Discover
Mongabay Indonesia Podcast
37 Episodes
Reverse
Banjir datang, menggenangi permukiman, melumpuhkan aktivitas ekonomi, dan memaksa ribuan orang mengungsi. Namun setiap kali air surut, penjelasan yang mengemuka hampir selalu sama: hujan ekstrem, perubahan iklim, atau kapasitas sungai yang tak lagi memadai. Narasi ini seolah menempatkan banjir sebagai takdir alamiah yang tak terhindarkan. Padahal, di balik luapan air itu, terdapat rangkaian keputusan politik, tata ruang, dan kepentingan ekonomi yang membentuk siapa yang paling terdampak dan siapa yang diuntungkan dari pembangunan yang terus berlangsung. Di banyak kota di Indonesia, alih fungsi lahan, ekspansi kawasan properti, serta proyek infrastruktur skala besar berjalan beriringan dengan melemahnya daya dukung lingkungan. Kawasan resapan menyusut, bantaran sungai dipadati bangunan, dan izin pembangunan kerap terbit tanpa pengawasan memadai. Dalam konteks ini, banjir bukan lagi sekadar persoalan hidrologi, melainkan cerminan bagaimana ruang dikelola dan untuk kepentingan siapa kebijakan disusun. Risiko bencana lahir dari interaksi antara faktor alam dan pilihan-pilihan struktural yang dibuat manusia. Diskusi antara Mongabay Indonesia dan Dr. Yogi Setya Permana yang merupaka Peneliti Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyoroti bahwa tata kelola bencana di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari ekonomi politik kuasa. Relasi antara politisi, pengusaha, dan birokrasi sering kali menentukan arah perencanaan kota, termasuk dalam hal pengendalian banjir. Ketika kepentingan jangka pendek dan kalkulasi elektoral lebih dominan dibanding perlindungan lingkungan dan keselamatan warga, regulasi tata ruang menjadi mudah dinegosiasikan, bahkan diabaikan. Diskusi ini membaca banjir sebagai persoalan politik dan tata kelola membuka ruang refleksi yang lebih mendalam tentang solusi yang dibutuhkan.
Gajah Sumatera merupakan gajah asia kecil yang jumlahnya semakin menipis karena habitat hutan dataran rendahnya banyak dialihfungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit. Para ahli mengatakan bahwa Indonesia hanya memiliki 10 tahun untuk membalikkan tren ini dan menyelamatkan mereka dari kepunahan abadi.
Mongabay Snaps merupakan program mingguan Mongabay Indonesia yang mengulas lima artikel. Tiap Jumat pukul 16.00, program ini akan hadir menemani pembaca dan menceritakan kejadian dalam sepekan
Mongabay Snaps merupakan program mingguan Mongabay Indonesia yang mengulas lima artikel. Tiap Jumat pukul 16.00, program ini akan hadir menemani pembaca dan menceritakan kejadian dalam sepekan
Mongabay Snaps merupakan program mingguan Mongabay Indonesia yang mengulas lima artikel. Tiap Jumat pukul 16.00, program ini akan hadir menemani pembaca dan menceritakan kejadian dalam sepekan
Mongabay Snaps merupakan program mingguan Mongabay Indonesia yang mengulas lima artikel. Tiap Jumat pukul 16.00, program ini akan hadir menemani pembaca dan menceritakan kejadian dalam sepekan
Mongabay Snaps merupakan program mingguan Mongabay Indonesia yang mengulas lima artikel. Tiap Jumat pukul 16.00, program ini akan hadir menemani pembaca dan menceritakan kejadian dalam sepekan
Mongabay Snaps merupakan program mingguan Mongabay Indonesia yang mengulas lima artikel. Tiap Jumat pukul 16.00, program ini akan hadir menemani pembaca dan menceritakan kejadian dalam sepekan
Mongabay Snaps merupakan program mingguan Mongabay Indonesia yang mengulas lima artikel. Tiap Jumat pukul 16.00, program ini akan hadir menemani pembaca dan menceritakan kejadian dalam sepekan
Mongabay Snaps merupakan program berupa live instagram secara spontan setiap minggunya, pada Jumat pukul 16.00. Program ini akan membahas lima artikel dalam sepekan.
Mongabay Snaps merupakan program berupa live instagram secara spontan setiap minggunya, pada Jumat pukul 16.00. Program ini akan membahas lima artikel dalam sepekan.
Mongabay Snaps merupakan program berupa live instagram secara spontan setiap minggunya, pada Jumat pukul 16.00. Program ini akan membahas lima artikel dalam sepekan.
