DiscoverFluentFiction - Indonesian
FluentFiction - Indonesian
Claim Ownership

FluentFiction - Indonesian

Author: FluentFiction.org

Subscribed: 39Played: 3,184
Share

Description

Are you ready to supercharge your Indonesian listening comprehension?

Our podcast is the perfect tool for you. Studies show that the key to mastering a second language is through repetition and active processing.

That's why each episode of our podcast features a story in Indonesian, followed by a sentence-by-sentence retelling that alternates between Indonesian and English.

This approach not only allows you to fully understand and absorb the vocabulary and grammar but also provides a bilingual support to aid your listening comprehension. But we don't stop there.

Research in sociolinguistics highlights the importance of culture in language learning, which is why we provide a list of vocabulary words and a transcript of the audio to help you understand the cultural context of the story. And for your convenience, we also include a transcript of the audio to help you refer back to any parts you may have struggled with.

Our podcast is not just for language learners, it's also for travelers or people who wants to connect with their roots. Are you planning a trip to Bali, Yogyakarta, or Raja Ampat? Maybe you want to speak Indonesian with your grandparents from Jakarta?

Our podcast will enrich you with the cultural and linguistic knowledge needed to fully immerse yourself in the regions of Indonesia, where the Indonesian language is predominantly spoken. Our podcast is based on the latest research in linguistics, sociolinguistics,
psychology, cognitive science, neuroscience, and education to provide the most effective method for mastering Indonesian listening comprehension.

Don't miss this opportunity, give our podcast a try and see the results for yourself. Tingkatkan pemahaman mendengarkan Anda dengan cerita-cerita bahasa Indonesia kami hari ini!
898 Episodes
Reverse
Fluent Fiction - Indonesian: Marching Through Monsoons: A Journey to Vote For Change Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-01-17-08-38-20-id Story Transcript:Id: Hujan deras mengguyur kota Jakarta sejak pagi.En: Heavy rain has been pouring over the city of Jakarta since morning.Id: Rina merapatkan jaketnya saat melangkah di genangan air depan rumah.En: Rina tightened her jacket as she stepped through the puddle in front of her house.Id: Dia menyadari tantangan yang akan dihadapinya hari ini, tetapi semangatnya tak pudar.En: She realized the challenges she would face today, but her spirit remained undimmed.Id: Rina, seorang guru yang berdedikasi, percaya bahwa setiap suara penting.En: Rina, a dedicated teacher, believes that every voice matters.Id: Hari ini, ia akan memberikan suaranya dalam pemilihan lokal.En: Today, she would cast her vote in the local election.Id: Rina melangkah dengan hati-hati, memastikan tidak terpeleset di jalanan yang licin.En: Rina walked carefully, ensuring she wouldn’t slip on the slick roads.Id: "Budi!En: "Budi!Id: Tari!En: Tari!"Id: " panggilnya kepada dua orang temannya yang sedang menunggu di halte bus.En: she called out to her two friends waiting at the bus stop.Id: Budi, seorang pemuda yang seumuran dengan Rina, tersenyum menyambutnya.En: Budi, a young man around the same age as Rina, smiled in welcome.Id: "Kita akan butuh sedikit keberanian untuk hari ini," ujarnya sambil menunjuk ke arah jalanan yang mulai terendam.En: "We are going to need a little courage today," he said while pointing to the road that was beginning to flood.Id: Tari, sahabat Rina yang selalu ceria, mengangkat payungnya.En: Tari, Rina’s always cheerful best friend, raised her umbrella.Id: "Kita bisa lakukan ini.En: "We can do this.Id: Semua demi masa depan kita," katanya bersemangat.En: All for our future," she said enthusiastically.Id: Mereka bertiga menaiki angkot yang melaju pelan, berusaha menembus lalu lintas yang macet karena banjir.En: The three of them boarded an angkot that was moving slowly, trying to navigate through traffic jammed due to the flood.Id: Jalan menuju tempat pemungutan suara tidak mudah.En: The way to the polling station wasn't easy.Id: Air sudah mencapai lutut, dan langit tak menunjukkan tanda-tanda cerah.En: Water had already reached knee-height, and the sky showed no signs of clearing.Id: Namun, pemandangan itu tak menyurutkan niat mereka.En: However, the sight didn’t deter their intentions.Id: Setiap orang yang bertemu mereka dalam perjalanan memberikan senyum dan salam penyemangat.En: Everyone they met along the way offered smiles and words of encouragement.Id: Ada rasa solidaritas yang terasa kuat saat semua bersama mencari perubahan.En: There was a strong sense of solidarity as everyone sought change together.Id: Sesampai di balai komunitas, suasananya sudah ramai.En: Upon arriving at the community hall, the atmosphere was already lively.Id: Orang-orang tetap antusias meskipun basah kuyup dan letih.En: People remained enthusiastic despite being soaked and weary.Id: Rina melangkah masuk, menekan rasa lelah yang melanda.En: Rina stepped inside, pushing through the fatigue that overwhelmed her.Id: "Setiap suara membawa harapan," gumamnya dalam hati, sambil mengisi lembar suara.En: "Every vote brings hope," she murmured to herself, while filling out the ballot.Id: Suara-suara nyanyian Indonesia Raya bergema, menambah semangatnya.En: The sounds of the Indonesia Raya anthem resonated, boosting her spirit.Id: Saat keluar dari bilik suara, Rina menarik napas panjang.En: As Rina exited the polling booth, she took a deep breath.Id: Banjir dan hujan seakan hilang sejenak, tergantikan rasa puas dan bangga.En: The flood and rain seemed to vanish for a moment, replaced by a feeling of satisfaction and pride.Id: Rina menatap teman-temannya yang berdiri di dekat pintu, wajah mereka menyiratkan perasaan yang serupa.En: She looked at her friends standing by the door, their faces reflecting similar feelings.Id: Perlahan-lahan, mereka berjalan pulang, air masih pembanjiri jalanan.En: Slowly, they walked home, the roads still flooded.Id: Namun, langkah Rina terasa lebih ringan.En: However, Rina’s steps felt lighter.Id: Dia menyadari bahwa usahanya hari ini berarti, bahwa setiap tindakan kecil bisa membawa perubahan.En: She realized that her efforts today were meaningful, that every small action could lead to change.Id: Di tengah hujan, Rina merasa lebih kuat dan yakin.En: In the midst of the rain, Rina felt stronger and more confident.Id: Dia berjanji pada dirinya sendiri untuk terus berjuang demi perubahan yang dia impikan.En: She promised herself to keep fighting for the change she dreamed of.Id: Dalam hati Rina, harapan dan kebanggaan berkobar terang, tak kalah dengan derasnya hujan monsun di sekelilingnya.En: In Rina's heart, hope and pride burned brightly, undeterred by the pouring monsoon rain surrounding her. Vocabulary Words:pouring: mengguyurtightened: merapatkanpuddle: genangan airundimmed: tak pudardedicated: berdedikasiensuring: memastikanslick: licincourage: keberaniannavigate: menembusjammed: macetdeter: menyurutkansolidarity: solidaritasenthusiastic: antusiasweary: letihfatigue: lelahresonated: bergemapride: kebanggaanvanish: hilangreflection: menyiratkanflooded: terendammeaningful: berarticonfident: yakindreamed: impikanburned: berkobardetermination: tekadanthem: nyanyianoverwhelmed: melandaintention: niatcheerful: ceriaovercome: melampaui
Fluent Fiction - Indonesian: A Rainy Market Rendezvous: Capturing More Than Just Moments Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-01-16-23-34-01-id Story Transcript:Id: Hujan turun perlahan di Pasar Makanan Jakarta.En: The rain fell gently at the Pasar Makanan Jakarta.Id: Udara basah dan hangat, aroma rempah-rempah dan makanan goreng memenuhi suasana.En: The air was wet and warm, filled with the aroma of spices and fried food.Id: Budi berjalan pelan, kamera menggantung di lehernya.En: Budi walked slowly, a camera hanging from his neck.Id: Ia mencari momen-momen jujur di tengah keramaian pasar.En: He was searching for candid moments amidst the hustle and bustle of the market.Id: Namun, kali ini, ia merasa sedikit kosong.En: However, this time, he felt a bit empty.Id: Kamera yang biasanya menjadi temannya, kini terasa berat.En: The camera, which was usually his friend, now felt heavy.Id: Di sudut lain pasar, Ayu berkeliling.En: In another corner of the market, Ayu wandered around.Id: Mata Ayu berbinar melihat ragam bahan makanan yang segar dan beraneka jenis.En: Ayu's eyes sparkled as she saw the variety of fresh and diverse ingredients.Id: Setelah bertahun-tahun di luar negeri, ia rindu makanan asli Indonesia.En: After years abroad, she missed authentic Indonesian food.Id: Ia memikirkan restoran yang ingin ia bangun, dan bagaimana menggabungkan cita rasa lokal dengan teknik-teknik baru yang ia pelajari.En: She thought about the restaurant she wanted to open, and how to combine local flavors with the new techniques she had learned.Id: Langit semakin gelap, hujan deras mulai turun.En: The sky grew darker, and heavy rain began to pour.Id: Budi memutuskan untuk meneduh di bawah tenda salah satu penjual.En: Budi decided to seek shelter under a vendor's tent.Id: Ia merapatkan jaketnya, mencoba menghalau dingin yang merayap.En: He pulled his jacket tight, trying to fend off the creeping cold.Id: Di sampingnya, Ayu juga menepi, mencoba melindungi buku catatan yang ia bawa dari basah.En: Next to him, Ayu also took cover, trying to protect the notebook she brought from getting wet.Id: Mereka saling pandang, tersenyum sopan.En: They looked at each other and exchanged polite smiles.Id: "Hai, sudah lama di sini?En: "Hi, have you been here long?"Id: " tanya Budi, berusaha memecah keheningan.En: asked Budi, trying to break the silence.Id: Suaranya hampir tenggelam oleh suara hujan yang deras.En: His voice was almost drowned out by the sound of the heavy rain.Id: "Baru sebentar, mencari bahan untuk eksperimen masakan," jawab Ayu, tersenyum ramah.En: "Just for a while, looking for ingredients for cooking experiments," replied Ayu, smiling kindly.Id: Percakapan kecil dan canggung itu segera berubah menjadi obrolan hangat.En: That small and awkward conversation quickly turned into a warm chat.Id: Budi pun menurunkan kameranya dan fokus pada Ayu.En: Budi lowered his camera and focused on Ayu.Id: Ia terpikat oleh semangat dan cerita Ayu tentang kuliner.En: He was captivated by Ayu's passion and stories about culinary adventures.Id: Ayu berbagi tentang impiannya, bagaimana ia ingin menghidangkan cita rasa autentik dengan sedikit sentuhan modern.En: Ayu shared her dreams of serving authentic flavors with a slight modern touch.Id: Saat mendengarkan, hati Budi mulai terbuka.En: As he listened, Budi's heart began to open.Id: Ayu mengingatkan Budi akan hal-hal yang dirindukannya tentang Jakarta: kebersamaan, makanan yang membawa kenangan, dan senyum tulus penduduknya.En: Ayu reminded Budi of the things he missed about Jakarta: the togetherness, the food that brought back memories, and the genuine smiles of its people.Id: Budi menyadari bahwa ia terlalu sering berlindung di balik kamera, dan hampir melupakan keindahan interaksi manusia.En: Budi realized that he had been hiding behind the camera too often and almost forgot the beauty of human interaction.Id: Tiba-tiba, petir menyambar, hujan semakin deras.En: Suddenly, lightning struck, and the rain got even heavier.Id: Mereka tertawa, berbagi jaket untuk berlindung, menikmati kebersamaan yang hangat.En: They laughed, sharing the jacket to keep warm, and enjoyed the cozy togetherness.Id: Untuk pertama kalinya, Budi menikmati momen tanpa memikirkan sudut terbaik untuk dijepret.En: For the first time, Budi was enjoying the moment without worrying about the perfect angle for a shot.Id: Ia merasa terhubung dengan Ayu, dan dengan kota yang sangat ia cintai.En: He felt connected to Ayu and to the city he dearly loved.Id: “Aku ingin mengambil fotomu,” kata Budi, lalu mengangkat kameranya dengan senyum.En: "I want to take your picture," said Budi, then lifted his camera with a smile.Id: Ayu menatapnya, tertawa lepas.En: Ayu looked at him, laughing out loud.Id: Budi menekan tombol, mengabadikan momen itu—lebih dari sekadar gambar, namun juga kenangan pertemanan, atau mungkin sesuatu yang lebih.En: Budi pressed the button, capturing the moment—more than just an image, but also a memory of friendship, or perhaps something more.Id: Ketika hujan mulai reda, mereka berjalan bersama kembali ke pasar.En: As the rain started to ease, they walked back together to the market.Id: Budi meninggalkan pasar dengan perasaan baru, tidak hanya menyimpan foto, tetapi juga teman baru.En: Budi left the market with a new feeling, not just carrying photos, but also a new friend.Id: Sementara itu, Ayu menemukan inspirasi baru untuk restorannya, tidak hanya dari bahan-bahan lokal, tetapi juga dari seseorang yang bisa memahami visinya.En: Meanwhile, Ayu found new inspiration for her restaurant, not only from local ingredients but also from someone who could understand her vision.Id: Pasar yang basah, aroma pedagang makanan, dan tawa yang dibagi kini memiliki makna baru bagi Budi dan Ayu.En: The wet market, the aroma of food vendors, and the shared laughter now had new meaning for Budi and Ayu.Id: Hari itu, Budi belajar bahwa lebih dari sekadar mengabadikan momen, kadang kita perlu merasakannya.En: That day, Budi learned that more than just capturing moments, sometimes we need to feel them.Id: Sementara Ayu merasa lebih terhubung, bukan hanya dengan Jakarta, tetapi juga menemukan satu bagian di kota yang sebenarnya selalu menjadi rumahnya.En: Meanwhile, Ayu felt more connected, not just with Jakarta, but also discovering a part of the city that had always been her home. Vocabulary Words:gently: perlahanaroma: aromacandid: jujurhustle and bustle: keramaianventured: berkelilingdiverse: beranekaauthentic: aslicombine: menggabungkantechniques: teknik-teknikseek shelter: meneduhfend off: menghalaucreeping: merayapawkward: canggungcaptivated: terpikatculinary adventures: kulinermodern touch: sentuhan moderngenuine: tulusinteraction: interaksilightning: petircozy: hangatconnected: terhubungbutton: tombolcapturing: mengabadikanfriendship: pertemananease: redainspiration: inspirasivendor: pedagangtogetherness: kebersamaanrealize: menyadariuncover: menemukan
