DiscoverMongabay Indonesia Podcast
Mongabay Indonesia Podcast
Claim Ownership

Mongabay Indonesia Podcast

Author: Mongabay Indonesia

Subscribed: 7Played: 28
Share

Description

Bicara soal alam
34 Episodes
Reverse
Gajah Sumatera merupakan gajah asia kecil yang jumlahnya semakin menipis karena habitat hutan dataran rendahnya banyak dialihfungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit. Para ahli mengatakan bahwa Indonesia hanya memiliki 10 tahun untuk membalikkan tren ini dan menyelamatkan mereka dari kepunahan abadi.
Mongabay Snaps merupakan program mingguan Mongabay Indonesia yang mengulas lima artikel. Tiap Jumat pukul 16.00, program ini akan hadir menemani pembaca dan menceritakan kejadian dalam sepekan
Mongabay Snaps:

Mongabay Snaps:

2025-12-1910:28

Mongabay Snaps merupakan program mingguan Mongabay Indonesia yang mengulas lima artikel. Tiap Jumat pukul 16.00, program ini akan hadir menemani pembaca dan menceritakan kejadian dalam sepekan
Mongabay Snaps merupakan program mingguan Mongabay Indonesia yang mengulas lima artikel. Tiap Jumat pukul 16.00, program ini akan hadir menemani pembaca dan menceritakan kejadian dalam sepekan
Mongabay Snaps merupakan program mingguan Mongabay Indonesia yang mengulas lima artikel. Tiap Jumat pukul 16.00, program ini akan hadir menemani pembaca dan menceritakan kejadian dalam sepekan
Mongabay Snaps merupakan program mingguan Mongabay Indonesia yang mengulas lima artikel. Tiap Jumat pukul 16.00, program ini akan hadir menemani pembaca dan menceritakan kejadian dalam sepekan
Mongabay Snaps merupakan program berupa live instagram secara spontan setiap minggunya, pada Jumat pukul 16.00. Program ini akan membahas lima artikel dalam sepekan. 
Mongabay Snaps merupakan program berupa live instagram secara spontan setiap minggunya, pada Jumat pukul 16.00. Program ini akan membahas lima artikel dalam sepekan. 
Mongabay Snaps merupakan program berupa live instagram secara spontan setiap minggunya, pada Jumat pukul 16.00. Program ini akan membahas lima artikel dalam sepekan. 
Episode perdana BTS: Berita Tanpa Sensor dari Mongabay Indonesia, jurnalis Lusia Arumingtyas dan Riza Salman membedah realitas getir dari hilirisasi tambang nikel di pulau-pulau kecil Indonesia, khususnya Sulawesi dan Raja Ampat. Bukan sekadar soal logam untuk baterai mobil listrik, ini adalah kisah tentang rusaknya ekosistem, lenyapnya ruang hidup, dan hancurnya harapan warga pulau. Satu baterai mobil listrik setara dengan hilangnya satu hektar kebun cengkeh produktif yang dulunya mampu menghidupi beberapa generasi. Riza bercerita pengelaman jurnalistiknya yang sangat membekas, mulai dari pencemaran air, anak-anak sakit kulit, mata pencaharian musnah, dan konflik sosial meretakkan keluarga. dia melihat langsung bagaimana pertambangan telah memutuskan generasi. Satu hektar lahan cengkeh produktif, yang dulu bisa menyekolahkan anak-anak dan menghidupi beberapa turunan, kini berubah menjadi debu, lumpur, dan konflik sosial.  "Laut adalah ibu bagi masyarakat pesisir yang oleh perempuan pesisir itu tidak perlu repot untuk mendapatkan sumber pakan ketika air surut ada namanya, meti mereka menangkap Habitat habitat di pesisir itu sudah nggak ada lagi," ujar Riza. Di tengah semua itu, hukum sering kali hanya jadi formalitas. Secara hukum, pulau-pulau kecil di bawah 2.000 km² tidak boleh ditambang. Namun, celah administratif—penggunaan batas wilayah kecamatan, bukan pulau—dimanfaatkan untuk menerbitkan izin tambang. Misalnya saja saat masyarakat mengugat PT Gema Kreasi Perdana, anak usaha Harita Group di Pulau Wawonii. Lima kali warga Wawonii menang di pengadilan, tapi tambang tetap beroperasi.  