DiscoverRio Benny Arya - Self Development
Rio Benny Arya - Self Development
Claim Ownership

Rio Benny Arya - Self Development

Author: Rio Benny Arya

Subscribed: 0Played: 0
Share

Description

Teman belajar untuk menjadi versi terbaik diri kita masing-masing. (Personal Growth | Continuous Improvement)
23 Episodes
Reverse
Di saat era media sosial sering membuat kita merasakan iri dan kecemburuan kepada orang lain, bagaimana kita belajar menyikapinya secara positif di keseharian kita baik dalam pekerjaan maupun dalam kehidupan personal?
Baik Over PD, ataupun terlalu minder, dua-duanya berbahaya dalam keseharian dan kerja kita. Saya ada cerita, salah satunya dari kisah Ray Dalio Milyarder di US, salah satu orang terkaya di dunia, saat dia melewati fase over PEDE yang menyebabkan dia mengalami kebangkrutan. Simak apa yang bisa kita pelajari dari kisah Ray Dalio?
Di era sekarang ini ambiguity menjadi makanan pokok. Perubahan jalur reporting, struktur perusahaan berubah, project scope berganti dan forecast berubah di tengah jalan, AI mengubah skema permainan, dan banyak lagi. Bayangkan kita menghadapi perubahan seperti nakhoda kapal yang melihat arah angin berganti-ganti tiap beberapa saat. Kita bisa belajar dari Newton bagaimana berkarya di tengah ketidakpastian.
Kita semua tentu sepakat bahwa di zaman sekarang networking itu penting, tapi tidak semua orang enjoy berada di kerumunan, basa-basi sosial dan semacamnya. Ada kisah dari Seorang Co Founder Apple yaitu Steve Wozniak yang bisa kita tiru untuk strategi networking kita.
Kenapa Banyak Membaca Atau Ikut Course Kadang Malah “Mbulet?” Dan Bagaimana Cara Mengatasinya?
Saya mengamati tokoh besar, dan akhirnya menyadari bagaimana strategi mereka bertahan di tengah tekanan juga bagaimana mereka menemukan “jalan pulang ke diri mereka sendiri” di tengah keriuhan keseharian.
Siapa yang sering terengah-engah menyesuaikan diri di kantor dengan tuntutan perubahan yang cepat? Saya ada cerita dari dua tokoh yang menginspirasi. Ternyata solusinya ada pada pengenalan terhadap diri kita. Kenapa “siapa kita” ternyata lebih penting ketimbang “apa jabatan kita”? Apa itu transferrable skills dan bagaimana mendapatkannya?
Seni mengambil keputusan dalam keterbatasan. Kisah ini terinspirasi dari cerita dua orang engineer senior semasa saya kerja di pengeboran migas dulu, mereka ribut tentang cara eksekusi kerja. Puluhan tahun lepas, cerita ini ternyata menyadarkan saya agar tidak over analitis dan bisa mengambil keputusan dalam keterbatasan data.
Kehidupan manusia di zaman modern seperti kita sekarang penuh dengan dinamika yang membuat pikiran kita gampang kusut. Ada teknik yang kita bisa pelajari dari tokoh-tokoh besar seperti Marcus Aurelius Kaisar Romawi dan ulama besar seperti Imam Ghozali sang rektor Universitas Nizamiyah.
Tidak selamanya menaati standar operating prosedur secara buta itu baik bagi para leader. Kita bisa bercermin dari kisah Umar bin Khattab di mana beliau menolak menghukum pencuri di tahun Ramada. Kenapa beliau menolak? Apa hubungannya penolakan beliau itu dengan cara berpikir sistemik yang relevan bagi para leader dan pemimpin di organisasi modern sekarang?
Belajar kepemimpinan dari Mushashi. Seorang samurai pengembara yang menulis buku 5 Rings. Mushashi menekankan yang kurang lebih intinya keseimbangan antara Pedang (ketegasan) dan Pena (wisdom) membuat seorang pemimpin menjadi utuh.
Bagaimana sastra, dongeng, atau kisah-kisah bisa membantu kita dalam kehidupan? Bisa diaplikasikan juga untuk kehidupan perkantoran lho!
Skill wajib untuk naik level, yaitu skill berpikir sistemik. Melihat hubung kait sesuatu. Kita ngobrol dari Steve Jobs sampai Bayt Al Hikmah di Era Abbasiyah
Ada filosofi beladiri Jepang yang relevan dalam membantu kita meningkatkan skill di kantor atau skill dalam kehidupan sehari-hari. Yaitu filosofi cara untuk menguasi suatu keahlian. Shu-Ha-Ri.
Belajar ketegasan dari cerita CEO Microsoft. Ada ga yang merasakan terbiasa dalam lingkungan yang supportif, jarang konflik lalu terpaksa belajar menjadi tegas karena tuntutan pekerjaan? Nah dengerin cerita ini.
Salah satu skill penting yang harus dimiliki dimiliki oleh para leader adalah kemampuan untuk membangun narasi, kemampuan untuk mengambil makna dari suatu kejadian dan menyampaikannya dalam bentuk cerita yang mudah dipahami.
Pernah ngerasain stagnan padahal udah belajar banyak? Atau merasa ketinggalan karena lingkungan berubah lebih cepat? Gimana mengatasinya?Bahasan ini relevan dengan banyak orang, karena solusinya terletak pada jawaban dari pertanyaan "Kapan Harus Melangkah Kecil vs Kapan Harus Lompatan Besar?"Kita belajar dari Kisah Steve Jobs kembali ke Apple, dan Gichin Funakoshi pendiri karate modern, untuk tahu kapan harus  melangkah kecil dan kapan harus ambil lompatan besar.
Belajar Professional Dari Cerita Steve Jobs - Craftsman Mindset. Membahas salah satu fragmen kehidupan Steve Jobs dimana dia menasehati karyawannya di tengah gegap gempita kenaikan harga saham apple.
Membahas mengenai dunia yang semakin lama semakin meng-global, dan membahas mengenai pentingnya kita untuk semakin mengenali identitas diri kita, agar tidak terombang-ambing dalam globalisasi dan perubahan.
Membahas mengenai pentingnya support system untuk membantu kita menjalani tugas-tugas kita, belajar dari kisah Pak Jonan mantan Dirut kereta api dan juga dari pengalaman pribadi
loading
Comments 
loading