Fluent Fiction - Indonesian: The Night Rina Beat the Odds: A High-Stakes Poker Tale Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-01-16-08-38-20-id Story Transcript:Id: Di sebuah ruang belakang klub di Jakarta, lampu temaram menyinari meja poker.En: In a back room of a club in Jakarta, dim lights illuminated the poker table.Id: Asap rokok menari di antara para pemain yang duduk tegang.En: Cigarette smoke danced among the tense players sitting around.Id: Hujan mengguyur jalan-jalan di luar.En: Rain poured over the streets outside.Id: Aroma jaket basah bercampur dengan keringat dan ketegangan.En: The aroma of wet jackets mixed with sweat and tension.Id: Rina duduk di meja, jantungnya berdetak cepat.En: Rina sat at the table, her heart beating fast.Id: Malam itu dia harus menang.En: That night, she had to win.Id: Utang besar menghantuinya.En: A huge debt haunted her.Id: Dalam pikirannya, hanya ada satu cara untuk memulai hidup baru—menang dalam permainan ini.En: In her mind, there was only one way to start a new life—winning this game.Id: Di sudut lain meja, Eko, pemain kawakan dengan reputasi licik, sedang mengawasi.En: At the other end of the table, Eko, a seasoned player with a sly reputation, was watching.Id: Permainan berjalan lama.En: The game went on for a long time.Id: Rina memegang kartunya erat.En: Rina held her cards tightly.Id: Dia memperhatikan setiap detil, mencari kesempatan untuk menekan Eko.En: She observed every detail, looking for an opportunity to pressure Eko.Id: Ketika giliran Eko datang, dia tersenyum lebar, dan meletakkan kartu satu persatu.En: When Eko's turn came, he smiled broadly and laid down his cards one by one.Id: Tapi, Rina merasa ada yang berbeda.En: But, Rina felt something was different.Id: Matanya tertuju pada sebuah kartu yang tampak tidak seharusnya berada di tangan Eko.En: Her eyes focused on a card that seemed out of place in Eko's hand.Id: Degup jantung Rina semakin kencang.En: Rina’s heartbeat quickened.Id: Pikirannya berkecamuk, "Apakah Eko menukar kartunya?En: Her mind was racing, "Did Eko swap his cards?Id: Bagaimana jika dia hendak menjebakku?En: What if he's trying to trap me?"Id: "Pilihan ada di depan mata.En: The choice was right in front of her.Id: Rina bisa mengonfrontasi Eko di depan semua orang, namun resikonya besar.En: Rina could confront Eko in front of everyone, but the risk was high.Id: Atau, dia bisa berpura-pura tidak tahu dan tetap bermain.En: Or, she could pretend not to know and keep playing.Id: Tapi, ada satu pilihan lain.En: But, there was one more option.Id: Ketika permainan berlanjut, Rina mengambil nafas dalam-dalam.En: As the game continued, Rina took a deep breath.Id: Dengan gerakan cepat dan tanpa diketahui siapapun, dia berhasil menukar kembali kartu yang salah tempat itu ke posisinya semula.En: With a swift movement and unnoticed by anyone, she managed to swap the misplaced card back to its original position.Id: Hatinya berdebar, dia tahu dia mengambil risiko besar melakukan ini.En: Her heart pounded, as she knew she was taking a big risk doing this.Id: Permainan mencapai puncaknya.En: The game reached its climax.Id: Semua kartu dibuka.En: All cards were revealed.Id: Seolah keajaiban, Rina memegang kartu kemenangan.En: As if by magic, Rina held the winning hand.Id: Tepuk tangan terdengar di ruangan itu, meski beberapa wajah terlihat tidak puas, termasuk Eko.En: Applause sounded in the room, though some faces appeared unsatisfied, including Eko’s.Id: Rina segera mengumpulkan kemenangannya.En: Rina quickly gathered her winnings.Id: Dengan langkah cepat, dia meninggalkan ruangan sebelum ada yang menyadari apa yang terjadi.En: With quick steps, she left the room before anyone realized what had happened.Id: Malam itu dia menang tipis, tetapi itu cukup.En: That night she won by a narrow margin, but it was enough.Id: Dia berhasil melunasi utangnya.En: She managed to pay off her debt.Id: Di luar, hujan masih turun dengan deras.En: Outside, the rain still poured heavily.Id: Tapi kini, Rina merasakan sesuatu yang berbeda.En: But now, Rina felt something different.Id: Kepercayaan diri.En: Confidence.Id: Dia menyadari, dalam permainan hidup, mengikuti insting dan tetap tenang adalah cara untuk bertahan.En: She realized that in the game of life, following instincts and staying calm are the ways to survive.Id: Dan malam itu, dia membuktikan bahwa dia lebih dari sekadar pemain pemula.En: And that night, she proved that she was more than just a beginner.Id: Dia adalah pemenang.En: She was a winner. Vocabulary Words:dim: temaramilluminated: menyinaritension: keteganganhaunted: menghantuinyaseasoned: kawakansly: licikobserved: memperhatikandetail: detilopportunity: kesempatanpressure: menekanbroadly: lebarmisplaced: salah tempattrap: menjebakkuconfront: mengonfrontasipretend: berpura-puraswift: cepatgesture: gerakanunnoticed: tanpa diketahuiclimax: puncaknyareveal: dibukaapplause: tepuk tangangathered: mengumpulkannarrow margin: menang tipisconfidence: kepercayaan diriinstincts: instingsurvive: bertahanproved: membuktikanbeginner: pemulawinner: pemenangdebate: berkecamuk
Fluent Fiction - Indonesian: The Secret Recipe: Budi's Unexpected Path to Team Bonding Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-01-15-23-34-02-id Story Transcript:Id: Di sebuah kantor perusahaan yang modern dengan desain terbuka, tertata rapi dengan dinding kaca dan ruang rapat, Budi berjalan tergesa.En: In a modern company office with an open design, neatly arranged with glass walls and meeting rooms, Budi walked hurriedly.Id: Dia adalah seorang analis junior yang penuh semangat, selalu berusaha menjadi bagian dari tim yang lebih besar.En: He is an enthusiastic junior analyst, always striving to be part of the larger team.Id: Baru-baru ini, Budi mendengar rekan-rekannya berbicara tentang "resep rahasia".En: Recently, Budi heard his colleagues talking about a "secret recipe."Id: Pikirnya, "Mungkin ada makanan lezat yang selalu mereka nikmati tanpa aku.En: He thought, "Maybe there is delicious food they always enjoy without me."Id: "Di tengah kepanikan musim panas di belahan bumi selatan dan menjelang Imlek yang akan datang, Budi ingin berkontribusi.En: In the midst of the summer rush in the southern hemisphere and the upcoming Lunar New Year, Budi wanted to contribute.Id: Dia merasa tertinggal dan ingin mengesankan rekan-rekannya dengan menemukan dan menambahkan "resep rahasia" itu.En: He felt left out and wanted to impress his colleagues by finding and adding that "secret recipe."Id: Suatu hari, Budi overheard Sari dan Rizal berdiskusi di area dapur kecil.En: One day, Budi overheard Sari and Rizal discussing in the small kitchen area.Id: "Strategi baru kita adalah oven rahasia di kantor ini," kata Sari sambil tertawa.En: "Our new strategy is the secret oven in this office," said Sari laughing.Id: Budi serius menganggap mereka benar-benar memiliki oven rahasia.En: Budi seriously thought they really had a secret oven.Id: Budi mulai merencanakan.En: Budi started planning.Id: Dia pergi ke supermarket dan membeli berbagai perlengkapan kue.En: He went to the supermarket and bought various baking supplies.Id: "Aku akan membuat kue yang luar biasa," pikirnya.En: "I will make an amazing cake," he thought.Id: Dia membayangkan ekspresi kagum Sari dan Rizal.En: He imagined Sari and Rizal's amazed expressions.Id: Setelah kantor sepi saat malam menjelang, Budi menyelinap masuk ke dapur.En: After the office was quiet as evening approached, Budi sneaked into the kitchen.Id: Dia bawakan bahan dan peralatan kue.En: He brought the ingredients and baking equipment.Id: Namun, tidak ada oven.En: However, there was no oven.Id: Tetapi, tidak menyerah, Budi memiliki satu ide terakhir.En: But, not giving up, Budi had one last idea.Id: Dia menuju ke kotak listrik dan mencoba menghidupkan "oven rahasia" itu.En: He headed to the electrical box and tried to turn on that "secret oven."Id: Namun, begitu Budi menarik tuasnya, semua lampu di kantor padam.En: However, as soon as Budi pulled the lever, all the lights in the office went out.Id: Suara aliran listrik terputus menggema.En: The sound of the electricity cutting off echoed.Id: "Aduh!En: "Oops!"Id: " serunya.En: he exclaimed.Id: Pagi berikutnya, keributan kecil telah menyebar.En: The next morning, a small commotion had spread.Id: Budi terpaksa mengakui apa yang telah terjadi kepada Sari dan Rizal.En: Budi had to admit what had happened to Sari and Rizal.Id: Alih-alih marah, mereka tertawa terbahak-bahak.En: Instead of getting angry, they burst into laughter.Id: "Kami hanya membicarakan strategi tim," jelas Rizal sambil menepuk punggung Budi.En: "We were just talking about team strategy," explained Rizal while patting Budi's back.Id: Tapi yang mengagumkan, kue Budi yang setengah matang ternyata sudah terhidang.En: Amazingly, Budi's half-baked cake was already served.Id: Seluruh tim berkumpul, mencicipinya, dan malah menyukainya.En: The whole team gathered, tasted it, and actually liked it.Id: Budi baru menyadari bahwa dalam kebersamaan, tidak selalu tentang rahasia besar.En: Budi then realized that in togetherness, it's not always about a big secret.Id: Kadang-kadang, kebersamaan muncul dari pengalaman berbagi, bahkan jika tidak sepenuhnya sesuai rencana.En: Sometimes, togetherness arises from shared experiences, even if things don't go exactly as planned.Id: Kue Budi menjadi simbol baru persahabatan di kantor.En: Budi's cake became a new symbol of friendship in the office.Id: Setiap kali ada pertemuan, mereka berkata, "Kita harus membuat resep rahasia kita!En: Every time there was a meeting, they said, "We must make our secret recipe!"Id: "Budi tidak hanya menemukan "resep"'nya, tetapi juga menemukan bahwa sering kali tawa dan kebersamaan lebih berharga dari sekadar mengikuti arus.En: Budi not only found his "recipe," but also found that often laughter and togetherness are more valuable than just going with the flow.Id: Senyum mengembang di wajahnya, ia mengerti, semua adalah bagian dari perjalanan.En: A smile spread across his face, he understood, it's all part of the journey. Vocabulary Words:office: kantorneatly: tertataarranged: rapihurriedly: tergesaenthusiastic: penuh semangatstriving: berusahacontribute: berkontribusiimpress: mengesankanoverheard: overheardstrategy: strategiplanning: merencanakaningredients: bahanequipment: peralatanlever: tuasnyacommotion: keributanadmit: mengakuilaughter: tawashared experiences: pengalaman berbagisymbol: simbolfriendship: persahabatanvaluable: berhargajourney: perjalanancontribute: berkontribusiupcoming: akan datangdelicious: lezatgathered: berkumpulamazed: kagumimpressed: mengesankansneaked: menyelinappatting: menepuk
Fluent Fiction - Indonesian: Striking Balance: A Jakarta Office's Rainy Day Triumph Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-01-15-08-38-20-id Story Transcript:Id: Di tengah hiruk-pikuk kantor di Jakarta, suara hujan deras memecah kesibukan para karyawan.En: In the midst of the hustle and bustle of the office in Jakarta, the sound of heavy rain broke the busyness of the employees.Id: Langit mendung menambah rasa tegang dalam atmosfer kantor.En: The overcast sky added a tense feeling to the office atmosphere.Id: Rizal, seorang manajer proyek yang teliti, tengah menghadapi hari yang krusial.En: Rizal, a meticulous project manager, was facing a crucial day.Id: Presentasi proyek yang dia garap selama berminggu-minggu harus segera mendapatkan persetujuan.En: The project presentation he had worked on for weeks needed to get approval soon.Id: Di ruangan yang penuh dengan aroma kopi hangat, Dewi, seorang rekan yang ambisius, tampak gelisah.En: In a room filled with the aroma of warm coffee, Dewi, an ambitious colleague, appeared restless.Id: Dia tahu bahwa berhasilnya proyek ini bisa menjadi tiket baginya untuk mendapatkan promosi.En: She knew that the success of this project could be her ticket to a promotion.Id: Namun, Dewi ingin mencoba sesuatu yang berbeda.En: However, Dewi wanted to try something different.Id: Ide-idenya kreatif tetapi agak berisiko.En: Her ideas were creative but somewhat risky.Id: Dia yakin, jika berhasil, proyek ini bisa sangat menguntungkan.En: She was sure that if successful, this project could be very profitable.Id: Di sebelahnya, Anita, pemimpin tim yang skeptis, mengernyitkan dahi.En: Next to her, Anita, the skeptical team leader, furrowed her brow.Id: Dia terkenal dengan sikap tegasnya yang tidak suka membuang waktu dengan hal-hal yang tidak pasti.En: She was known for her firm stance against wasting time on uncertainties.Id: "Kami harus berhati-hati.En: "We must be careful.Id: Perubahan ini bisa merugikan jika tidak berjalan sesuai rencana," kata Anita dengan suara tegas.En: These changes could be detrimental if things don't go as planned," said Anita with a firm voice.Id: Rizal berada di tengah-tengah.En: Rizal was caught in the middle.Id: Dia bertanggung jawab untuk memastikan proyek ini mendapatkan persetujuan dari manajemen.En: He was responsible for ensuring the project got approval from management.Id: Dia paham potensi dari ide Dewi, tetapi juga mengerti kekhawatiran Anita.En: He understood the potential of Dewi's ideas but also acknowledged Anita's concerns.Id: Di saat hujan mengguyur jendela, Rizal berpikir keras menemukan solusi.En: As rain poured on the windows, Rizal thought hard about finding a solution.Id: Presentasi akhirnya dimulai.En: The presentation finally began.Id: Rizal membuka dengan senyuman, menunjukkan kepercayaannya.En: Rizal opened with a smile, showing his confidence.Id: "Terima kasih semua sudah hadir," kata Rizal membuka pertemuan.En: "Thank you all for being here," said Rizal opening the meeting.Id: Visual presentasi berwarna cerah muncul di layar.En: A brightly colored visual presentation appeared on the screen.Id: Rizal memulai dengan memaparkan ide-ide Dewi, menekankan potensi inovatifnya.En: Rizal began by outlining Dewi's ideas, emphasizing their innovative potential.Id: "Tapi, kami memiliki langkah mitigasi risiko yang kuat," lanjut Rizal, mengucapkan setiap katanya dengan tegas.En: "But, we have a strong risk mitigation plan," continued Rizal, pronouncing each word firmly.Id: Di sinilah Rizal mengeluarkan ide briliannya.En: This was where Rizal unveiled his brilliant idea.Id: Sebuah kombinasi dari kemajuan kreatif Dewi dan langkah pengamanan yang disarankan Anita.En: A combination of Dewi's creative advances and Anita's suggested safeguards.Id: Semua yang hadir di ruangan mengangguk tanda setuju, termasuk Anita yang awalnya skeptis.En: Everyone in the room nodded in agreement, including Anita, who was initially skeptical.Id: Di akhir presentasi, suara tepuk tangan memenuhi ruangan.En: At the end of the presentation, applause