Lebih jauh, sedimentasi dari tambang terbukti mencemari laut hingga ratusan kilometer jauhnya, mengancam ekosistem laut Banda yang jadi jantung segitiga karang dunia. Riza juga menyinggung tentang genosida ekologis terhadap Suku Bajo—masyarakat laut yang kehidupannya sangat bergantung pada ekosistem pesisir. Mereka kehilangan ruang hidup, tidak bisa bertani, dan kini hanya bisa mengandalkan laut yang semakin miskin.  Di sinilah letak ironi besar: energi hijau yang katanya ramah lingkungan justru menghancurkan kehidupan masyarakat lokal.  Di tengah isu Save Raja Ampat yang kini viral, episode ini jadi pengingat bahwa banyak pulau lain yang sunyi dan tanpa sorotan publik tengah mengalami nasib serupa. Kini giliran kita bersuara. Karena kalau kita tak mampu menyelamatkan pulau-pulau kecil, bagaimana bisa kita melindungi negeri ini secara utuh?
Halo! Podcast Mongabay Indonesia Series Energi Terbarukan nggak kerasa udah sampai di episode kedelapan yang merupakan episode terakhir nih. Pada episode kali ini, kami berkesempatan ngobrol langsung dengan Pak Paul Butarbutar, Direktur Eksekutif Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia, dengan tema "Insentif Karbon Dalam Transisi Energi: Peluang dan Tantangan". Yuk kepoin langsung podcast Series Energi Terbarukan di Anchor atau Spotify Mongabay Indonesia.
Podcast Mongabay Indonesia: Series Energi Terbarukan nggak kerasa udah sampai episode ketujuh, nih! Pada episode kali ini, kami pun berkesempatan ngobrol langsung dengan Ibu Mada Ayu Habsari, Enertec Enviromate Solusi mengenai "LTSHE, Inisiatif energi bersih di daerah-daerah terpencil"
Halo! Podcast Mongabay Indonesia: Series Energi Terbarukan episode kelima sudah hadir nih! Pada episode kali ini, kami mengusung tema mengenai Energi Terbarukan. Kami pun berkesempatan ngobrol langsung dengan kak Verena Puspawardani, Program Director, Coaction Indonesia mengenai "Peran Hutan Untuk Energi Terbarukan"
Halo! Podcast Mongabay Indonesia: Series Energi Terbarukan episode kelima sudah hadir nih! Pada episode kali ini, kami mengusung tema mengenai Energi Terbarukan. Kami pun berkesempatan ngobrol langsung dengan Lia Zakiyyah, dari Institute for Sustainable Earth and Resources mengenai "Mendorong Gaya Hidup Rendah Karbon di Masyarakan Urban"
Hai! Podcast Mongabay Indonesia: Series Energi Terbarukan episode keempat sudah hadir nih! Pada episode kali ini, kami mengusung tema mengenai Energi Terbarukan. Kami pun berkesempatan ngobrol langsung dengan Almo Pradana, Senior Manajer Energi dan Iklim WRI Indonesia mengenai "Kebijakan Pemerintah dan Peran Korporasi Mendorong Energi Terbarukan Tetap Kompetitif" Yuk, langsung cek podcast Series Energi Terbarukan di Anchor ataupun Spotify.
Hai kawan-kawan! Podcast Mongabay Indonesia: Series Energi Terbarukan episode ketiga sudah hadir nih! Pada episode kali ini, kami mengusung tema mengenai Energi Terbarukan. Kami pun berkesempatan ngobrol langsung dengan Pak Ary Bachtiar K Putra, PhD, mengenai "Implementasi Rekayasa Mesin untuk Pemanfaatan Energi Terbarukan." Yuk, langsung cek podcast Series Energi Terbarukan di Anchor ataupun Spotify.
Dalam podcast series Energi Terbarukan ini, akan terdapat 8 Series. Di episode pertama, kita ngobrol bersama Ir Umar untuk membahas Manfaat Biogas Bagi Pengembangan Sosial Ekonomi di Wilayah Pedesaan di NTB. Apa saja manfaatnya? yuk langsung aja simak podcast Mongabay Indonesia! 
