DiscoverMDC Surabaya
MDC Surabaya
Claim Ownership

MDC Surabaya

Author: MDC Surabaya

Subscribed: 5Played: 44
Share

Description

GKPB Masa Depan Cerah Surabaya
404 Episodes
Reverse
Kalau kita menyadari identitas jati diri kita sebagai anak-anak Allah, maka cara kita berbicara, membangun relasi, memberi dan melayani, berbisnis.. semuanya akan menjadi berbeda. Kita pasti akan melakukan hal yang berbeda dari cara dunia, karena ini adalah identitas diri kita sebagai anak-anakNya. Marilah kita memiliki cara dan jalan hidup sesuai dengan anak-anak Allah, serta tetap melakukan hal yang benar karena kita mau menjaga nama baik Bapa kita. Amin. —Bp. Soetjipto Koesno, “Siapakah Aku ini Tuhan?” Dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 15 Februari 2026.
Dari cerita Rizpa binti Aya di 2 Samuel 21:10-14 kita dapat belajar ketika ada sesuatu yang berjalan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, kita masoh dapat bersikap:Pertama. Memiliki Kasih yang tetap tinggal di tempat yang terasa menyakitkan. Kedua. Memiliki Kasih yang tetap menjaga martabat sekalipun harapan terlihat sudah tiada. Ketiga. Memiliki Kasih yang setia menggerakkan hati raja—kesetiaan yang kita lakukan, pasti akan menggerakkan sesuatu. Keempat. Memiliki Kasih yang membuka pintu Surga—tetap konsisten dalam berdoa dan taat melakukan kebenaran firman Tuhan. When love stays faithful, heaven responds. Saat kasih dengan setia tetap bertahan dan dilakukan konsisten, maka Surga akan merespon.—Pdt. Lydia CSES, “Tetap Mengasihi Ketika Hidup Tidak Sesuai Harapan.” Dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 8 Februari 2026.
Jangan biarkan hidup kita sama seperti kapal yang kelebihan muatan—penuh sesak oleh ambisi, kekhawatiran, dan juga kesenangan yang bisa menumpulkan kepekaan kita untuk dapat mendengar suara Tuhan dan juga mengerti akan kehendak-Nya. Kapal itu mungkin masih bisa berlayar di atas perairan yang tenang, tetapi ia tidak pernah siap untuk menghadapi badai.Hari Tuhan akan datang dengan tiba-tiba, sama seperti gelombang laut yang menghantam tanpa adanya peringatan terlebih dahulu. Karena itulah tanggalkan beban yang tidak perlu, berjaga-jagalah dan terus berdoa, supaya kita kuat dalam menghadapi semua yang akan datang, dan tetap berdiri tegak di hadapan-Nya.“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Petrus 5:7).“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33).—Pdt. Yose Ferlianto, “Waspada dan Berjaga.” Dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 25 Januari 2026.
Khotbah MDC Surabaya satelit Graha Pemulihan oleh Pdt. Andreas Rahardjo - Kebiasaan yang Menjauhkan Kita dari Berkat Tuhan.
Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Bpk. Soetjipto Koesno - Keuangan Yang Sehat.
Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World oleh Pdt. Gunawan Iskandar - Be Still
Melalui Kolose 1:15-20, kita belajar bahwa Kristus adalah Sumber (Pencipta), Penopang (Pemelihara), dan juga Tujuan (Penebus) dari seluruh realitas alam semesta. Karena itu apa saja yang berada di luar Kristus, termasuk rasa aman manusia, adalah bentuk penyembahan berhala bila diletakkan di luar Dia.Marilah percaya dan menyerahkan hidup kita seutuhnya pada Dia. Jadikan Dia sebagai yang utama dan segala-galanya, di hidup kita. —Pdt. Markus Simanjuntak, “Kristus, Pusat yang Menopang Segalanya.” Dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 18 Januari 2026.
Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Pdt. Elsypurnama Adisuputra - El Shaddai.
Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Pdt. Betuel Himawan - Tiga Doa di Tahun Baru.
Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Pdt. Budi Setiawan - Menutup Dengan Syukur, Melangkah Dengan Iman.
Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Bpk. Soetjipto Koesno - Takut akan Tuhan.
Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh drg. Kamaludin Sutedjo - Adventus.
Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh ibu Cindy Wijaya - Be Fruitful and Multiply
Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Pdt. Betuel Himawan - Ketaatan sang Raja.
Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Pdt. Elsypurnama Adisuputra - Hidup Yang Dipersembahkan.
Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Pdt. Agus Lianto - Hidup Dalam Ketulusan.
Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Pdt. Betuel Himawan - Seperti untuk Tuhan.
Keperkasaan Allah dalam Kemanusiaan Kristus ditujukan pada Yesus dalam status sebagai manusia. Dinyatakan melalui kasih, ketaatan, dan juga kelemahlembutan. Diwujudkan dalam kekuatan untuk menanggung segala sesuatu dengan sabar dan bertekun. Keperkasaan Allah Menghancurkan Kuasa Dosa dan Maut dinyatakan oleh kematian Kristus sebagai manusia. Setelah hancurnya kuasa perbudakan dosa dan maut, jangan menyerahkan kembali tubuh kita pada perhambaan dosa, tetapi gunakanlah untuk senjata kebenaran Allah.Kuasa-Nya Sempurna dalam Kelemahan Kita, merupakan sarana bagi kita untuk menerima anugerah dan kuasa Allah. Seorang yang perkasa di dalam iman akan dikenal karena kerapuhan dan kelembutannya, bukan dari superioritas atau sikap menguasai orang lain.—Pdt. Agus Lianto, “Keperkasaan-Nya dalam Kita.” Dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 11 Januari 2026.
Mengapa memenangkan peperangan di dalam pikiran merupakan hal yang sangat penting?Karena kualitas dari apa yang kita pikirkan nantinya akan menentukan bagaimana kualitas dari hidup kita. Selain itu kita juga tidak akan dapat memiliki dan menjalani kehidupan positif, bila apa yang ada di dalam pikiran kita selama ini isinya negatif. Setiap pergumulan yang sedang dihadapi, setting / pengaturannya itu bermula dari dalam pikiran kita masing-masing.Bagaimana kita dapat menang?Pikiran kita harus diprogram dan dikalibrasi ulang sesuai kebenaran firman-Nya, lawanlah setiap pikiran negatif, memilih untuk berpikir yang baik (Filipi 4:8), jagalah hati dan pikiran kita. Kemenangan di dalam pikiran kita, akan membawa kemenangan di dalam hidup kita. —Pdt. Andreas Rahardjo, “Memenangkan Peperangan di dalam Pikiran.” Dibagikan di Ibadah Minggu MDC Graha Pemulihan, Tgl. 4 Januari 2026.
Dalam menyongsong tahun 2026, marilah kita mempersiapkannya dengan,“Keyakinan Iman, Kerendahan Hati, Ketaatan, Ketekunan, dan juga Memiliki Kasih.”“Tetapi Tuhan ALLAH menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Sebab itu aku meneguhkan hatiku seperti keteguhan gunung batu karena aku tahu, bahwa aku tidak akan mendapat malu.” (Yesaya 50:7).—Pdt. Andreas Rahardjo, “Berlari dengan Tekun.” Dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 28 Desember 2025.
loading
Comments