filled the room.Id: Nasib proyek kini berada di tangan dewan eksekutif.En: The project's fate was now in the hands of the executive board.Id: Satu per satu dari mereka memberikan persetujuan.En: One by one, they gave their approval.Id: Hidup dan senyum muncul di wajah Dewi.En: Life and smiles appeared on Dewi's face.Id: Dia mendapatkan pengakuan atas ide-idenya.En: She gained recognition for her ideas.Id: Rizal, dengan wajah lega, menyadari bahwa dia telah menemukan jalan untuk menyeimbangkan kreativitas dan kepraktisan.En: Rizal, with a relieved expression, realized he had found a way to balance creativity and practicality.Id: Kekuatan komunikasi dan rupa empatinya membantu menjembatani perbedaan.En: His communication skills and empathy helped bridge the gap.Id: Ketika mereka meninggalkan ruangan, Rizal melangkah dengan percaya diri.En: As they left the room, Rizal walked with confidence.Id: Hujan di luar masih deras, tetapi bagi Rizal, itu adalah hari yang cerah.En: The rain outside was still heavy, but for Rizal, it was a bright day.Id: Dia telah belajar bahwa meski memegang prinsip tradisional, ada ruang untuk kreativitas dan inovasi.En: He learned that even while holding traditional principles, there is room for creativity and innovation.Id: Sesuatu yang bisa ia aplikasikan tidak hanya dalam pekerjaannya, tetapi juga dalam kecintaannya pada seni tradisional Indonesia.En: Something he could apply not only in his work but also in his love for traditional Indonesian art.Id: Langit di luar mungkin masih mendung, tetapi di dalam hati Rizal, matahari bersinar terang.En: The sky outside might still be overcast, but inside Rizal's heart, the sun shone brightly.Id: Di tengah suara hujan yang tak kunjung reda, satu proyek telah berhasil melangkah ke tahapan berikutnya, membawa harapan baru di tengah hujan Jakarta.En: Amidst the never-ending sound of rain, one project successfully moved to the next stage, bringing new hope amidst the rain in Jakarta. Vocabulary Words:hustle: hiruk-pikukbustle: kesibukanovercast: mendungmeticulous: teliticrucial: krusialapproval: persetujuanambitious: ambisiusrestless: gelisahpromotion: promosicreative: kreatifrisky: berisikoprofitable: menguntungkanskeptical: skeptisfurrowed: mengernyitkanbrow: dahistance: sikapdetrimental: merugikanacknowledged: mengertimitigation: mitigasisafeguards: pengamananbrilliant: brilianbridge: menjembatanigap: perbedaanapplause: tepuk tanganrelieved: legaprinciples: prinsiptradition: tradisionalempathy: empatiinnovative: inovatifstage: tahapan
Fluent Fiction - Indonesian: From Raindrops to Bonds: An Unexpected Friendship Blooms Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-01-14-23-34-02-id Story Transcript:Id: Hujan deras mengguyur perumahan elit yang tenang, menciptakan suasana sejuk dan aroma tanah yang segar.En: The heavy rain poured down on the serene, upscale residential area, creating a cool atmosphere and the fresh scent of earth.Id: Di tengah suara gemericik air, Adi dengan saksama memeriksa tanamannya.En: Amidst the sound of splashing water, Adi, carefully inspected his plants.Id: Adi adalah pria yang pendiam, menghabiskan banyak waktu di taman kecilnya.En: Adi was a quiet man who spent much of his time in his small garden.Id: Hidupnya tertata dengan rapi, seperti deretan bunga yang ia rawat dengan penuh cinta.En: His life was neatly arranged, like the rows of flowers he lovingly tended.Id: Namun, ketenangan itu terganggu ketika Rani, seorang wanita ceria yang baru pindah rumah, mendekati pagar pembatas taman Adi.En: However, this tranquility was disturbed when Rani, a cheerful woman who had recently moved in, approached the fence of Adi's garden.Id: Rani ingin berkenalan dengan tetangga barunya.En: Rani wanted to get to know her new neighbor.Id: "Selamat sore, Pak Adi!" sapa Rani dengan senyuman lebar.En: "Good afternoon, Mr. Adi!" greeted Rani with a wide smile.Id: Adi hanya mengangguk singkat.En: Adi only gave a brief nod.Id: Ia kurang suka dengan sikap Rani yang dianggapnya terlalu ramah.En: He wasn't fond of Rani's demeanor, which he found too friendly.Id: Rani, yang belum menyerah, melanjutkan, "Tanaman Anda indah sekali. Bagaimana cara merawatnya?"En: Rani, not giving up, continued, "Your plants are very beautiful. How do you care for them?"Id: "Hanya perlu perhatian," jawab Adi seadanya, berharap Rani segera pergi.En: "They just need attention," Adi replied curtly, hoping Rani would soon leave.Id: Namun, nasib berkata lain.En: However, fate had other plans.Id: Ketika Rani berbalik, kakinya tersangkut di batas pagar yang rendah.En: As Rani turned, her foot got caught on the low fence.Id: Ia jatuh, dan tak sengaja merusak beberapa tanaman Adi.En: She fell, accidentally damaging some of Adi's plants.Id: "M-maaf, Pak Adi!" Rani panik, memungut beberapa bunga yang patah.En: "S-sorry, Mr. Adi!" Rani panicked, picking up some broken flowers.Id: Wajah Adi langsung keruh.En: Adi's face turned cloudy.Id: Baginya, ini bukan sekadar bunga, melainkan simbol ketenangan hidupnya.En: To him, these weren't just flowers; they were symbols of his peaceful life.Id: Keesokan harinya, hujan turun lebih deras.En: The next day, the rain poured even more heavily.Id: Adi sedang berdiri di teras, menatap langit mendung.En: Adi was standing on the porch, staring at the overcast sky.Id: Tiba-tiba, Rani muncul dengan payung warna-warni, mendekat ke pagar.En: Suddenly, Rani appeared with a colorful umbrella, approaching the fence.Id: "Aku minta maaf. Aku tidak sengaja," kata Rani dengan lembut tapi cukup keras untuk melawan suara hujan.En: "I'm sorry. I didn't mean to," said Rani gently but loud enough to fight the sound of the rain.Id: Rani ingin menjelaskan, walaupun hatinya berdebar.En: Rani wanted to explain, although her heart was pounding.Id: Adi menatap Rani sesaat, sebelum berkata, "Kamu merusak sesuatu yang penting."En: Adi stared at Rani for a moment before saying, "You broke something important."Id: "Aku tahu. Tapi saya hanya ingin berteman, bukan mengganggu," jelas Rani, berusaha agar suaranya terdengar tegas.En: "I know. But I just wanted to be friends, not to disturb," explained Rani, trying to make her voice sound firm.Id: Percakapan pun memanas.En: The conversation heated up.Id: Hujan menambah dramatis suasana, membuat suara mereka terasa lebih lantang.En: The rain added drama to the atmosphere, making their voices seem louder.Id: Mereka berdua mengeluarkan unek-unek yang terpendam.En: They both expressed their bottled-up feelings.Id: Adi merasa hidupnya terganggu, sementara Rani merasa tak diberi kesempatan.En: Adi felt his life was being disrupted, while Rani felt she wasn't given a chance.Id: Namun, di balik ketegangan itu, kedua hati ini mulai saling menyerap pengertian.En: However, beneath the tension, the two hearts began to absorb mutual understanding.Id: Adi melihat ketulusan Rani, sedangkan Rani menyadari pentingnya menghormati privasi orang lain.En: Adi saw Rani's sincerity, while Rani realized the importance of respecting others' privacy.Id: Setelah perdebatan panjang, Adi akhirnya berkata, "Baiklah, mari kita coba lagi. Tapi, tolong lebih hati-hati."En: After the long debate, Adi finally said, "Alright, let's try again. But please, be more careful."Id: Rani tersenyum lega. "Tentu. Kita bisa mulai dari awal."En: Rani smiled with relief. "Of course. We can start fresh."Id: Sejak hari itu, hubungan mereka mulai berubah.En: From that day on, their relationship began to change.Id: Adi belajar membuka diri, memahami arti kehadiran orang lain.En: Adi learned to open up, understanding the significance of others' presence.Id: Rani, di sisi lain, lebih berhati-hati dalam bertindak.En: Rani, on the other hand, became more careful in her actions.Id: Di tengah rinai hujan yang mulai reda, dua jiwa di perumahan elit itu menemukan persahabatan yang tak mereka duga sebelumnya.En: Amidst the drizzle that began to subside, the two souls in the upscale neighborhood found an unexpected friendship.Id: Terkadang, keindahan bisa lahir dari kesalahan, selama ada kemauan untuk memahami.En: Sometimes, beauty can be born out of mistakes, as long as there is a willingness to understand. Vocabulary Words:heavy: deraspoured: mengguyurserene: tenangupscale: elitresidential: perumahanscent: aromaamidst: di tengahinspected: memeriksaneatly: tertata dengan rapidismal: keruhapproached: mendekatidemeanor: sikapcurtly: seadanyafate: nasibcaught: tersangkutsymbols: simbolovercast: mendungpounding: berdebardisturbed: menggangguheated: memanasdrama: dramatisbottled-up: terpendammutual: salingunderstanding: pengertiansincerity: ketulusandebate: perdebatansubside: redaunexpected: tak terdugafriendship: persahabatanwillingness: kemauan
Fluent Fiction - Indonesian: Reunion in the Rain: Reza and Putri's Unfinished Story Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-01-14-08-38-20-id Story Transcript:Id: Hujan mengguyur deras di komunitas mewah itu.En: The rain poured heavily in that luxurious community.Id: Pohon-pohon tinggi berbaris di sepanjang jalan, daun-daunnya meneteskan air hujan yang tiada henti.En: Tall trees lined the streets, their leaves dripping with endless rainwater.Id: Aroma tanah basah menyebar di udara, menciptakan suasana yang melankolis.En: The scent of wet earth spread through the air, creating a melancholic atmosphere.Id: Reza, seorang insinyur sipil yang pendiam, biasa menghabiskan harinya di rumahnya yang nyaman.En: Reza, a quiet civil engineer, usually spent his days in his cozy home.Id: Pintu rumahnya tertutup rapat, menghalangi dunia luar.En: The door to his house was tightly closed, shutting out the outside world.Id: Namun, hari itu, sebuah surat tiba dan mengguncang ketenangannya.En: However, that day, a letter arrived and shook his calm.Id: Surat itu datang dari Putri, teman lama yang sudah lama hilang.En: The letter came from Putri, a long-lost friend.Id: Isinya membawa Reza kembali ke masa lalu, mengingat momen-momen yang telah ia kubur dalam-dalam.En: Its content brought Reza back to the past, recalling moments he had buried deep.Id: Reza duduk di dekat jendela, membaca kembali kata-kata dalam surat itu.En: Reza sat by the window, rereading the words in the letter.Id: Ada rasa kehilangan yang menggapai hatinya.En: There was a sense of loss that touched his heart.Id: Dia tahu ada sesuatu yang belum terselesaikan antara mereka.En: He knew there was something unresolved between them.Id: Tetapi rasa takut membuatnya ragu.En: But fear made him hesitate.Id: Rasa takut terhadap kerapuhan dirinya sendiri, takut menghadapi kebenaran yang telah lama ia hindari.En: Fear of his own vulnerability, fear of facing the truth he had long avoided.Id: Di bawah pohon tua yang menjulang, Reza mengambil keputusan.En: Underneath a towering old tree, Reza made a decision.Id: Dia akan menghadapi masa lalunya.En: He would face his past.Id: Mencari Putri dan melihat ke mana surat ini akan membawanya.En: He would find Putri and see where this letter would lead him.Id: Hari berikutnya, Reza melangkah keluar dari rumah.En: The next day, Reza stepped out of his house.Id: Langit mendung dan air hujan kembali turun membasahi jalan.En: The sky was overcast, and the rain started pouring down again, wetting the road.Id: Ketika dia tiba di gerbang komunitas, dia membungkuk di bawah tenda darurat.En: When he arrived at the community gate, he bent under an emergency tent.Id: Angin kencang menerbangkan sisa kehujanan di wajahnya.En: Strong winds blew the lingering rain onto his face.Id: Di sana, Putri sudah menunggu.En: There, Putri was already waiting.Id: Baju mereka basah, namun mereka terlindungi dari hujan di bawah tenda.En: Their clothes were wet, but they were sheltered from the rain under the tent.Id: Wajah Putri terlihat bimbang namun penuh harap.En: Putri's face looked anxious yet hopeful.Id: Mereka berdua saling menatap, berusaha menemukan percikan dari kenangan lama.En: They both gazed at each other, trying to find a spark from old memories.Id: Reza menarik nafas panjang.En: Reza took a deep breath.Id: "Putri," ucapnya.En: "Putri," he said.Id: "Terima kasih telah menghubungi.En: "Thank you for reaching out.Id: Ada banyak yang ingin aku katakan.En: There is so much I want to say."Id: "Putri tersenyum, meski air mata tampak bercampur dengan tetesan hujan di pipinya.En: Putri smiled, even though tears seemed mixed with raindrops on her cheeks.Id: "Aku juga, Reza.En: "Me too, Reza.Id: Aku ingin kita mulai kembali, meski sebagai teman.En: I want us to start over, even if just as friends."Id: "Obrolan mereka tertahan oleh derasnya hujan, namun hatinya mulai terasa lebih ringan.En: Their conversation was muffled by the pouring rain, but their hearts began to feel lighter.Id: Reza menyadari bahwa menghidupkan kembali hubungan yang sesungguhnya memberikan kedamaian di hatinya.En: Reza realized that rekindling a genuine relationship brought peace to his heart.Id: Mereka bicara panjang lebar, saling mendengar dan mengerti.En: They talked at length, listening to and understanding each other.Id: Ketika hujan akhirnya reda, mereka sepakat untuk melanjutkan persahabatan mereka.En: When the rain finally stopped, they agreed to continue their friendship.Id: Tidak ada beban masa lalu yang menggantung, hanya rasa persabahabatan yang tulus.En: No burdens of the past hung over them, only a sincere sense of camaraderie.Id: Reza pulang ke rumah dengan hati yang lebih terbuka.En: Reza returned home with a more open heart.Id: Dia belajar untuk tidak lagi takut menghadapi kelemahannya.En: He learned not to fear facing his weaknesses anymore.Id: Dia belajar merangkul emosi dan hubungan dengan orang lain, menemukan kenyamanan dalam keterbukaan dan kejujuran.En: He learned to embrace emotions and relationships with others, finding comfort in openness and honesty.Id: Dan itu, bagi Reza, adalah awal dari babak baru yang indah dalam hidupnya.En: And that, for Reza, was the beginning of a beautiful new chapter in his life. Vocabulary Words:luxurious: mewahlined: berbarisdripping: meneteskanscent: aromamelancholic: melankoliscozy: nyamantightly: rapatshutting: menghalangicalm: ketenanganunresolved: belum terselesaikanvulnerability: kerapuhantowering: menjulangovercast: mendungemergency: darurattent: tendalingering: sisaanxious: bimbanghopeful: penuh haraprekindling: menghidupkan kembaligenuine: sesungguhnyacamaraderie: persabahabatanembrace: merangkulopenness: keterbukaanchapter: babakearth: tanahspread: menyebarrecalling: mengingatrereading: membaca kembalibent: membungkukspark: percikan
