Discover
sajak_septiani
sajak_septiani
Author: Sajak Septiani
Subscribed: 0Played: 2Subscribe
Share
© Sajak Septiani
Description
Hai ini suara dari Si Aku yang bernama Sajak Septiani suara dari hati. Sekedar mendengar sudah membuat saya senang. Saya hanya bersuara biasa tak ada istimewanya. Selamat mendengarkan suara saya.
Follow instagram @septianinggi_44
Follow instagram @podcast_sajakseptiani
Follow instagram @septianinggi_44
Follow instagram @podcast_sajakseptiani
40 Episodes
Reverse
Sebuah kisah klasik tentang dua insan di tepu samudra Asmaraloka. Follow ig @irsydml @hii_nggi44
Jangan kebanyakan Protes Mending banyakin Progres ~sajakseptiani
Di balik tawa Pasti ada banyak sekali luka. Tugas sang Badut hanya untuk penghibur
Pemimpin yang hebat terbiasa akan tantangan-tantangan besar dan akan terus maju menerjang. ~sajak_septiani
Ini tentang halam perjalanan yang dibacakan oleh rekan kolaborasi saya dari Podcast Buah Karya. Follow instagram @podcast_sajakseptiani dan @Podcastbuahkarya
Sudah terbiasa kan kalau tiba-tiba menghilang?
Ini adalah puisi karya dari sahabat pena aku yang bernama Lale Desi Ayu Lestari. Anyway kita ketemu di sebuah event antologi puisi jadi puisi ini juga hasil dari buku antologi yang sudah diterbitkan bersama teman-teman aku yang lain
Dengan segala usaha si aku ingin sekali rencananya bisa berbuah manis.
Makanya mencari lingkungan yang bisa mensupport bakat kalian itu sangat diperlukan.
Aku sekarang bukan orang yang peduli terhadap opini yang tidak mengayomi
Justru dengan mereka melontarkan perkataan itu
Aku semakin tertekan
Karena ya tidak semudah itu keluar dari zona luka yang parah
Tak ada salahnya kita menjauh dari keramaian
Setiap orang memiliki kesenangan
Dan si aku senang jalan-jalan
Lalu menempati ladang yang sepi
Tentang jalan hidup, maka di sinilah permulaannya. Saatnya kita memulai segalanya.
Kalau sudah dewasa pasti masalah akan selalu ada. Kalau dituntut untuk dewasa sejak dini maka kamu sedang beranjak dewasa yang sebenarnya
Saat berpisah adalah hal yang tidak diinginkan orang lain, tetapi berbeda dengan si aku yang justru malah bersuka ria ketika perpisahan itu tiba.
Dengan sikapmu yang berubah secepat itu. Apakah memang sudah ada yang baru?
Inilah suguhan di bulan oktober. Tentang bulan dan segala keadaan.
Tentang puisi Mentari dan Bumi karya Anggi Septiani
Si tampan benar katamu, si cantik layakanya berlian yang memang harus dijaga. Aku yakin si tampan bisa
Assalamualaikum Cantik. Sudahi kesedihanmu yah cantik wanita itu harus tegar dan cantik harus tetap tersenyum ramah nanti cantiknya nambah hehehe
Tidak bisa dipungkiri kalau mencintai dalam diam itu sangat menyiksa. Dan semua penuh tanda tanya serta sulit dipercaya.























