Nody terlibat di Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi Bumi ITNY. Nody berperan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai anggota Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi Bumi ITNY. Ia terlibat menyusun program kerja, mengikuti rapat internal, serta menghadiri dan berpartisipasi dalam acara-acara yang diselenggarakan oleh organisasi tersebut. Selain aktif di organisasi mahasiswa, Nody aktif sebagai pelayan di Gereja Kristen Nazarene Filadelfia Babarsari serta pengurus Komisi Pemuda Filadelfia Youth Fellowship.  Selengkapnya di Katolikana.com
Katolikana.com—Hobi musik bisa menjadi kegiatan menyenangkan dan bermanfaat, bahkan menjadi sumber penghasilan. Maharatri Refina (22) mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta kini tengah menjalani dua kesibukan: tugas akhir kuliah dan bermusik. Sejak usia tiga tahun, Refina mulai menyukai musik. Hal itu juga didorong faktor orang tua Refina yang juga suka bermusik. “Sejak umur tiga tahun, saya ikut les music. Fokus saya berlatih alat musik gitar,” kata Refina. Dia belajar bermain gitar dengan tekun dan semangat tinggi. Meski di awal belajar, dia mengalami kesulitan dan kegagalan, namun dia tidak pernah menyerah. Sejak kelas 5 SD hingga kelas 3 SMA, Refina sudah memiliki band khusus perempuan. Disamping menjadi vokalis, Refina juga menjadi bassis. “Saya posisinya sebagai vokalis, tapi management meminta saya berlatih bass. Akhirnya, posisiku di band sebagai vokalis dan basis. Itu tantangan pertama kali terjun di dunia musik. Bagiku bermain bass itu sulit,” kata Refina. Untuk memperkaya kemampuan bermain bass, Refina memiliki referensi bassis band Kotak. Hal itu dilakukan untuk memotivasi dirinya berlatih bass. Refina berjalan bersama bandnya hingga kelas tiga SMA. Selengkapnya di Katolikana.com
Katolikana.com—Rasisme merupakan masalah yang persisten dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia sepakbola. Meski sepakbola dianggap olahraga universal dan menghubungkan orang dari berbagai latar belakang, namun rasisme masih sering muncul di lapangan hijau. Diskriminasi rasial di dalam dan di luar lapangan telah membuat pemain, pelatih, dan penggemar merasa terancam, tidak dihargai, dan tidak dihormati. Simak perbincangan Gideon Felix dengan Venus, pesebakbola asal Kalimantan. Selengkapnya di Katolikana.com
Katolikana.com—Pacaran sambil bisnis, kenapa enggak? Tak ada salahnya jika keduanya bisa berjalan beriringan. Hal itu dialami oleh Veronica Dwi Sakti Oktovia dan kekasihnya Dwi A. Esra Mempun. Keduanya memulai bisnis masing-masing pada 2019. Vero berbisnis bouqet bunga sedangkan Esra memiliki usaha studio foto. Bagaimana menjalani bisnis sambil pacaran? Simak tips dari Vero dan Esra berikut ini!
Katolikana.com—Kératif Film School adalah organisasi independen yang fokus pada pemerataan pendidikan film di Indonesia. Gerakan ini diprakarsai oleh sutradara dan produser film Stefanus Cancan yang merasa prihatin dengan kesenjangan akses pendidikan film di daerah asalnya, Tanjung Enim, Sumatera Selatan, dengan di Jogja, tempat dia merintis karir. Dalam dunia film, akses pendidikan dan informasi bisa menjadi hal berharga. Namun, banyak orang terhalang oleh kesenjangan akses di berbagai wilayah di Indonesia. Dari kekhawatiran itu, Stefanus Cancan bergerak bersama empat orang rekan mendirikan Kératif Film School. Kératif Film School berkontribusi dalam memperbaiki pemerataan pendidikan film dengan menyediakan wadah bagi orang muda yang ingin belajar film. Mereka dapat mengakses ilmu dan informasi terbaru serta berkenalan dengan rekan seprofesi dan para profesional yang dapat membimbing mereka. Sebagai organisasi independen, Kératif Film School memiliki misi besar untuk menghapus kesenjangan akses pendidikan film di Indonesia. Selengkapnya di Katolikana.com