Fluent Fiction - Indonesian: Unattended Mystery: An Airport Adventure of Courage & Curiosity Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-01-13-23-34-02-id Story Transcript:Id: Di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, suasana ramai oleh hiruk-pikuk para penumpang yang sedang bersiap-siap untuk keberangkatan.En: At Bandara Internasional Soekarno-Hatta, the atmosphere was busy with the hustle and bustle of passengers preparing for departure.Id: Ini musim penghujan, dan udara lembap membuat setiap langkah terasa lebih berat.En: It was the rainy season, and the humid air made every step feel heavier.Id: Rizal dan Sari baru saja selesai memeriksa papan keberangkatan ketika tiba-tiba pandangan Rizal tertuju pada sebuah koper misterius yang tergeletak sendirian di dekat deretan kursi terminal.En: Rizal and Sari had just finished checking the departure board when suddenly Rizal's gaze was drawn to a mysterious suitcase lying alone near a row of terminal seats.Id: Rizal berhenti sejenak.En: Rizal paused for a moment.Id: Adrenalinnya sedikit terpacu.En: His adrenaline was slightly pumped.Id: "Sari," panggilnya pelan, menunjuk ke arah koper itu.En: "Sari," he called softly, pointing toward the suitcase.Id: "Lihat koper itu.En: "Look at that suitcase.Id: Tidak ada yang menjaganya.En: Nobody is watching over it."Id: "Sari mengerutkan kening.En: Sari frowned.Id: Dia dikenal selalu berhati-hati.En: She was known to always be cautious.Id: "Kita harus melaporkannya," katanya tegas, pandangannya mencari petugas keamanan terdekat.En: "We should report it," she said firmly, her eyes searching for the nearest security officer.Id: "Bisa jadi itu berbahaya.En: "It could be dangerous."Id: "Namun, rasa penasaran Rizal jauh lebih besar.En: However, Rizal's curiosity was far greater.Id: "Kita lihat dulu dari jauh," ujarnya sambil mengedarkan pandangan ke sekitar.En: "Let's just take a look from a distance first," he said while glancing around.Id: "Hanya sepintas saja, sebelum melapor.En: "Just a quick look, before reporting."Id: " Sari menghela napas, tetapi mengikuti langkah Rizal dengan berat hati.En: Sari sighed but followed Rizal's steps reluctantly.Id: Mereka mendekati koper itu, menjaga jarak aman.En: They approached the suitcase, maintaining a safe distance.Id: Orang-orang berlalu-lalang terburu-buru, dengan air hujan yang menetes dari payung mereka.En: People hurried by, with rainwater dripping from their umbrellas.Id: Rizal berjongkok, mencoba melihat lebih dekat tanpa menarik perhatian.En: Rizal crouched, trying to take a closer look without drawing attention.Id: "Jaga sekitar, kalau-kalau ada yang mencari," bisiknya pada Sari.En: "Keep an eye out, in case someone comes looking for it," he whispered to Sari.Id: Memastikan lagi bahwa situasi aman, tangannya menyelip ke dalam salah satu kantong sisi koper.En: Ensuring once again that the situation was safe, his hand slipped into one of the side pockets of the suitcase.Id: Saat itulah dia menemukan sesuatu yang aneh: sebuah perangkat dengan simbol-simbol yang tidak dikenalnya.En: That's when he found something strange: a device with symbols he did not recognize.Id: Ia membeku sesaat.En: He froze for a moment.Id: Di seberang area itu, seorang pria dengan gerak-gerik mencurigakan tampak panik mencari-cari sesuatu.En: Across the area, a man with suspicious movements appeared to be frantically searching for something.Id: Tatapan matanya segera tertuju pada Rizal dan koper itu.En: His eyes soon fixated on Rizal and the suitcase.Id: "Sari, pria itu tampak tidak kalah aneh," kata Rizal, mulai merasa tak nyaman.En: "Sari, that man looks just as strange," said Rizal, starting to feel uneasy.Id: Keduanya memutuskan untuk melaporkannya dengan segera.En: They decided to report it immediately.Id: Dengan terburu-buru, mereka mendekati petugas keamanan.En: In a rush, they approached a security officer.Id: "Pak, ada koper mencurigakan dan pria aneh di sana," ujar Sari, menunjuk ke arah koper dan pria tersebut.En: "Sir, there's a suspicious suitcase and a strange man over there," said Sari, pointing toward the suitcase and the man.Id: Tak lama, petugas mengamankan area dan menahan orang mencurigakan itu.En: It wasn't long before officers secured the area and detained the suspicious person.Id: Koper dan perangkat misterius diperiksa dengan teliti.En: The suitcase and the mysterious device were examined thoroughly.Id: "Kalian bertindak cepat," kata seorang petugas kepada Rizal dan Sari.En: "You acted quickly," said an officer to Rizal and Sari.Id: "Terima kasih.En: "Thank you.Id: Perangkat itu berpotensi berbahaya.En: The device had potential to be dangerous."Id: "Mereka menarik napas lega.En: They breathed a sigh of relief.Id: Rizal tersenyum pada Sari.En: Rizal smiled at Sari.Id: "Kurasa bertualang ada baiknya juga," gurau Rizal.En: "I guess a little adventure can be a good thing," Rizal joked.Id: Sari tertawa kecil, mengakui dalam hati bahwa sedikit kegembiraan dan keberanian Rizal membuat perjalanan ini menjadi lebih bermakna.En: Sari chuckled softly, acknowledging in her heart that a little excitement and Rizal's courage made the journey more meaningful.Id: Ketika akhirnya pesawat mereka sudah siap berangkat, Rizal dan Sari melangkah menuju pesawat dengan perasaan lega dan cerita baru yang bisa mereka kenang sebagai pengalaman berharga.En: When their flight was finally ready for departure, Rizal and Sari walked toward the plane with a sense of relief and a new story they could cherish as a valuable experience.Id: Meski berbeda pandangan, mereka belajar untuk saling melengkapi dalam menghadapi kejadian tak terduga.En: Despite their different perspectives, they learned to complement each other in facing unexpected events. Vocabulary Words:atmosphere: suasanadeparture: keberangkatanhumid: lembapgaze: pandanganmysterious: misteriusadrenaline: adrenalincuriosity: penasaranreluctantly: berat hatisuspicious: mencurigakanfrantically: panikdetained: menahanthoroughly: dengan teliticherish: mengenangvaluable: berhargaperspectives: pandangancomplement: saling melengkapiunexpected: tak terdugahustle and bustle: hiruk-pikukumbrella: payungsymbols: simbol-simbolfroze: membekusecure: mengamankandevice: perangkatacknowledging: mengakuiadventure: bertualangcourage: keberanianmeaningful: bermaknajourney: perjalananreport: melaporofficer: petugas
Fluent Fiction - Indonesian: Conquering Storms: Dewi and Raka's Unplanned Adventure Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-01-13-08-38-20-id Story Transcript:Id: Gemuruh pesawat terdengar di Soekarno–Hatta International Airport.En: The rumble of airplanes was heard at Soekarno–Hatta International Airport.Id: Langit abu-abu menggantung rendah, hujan rintik-rintik membasahi kaca terminal.En: The gray sky hung low, and drizzling rain wetted the terminal windows.Id: Dewi duduk di ruang tunggu, memegang tas kerjanya erat-erat.En: Dewi sat in the waiting room, clutching her work bag tightly.Id: Dia baru saja menerima kabar bahwa dia harus pergi dalam perjalanan kerja mendadak.En: She had just received news that she had to go on an unexpected business trip.Id: Hal ini membuatnya gelisah.En: This made her anxious.Id: Dewi adalah seseorang yang terbiasa merencanakan segalanya dengan rapi.En: Dewi was someone who was used to meticulously planning everything.Id: Di sebelahnya, Raka terlihat santai.En: Next to her, Raka looked relaxed.Id: Ia menikmati secangkir kopi sambil bercakap-cakap dengan rekan kerja lainnya.En: He was enjoying a cup of coffee while chatting with other coworkers.Id: Meski dadakan, Raka tampak menikmati tantangan ini.En: Despite the sudden nature of the trip, Raka seemed to relish the challenge.Id: Dalam hati, dia ingin membuktikan bahwa dirinya bisa memimpin proyek besar.En: In his heart, he wanted to prove that he could lead a major project.Id: Saat nama mereka dipanggil untuk menaiki pesawat, Dewi merasa sedikit tegang.En: When their names were called to board the plane, Dewi felt slightly tense.Id: Dia memutuskan untuk memberi Raka kesempatan memimpin proyek ini.En: She decided to give Raka the opportunity to lead this project.Id: "Raka, kamu yang pimpin ya.En: "Raka, you lead, okay?Id: Aku dukung dari belakang," katanya sambil tersenyum paksa.En: I'll support from behind," she said with a forced smile.Id: Raka mengangguk, yakin bahwa dia bisa melakukannya.En: Raka nodded, confident that he could do it.Id: Perjalanan menuju Singapura memakan waktu singkat.En: The journey to Singapore was brief.Id: Setibanya di lokasi proyek, hujan turun semakin deras.En: Upon arrival at the project site, the rain fell even harder.Id: Tantangan tak terduga datang saat mereka mengetahui bahwa salah satu alat penting tertinggal di Jakarta.En: An unexpected challenge arose when they discovered that an important piece of equipment had been left in Jakarta.Id: Dewi merasa ingin segera mengambil alih, tetapi mengingat keputusannya, dia menahan diri.En: Dewi felt the urge to take over immediately, but remembering her decision, she held back.Id: Raka memutar otak, mencari solusi cepat.En: Raka racked his brain, seeking a quick solution.Id: Dalam suasana yang cukup menegangkan, dia berhasil menemukan alat pengganti dengan bantuan lokal.En: In a somewhat tense situation, he managed to find a replacement tool with local help.Id: Situasi yang hampir memburuk dapat diatasi, proyek berhasil dimulai kembali.En: A situation that was nearly disastrous was resolved, and the project was able to restart.Id: Melihat keberhasilan Raka, Dewi merasa lega.En: Seeing Raka's success, Dewi felt relieved.Id: Proyek tersebut akhirnya berhasil diselesaikan tepat waktu.En: The project was finally completed on time.Id: Di acara penutupan, bos mereka memuji kerja sama Raka dan Dewi.En: At the closing event, their boss praised the teamwork of Raka and Dewi.Id: Raka tersenyum penuh kemenangan.En: Raka smiled with triumph.Id: Dewi, sambil tersenyum, merasa termotivasi untuk lebih fleksibel dan mungkin mulai memikirkan perjalanan pribadi yang selama ini ia idamkan.En: Dewi, while smiling, felt motivated to be more flexible and perhaps started thinking about the personal trips she had longed for.Id: Di pesawat kembali ke Jakarta, Raka berkata, "Tanpa dukunganmu, aku tak mungkin bisa.En: On the flight back to Jakarta, Raka said, "Without your support, I wouldn't have been able to do it."Id: " Dewi tersenyum dan menjawab, "Kali ini memang kamu yang jadi pahlawan, Raka.En: Dewi smiled and replied, "This time, you're the hero, Raka."Id: "Meski basah kuyup dari hujan, perjalanan itu membuka peluang baru bagi mereka berdua.En: Despite being drenched from the rain, the trip opened new opportunities for them both.Id: Dewi belajar melepaskan kontrol, sedangkan Raka berhasil mempercayai instingnya sendiri.En: Dewi learned to let go of control, while Raka successfully trusted his own instincts.Id: Keduanya pulang dengan semangat baru dan impian-impian yang siap dijalankan.En: They both returned with newfound enthusiasm and dreams ready to be pursued.Id: Dan di kala hujan masih belum berhenti, ada harapan baru yang berderak dari derasnya rintik air di kaca pesawat.En: And while the rain had yet to stop, there was new hope crackling from the heavy raindrops on the plane window. Vocabulary Words:rumble: gemuruhdrizzling: rintik-rintikanxious: gelisahmeticulously: dengan rapiclutching: memegang erat-eratrelish: menikmatiopportunity: kesempatantense: tegangforced smile: tersenyum paksaurgent: mendadakreplacement: penggantidisastrous: memburukmotivate: termotivasiflexible: fleksibelinstincts: instingdrenched: basah kuyupopportunities: peluangcrackling: berderakrelaxed: santaichallenge: tantanganprove: membuktikanhesitate: menundasite: lokasimajor project: proyek besarunexpected: tak terdugasuccess: keberhasilanenthusiasm: semangatdreams: impiansupport: dukunganhero: pahlawan
Fluent Fiction - Indonesian: Finding Balance: Rizky's Rainy Day Revelation at Borobudur Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-01-12-23-34-02-id Story Transcript:Id: Di tengah musim hujan yang lebat, Rizky berjalan menuju Candi Borobudur.En: In the midst of the heavy rainy season, Rizky walked towards Candi Borobudur.Id: Candi itu megah, berdiri kokoh, dikelilingi bukit-bukit yang tersembunyi dalam kabut lembut.En: The temple was magnificent, standing strong, surrounded by hills hidden in a gentle mist.Id: Hujan jatuh deras, membasahi setiap sudut candi, menciptakan suasana yang tenang dan sekaligus menantang.En: The rain poured heavily, soaking every corner of the temple, creating an atmosphere that was both tranquil and challenging.Id: Rizky mencari ketenangan.En: Rizky sought peace.Id: Di rumah, dia merasa tertekan dengan harapan keluarganya.En: At home, he felt pressured by his family's expectations.Id: Mereka ingin dia meneruskan usaha keluarga, tetapi ada keinginan dalam hatinya untuk berpetualang dan menemukan jalan sendiri.En: They wanted him to continue the family business, but there was a desire in his heart to adventure and find his own path.Id: Dia merasa bingung dan terbelah.En: He felt confused and torn.Id: Tetapi hari ini, dia memutuskan untuk menghadapi hujan.En: But today, he decided to face the rain.Id: Dia memutuskan untuk mendaki hingga ke puncak Candi Borobudur.En: He decided to climb to the top of Candi Borobudur.Id: Mungkin di sana dia bisa menemukan jawaban.En: Maybe there he could find the answer.Id: Langkahnya mantap meskipun tanah licin dan basah.En: His steps were steady even though the ground was slippery and wet.Id: Dalam kesunyian candi, hanya suara hujan yang menemaninya.En: In the silence of the temple, only the sound of rain accompanied him.Id: Setiap langkah mengajaknya merenung.En: Every step invited him to reflect.Id: Mengapa keinginan keluarganya begitu berbeda dengan yang dia inginkan?En: Why were his family's desires so different from what he wanted?Id: Kenapa dia tidak bisa mengikuti kata hatinya?En: Why couldn't he follow his heart?Id: Ayu dan Putra, teman dekatnya, pernah berkata bahwa kebahagiaan sejati adalah menemukan keseimbangan.En: Ayu and Putra, his close friends, once said that true happiness is finding balance.Id: Namun, bagaimana mungkin dia bisa menyeimbangkan keinginan keluarganya dengan hasratnya sendiri?En: However, how could he balance his family's wishes with his own desires?Id: Saat dia mencapai puncak, hari mulai beranjak sore.En: When he reached the summit, the day started to turn into evening.Id: Hujan perlahan berhenti.En: The rain gradually stopped.Id: Kabut mulai menghilang, memperlihatkan pemandangan