Episode perdana BTS: Berita Tanpa Sensor dari Mongabay Indonesia, jurnalis Lusia Arumingtyas dan Riza Salman membedah realitas getir dari hilirisasi tambang nikel di pulau-pulau kecil Indonesia, khususnya Sulawesi dan Raja Ampat. Bukan sekadar soal logam untuk baterai mobil listrik, ini adalah kisah tentang rusaknya ekosistem, lenyapnya ruang hidup, dan hancurnya harapan warga pulau. Satu baterai mobil listrik setara dengan hilangnya satu hektar kebun cengkeh produktif yang dulunya mampu menghidupi beberapa generasi. Riza bercerita pengelaman jurnalistiknya yang sangat membekas, mulai dari pencemaran air, anak-anak sakit kulit, mata pencaharian musnah, dan konflik sosial meretakkan keluarga. dia melihat langsung bagaimana pertambangan telah memutuskan generasi. Satu hektar lahan cengkeh produktif, yang dulu bisa menyekolahkan anak-anak dan menghidupi beberapa turunan, kini berubah menjadi debu, lumpur, dan konflik sosial. "Laut adalah ibu bagi masyarakat pesisir yang oleh perempuan pesisir itu tidak perlu repot untuk mendapatkan sumber pakan ketika air surut ada namanya, meti mereka menangkap Habitat habitat di pesisir itu sudah nggak ada lagi," ujar Riza. Di tengah semua itu, hukum sering kali hanya jadi formalitas. Secara hukum, pulau-pulau kecil di bawah 2.000 km² tidak boleh ditambang. Namun, celah administratif—penggunaan batas wilayah kecamatan, bukan pulau—dimanfaatkan untuk menerbitkan izin tambang. Misalnya saja saat masyarakat mengugat PT Gema Kreasi Perdana, anak usaha Harita Group di Pulau Wawonii. Lima kali warga Wawonii menang di pengadilan, tapi tambang tetap beroperasi. Lebih jauh, sedimentasi dari tambang terbukti mencemari laut hingga ratusan kilometer jauhnya, mengancam ekosistem laut Banda yang jadi jantung segitiga karang dunia. Riza juga menyinggung tentang genosida ekologis terhadap Suku Bajo—masyarakat laut yang kehidupannya sangat bergantung pada ekosistem pesisir. Mereka kehilangan ruang hidup, tidak bisa bertani, dan kini hanya bisa mengandalkan laut yang semakin miskin. Di sinilah letak ironi besar: energi hijau yang katanya ramah lingkungan justru menghancurkan kehidupan masyarakat lokal. Di tengah isu Save Raja Ampat yang kini viral, episode ini jadi pengingat bahwa banyak pulau lain yang sunyi dan tanpa sorotan publik tengah mengalami nasib serupa. Kini giliran kita bersuara. Karena kalau kita tak mampu menyelamatkan pulau-pulau kecil, bagaimana bisa kita melindungi negeri ini secara utuh?
Halo! Podcast Mongabay Indonesia Series Energi Terbarukan nggak kerasa udah sampai di episode kedelapan yang merupakan episode terakhir nih. Pada episode kali ini, kami berkesempatan ngobrol langsung dengan Pak Paul Butarbutar, Direktur Eksekutif Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia, dengan tema "Insentif Karbon Dalam Transisi Energi: Peluang dan Tantangan". Yuk kepoin langsung podcast Series Energi Terbarukan di Anchor atau Spotify Mongabay Indonesia.
Podcast Mongabay Indonesia: Series Energi Terbarukan nggak kerasa udah sampai episode ketujuh, nih! Pada episode kali ini, kami pun berkesempatan ngobrol langsung dengan Ibu Mada Ayu Habsari, Enertec Enviromate Solusi mengenai "LTSHE, Inisiatif energi bersih di daerah-daerah terpencil"
Halo! Podcast Mongabay Indonesia: Series Energi Terbarukan episode kelima sudah hadir nih! Pada episode kali ini, kami mengusung tema mengenai Energi Terbarukan. Kami pun berkesempatan ngobrol langsung dengan kak Verena Puspawardani, Program Director, Coaction Indonesia mengenai "Peran Hutan Untuk Energi Terbarukan"
Halo! Podcast Mongabay Indonesia: Series Energi Terbarukan episode kelima sudah hadir nih! Pada episode kali ini, kami mengusung tema mengenai Energi Terbarukan. Kami pun berkesempatan ngobrol langsung dengan Lia Zakiyyah, dari Institute for Sustainable Earth and Resources mengenai "Mendorong Gaya Hidup Rendah Karbon di Masyarakan Urban"
Hai! Podcast Mongabay Indonesia: Series Energi Terbarukan episode keempat sudah hadir nih! Pada episode kali ini, kami mengusung tema mengenai Energi Terbarukan. Kami pun berkesempatan ngobrol langsung dengan Almo Pradana, Senior Manajer Energi dan Iklim WRI Indonesia mengenai "Kebijakan Pemerintah dan Peran Korporasi Mendorong Energi Terbarukan Tetap Kompetitif" Yuk, langsung cek podcast Series Energi Terbarukan di Anchor ataupun Spotify.
Hai kawan-kawan! Podcast Mongabay Indonesia: Series Energi Terbarukan episode ketiga sudah hadir nih! Pada episode kali ini, kami mengusung tema mengenai Energi Terbarukan. Kami pun berkesempatan ngobrol langsung dengan Pak Ary Bachtiar K Putra, PhD, mengenai "Implementasi Rekayasa Mesin untuk Pemanfaatan Energi Terbarukan." Yuk, langsung cek podcast Series Energi Terbarukan di Anchor ataupun Spotify.
Dalam podcast series Energi Terbarukan ini, akan terdapat 8 Series. Di episode pertama, kita ngobrol bersama Ir Umar untuk membahas Manfaat Biogas Bagi Pengembangan Sosial Ekonomi di Wilayah Pedesaan di NTB. Apa saja manfaatnya? yuk langsung aja simak podcast Mongabay Indonesia!




















