Discover
Galeri Puisi
16 Episodes
Reverse
latihan menjadi mayat. Pada sebuah peti pemakamanku sendiri.
Aku melihat mereka adalah diriku sendiri
Pada sebuah waktu yang berbeda
Akhirnya aku benar-benar ingin sendiri
Berbicara pada angin, atau sekadar mendengarkan obrolan rumput dan belukar.
Bukan dalam kota yang riuh
Kutuliskan lagi dalam hatimu
Agar tak sia-sia aku mencintaimu
Bagaimana jika kita adalah boneka
Yang dimainkan seorang bocah pada sebuah pesta teh?
Ibu menjelma merpati
Ia menjelajah langit yang semburat kemerahan
Memastikan padaku bahwa semesta baik-baik saja
Maka aku adalah laut
Yang menerima mu penuh dengan apapun yang kau bawa dalam perjalanan mu.
Ada rindu ku titip di ranting pohon Angsana
Diantara cabang-cabang mati dan kering
Ketika semua sudah selesai adalah isyarat untuk pulang
Kau benar-benar sebuah kesungguhan
Cerpen yang menceritakan bagaimana keadaan perang yang merenggut senyuman dari sebuah kota.
Seseorang boleh saja jatuh cinta dan ingin menikahi siapa saja, termasuk pada malam
Orang mabuk memang suka bikin nasihat padahal ia sendiri perlu dinasihati
Seekor katak iri dengan paduka Raja yang enak hidup diistana
Puisi makin dilupakan dan perlahan-lahan puisi mati dibuku halaman belakang
Ada seorang wanita serupa belantara, yang adanya begitu sulit ditaklukkan