yang menakjubkan.En: The mist began to clear, revealing a breathtaking view.Id: Pepohonan yang hijau terbentang sejauh mata memandang, seolah-olah membisikkan ketenangan yang dicari Rizky.En: Green trees stretched as far as the eye could see, as if whispering the tranquility that Rizky sought.Id: Di sana, dia duduk diam, meresapi alam.En: There, he sat quietly, absorbing the nature.Id: Dalam kedamaian itu, dia menemukan pencerahan.En: In that peace, he found enlightenment.Id: Rizky menyadari bahwa dia bisa mengikuti hatinya tanpa mengabaikan keluarganya.En: Rizky realized that he could follow his heart without ignoring his family.Id: Dia bisa berbicara dengan mereka, menjelaskan keinginannya, dan mencari jalan tengah.En: He could talk to them, explain his desires, and seek a middle ground.Id: Dengan perasaan yang lebih ringan, Rizky mulai menuruni tangga candi.En: With a lighter feeling, Rizky began descending the temple steps.Id: Setiap langkah membawanya lebih dekat dengan kejelasan dan keteguhan hati.En: Each step brought him closer to clarity and resolve.Id: Dia tahu, sekembalinya nanti, dia akan berbicara dengan keluarganya.En: He knew, when he returned later, he would talk to his family.Id: Dia akan jujur tentang impiannya, namun tetap berdedikasi kepada kewajiban keluarganya.En: He would be honest about his dreams, yet remain dedicated to his family duties.Id: Di kaki candi, udara terasa segar, dan Rizky merasa lebih yakin dari sebelumnya.En: At the base of the temple, the air felt fresh, and Rizky felt more certain than ever.Id: Hari itu, di tengah hujan dan kabut, dia menemukan dirinya sendiri.En: That day, amid the rain and mist, he found himself.Id: Balik menuju rumah, dia siap menata hidupnya dengan cara yang baru.En: Heading back home, he was ready to organize his life in a new way.Id: Rizky mengerti, bahwa hidup adalah tentang berani berbicara dan menemukan keseimbangan.En: Rizky understood that life is about daring to speak and finding balance. Vocabulary Words:magnificent: megahsurrounded: dikelilingigentle: lembutatmosphere: suasanatranquil: tenangchallenging: menantangpressured: tertekanexpectations: harapanadventure: berpetualangconfused: bingungtorn: terbelahsteady: mantapslippery: licinreflect: merenungsummit: puncakgradually: perlahanbreathtaking: menakjubkanabsorbing: meresapienlightenment: pencerahandedicated: berdedikasiclarity: kejelasanresolve: keteguhan hatidesires: keinginanbalance: keseimbanganmist: kabutwhispering: membisikkanfind himself: menemukan dirinya sendirireturning: sekembalinyadedicated: berdedikasifresh: segar
Fluent Fiction - Indonesian: Spontaneity at Borobudur: The Joy of Imperfect Memories Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-01-12-08-38-20-id Story Transcript:Id: Pagi itu, di candi Borobudur, udara terasa segar.En: That morning, at the candi Borobudur, the air felt fresh.Id: Kabut tipis menyelimuti stupa-stupa tua, memberi suasana misterius.En: A thin mist enveloped the ancient stupas, creating a mysterious atmosphere.Id: Putra dan Ayu berdiri di depan tangga masuk, siap mengabadikan momen spesial mereka.En: Putra and Ayu stood in front of the entrance steps, ready to capture their special moment.Id: Putra adalah pecinta fotografi.En: Putra is a photography enthusiast.Id: Dia selalu membawa kamera untuk menangkap momen terbaik.En: He always carries a camera to capture the best moments.Id: Sementara Ayu, menikmati segala hal dengan santai.En: Meanwhile, Ayu enjoys everything casually.Id: "Kita butuh selfie yang sempurna," kata Putra sambil memegang ponselnya.En: "We need the perfect selfie," said Putra while holding his phone.Id: Mereka mendekati stupa, mencari sudut terbaik.En: They approached a stupa, looking for the best angle.Id: Tapi, ada grup turis yang tampaknya juga sangat tertarik dengan tempat itu.En: But, there was a group of tourists who seemed very interested in the place as well.Id: Setiap kali Putra mencoba mengambil foto, selalu ada seseorang dari grup turis itu yang muncul dalam bingkai.En: Every time Putra tried to take a photo, someone from that tourist group always appeared in the frame.Id: Putra mulai merasa frustrasi.En: Putra started to feel frustrated.Id: "Mungkin kita harus menunggu sedikit lebih lama sampai mereka pergi," usulnya.En: "Maybe we should wait a bit longer until they leave," he suggested.Id: Ayu tertawa kecil.En: Ayu chuckled.Id: "Atau mungkin kita ikut saja dengan mereka?En: "Or maybe we should just join them?Id: Kita bisa photobomb balik!En: We can photobomb back!"Id: " candanya.En: she joked.Id: Mereka mencoba lagi, tetapi hasilnya tetap sama.En: They tried again, but the result was the same.Id: Akhirnya, Ayu mendapatkan ide.En: Finally, Ayu had an idea.Id: Ketika grup turis sedang bersiap untuk berfoto, Ayu spontan melompat ke depan mereka sambil tersenyum lebar.En: When the group of tourists was getting ready to take a photo, Ayu spontaneously jumped in front of them while grinning widely.Id: Tawa pun pecah.En: Laughter erupted.Id: Semua orang, termasuk turis, ikut tertawa melihat aksinya.En: Everyone, including the tourists, laughed at her antics.Id: Ayu menghampiri Putra.En: Ayu approached Putra.Id: "Hidup lebih menyenangkan ketika kita bisa tertawa, kan?En: "Life is more fun when we can laugh, right?"Id: " katanya sambil tersenyum.En: she said with a smile.Id: Setelah semua bergembira dan tawa mereda, Putra akhirnya bisa mengambil foto.En: After everyone enjoyed themselves and the laughter subsided, Putra was finally able to take a photo.Id: Tapi kali ini, dia tidak peduli jika ada orang lain di dalamnya.En: But this time, he didn't care if there were other people in it.Id: Turis-turis itu juga melambaikan tangan ke arah kamera.En: The tourists also waved at the camera.Id: Putra menatap foto itu.En: Putra looked at the photo.Id: Dia akhirnya menyadari keindahan dalam kenangan yang tidak sempurna.En: He finally realized the beauty in imperfect memories.Id: Spontanitas Ayu mengajarinya bahwa momen berharga adalah yang alami dan penuh tawa.En: Ayu's spontaneity taught him that precious moments are those that are natural and filled with laughter.Id: Mereka meninggalkan Borobudur dengan hati yang ringan.En: They left Borobudur with light hearts.Id: Di ponsel Putra, tersimpan kenangan yang membuktikan bahwa kadang rencana terbaik adalah tidak berencana sama sekali.En: On Putra's phone, memories were stored that proved sometimes the best plan is to have no plan at all. Vocabulary Words:mist: kabutenveloped: menyelimutistupas: stupa-stupaenthusiast: pecintacasually: santaiangle: sudutfrustrated: frustrasisuggested: usulnyaspontaneously: spontangrinning: tersenyum lebarantics: aksinyasubsided: meredaprecious: berhargamemories: kenanganmysterious: misteriuscapture: mengabadikanphotobomb: photobombappeared: munculframe: bingkaichuckled: tertawa kecileruption: pecahlaughter: tawaspontaneity: spontanitasenjoyed: bergembiraimperfect: tidak sempurnaproved: membuktikanrealized: menyadarinatural: alamiinclined: hatisought: mencari
Fluent Fiction - Indonesian: Finding Creative Flow: A Day at Yogyakarta's Busy Café Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-01-11-23-34-02-id Story Transcript:Id: Di sebuah kafe bernama "Freelancer's Hub" di jantung Yogyakarta, aroma kopi khas Indonesia menyelimuti udara.En: In a café named "Freelancer's Hub" in the heart of Yogyakarta, the aroma of typical Indonesian coffee filled the air.Id: Kafe ini dikenal nyaman, cocok untuk para pekerja lepas.En: This café is known for its comfort, making it suitable for freelancers.Id: Hari itu, kafe lebih ramai dari biasanya.En: That day, the café was busier than usual.Id: Di sudut, Rina, seorang desainer grafis freelance, duduk dengan laptopnya.En: In a corner, Rina, a freelance graphic designer, sat with her laptop.Id: Dia fokus pada proyek mendesak, tetapi matanya sesekali melirik ke arah keramaian yang tidak biasa.En: She was focused on an urgent project, but her eyes occasionally glanced at the unusual crowd.Id: Hari itu, kafe dipenuhi dengan suara alat musik tradisional Jawa.En: That day, the café was filled with the sounds of traditional Javanese musical instruments.Id: Para penari tradisional meliuk-liuk di antara meja-meja, dengan gerakan yang anggun dan dinamis.En: Traditional dancers swayed among the tables with graceful and dynamic movements.Id: Warna-warni pakaian mereka menambah suasana meriah, menarik perhatian pengunjung kafe.En: The colorful costumes added to the festive atmosphere, attracting the attention of the café visitors.Id: Rina menghela napas.En: Rina sighed.Id: Dalam situasi normal, dia senang menikmati tarian tradisional.En: Under normal circumstances, she enjoyed traditional dancing.Id: Namun, hari ini beda.En: However, today was different.Id: Dia punya deadline ketat yang harus dipenuhi.En: She had a tight deadline to meet.Id: "Ayo, Rina.En: "Come on, Rina.Id: Fokus!En: Focus!"Id: " dia membisikkan pada dirinya sendiri.En: she whispered to herself.Id: Budi dan Siti, teman-temannya yang juga sering bekerja di kafe itu, mendekat.En: Budi and Siti, her friends who also often worked at the café, approached her.Id: Mereka tampak antusias.En: They looked enthusiastic.Id: "Ayo, Rina!En: "Come on, Rina!Id: Bergabunglah.En: Join us.Id: Seru sekali!En: It's so much fun!"Id: " ujar Budi sambil tersenyum lebar.En: said Budi with a wide smile.Id: Namun, Rina hanya bisa memasang senyum tipis sembari menggeleng.En: However, Rina could only manage a faint smile while shaking her head.Id: "Nanti ya," jawabnya, berusaha tetap fokus pada pekerjaannya.En: "Later," she replied, trying to stay focused on her work.Id: "Siti, lihat deh.En: "Siti, look.Id: Rina butuh hiburan," goda Budi.En: Rina needs some fun," teased Budi.Id: Siti mengangguk, kemudian menambahkan, "Kita bisa bekerja sambil menikmati pertunjukan.En: Siti nodded, then added, "We can work while enjoying the show.Id: Ayo, cari inspirasi dari sini.En: Come on, find some inspiration from here."Id: "Rina menatap layar, mencoba mengabaikan godaan itu.En: Rina stared at her screen, trying to ignore the temptation.Id: Namun, deru alat musik dan suara tawa penonton menarik perhatiannya kembali.En: However, the rhythm of the musical instruments and the sound of the audience's laughter pulled her attention back.Id: Semakin lama, perhatiannya mulai hilang.En: Gradually, her focus started to slip.Id: Musik dan tawa membuat pikirannya buntu.En: The music and laughter made her mind go blank.Id: Frustrasi, Rina menarik napas dalam-dalam.En: Frustrated, Rina took a deep breath.Id: Dia sempat berpikir untuk pergi mencari tempat yang lebih tenang.En: She contemplated leaving to find a quieter place.Id: Namun, langkah kejutan terbersit di benaknya.En: But then, a spontaneous idea crossed her mind.Id: Dia memutuskan mencoba hal baru.En: She decided to try something new.Id: Rina menantang dirinya untuk memasukkan elemen energik dari tarian ke dalam desainnya.En: Rina challenged herself to incorporate the energetic elements of the dance into her design.Id: Dengan semangat baru, dia mulai bekerja, jari-jarinya menari di atas keyboard, seirama dengan dentuman gamelan.En: With renewed enthusiasm, she began working, her fingers dancing across the keyboard, in sync with the beat of the gamelan.Id: Saat pertunjukan berakhir, Rina menyadari bahwa dia hampir menyelesaikan proyeknya.En: As the performance ended, Rina realized she had nearly completed her project.Id: Inspirasi dari para penari memberikan desainnya nuansa baru yang berani dan segar.En: The inspiration from the dancers gave her design a bold and fresh nuance.Id: Dengan waktu yang hampir habis, Rina akhirnya menyelesaikan proyeknya tepat waktu.En: With time almost running out, Rina finally finished her project on time.Id: Pada akhirnya, Rina merasa lega tetapi juga bahagia.En: In the end, Rina felt relieved but also happy.Id: Pengalamannya hari itu mengajarinya bahwa fleksibilitas dan sedikit kesenangan dapat memperkaya kreativitas.En: Her experience that day taught her that flexibility and a little bit of fun could enrich creativity.Id: Dia berhasil menyelesaikan pekerjaannya dengan sentuhan unik yang malah disukai oleh kliennya.En: She managed to finish her work with a unique touch that her client ended up loving.Id: Di luar kafe, hujan musim wes menetes lembut, seolah-olah menyambut kemenangan kecil Rina.En: Outside the café, the seasonal rain drizzled gently, as if welcoming Rina's small victory.Id: Hari itu, dia belajar bahwa terkadang, mencari kebahagiaan dalam pekerjaan juga bisa menjadi bagian dari pencapaian.En: That day, she learned that sometimes, finding joy in work can also be part of the achievement. Vocabulary Words:aroma: aromatypical: khascomfort: nyamanfreelancers: pekerja lepasfocused: fokusurgent: mendesakglanced: melirikcrowd: keramaianmusical instruments: alat musikdancers: penarigraceful: anggundynamic: dinamiscolorful: warna-warnifestive: meriahattention: perhatiansigh: menghela napasdeadline: deadlineenthusiastic: antusiasmanage: memasangfaint: tipisshaking: menggelengtemptation: godaanrhythm: derublank: buntufrustrated: frustrasicontemplate: berpikirspontaneous: kejutanincorporate: memasukkannuance: nuansarelieved: lega
