Discover
Pesantren Kaliopak
Pesantren Kaliopak
Author: Pondok Budaya Pesantren Kaliopak
Subscribed: 0Played: 0Subscribe
Share
© Pondok Budaya Pesantren Kaliopak
Description
Dokumentasi Seri Diskusi Reguler Pondok Budaya Pesantren Kaliopak
#Ngajidewaruci (mingguan) Tiap malam rabu, dengan suguhan beragam wacana faktual
#Ngajiposonan (tahunan) Tiap bulan ramadhan, dengan pemateri & materi kajian lintas bidang/ disiplin
#Ngajidewaruci (mingguan) Tiap malam rabu, dengan suguhan beragam wacana faktual
#Ngajiposonan (tahunan) Tiap bulan ramadhan, dengan pemateri & materi kajian lintas bidang/ disiplin
68 Episodes
Reverse
Kyai Nasirun, Uda Alfi, Samuel Indratma
Kita hidup dalam dunia yang kompleks dan serba cepat saat ini. Sibuk dengan rutinitas sehari-hari, terpaku pada teknologi modern, dan terjebak dalam dinamika sosial yang cepat berubah. Namun, dalam hiruk-pikuk kehidupan kontemporer ini, seringkali kita merasa keterasingan, merasa kehilangan arah, dan merasa terputus dari nilai-nilai spiritual dan nilai-nilai manusiawi yang mendasar. Dalam konteks ini, diskusi tentang ajaran Ahlussunnah Wal Jama'ah (Aswaja) sebagai salah satu bentuk Islam yang diamalkan di Indonesia, dan keterasingan manusia kontemporer menjadi perenungan yang menarik. Mari kita telaah bersama dalam refleksi ini.Aswaja adalah istilah yang merujuk kepada ajaran Islam yang berakar pada Al-Quran, Hadis Rasulullah, serta pemahaman dan praktik para sahabat dan ulama salaf. Aswaja mengedepankan prinsip toleransi, moderasi, serta pemahaman yang seimbang dan inklusif terhadap Islam dan masyarakat. Aswaja juga menekankan pentingnya menjaga ukhuwah (persaudaraan) antara sesama muslim serta menghormati keragaman budaya dan pemahaman agama di Indonesia.Diskusi tentang Aswaja mengingatkan kita untuk merenungkan kembali nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar Islam yang menjadi landasan agama kita sebagai umat muslim. Dalam era modern yang penuh distraksi dan polarisasi, refleksi tentang ajaran Aswaja dapat menjadi pedoman untuk menghadapi tantangan zaman, serta memperkuat keyakinan dan pengamalan agama kita dengan landasan yang kokoh.Namun, refleksi tentang Aswaja tidak hanya sebatas pada aspek agama, tetapi juga dapat melibatkan aspek sosial dan budaya. Keterasingan manusia kontemporer, terutama dalam konteks urbanisasi dan globalisasi, sering kali membuat kita merasa terpisah dari lingkungan sekitar, dari alam, dan dari sesama manusia. Kita terjebak dalam rutinitas sehari-hari yang sibuk, terfokus pada pencapaian materi dan popularitas sosial, dan kadang-kadang merasa terasing dari nilai-nilai kemanusiaan yang mendasar.
Oleh Kyai Jadul Maula - Islam Berkebudayaan Jalan Aktualisasi Diri
introduction
Selamat datang di ruang dengar Gendhurasan,
seri diskusi reguler pondok budaya pesantren kaliopak.
Dipandu moderator andalan, diisi pemateri berpengalaman, di sini kami membahas gagasan-gagasan brilian dari berbagai disiplin pengetahuan.
Gendhurasan, bukan sekedar gendhurenan dan rasan-rasan
-
-
-
-
-
-
Negara Bangsa sering kali membangun identitas nasional berdasarkan faktor-faktor seperti bahasa, budaya, dan sejarah, sementara mengabaikan atau mereduksi peran agama. Kritiknya terpusat pada asumsi bahwa agama musti dikesampingkan dari ranah publik dan menjadi urusan pribadi semata. Hal tersebut mendorong kekhawatiran akan kecenderungan Negara-Bangsa untuk menggunakan kekerasan atau tekanan politik dalam upaya untuk menghapus atau mengendalikan identitas keagamaan yang tidak sesuai dengan narasi nasional.
Dalam konteks tersebut, adalah Talal Asad yang berupaya merangsang pemikiran kritis terhadap cara negara-negara modern membentuk identitas melalui konsepsi Negara-Bangsa. Dan bagaimana konsepsi tersebut kini menjadi efek berlanjut (continuing effect) dalam menginklusi ataupun justru mengeksklusi identitas, ras, kelas, perjuangan, dan kelompok tertentu. Melalui kritik Asad dan elaborasinya dengan pandangan para founding father, perenungan terhadap fondasi dan konsepsi Negara-Bangsa hendak dipertanyakan relevansi dan restrukturisasinya dalam realitas masyarakat Indonesia kontemporer yang semakin terfragmentasu dan semakin kompleks.
-
-
-
-
-
-
-
-