Menurut Ketua Kelompok Sel (KKS) GBI Keluarga Allah Solo Yohanes Wasito Utomo, pernikahan merupakan sebuah keharusan. Tetapi jika kedua calon mempelai telah melakukan hubungan intim di masa lalu sehingga mengalami married by accident, maka banyak gereja tidak mau melakukan pemberkatan pernikahan. “Jika dibiarkan terus-menerus, hal ini akan menimbulkan dosa lebih banyak, sehingga kedua pihak yang ingin menikah harus melakukan pertobatan terlebih dahulu agar dapat diampuni,” ujar Yohanes Wasito Utomo. Setelah dilakukan pertobatan, gereja akan membimbing kedua calon mempelai untuk mengikuti bimbingan pra-nikah selama tiga bulan agar kedua mempelai dapat memahami arti dari sebuah pernikahan itu sendiri. Pemberkatan pernikahan akan dilakukan ketika kedua belah pihak telah melakukan pertobatan, tetapi pemberkatan dilakukan dengan cara yang berbeda daripada umumnya. Menurut Yohanes Wasito Utomo, meskipun married by accident merupakan tindakan yang melanggar perintah Tuhan, tetapi anak yang telah dikandung bukanlah suatu kesalahan sehingga harus tetap dilahirkan dan tidak boleh diaborsi. Sesuai dengan ayat Alkitab, “mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya” (Maz 139:16), artinya setiap anak yang lahir ke bumi, sudah ada dalam rencana Tuhan. Selain itu, “Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah” (Ibr 13:4), artinya setiap manusia harus hidup di dalam kekudusan. Selengkapnya di Katolikana.com
Katolikana.com—Setelah sempat vakum akibat situasi pandemi, Indonesian Youth Day (IYD) kembali digelar untuk ketiga kalinya pada 26-30 Juni 2023. Kali ini, Keuskupan Agung Palembang diberikan kepercayaan untuk menjadi tuan rumah. IYD merupakan kegiatan temu akbar Orang Muda Katolik (OMK) dari seluruh penjuru Indonesia. Ketua Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia (Komkep KWI) Mgr. Pius Riana Prapdi saat launching rangkaian kegiatan IYD 2023 menyatakan tema IYD 2023: ‘Orang Muda Katolik: Bangkit dan Bersaksilah!’ menjadi pemantik bagi OMK agar bangkit dari sikap acuh tak acuh. “Ini sekaligus sebagai ajakan bagi kita, orang muda masa kini dan masa depan, bergegas bangkit dan membangun niat, memanfaatkan waktu untuk kebaikan dan cinta. Selamat menyambut IYD, sebagai tanda kehadiran Kristus yang meraja,” pesan Mgr. Pius. Gaung IYD 3 telah dikumandangkan ke seluruh keuskupan di Indonesia sejak lima bulan lalu. Tak terkecuali di Keuskupan Agung Semarang (KAS), khususnya di Kevikepan Yogyakarta. Rangkaian acara pra-IYD di Kevikepan Yogyakarta diawali dengan kegiatan Kirab Salib IYD. Kirab Salib IYD menjadi acara yang dinantikan pada setiap rangkaian IYD. Komkep Vikep Yogyakarta ingin agar gaung IYD dapat dirasakan hingga seluruh paroki. “Kirab Salib dilakukan di masing-masing paroki se-Kevikepan Yogyakarta, khususnya untuk wilayah Yogyakarta Barat  hingga pertengahan Juni mendatang. Sejauh ini antusiasme dari OMK dan umat cukup baik. OMK dan umat merasa senang saat Salib IYD singgah di paroki mereka,” ungkap Nathania Valentine, pengurus Komkep Kevikepan Yogyakarta. Selengkapnya di Katolikana.com
Katolikana.com—Kompetisi UBS Gold Dance East Kalimantan Series merupakan perlombaan dance yang diikuti oleh sekolah-sekolah SMA di Kalimantan Timur setiap tahun. Tahun ini, tim dance SMAN 1 Samarinda kembali mencatatkan diri sebagai pemenang. Dengan begitu, Tim Dance SMAN 1 Samarinda tercatat menjadi juara sebanyak tiga kali berturut-turut yaitu tahun 2019, 2022, dan 2023. UBS Gold Dance Competition 2019 menjadi awal kebangkitan Scarecrow dance. Setelah sempat menjadi pemenang pada 2017, Scarecrow tidak mendapatkan kemenangan tahun 2018 dan hanya berada pada peringkat lima besar. Tahun 2019 pihak penyelenggara memberikan tema umum kepada setiap sekolah yang bertanding, yaitu ‘Disney’. Tahun 2019 Scarecrow memilih tema dari film Frozen. Pada 2019 Scarecrow memberikan penampilan yang berbeda dari biasanya. Tidak hanya soal gerakan tapi juga ada cerita yang disampaikan seperti pada film Frozen. Selengkapnya di Katolikana.com