Fluent Fiction - Indonesian: Rainy Reflections: A Balinese Gift from the Heart Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-01-11-08-38-20-id Story Transcript:Id: Hujan turun deras membasahi atap ubin di Freelancer’s Home, tempat berkumpulnya para pengrajin di Ubud.En: The rain poured heavily, soaking the tiled roof at Freelancer’s Home, the gathering place for artisans in Ubud.Id: Tempat ini ramai dengan aktivitas.En: The place was bustling with activity.Id: Suara pahat, ketukan alat tenun, dan aneka kerajinan tangan lainnya mengisi udara.En: The sound of chisels, the knocking of weaving tools, and other various handicrafts filled the air.Id: Di antara hiruk-pikuk ini, ada dua orang, Bima dan Rina.En: Amidst this hustle and bustle, there were two people, Bima and Rina.Id: Bima adalah seorang fotografer lepas muda yang suka berkelana.En: Bima was a young freelance photographer who loved to wander.Id: Dia telah lama berada di Bali, mengabadikan kehidupan dan kebudayaan lokal dengan kameranya.En: He had been in Bali for quite some time, capturing the local life and culture with his camera.Id: Kali ini, dia punya misi khusus: mencari hadiah ulang tahun untuk ibunya.En: This time, he had a special mission: to find a birthday gift for his mother.Id: Bima ingin sesuatu yang unik, yang menangkap semangat dan jiwa Bali.En: Bima wanted something unique, capturing the spirit and soul of Bali.Id: Pilihannya jatuh pada kerajinan tangan tradisional.En: His choice fell on traditional handicrafts.Id: Rina, seorang pengrajin handal di Freelancer’s Home, menyambut Bima dengan senyuman hangat.En: Rina, a skilled artisan at Freelancer’s Home, welcomed Bima with a warm smile.Id: "Apa yang bisa kubantu, Bima?" tanyanya sambil menunjukkan aneka hasil kerajinannya.En: "What can I help you with, Bima?" she asked while displaying various crafted items.Id: Ada banyak pilihan, dari patung kayu yang diukir halus hingga anyaman bambu yang cantik.En: There were many options, from finely carved wooden statues to beautiful bamboo weavings.Id: Namun, hujan lebat menjadi tantangan tersendiri.En: However, the heavy rain posed a significant challenge.Id: Kerajinan-kerajinan ini sangat rapuh dan mudah rusak bila terkena air.En: These crafts were very fragile and easily damaged if exposed to water.Id: Bima harus segera memutuskan apa yang akan dia pilih.En: Bima had to decide quickly on what to choose.Id: Waktu semakin mepet karena perayaan Galungan, saat ketika keindahan segala sesuatunya bermakna lebih dalam.En: Time was running out with the Galungan celebration approaching, a time when the beauty of everything held deeper meaning.Id: Bima merasa kebingungan.En: Bima felt confused.Id: Dia mengecek setiap detail dari barang-barang di depan matanya, tetapi tetap ragu.En: He checked every detail of the items before him but still hesitated.Id: Dengan keputusasaan yang perlahan hinggap, dia akhirnya bertanya kepada Rina, "Apa yang menurutmu paling cocok untuk ibuku?"En: With a sense of despair slowly settling in, he finally asked Rina, "What do you think is most suitable for my mother?"Id: Rina, dengan ketenangan yang ia miliki, memilih sebuah hiasan yang sangat indah - sebuah hiasan yang sering digunakan dalam perayaan Galungan.En: Rina, with her innate calmness, chose a very beautiful ornament—a decoration often used in the Galungan celebration.Id: “Ini adalah lambang kebaikan dan kemenangan dharma,” jelas Rina.En: “This is a symbol of goodness and the victory of dharma,” explained Rina.Id: Hiasan ini menggambarkan semangat Galungan yang sejati.En: This decoration depicted the true spirit of Galungan.Id: Mendengar itu, Bima merasa percaya diri.En: Hearing that, Bima felt confident.Id: Ia sadar bahwa inilah hadiah yang tepat.En: He realized that this was the right gift.Id: Sesuatu yang lebih dari sekedar benda; ini adalah lambang budaya dan perayaan yang telah dia dokumentasikan selama di Bali.En: It was more than just an object; it was a symbol of the culture and celebration he had documented throughout his time in Bali.Id: Dengan mantap, Bima menerima pilihan Rina.En: With conviction, Bima accepted Rina's choice.Id: Ia berterima kasih dengan tulus.En: He thanked her sincerely.Id: Rina menyiapkan hiasan itu dengan hati-hati, memastikan tidak terkena hujan.En: Rina prepared the ornament carefully, ensuring it didn’t get wet by the rain.Id: Saat mereka berpamitan, Bima merasakan sesuatu yang baru.En: As they bid farewell, Bima felt something new.Id: Ia tidak hanya mendapat hadiah untuk ibunya, tetapi juga penghargaan baru untuk budaya yang telah dia saksikan.En: He not only had a gift for his mother but also a newfound appreciation for the culture he had witnessed.Id: Dalam perjalanannya pulang, dia tersenyum dengan kamera di tangannya, dan hati yang penuh dengan pengertian baru.En: On his journey home, he smiled with his camera in hand and a heart full of new understanding.Id: Hujan mengiringi langkahnya keluar dari Freelancer’s Home, tetapi kini Bima merasa hangat oleh rasa bangga dan kepuasan.En: The rain accompanied his steps out of Freelancer’s Home, but now Bima felt warm with pride and satisfaction.Id: Dia belajar bahwa hadiah yang berharga adalah yang terbuat dari hati dan cerita-cerita yang melekat di dalamnya.En: He learned that the most valuable gifts are those made from the heart and the stories embedded within them. Vocabulary Words:poured: turun derassoaking: membasahitiled: ubingathering: berkumpulnyaartisans: pengrajinbustling: ramaichisels: pahatweaving: tenunornament: hiasandepicted: menggambarkanappreciation: penghargaancapturing: mengabadikanwander: berkelanaunique: unikfragile: rapuhhesitated: ragudespair: keputusasaaninnate: yang ia milikiconviction: mantapsymbol: lambangvictory: kemenangandocumented: merekamfarewell: berpamitanmission: misicelebration: perayaanspirit: semangatsatisfaction: kepuasanembedded: melekatdetermination: keteguhancrafts: kerajinan
Fluent Fiction - Indonesian: The Art of Laughter: Rina's Rainy Day at the Gallery Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-01-10-23-34-02-id Story Transcript:Id: Suara hujan deras mengiringi langkah kaki Rina, Adi, dan Siti ketika mereka memasuki Galeri Nasional Indonesia di Jakarta.En: The sound of heavy rain accompanied the footsteps of Rina, Adi, and Siti as they entered the Galeri Nasional Indonesia in Jakarta.Id: Tempat itu ramai dengan pengunjung yang berjalan-jalan di antara instalasi seni modern yang penuhi ruangan-ruangan terang benderang.En: The place was bustling with visitors strolling among the modern art installations that filled the brightly lit rooms.Id: Rina, dengan senyum penuh semangat, berharap bisa mengesankan Adi dengan pemahaman seni yang mendalam dan berwibawa.En: Rina, with a spirited smile, hoped to impress Adi with her deep and authoritative understanding of art.Id: Langit Jakarta sedang berkabut saat itu, khas musim hujan.En: The sky over Jakarta was cloudy at that time, characteristic of the rainy season.Id: Gemuruh petir bersahutan di kejauhan.En: The rumbling of thunder echoed in the distance.Id: Rina berbalik ke arah Adi dan berkata, "Lihat, kurasa karya ini mewakili keresahan manusia modern."En: Rina turned to Adi and said, "Look, I think this piece represents the anxieties of modern humans."Id: Adi mengangguk, meski matanya menekuni lembar panduan pameran yang ia genggam.En: Adi nodded, even though his eyes were focused on the exhibition guide he was holding.Id: Saat eyang mereka lewati patung besar yang terlihat abstrak, Rina merasa lelah setelah berputar menikmati setiap karya seni di galeri itu.En: As they passed a large statue that looked abstract, Rina felt tired after wandering around enjoying every art piece in the gallery.Id: Ia melihat sesuatu yang tampak seperti bangku.En: She spotted something that seemed like a bench.Id: "Ah, akhirnya, tempat duduk," gumamnya dengan lega sembari duduk.En: "Ah, finally, a seat," she muttered with relief as she sat down.Id: Sekonyong-konyong, seorang penjaga galeri yang melintas mendatangi mereka.En: Suddenly, a gallery guard passing by approached them.Id: "Maaf, Mbak, itu sebenarnya bagian dari instalasi seni," ujar penjaga dengan sopan, sambil menunjuk plakat kecil di sebelahnya yang menjelaskan makna di balik patung itu.En: "Sorry, Mbak, that is actually part of the art installation," said the guard politely, pointing to a small plaque next to the statue that explained its meaning.Id: Wajah Rina seketika memerah.En: Rina's face turned red instantly.Id: Adi dan Siti tertawa terbahak-bahak.En: Adi and Siti laughed out loud.Id: Namun, melihat situasi yang memalukan ini, Rina pun tak bisa menahan tawa.En: However, seeing this embarrassing situation, Rina couldn't help but laugh too.Id: Mereka semua tergelak dalam keramaian galeri.En: They all burst into laughter amidst the gallery's crowd.Id: "Saya kira baru ini seni yang benar-benar 'mendalam'," seloroh Rina sambil berdiri dengan anggun, membuat kejadian tadi terasa ringan.En: "I guess this is the first art that's truly 'profound'," Rina quipped as she gracefully stood up, making the earlier incident feel lighter.Id: Ketiganya kemudian melanjutkan tur seninya dengan semangat yang diperbarui.En: The three of them continued their art tour with renewed enthusiasm.Id: Setelah kejadian itu, mereka duduk di kafe kecil di sudut galeri sambil menikmati teh hangat.En: After the incident, they sat in a small cafe at the corner of the gallery while enjoying a warm cup of tea.Id: Rina merasa lebih santai dan percaya diri.En: Rina felt more relaxed and confident.Id: Teman-temannya menghargai sikap santainya dan betapa mudahnya dia menertawakan ketidaksempurnaan.En: Her friends appreciated her easygoing manner and how easily she could laugh at imperfections.Id: Baginya, kebahagiaan bersama teman-teman lebih penting daripada selalu terlihat pintar.En: For her, happiness with friends was more important than always appearing smart.Id: Akhirnya, Rina sadar bahwa menjadi diri sendiri, dengan semua kekocakan dan kebodohan, adalah yang terpenting.En: Finally, Rina realized that being herself, with all her silliness and foolishness, was what truly mattered.Id: Pelajaran dari sebuah hari di galeri seni yang takkan mudah mereka lupakan.En: A lesson from a day at the art gallery that they would not easily forget.Id: Dan mungkin, lain kali, Rina akan lebih berhati-hati sebelum duduk.En: And perhaps next time, Rina would be more careful before sitting down.Id: Sambil tersenyum lebar, ia siap memulai petualangan seni berikutnya dengan hati yang ringan dan jiwa yang terbuka.En: Smiling widely, she was ready to begin her next art adventure with a light heart and an open soul. Vocabulary Words:accompanied: mengiringibustling: ramaiinstallations: instalasispirited: penuh semangatimpress: mengesankanauthoritative: berwibawacharacteristic: khasrumbling: gemuruhthunder: petiranxieties: keresahanexhibition: pameranabstract: abstrakspotted: melihatmuttered: gumamrelief: legaplaque: plakatinstantly: seketikaembarrassing: memalukanburst: tergelakprofound: mendalamquipped: selorohgracefully: dengan anggunrenewed: diperbaruiconfident: percaya diriappreciated: menghargaieasygoing: santaiimperfections: ketidaksempurnaansilliness: kekocakanadventure: petualanganopen soul: jiwa yang terbuka
Fluent Fiction - Indonesian: The Stolen Brushstrokes: Integrity in Ubud's Downpour Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-01-10-08-38-20-id Story Transcript:Id: Hujan deras mengguyur kota Ubud, membasahi setiap sudut dengan gemericik air.En: The heavy rain drenched the city of Ubud, soaking every corner with the sound of water splashing.Id: Di dalam Museum Seni Ubud, Dewi berdiri memandangi kaca besar tinggi yang menyatu dengan arsitektur tradisional dan modern museum itu.En: Inside the Ubud Art Museum, Dewi stood gazing at the large, tall window that harmonized with the museum's traditional and modern architecture.Id: Sebagai kurator seni, dia bangga dengan pameran besar malam itu, hingga kabar buruk tiba di telinganya.En: As an art curator, she was proud of that night's major exhibition, until bad news reached her ears.Id: "Sebuah lukisan hilang," kata Raka, penjaga keamanan museum yang berhati lembut dan bercita-cita menjadi kolektor seni.En: "A painting is missing," said Raka, the museum security guard with a gentle heart who aspired to be an art collector.Id: Raka gugup, tapi juga bersemangat, seperti campuran antara rasa tanggung jawab dan impian pribadi yang memberatkan hatinya.En: Raka was nervous, but also excited, a mix of responsibility and personal dreams weighing down his heart.Id: Lukisan yang hilang itu adalah karya terkenal yang baru didatangkan dari salah satu kolektor pribadi.En: The missing painting was a famous piece recently brought in from a private collector.Id: Dewi tahu betapa pentingnya lukisan itu, bukan hanya dari sisi finansial, tapi juga karena nilai budaya yang terkandung di dalamnya.En: Dewi knew how important the painting was, not just financially, but also because of the cultural value it held.Id: "Relax, Raka.En: "Relax, Raka.Id: Kita akan menemukannya sebelum museum dibuka esok hari," ujar Dewi menenangkan, meskipun dalam hatinya ada kecurigaan yang menari-nari.En: We will find it before the museum opens tomorrow," Dewi reassured him, although in her heart, suspicions began to dance.Id: Ada satu orang yang selama ini dia percayai, kini meragukan.En: There was one person she had trusted all this time, now doubtful.Id: Mereka berdua memutuskan untuk menelusuri kembali langkah-langkah selama persiapan pameran.En: The two of them decided to retrace their steps during the exhibition preparations.Id: Suara air hujan di atap kaca mengikuti mereka ketika mereka menjelajah setiap sudut museum.En: The sound of rain on the glass roof followed them as they explored every corner of the museum.Id: Raka, meski ragu, setia di sisi Dewi, tangannya bergetar sedikit saat melewati ruang penyimpanan yang tersembunyi.En: Raka, though doubtful, remained loyal by Dewi's side, his hands trembling slightly as they passed by a hidden storage room.Id: "Lihat, di sini!En: "Look, here!"Id: " Raka memanggil, menunjuk sebuah pintu kecil yang setengah tertutup.En: Raka called, pointing to a small door that was half ajar.Id: Sedikit cahaya menembus ruangan tersebut, dan di dalam, terletaklah lukisan itu, tersembunyi di antara kotak-kotak kosong.En: A bit of light penetrated the room, and inside, lay the painting, hidden among empty boxes.Id: Raka mendekat, menatap lukisan dengan pandangan penuh keinginan.En: Raka approached, gazing at the painting with a look full of desire.Id: Ada momen di mana hatinya terombang-ambing, terpikir untuk memiliki lukisan tersebut, mengubah mimpi menjadi kenyataan.En: There was a moment when his heart wavered, contemplating owning the painting, turning dreams into reality.Id: Namun, dalam hatinya, sebuah kesadaran tumbuh.En: However, within his heart, an awareness grew.Id: Seni bukan hanya nilai jual.En: Art was not just a commodity.Id: Itu adalah warisan, jiwa dari budaya yang tak ternilai.En: It was heritage, the soul of invaluable culture.Id: Dengan napas dalam, Raka mengangkat lukisan itu dan menyerahkannya kepada Dewi.En: With a deep breath, Raka lifted the painting and handed it to Dewi.Id: "Ini harus kembali ke tempatnya," katanya, mantap.En: "This must go back to its place," he said, firmly.Id: Dewi mengangguk, tersenyum dengan bangga.En: Dewi nodded, smiling proudly.Id: Di tengah derasnya hujan, keduanya berhasil mengembalikan lukisan ke tempatnya di ruang pameran.En: Amid the heavy rain, the two of them managed to return the painting to its place in the exhibition room.Id: Raka, dengan keputusannya, menemukan ketenangan.En: Raka, with his decision, found peace.Id: Rasa hormatnya terhadap seni dan pekerjaannya kian mendalam.En: His respect for art and his job deepened.Id: Malam itu berlalu dengan puas di hati mereka.En: That night passed with satisfaction in their hearts.Id: Dewi pun yakin bahwa museum Ubud, dalam segala keindahannya, aman di tangan yang tepat.En: Dewi was also confident that the Ubud museum, in all its beauty, was safe in the right hands.Id: Raka tidak hanya menemukan kembali lukisan, tetapi juga nilai sebenarnya dari integritas dan kepercayaan.En: Raka not only found the painting but also the true value of integrity and trust. Vocabulary Words:drenched: mengguyursoaking: membasahigazing: memandangiarchitecture: arsitekturcurator: kuratorexhibition: pameranreassured: menenangkansuspicions: kecurigaanretraced: menelusuritrembling: bergetarpenetrated: menembuswavered: terombang-ambingcommodity: nilai jualheritage: warisanintegrity: integritastrust: kepercayaansatisfaction: puasreflected: terpantulharmonized: menyatuweighing: memberatkanfinancially: finansialaspired: bercita-citaloyal: setiaexplored: menjelajahhidden: tersembunyidesire: keinginanawareness: kesadaranfirmly: mantapreturned: mengembalikanpeace: ketenangan
