DiscoverYuhir(yuk hijrah) Podcast
Yuhir(yuk hijrah) Podcast
Claim Ownership

Yuhir(yuk hijrah) Podcast

Author: Nurul Rahmawati

Subscribed: 0Played: 0
Share

Description

Teruslah mempelajari islam secara kaffah agar kita bisa paham sampai akarnya!
22 Episodes
Reverse
Dalam agama Islam, tawakal adalah berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT dalam menghadapi atau menunggu hasil suatu pekerjaan, atau menanti akibat dari suatu keadaan. Tawakal merupakan bentuk penyerahan diri kepada Allah SWT yang di dalamnya terkandung keyakinan, keikhlasan, dan kesabaran.
"Dan ketahuilah, sesungguhnya kemenangan itu beriringan dengan kesabaran. Jalan keluar beriringan dengan kesukaran. Dan sesudah kesulitan pasti akan datang kemudahan." (HR. Tirmidzi)
“Dakwah ini tidak mengenal sikap ganda. Ia hanya mengenal satu sikap totalitas. Siapa yang bersedia untuk itu, maka ia harus hidup bersama da’wah dan da’wah pun melebur dalam dirinya. Sebaliknya, barangsiapa yang lemah dalam memikul beban ini, ia terhalang dari pahala besar mujahid dan tertinggal besama orang-orang yang duduk. Lalu Allah SWT akan mengganti mereka dengan generasi lain yang lebih baik dan lebih sanggup memikul beban dakwah ini…”
Allah tidak melihat bentuk rupa dan harta benda kalian, tapi Dia melihat hati dan amal kalian.
pentingnya mencari ilmu bisa menjadi motivasi semangat dalam belajar. Ilmu merupakan kunci segala kebaikan dan pengetahuan.
"Kesehatan yang baik bukanlah sesuatu yang dapat kita beli. Namun, sesuatu yang dapat menjadi tabungan yang sangat berharga"
"Sikap positif mungkin tidak bisa menyelesaikan semua masalah, tapi bisa membuat penyelesaian masalah menjadi pengalaman yang lebih menyenangkan."
"Tahapan pertama dalam mencari ilmu adalah mendengarkan, kemudian diam dan menyimak dengan penuh perhatian, lalu menjaganya, lalu mengamalkannya dan kemudian menyebarkannya". – Sufyan bin Uyainah"
"Tidak ada seseorang yang mau meninggalkan temannya dalam keadaan sendiri. Kecuali bagi mereka yang hanya memikirkan diri sendiri."
“Ingat! Islam itu tidak melarang jatuh cinta, yang dilarang adalah tindakan-tindakan negatif yang kamu lakukan atas nama cinta.”
"Sesungguhnya tidak ada sesuatu apapun yang paling berat ditimbangan kebaikan seorang mu'min pada hari kiamat seperti akhlaq yang mulia, dan sungguh-sungguh (benar-benar) Allah benci dengan orang yang lisannya kotor dan kasar.”
No man is alone with a non-mahram woman but the Shaytan is the third one present. – Hadits
“Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka. (H.R. al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, 4/228, no.4876. Lihat Jâmi’ul Ahâdits, Jalaluddin As-Suyuthi, 25/145, Asy Syamilah)
"Bersabarlah atas segala cacian dan hinaan di kala diri dalam proses berhijrah."
Jomblo bukanlah orang yg ketinggalan zaman,hanya saja tdk pacaran.sebab,ikatan pacaran hanya akan membawa insan suci kedalam jurang kotor penuh noda serta kemaksiatan yg dibenci oleh pencipta langit dan bumi
"Seseorang muslim adalah orang yang tidak menyakiti muslim lainnya dengan lisan dan tangannya".
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah 216)
Tujuan beribadah

Tujuan beribadah

2021-07-1604:47

Tujuan ibadah yaitu menghadapkan diri kepada Allah dengan hati ikhlas semata-mata karena-Nya dalam rangka tunduk dan patuh kepada-Nya; memperoleh derajat (kedudukan) mulia di akhirat; atau menjadi kekasih (wali) Allah
Berlomba-lombalah mengejar pahala supaya kita bisa menjadi penghuni syurga yg kekal didalamnya
Muslim wajib tau bahwa Dzikir Pagi dan Petang itu seperti baju besi, semakin bertambah ketebalannya maka pemiliknya semakin tdk terkenai bahaya bahkan kekuatan baju besi itu bisa sampai memantulkan kembali anak panah sehingga berbalik mengenai pemanahnya sendiri(ibnu Qayyim)
loading
Comments