Mungkinkah kita harus mengucapkan selamat tinggal kepada spesies-spesies satwa ini pada tahun 2020 ini?
Hutan Lumut selama ini hanya dipandang sebagai hamparan gambut biasa di pinggiran lanskap besar Sumatra, jauh dari pusat perhatian konservasi. Namun sebuah penemuan lapangan mengubah cara pandang itu: orangutan Tapanuli ternyata hidup dan bertahan di sana, di luar kawasan utama Batang Toru yang selama ini dianggap sebagai satu-satunya rumah mereka. Di tengah pepohonan gambut yang lembap dan sunyi di Desa Lumut Maju, jejak kehadiran orangutan Tapanuli menyingkap kemampuan adaptasi yang tak banyak diketahui. Mereka tidak hanya hidup di hutan pegunungan yang rapat dan sejuk, tetapi juga mampu bertahan di ekosistem yang sangat berbeda, dengan struktur vegetasi, ketersediaan pakan, dan tantangan ekologis yang lain sama sekali. Cerita ini menggugurkan anggapan lama bahwa spesies ini memiliki toleransi habitat yang sempit, sekaligus memperlihatkan betapa pengetahuan manusia tentang alam masih penuh celah. Namun kisah ini bukan hanya tentang penemuan, melainkan juga tentang kerentanan. Berbeda dengan Batang Toru yang memiliki status konservasi lebih jelas, Hutan Lumut berada di ruang abu-abu: kawasan tanpa perlindungan formal, rawan pembukaan lahan, tumpang tindih kepentingan, dan minim pengawasan. Di sinilah orangutan harus berbagi ruang dengan aktivitas manusia, menghadapi risiko perburuan, konflik, dan fragmentasi habitat yang bisa terjadi kapan saja tanpa peringatan. Temuan ini menjadi titik awal diskusi mendalam melalui program Bincang Alam yang digelar Mongabay Indonesia bersama Syafrizaldi Jpang, Direktur Eksekutif Orangutan Information Centre (OIC), yang membuka kisah tentang habitat yang luput dari peta, data, dan kebijakan.
Konferensi Para Pihak (COP) selalu menjadi pertemuan besar yang mempertemukan berbagai kepentingan: politik, ekonomi, dan lingkungan. Isu perubahan iklim terus menjadi perhatian global, terutama menjelang Konferensi Para Pihak (COP30) yang akan digelar di Belém, Brasil, pada November 2025. Forum ini diharapkan menjadi momentum penting bagi negara-negara dunia untuk memperkuat komitmen pengurangan emisi, meninjau hasil Global Stocktake dari COP sebelumnya, serta menegaskan langkah konkret menuju transisi energi yang berkeadilan.  Menjelang COP30 juga, berbagai organisasi masyarakat sipil tengah bersiap memperkuat posisi dan kontribusi Indonesia dalam forum global tersebut, salah satunya Madani Berkelanjutan (Madani). Bagi Madani, kehadiran masyarakat sipil di forum ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan narasi. Lembaga ini berfokus pada tata kelola guna lahan yang berkelanjutan,  serta mendorong percepatan transisi menuju energi terbarukan dan pembangunan rendah karbon. Keberlanjutan tidak bisa hanya diukur dari target emisi, tetapi juga dari sejauh mana perubahan itu menghadirkan keadilan sosial dan ekonomi bagi masyarakat di akar rumput. Dalam persiapan menuju COP30 di Brasil, Madani bersama koalisi masyarakat sipil menyerukan tiga tuntutan utama, sebagai langkah menuju masa depan yang lebih berkeadilan bagi planet ini. Apa saja tuntutan tersebut? Simak diskusi bersama Nadia Hadad yang merupakan Direktur Eksekutif Madani Berkelanjutan sebagai narasumber dalam episode "Bincang Alam" yang membahas bagaimana agenda COP30 dapat mencakup mitigasi, adaptasi, dan mekanisme pasar karbon yang dapat selalu dikawal agar berpihak pada lingkungan dan kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar kepentingan bisnis global.  
loading
Comments