Fluent Fiction - Indonesian: Elevator Pitch: How Humor Sealed a Startup Deal Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-01-09-23-34-02-id Story Transcript:Id: Langit Jakarta siang itu tampak kelabu, hujan rintik-rintik membaluribakar kaca-kaca gedung pencakar langit yang berdiri megah.En: The Jakarta sky that afternoon appeared gray, with a light drizzle pattering on the glass of the towering skyscrapers that stood majestically.Id: Di lobi sebuah gedung modern, Rina menarik napas dalam.En: In the lobby of a modern building, Rina took a deep breath.Id: Hari ini adalah kesempatan emasnya.En: Today was her golden opportunity.Id: Dia harus bisa meyakinkan Yusuf, seorang investor ternama, untuk berinvestasi dalam start-up yang baru ia rintis.En: She had to convince Yusuf, a renowned investor, to invest in the start-up she had just founded.Id: Rina melangkah menuju lift dengan hati berdebar.En: Rina stepped towards the elevator with a pounding heart.Id: Di sebelahnya, seorang wanita berkaos seragam biru tersenyum lebar, Dewi namanya.En: Beside her, a woman in a blue uniform shirt smiled broadly; her name was Dewi.Id: Dewi, petugas lift yang ceria dan suka bercanda, langsung menyapa, "Baru pertama kali ya, Mbak?En: Dewi, the cheerful and jokester lift attendant, immediately greeted, "Is it your first time, Miss?Id: Tenang aja, lift ini aman kok, asal nggak patah hati.En: Don't worry, this lift is safe as long as you don't have a broken heart."Id: "Rina tersenyum kecil, meskipun pikirannya sibuk mempersiapkan presentasinya.En: Rina smiled slightly, even though her mind was busy preparing her presentation.Id: Yusuf sudah menanti di lantai atas.En: Yusuf was already waiting upstairs.Id: Ketika pintu lift tertutup, Dewi mulai bercerita, "Mbak tau nggak, kenapa lift nggak bisa sakit?En: When the elevator doors closed, Dewi started to tell a story, "Do you know why the elevator never gets sick?Id: Soalnya dia sering naik turun, jadi nggak pernah pusing.En: Because it goes up and down often, so it never gets dizzy."Id: "Rina tersenyum lagi, kali ini lebih lebar.En: Rina smiled again, this time wider.Id: Namun, detik berikutnya, lift mendadak berhenti dengan sedikit hentakan.En: However, the next moment, the lift suddenly stopped with a slight jolt.Id: "Ah, maaf, Mbak.En: "Ah, sorry, Miss.Id: Kayaknya ada gangguan teknis," ucap Dewi, masih dengan nada ceria.En: It seems there's a technical issue," said Dewi, still in a cheerful tone.Id: Rina menelan ludah, berusaha tidak panik.En: Rina swallowed hard, trying not to panic.Id: Sementara teknisi bekerja memperbaiki lift, Dewi terus melontarkan lelucon.En: While the technician worked on fixing the lift, Dewi kept cracking jokes.Id: Yusuf, yang berada di pojok lift, terlihat menikmati humor Dewi.En: Yusuf, who was in the corner of the lift, seemed to enjoy Dewi's humor.Id: Waktunya makin mendekat, Rina tahu dia harus melakukan sesuatu agar pertemuannya dengan Yusuf tetap berjalan lancar.En: As the time was drawing near, Rina knew she had to do something to ensure her meeting with Yusuf would still proceed smoothly.Id: Akhirnya, dengan keberanian yang terkumpul, Rina memutuskan untuk ikut bermain dengan suasana.En: Finally, gathering her courage, Rina decided to join in the atmosphere.Id: "Pak Yusuf, Bayangin startup saya ini kayak lift.En: "Mr. Yusuf, imagine my startup is like this lift.Id: Kadang berhenti, tapi pasti naik ke atas lagi!En: Sometimes it stops, but it surely goes up again!"Id: " kata Rina sambil tersenyum lebar.En: said Rina with a wide smile.Id: Yusuf tertawa terbahak-bahak, rupanya terhibur dengan spontanitas Rina.En: Yusuf laughed heartily, clearly entertained by Rina's spontaneity.Id: Tawa Yusuf meredakan ketegangan di dalam lift.En: Yusuf's laughter eased the tension in the lift.Id: Keriuhan ini ternyata mengundang keberuntungan bagi Rina.En: This cheer actually brought luck to Rina.Id: Ketika lift akhirnya berfungsi lagi dan pintu terbuka di lantai Yusuf, Yusuf menepuk bahu Rina, "Saya suka cara berpikirmu.En: When the lift finally worked again and the doors opened on Yusuf's floor, Yusuf patted Rina's shoulder, "I like the way you think.Id: Kita bicarakan lebih lanjut, ya?En: Let's discuss it further, shall we?"Id: "Rina mengangguk dengan lega bercampur gembira.En: Rina nodded, feeling relieved and joyous.Id: Dewi memberi jempol semangat sebelum melambaikan tangan.En: Dewi gave an encouraging thumbs up before waving goodbye.Id: Rina kini tahu, kadang keluwesan dan humor bisa membuka pintu yang sebelumnya terkunci rapat.En: Rina now knew that sometimes flexibility and humor could open doors that were previously tightly locked.Id: Meski awalnya ia bimbang karena suasana lift yang tidak sesuai harapan, namun situasi tersebut justru menjadi kesempatan bagi Rina untuk menunjukkan sisi lain dirinya.En: Although at first, she was hesitant because the lift atmosphere was not as expected, that situation actually became an opportunity for Rina to show another side of herself.Id: Dan di sinilah, awal dari kemungkinan baru untuk startup Rina yang semula nyaris terhenti.En: And here, the beginning of new possibilities for Rina's startup, which initially almost came to a halt. Vocabulary Words:drizzle: hujan rintik-rintikpattering: membaluribakarskyscrapers: gedung pencakar langitmajestically: berdiri megahlobby: lobiinvestor: investorfounded: rintispounding: berdebarjokester: suka bercandaattendant: petugasbroader: lebih lebarjolt: hentakantechnician: teknisiflexibility: keluwesanspontaneity: spontanitaslaughter: tawatense: keteganganentertained: terhibursuddenly: tiba-tibapresentation: presentasiopportunity: kesempatanimagined: bayangkanconvinced: meyakinkanencouraging: menyemangatispontaneously: spontanlucky: keberuntunganrelieved: legahesitant: bimbangproceed: berjalanhalt: berhenti
Fluent Fiction - Indonesian: The School Year Spirit: Adi's Lesson in Sharing Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-01-08-23-34-02-id Story Transcript:Id: Di tengah keramaian Jakarta, di sebuah mal yang selalu ramai, Adi menemukan dirinya berdiri di antara deretan alat tulis yang teratur.En: In the middle of the hustle and bustle of Jakarta, in a mall that is always crowded, Adi found himself standing among the orderly rows of stationery.Id: Semangat tahun ajaran baru terasa di udara.En: The spirit of the new school year was in the air.Id: Meski matahari musim panas di luar terasa panas, di dalam, hiruk-pikuk siswa-siswa lain mengalihkan perhatian Adi.En: Although the summer sun outside felt hot, inside, the hustle and bustle of other students diverted Adi's attention.Id: "Harus fokus," pikir Adi.En: "Focus," Adi thought.Id: Daftar belanja di tangannya mengingatkan betapa pentingnya persiapan untuk semester ini.En: The shopping list in his hand reminded him of how important preparation for this semester was.Id: Dia ingin membeli semua perlengkapan yang diperlukan, namun isi dompetnya tidak begitu bersahabat hari ini.En: He wanted to buy all the necessary supplies, but the contents of his wallet were not very friendly today.Id: Adi menyusuri lorong sambil menimbang-nimbang, "Yang mana dulu ya?En: Adi wandered through the aisle, weighing his options, "Which one first?"Id: " Dalam situasi ramai ini, pilihan menjadi terasa lebih sulit.En: In this busy situation, choices felt more difficult.Id: Di sebelah sana, dia melihat Budi dan Ika sedang tertawa-tawa di dekat rak pulpen.En: Over there, he saw Budi and Ika laughing near the pen rack.Id: "Heh, kalian tidak belanja?En: "Hey, aren't you shopping?"Id: " Adi mendekati mereka.En: Adi approached them.Id: Mereka tersenyum.En: They smiled.Id: "Sudah selesai duluan.En: "We finished earlier.Id: Kita cuma membantu-ng lihat-lihat," jawab Ika sambil menahan tawa.En: We're just helping and looking around," replied Ika while holding back laughter.Id: Budi mengangguk setuju.En: Budi nodded in agreement.Id: Adi melanjutkan perjalanannya, matanya tertuju pada satu set buku catatan idamannya.En: Adi continued his journey, his eyes fixed on a set of his dream notebooks.Id: Namun, ketika ia tiba, ada seorang siswa lain yang juga mengincarnya.En: However, when he arrived, there was another student also eyeing it.Id: "Kita lihat siapa yang cepat," pikir Adi seraya mempersiapkan diri untuk menghadapinya.En: "Let's see who is faster," Adi thought, readying himself to face it.Id: "Maaf, ini yang terakhir," ujar siswa tersebut sambil memegang buku catatan itu.En: "Sorry, this is the last one," said the student while holding the notebook.Id: Adi berpikir sejenak.En: Adi thought for a moment.Id: Ia tahu dirinya tidak bisa egois.En: He knew he couldn't be selfish.Id: "Hey, bagaimana kalau kita bagi saja?En: "Hey, how about we share it?Id: Kita bisa beli setengah-setengah, dan kita bagi buku-bukunya.En: We can buy half and half, and split the notebooks."Id: "Siswa tersebut terkejut.En: The student was surprised.Id: "Beneran?En: "Really?"Id: " tanyanya.En: he asked.Id: Ada cahaya lega di matanya.En: There was a relieved light in his eyes.Id: "Oke, setuju!En: "Okay, deal!"Id: "Kesepakatan pun tercapai.En: The agreement was reached.Id: Adi merasa bangga dengan keputusannya.En: Adi felt proud of his decision.Id: Berkat kerjasama, dirinya dan siswa lainpun mendapatkan apa yang dibutuhkan.En: Thanks to cooperation, he and the other student both got what they needed.Id: Saat keluar dari toko, Adi tersenyum.En: As he left the store, Adi smiled.Id: Dari pengalaman hari ini, dia belajar bahwa persiapan tak selalu berarti melengkapi semua sendirian.En: From today's experience, he learned that preparation doesn't always mean completing everything alone.Id: Terkadang, bekerja sama bisa menjadi solusi yang lebih baik.En: Sometimes, working together can be a better solution.Id: Di bawah teriknya sinar matahari, Adi, Budi, dan Ika berjalan pulang, siap menghadapi tahun ajaran baru dengan semangat baru.En: Under the scorching sunlight, Adi, Budi, and Ika walked home, ready to face the new school year with renewed spirit. Vocabulary Words:hustle: keramaianbustle: hiruk-pikukorderly: teraturstationery: alat tulisdiverted: mengalihkanpreparation: persiapansemester: semesterwallet: dompetwandered: menyusuriaisle: lorongoptions: pilihanrack: rakapproached: mendekatifixed: tertujukanselfish: egoisshare: bagisplit: baginotebooks: buku catatanrelieved: legadecision: keputusancooperation: kerjasamaagreement: kesepakatanscorching: terikrenewed: baruspirit: semangatexperience: pengalamansolution: solusicrowded: ramaisupplies: perlengkapannecessary: diperlukan
Fluent Fiction - Indonesian: Rainy Day Juggling: Friendship in a Teletubbies School Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-01-08-08-38-20-id Story Transcript:Id: Hujan turun deras di atas Atap Sekolah Bukit Teletubbies.En: The rain poured heavily on the roof of Atap Sekolah Bukit Teletubbies.Id: Para siswa berlarian di lorong-lorong terbuka, berusaha menghindari cipratan air.En: Students ran through the open hallways, trying to avoid the splashes of water.Id: Di tengah keramaian itu, berdiri seorang siswa bernama Adi.En: Amid the hustle and bustle, stood a student named Adi.Id: Dia menggenggam tiga bola berwarna cerah, bersiap-siap untuk membuat kagum salah satu teman sekelasnya, Citra.En: He clutched three brightly colored balls, ready to amaze one of his classmates, Citra.Id: Citra, siswa yang populer dan cerdas, sedang berjalan bersama kelompok teman-temannya.En: Citra, a popular and smart student, was walking with her group of friends.Id: Matanya tertuju pada Adi yang tampak bersemangat.En: Her eyes were on Adi, who looked excited.Id: Hari ini, Adi berencana menunjukkan keahliannya dalam juggling untuk mengesankan Citra.En: Today, Adi planned to show off his juggling skills to impress Citra.Id: Kalau semua berjalan lancar, Adi ingin mengajaknya pergi ke festival seni sekolah yang akan datang.En: If everything went well, Adi wanted to ask her to go to the upcoming school art festival.Id: Di sudut lain lorong, ada Budi.En: In another corner of the hallway was Budi.Id: Dia sedang memasang senyuman jahil di wajahnya.En: He was wearing a mischievous smile on his face.Id: Sebagai teman baik, Budi suka mengerjai teman-temannya tapi tak pernah bermaksud jahat.En: As a good friend, Budi liked to prank his friends but never meant any harm.Id: Hari ini, dia punya rencana kecil untuk Adi.En: Today, he had a little plan for Adi.Id: "Lihat ini, Citra!" seru Adi, memulai aksi juggling-nya.En: "Watch this, Citra!" exclaimed Adi, starting his juggling act.Id: Bola-bola melayang-melayang di udara, memantulkan cahaya dari lampu langit-langit.En: The balls soared through the air, reflecting the light from the ceiling lamps.Id: Citra terlihat terkesan.En: Citra looked impressed.Id: Namun, Budi telah menyiapkan sesuatu.En: However, Budi had prepared something.Id: Diam-diam, dia meletakkan balok kayu kecil tak jauh dari tempat Adi berdiri.En: Silently, he placed a small wooden block not far from where Adi was standing.Id: Tanpa sadar, Adi melangkah mundur dan—dor!—kakinya menyenggol balok itu.En: Unaware, Adi stepped back and—bump!