BALADA PENYALIBAN   Puisi WS Rendra   Yesus berjalan ke Golgota disandangnya salib kayu bagai domba kapas putih. Tiada mawar-mawar di jalanan tiada daun-daun palma domba putih menyeret azab dan dera merunduk oleh tugas teramat dicinta dan ditanam atas maunya.   Mentari meleleh segala menetes dari luka dan leluhur kita Ibrahim berlutut, dua tangan pada Bapa: – Bapa kami di sorga telah terbantai domba paling putih atas altar paling agung. Bapa kami di sorga Berilah kami bianglala!   Ia melangkah ke Golgota jantung berwarna paling agung mengunyah dosa demi dosa dikunyahnya dan betapa getirnya. Tiada jubah terbentang di jalanan bunda menangis dengan rambut pada debu dan menangis pula segala perempuan kota. – Perempuan! mengapa kautangisi diriku dan tiada kautangisi dirimu?   Air mawar merah dari tubuhnya menyiram jalanan kering jalanan liang-liang jiwa yang papa dan pembantaian berlangsung atas taruhan dosa.   Akan diminumnya dari tuwung kencana anggur darah lambungnya sendiri dan pada tarikan napas terakhir bertuba: – Bapa, selesailah semua!   (Ballada Orang-orang Tercinta, 1957)
Katolikana.com—Keterbatasan pertumbuhan yang dialami Hadasa Eden Kurniadi (19) tak mengurungkan niatnya untuk menempuh pendidikan di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). Eden adalah mahasiswa angkatan 2021 program studi Ilmu Komunikasi. Memiliki perbedaan dari teman-teman ternyata tak membuat mereka putus asa untuk belajar, meski kadang mendapatkan kendala karena keterbatasan. “Kadang saya merasakan pergulatan batin karena takut tak punya teman atau takut dibeda-bedakan karena keunikanku, bahkan aku ketakutan ketika sedang butuh apa-apa tidak ada yang membantu,” ujar Eden dengan nada yang merendah. Selengkapnya di Katolikana.com
Kabar Katolikana merangkum informasi pekan ini, Sabtu, 21 Januari 2023 |  19.00 WIB.    Informasi pertama, Richard Eliezer akan membela diri terhadap  nilai  tuntutan 12 tahun bui yang dianggap  tak adil.   Selanjutnya informasi mengenai Gereja Katolik, Mgr. Leo Laba Ladjar OFM  Uskup Keuskupan Jayapura meresmikan Gereja Katedral Kristus Raja  Jayapura Minggu (15/1/2023) didampingi Uskup terpilih Mgr. Yanuarius  Theofilus Matopai You.    Dari dunia hiburan, Bastian Steel dan Sitha Marino akan rilis single  duet berisi kisah cinta mereka.   Simak informasi pilihan sepekan dari redaksi Katolikana di Kabar  Katolikana.  Setiap Jumat, pukul 19.00 WIB dan Sabtu pukul 17.00 dan  19.00 di Radio Katolikana dan YouTube Katolikana.
Kabar Katolikana merangkum informasi pekan ini, Sabtu, 21 Januari 2023 |  17.00 WIB.    Informasi pertama, kepala desa yang tergabung dalam PAPDESI menuntut  perpanjangan masa jabatan kepala desa. Mereka menuntut perpanjangan masa  jabatan kepala desa yang sebelumnya enam tahun menjadi sembilan tahun.   Selanjutnya informasi mengenai Gereja Katolik, Issac Achi, pastor  Katolik di nigeria dibakar hidup-hidup oleh sekelompok bandit.    Dari dunia hiburan,  Jimin BTS dilaporkan rilis album solo bulan depan.  Dia disebut akan mengikuti jejak rekan segrupnya di BTS yakni RM, J-Hope  dan Jin.   Simak informasi pilihan sepekan dari redaksi Katolikana di Kabar  Katolikana.  Setiap Jumat, pukul 19.00 WIB dan Sabtu pukul 17.00 dan  19.00 di Radio Katolikana dan YouTube Katolikana.
loading
Comments 
loading