—his foot hit the block.Id: Adi hilang keseimbangan.En: Adi lost his balance.Id: Bola-bola terbang kemana-mana.En: The balls flew everywhere.Id: Salah satu bola memantul dan membuat seorang siswa hampir terjungkal.En: One of the balls bounced and nearly made another student stumble.Id: Semua orang menahan napas.En: Everyone held their breath.Id: Tetapi, alih-alih marah, Citra tertawa lepas.En: But instead of getting angry, Citra burst out laughing.Id: "Wow, Adi, sudah seperti sirkus!" katanya sambil tersenyum lebar.En: "Wow, Adi, it's like a circus!" she said with a broad smile.Id: Adi, yang semula tegang, kini ikut tertawa.En: Adi, who was initially tense, now joined in the laughter.Id: Budi ikut mendekat.En: Budi approached.Id: "Maaf, Adi. Aku cuma mau bikin suasana jadi lebih lucu," katanya sambil menggaruk kepala.En: "Sorry, Adi. I just wanted to make things funnier," he said, scratching his head.Id: Melihat situasi ini, Citra mendapat ide.En: Seeing this situation, Citra got an idea.Id: "Bagaimana kalau kita tampil bersama di festival nanti?En: "How about we perform together at the festival later?Id: Biar semua orang bisa melihat kita bersenang-senang bersama," usul Citra.En: So everyone can see us having fun together," suggested Citra.Id: Adi terkejut namun senang.En: Adi was surprised but happy.Id: "Itu ide bagus! Ayo kita latihannya bareng-bareng," balas Adi, senyumnya tak hilang.En: "That's a great idea! Let's practice together," replied Adi, his smile never fading.Id: Melalui kejadian kali ini, Adi menyadari bahwa kadang-kadang kesempurnaan datang dari hal-hal yang tidak terduga.En: Through this incident, Adi realized that sometimes perfection comes from unexpected things.Id: Lebih penting mengedepankan kebersamaan dan persahabatan daripada sekadar berusaha mengesankan orang lain.En: It's more important to focus on togetherness and friendship than just trying to impress someone.Id: Di tengah suara hujan yang masih mengiringi, mereka bertiga tertawa dan sepakat untuk mempersiapkan penampilan terbaik mereka.En: Amid the sound of rain still accompanying them, the three of them laughed and agreed to prepare their best performance.Id: Begitu cerita ini berakhir, Sekolah Bukit Teletubbies kembali menjadi saksi dari persahabatan yang tulus dan semangat muda yang selalu menemukan cara untuk bersinar, meski di bawah hujan deras.En: As this story ends, Sekolah Bukit Teletubbies once again became a witness to sincere friendship and the youthful spirit that always finds a way to shine, even under the heavy rain. Vocabulary Words:poured: turunclutched: menggenggamto amaze: untuk membuat kagumupcoming: yang akan datangjuggling: jugglingmischievous: jahilexclaimed: serusoared: melayangceiling: langit-langitunaware: tanpa sadarstumble: terjungkalangry: marahbroad: lebarscratching: menggaruktogetherness: kebersamaanincidents: kejadianperfection: kesempurnaansincere: tuluswitness: saksiyouthful: mudaspirit: semangataccompanying: mengiringireflecting: memantulkanprepared: menyiapkanbalance: keseimbanganbumped: menyenggolbounced: memantulinstead: alih-alihperform: tampilsuggested: usul
Fluent Fiction - Indonesian: Rizky's Resilience: Battling Time to Save Komodo Dragons Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-01-07-23-34-02-id Story Transcript:Id: Di tengah hutan lebat Taman Nasional Komodo, terdapat sebuah laboratorium rahasia.En: In the middle of the dense forest of Taman Nasional Komodo, there is a secret laboratory.Id: Di sanalah Rizky, seorang biologi yang penuh semangat, tengah bekerja keras.En: It is there that Rizky, an enthusiastic biologist, is working hard.Id: Ia duduk di depan meja kerjanya, dikelilingi oleh peralatan canggih.En: He sits at his desk, surrounded by sophisticated equipment.Id: Rizky telah bekerja siang dan malam demi menyelesaikan penelitiannya yang mendesak: metode baru untuk menyelamatkan komodo yang terancam punah.En: Rizky has been working day and night to complete his urgent research: a new method to save the endangered Komodo dragons.Id: Musim panas terasa di luar jendela kaca besar laboratorium, tetapi Rizky hampir tidak menyadarinya.En: Summer can be felt outside the large glass window of the laboratory, but Rizky hardly notices it.Id: Fokusnya hanya pada layar komputernya, di mana data-data penting berkedip-kedip.En: His focus is solely on his computer screen, where important data flickers.Id: Namun masalah datang tanpa diduga.En: However, problems come unexpectedly.Id: Peralatan utama yang ia gunakan mulai rusak.En: The primary equipment he uses begins to break down.Id: Setelah berminggu-minggu upaya dan penelitian, ini menjadi pukulan berat bagi Rizky.En: After weeks of effort and research, this becomes a severe blow for Rizky.Id: Rizky berhenti sejenak, memasuki pikirannya yang penuh keraguan.En: Rizky pauses for a moment, delving into his mind full of doubts.Id: Dengan sumber daya yang terbatas dan jauh dari bantuan, pilihan sulit harus diambil.En: With limited resources and far from assistance, difficult choices have to be made.Id: Apakah ia mencoba memperbaiki masalah sendiri atau memanggil rekan-rekannya untuk bantuan, yang berarti menunda penyelesaiannya?En: Should he try to fix the problem himself or call his colleagues for help, which would mean delaying his completion?Id: Di tengah kegelisahan, Rizky memutuskan untuk mengambil risiko.En: In the midst of anxiety, Rizky decides to take a risk.Id: Ia memilah-milah alat-alat yang ada, mencoba metode perbaikan yang belum pernah diuji sebelumnya.En: He sorts through the available tools, trying a repair method that has never been tested before.Id: Keringat menetes di dahinya saat ia bekerja dengan tangan gemetar.En: Sweat drips from his forehead as he works with trembling hands.Id: Jam berdetak, menambah beban mentalnya.En: The clock ticks, adding to his mental burden.Id: Namun, ketekunan Rizky tidak sia-sia.En: However, Rizky's perseverance pays off.Id: Peralatan kembali berfungsi, dan data yang ia perlu dapat terkumpul dengan sempurna.En: The equipment is functioning again, and the data he needs is perfectly collected.Id: Ia berhasil menyelesaikan eksperimennya tepat waktu.En: He manages to finish his experiment on time.Id: Namun, usahanya telah menguras energinya, dan tubuhnya menuntut istirahat.En: However, his effort has drained his energy, and his body demands rest.Id: Kemudian, Ayu dan Budi, dua kolega Rizky yang peduli, datang menjemput.En: Then, Ayu and Budi, two caring colleagues of Rizky, come to pick him up.Id: Senyum mereka membawa kehangatan pada suasana yang sebelumnya menegangkan.En: Their smiles bring warmth to the previously tense atmosphere.Id: Ayu menepuk bahu Rizky, memberi semangat.En: Ayu pats Rizky on the shoulder, giving encouragement.Id: "Kerja kerasmu luar biasa," katanya lembut.En: "Your hard work is incredible," she says softly.Id: Budi menambahkan, "Lain kali, kamu bisa minta bantuan kita.En: Budi adds, "Next time, you can ask for our help.Id: Kita ada di sini untuk kamu.En: We are here for you."Id: "Mendengar itu, Rizky menyadari sesuatu yang penting.En: Hearing this, Rizky realizes something important.Id: Meskipun seorang peneliti harus mandiri, bekerja sama adalah kekuatan yang lebih besar.En: Although a researcher must be independent, working together is a greater strength.Id: Dengan kebijaksanaan baru ini, ia mendekap persahabatan yang berharga dan tahu bahwa impiannya menyelamatkan komodo bisa lebih mudah dicapai dengan dukungan dari orang lain.En: With this new wisdom, he embraces the valuable friendship and knows that his dream of saving the Komodo dragons can be more easily achieved with support from others.Id: Hutan di sekitar mereka, dengan pemandangan yang menakjubkan, seolah-olah turut merayakan keberhasilan mereka.En: The forest around them, with its stunning views, seems to join in celebrating their success. Vocabulary Words:dense: lebatsecret: rahasiaenthusiastic: penuh semangatsophisticated: canggihendangered: terancam punahurgent: mendesakflicker: berkedip-kedipunexpectedly: tanpa didugaprimary: utamasevere: beratdelving: memasukitrembling: gemetarperseverance: ketekunanfunctioning: berfungsidrained: mengurasdemand: menuntutencouragement: memberi semangatincredible: luar biasaindependent: mandiristrength: kekuatanwisdom: kebijaksanaanembraces: mendekapmanageable: mudah dicapaistunning: menakjubkancelebrate: merayakansurrounded: dikelilingiresources: sumber dayamoment: sejenakpause: berhentirisk: risiko
Fluent Fiction - Indonesian: Unveiling Shadows: Dewi's Bold Stand in Bandung's Storm Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-01-07-08-38-20-id Story Transcript:Id: Hujan turun deras di perbukitan Bandung, membungkus laboratorium rahasia dalam kabut tebal.En: The rain poured heavily on the hills of Bandung, wrapping the secret laboratory in a thick fog.Id: Petir menyala, dan Dewi berdiri di depan pintu masuk laboratorium, mendengarkan suara gemuruh hujan.En: Lightning flashed, and Dewi stood at the entrance of the laboratory, listening to the rumbling sound of the rain.Id: Dia merasa gugup tapi juga penuh semangat.En: She felt nervous but also excited.Id: Ada rasa penasaran yang membara di dadanya.En: There was a burning curiosity in her chest.Id: Di dalam, laboratorium itu terasa dingin dan penuh rahasia.En: Inside, the laboratory felt cold and full of secrets.Id: Dianggap sebagai salah satu fasilitas penelitian teraman, tetapi Dewi tahu ada yang tidak beres.En: It was considered one of the safest research facilities, but Dewi knew something was wrong.Id: Berbulan-bulan ini, dia dan Bima, rekan kerjanya, melihat kejadian aneh di sekitar kota: perubahan cuaca yang tiba-tiba, gangguan elektromagnetik, dan laporan penduduk mengenai bayangan aneh di langit malam.En: For months, she and Bima, her colleague, had noticed strange occurrences around the city: sudden weather changes, electromagnetic disturbances, and residents' reports of strange shadows in the night sky.Id: Dewi dan Bima memasuki ruang konferensi.En: Dewi and Bima entered the conference room.Id: Bima menunjuk ke arah komputer di sudut ruangan.En: Bima pointed toward the computer in the corner of the room.Id: Mereka berdua tahu, di sanalah kebenaran berada.En: They both knew that’s where the truth lay.Id: Tapi, ada satu masalah besar: Rizal, kepala peneliti yang penuh teka-teki dengan agenda rahasia.En: But, there was one big problem: Rizal, the mysterious head researcher with a secret agenda.Id: Rizal telah mengurung diri di kantornya selama berhari-hari, takut kefalahan proyeknya terungkap.En: Rizal had locked himself in his office for days, fearing the failure of his project would be revealed.Id: Suara petir membuat laboratorium bergetar.En: The sound of thunder made the laboratory vibrate.Id: Tiba-tiba, lampu padam.En: Suddenly, the lights went out.Id: Waktu inilah yang Dewi tunggu-tunggu.En: This was the moment Dewi had been waiting for.Id: "Ini kesempatan kita," bisik Dewi sambil melirik Bima.En: "This is our chance," whispered Dewi while glancing at Bima.Id: Dengan senter kecil di tangan, mereka menyelinap menuju kantor Rizal.En: With a small flashlight in hand, they sneaked toward Rizal's office.Id: Dewi membuka laptop Rizal dengan tangan gemetar.En: Dewi opened Rizal's laptop with trembling hands.Id: "Ayo cepat, sebelum listrik kembali," Bima mendesak.En: "Hurry, before the power comes back," urged Bima.Id: Jantung Dewi berdetak kencang.En: Dewi's heart was pounding.Id: Jari-jari lincahnya mengetik sandi yang telah dia temukan dengan susah payah.En: Her nimble fingers typed in the password she had painstakingly discovered.Id: "Berhasil!En: "Got it!"Id: " serunya pelan.En: she whispered quietly.Id: Begitu layar membuka, data proyek terbuka lebar di depan matanya.En: As the screen opened, the project's data was laid out in front of her.Id: Mereka membaca cepat.En: They read quickly.Id: "Ini lebih buruk dari yang kita kira," kata Dewi.En: "This is worse than we thought," said Dewi.Id: Projek ini bisa menyebabkan cuaca ekstrem di seluruh kota, bahkan lebih.En: The project could cause extreme weather throughout the city, or even more.Id: Dan lebih parahnya, Rizal tahu risiko ini sejak awal.En: And worse, Rizal had known this risk from the start.Id: Tetapi sebelum bisa mengambil semua data, mereka mendengar langkah kaki mendekat.En: But before they could retrieve all the data, they heard footsteps approaching.Id: "Kita harus pergi!En: "We have to go!"Id: " Bima menarik tangan Dewi, dan mereka segera kabur dari kantor, menyelinap di balik bayangan koridor yang menyala-nyala.En: Bima pulled Dewi's hand, and they quickly fled the office, slipping into the shadows of the flickering corridors.Id: Berhasil mencapai tempat aman, Dewi memutuskan untuk bertindak.En: Having reached a safe place, Dewi decided to take action.Id: Esoknya, dia mengumpulkan bukti dan mengungkapnya kepada dewan peneliti.En: The next day, she gathered evidence and revealed it to the research board.Id: Rizal tidak bisa membantah.En: Rizal could not deny it.Id: Data yang ditemukan Dewi cukup untuk memaksa penundaan dan peninjauan ulang proyek.En: The data Dewi had found was sufficient to force a delay and a review of the project.Id: Akhirnya, proyek itu dihentikan sementara.En: In the end, the project was temporarily halted.Id: Kota Bandung bisa bernapas lega.En: The city of Bandung could breathe a sigh of relief.Id: Dewi menyadari satu hal penting: Keberaniannya, didukung oleh kepercayaan Bima, adalah kunci untuk mengungkap kebenaran.En: Dewi realized one important thing: Her courage, supported by Bima's trust, was the key to uncovering the truth.Id: Tim mereka tidak hanya menyelamatkan kota, tapi juga menguatkan ikatan saling percaya di antara mereka.En: Their team not only saved the city but also strengthened the bond of trust between them.Id: Di bawah langit yang masih mendung, Dewi melihat ke arah pegunungan hijau tempat laboratorium itu berdiri.En: Under the still cloudy sky, Dewi looked toward the green mountains where the laboratory stood.Id: Dia tersenyum, yakin dengan dirinya sendiri dan apa yang telah mereka capai bersama.En: She smiled, confident in herself and what they had accomplished together.Id: "Petir dan hujan takkan menghentikan kita," kata Dewi yakin.En: "Lightning and rain will not stop us," Dewi said confidently. Vocabulary Words:poured: turun deraswrapping: membungkusthick: tebalentrance: pintu masukrumbling: gemuruhcuriosity: penasaranconsidered: dianggapoccurrences: kejadianelectromagnetic: elektromagnetikdisturbances: gangguanreports: laporanconference: konferensimysterious: teka-tekiagenda: agendafeared: takutfailure: kefalahanwhispered: bisiksneaked: menyelinaptrembling: gemetarnimble: lincahpainstakingly: susah payahretrieve: mengambilfootsteps: langkah kakislipping: menyelinapflickering: menyala-nyalaevidence: buktirevealed: mengungkapkandenied: membantahsufficient: cukuphalted: dihentikan
loading
Comments