DiscoverBahasa Jepang Asli bersama Aiko
Bahasa Jepang Asli bersama Aiko
Claim Ownership

Bahasa Jepang Asli bersama Aiko

Author: Aiko

Subscribed: 0Played: 0
Share

Description

Halo, semuanya!
Nama saya Aiko, orang Jepang dan guru bahasa Jepang.

Di podcast ini, saya menjelaskan bahasa Jepang dengan bahasa Indonesia, termasuk alasan dan nuansa cara orang Jepang memakai kata. Saya juga masih belajar bahasa Indonesia, jadi mari belajar sama-sama ya😊

✅ Kirim komentar ke Instagram saya
https://www.instagram.com/koni_bali/

✅ Dukung podcast ini lewat Patreon
https://www.patreon.com/cw/whywhynihongo

Saya juga punya podcast lain, 「Why2 Nihongo」, untuk level Intermediate. Transkrip tersedia di Patreon.
5 Episodes
Reverse
Lesson note: https://berita-jepang.com/minna-no-nihongo-1-bab-1-25-pola-kalimat/Silakan dengarkan episode ini sambil membuka lesson note di atas agar lebih mudah mengikuti setiap kalimatnya.Di episode ini, saya membacakan semua pola kalimat dari buku Minna no Nihongo Shokyuu 1 Edisi Kedua, mulai dari bab 1 sampai bab 25.Pertama, saya membaca arti dalam bahasa Indonesia. Setelah itu, saya membacakan kalimat bahasa Jepangnya beberapa kali agar teman-teman bisa ikut latihan pengucapan dan listening.Karena saya menjelaskan artinya dalam bahasa Indonesia, teman-teman yang belum memiliki bukunya pun tetap bisa memahami isinya.Bagi yang masih ragu apakah ingin belajar menggunakan Minna no Nihongo, episode ini juga bisa menjadi referensi sebelum memutuskan.☺️
Full transcript ada di bawah⬇︎ Komentar dan permintaan tema sangat welcome 😊Silakan tulis di kolom komentar atau kirim DM Instagram.👉⁠https://instagram.com/koni_bali/⁠Jika kalian menikmati podcast ini, jangan lupa follow podcast dan Instagram saya. Podcast ini juga bisa terus berjalan berkat dukungan kalian melalui Patreon.👉⁠https://www.patreon.com/cw/whywhynihongo⁠【Full transcript (Skrip ini ditampilkan sampai tengah karena batas jumlah karakter)】────────────────── OPENINGHalo teman-teman.Selamat datang kembali di podcast Belajar Bahasa Jepang bersama Aiko.Saya orang Jepang dan guru bahasa Jepang.Podcast ini bisa didengarkan di Spotify, Apple Podcast, dan YouTube.Kalau teman-teman ingin mendukung podcast ini, dukungan bisa diberikan lewat Patreon. Di Patreon tersedia script setiap episode dan teman-teman juga bisa bertanya langsung kepada saya.Hari ini kita latihan tiga frasa perkenalan dasar dalam bahasa Jepang.Fokus kita adalah pengucapan, ritme mora, dan nada yang alami.Penjelasan arti dan penggunaan detail masing-masing frasa sudah saya bahas di episode sebelumnya, jadi setelah latihan ini jangan lupa dengarkan juga episode sebelumnya ya.Sekarang kita mulai.────────────────── FRASA 1はじめまして。Artinya senang bertemu dengan Anda.Perhatikan nadanya. Di akhir kalimat, nada turun lembut. Jangan naik.Pelan dulu. は じ め ま し て。Setiap bunyi satu mora. Ritmenya rata. Jangan digabung.Sekali lagi. はじめまして。Sekarang natural speed. はじめまして。────────────────── FRASA 2サリです。Artinya saya Sari.Perhatikan tiga hal.Pertama, setiap mora jelas.Kedua, です diucapkan ringan. Jangan ditekan kuat.Ketiga, nada turun di akhir. Tidak naik seperti bertanya.Pelan dulu. サ リ で す。Sekali lagi. サリです。Natural speed. サリです。Contoh lain. アユです。 ブディです。Semua tetap turun di akhir.──────────────────FRASA 3よろしくお願いします。Artinya mohon kerja samanya atau senang bisa berkenalan.Pelan dulu. よ ろ し く お ね が い し ま す。Perhatikan ritmenya. Setiap mora jelas dan stabil.Nada turun perlahan di します. Bukan turun tajam, tapi landai.Saat mengucapkan します, kita sedikit membungkuk. Dalam bahasa Jepang ini disebut おじぎ。Ojigi adalah gerakan membungkuk sebagai tanda sopan.Pelan dulu. よ ろ し く お ね が い し ま す。Natural よ ろ し く お ね が い し ま す。────────────────── ULANG SEMUAはじめまして。 サリです。 よろしくお願いします。Sekali lagi pelan. はじめまして。 サリです。 よろしくお願いします。Sekarang natural speed. はじめまして。サリです。よろしくお願いします。────────────────── BUDAYA NAMA DI JEPANGSekarang penjelasan penting tentang bagian 〜です。Di Jepang, orang biasanya menyebutkan nama keluarga saat perkenalan pertama.Contohnya saya. 小西です。Artinya saya Konishi. Nama keluarga.Biasanya bukan nama depan:あいこです。Kenapa?Karena nama keluarga lebih sopan dan lebih resmi untuk situasi pertama kali bertemu.Kalau orang Jepang tinggal di luar negeri, kadang dia menyebut nama depan karena menyesuaikan budaya setempat.Tapi kalau di Jepang seseorang langsung menyebut nama depan saat pertama kali bertemu, kesannya bisa terlalu santai, seperti sudah akrab.Untuk teman-teman yang bukan orang Jepang, tidak apa-apa memakai nama depan. Orang Jepang mengerti bahwa orang asing biasanya memperkenalkan diri dengan nama depan.Jadi teman-teman tidak perlu khawatir.──────────────────Tiga frasa ini sangat sering dipakai.Ingat tiga poin penting.Setiap mora jelas dan stabil. Partikel dan です diucapkan ringan. Nada akhir turun lembut.Sekarang saya mau tanya.Menurut teman-teman, yang paling sulit dibuat natural itu apa?Menjaga ritme mora?Atau menjaga nada turun lembut di akhir?Tulis jawabannya ya. Saya ingin tahu bagian mana yang perlu kita latih lebih dalam di episode berikutnya.Untuk teman-teman yang sudah bisa memahami bahasa Jepang sederhana, sekitar level N3 atau menengah, silakan juga dengarkan podcast saya yang lain, “Why Why Nihongo”.Di sana saya berbicara hanya dengan bahasa Jepang yang mudah dan pelan.Itu bagus sekali untuk latihan listening.
Full transcript ada di bawah⬇︎ Komentar dan permintaan tema sangat welcome 😊Silakan tulis di kolom komentar atau kirim DM Instagram.https://instagram.com/koni_bali/Jika kalian menikmati podcast ini, jangan lupa follow podcast dan Instagram saya. Podcast ini juga bisa terus berjalan berkat dukungan kalian melalui Patreon.https://www.patreon.com/cw/whywhynihongo【Full transcript (Skrip ini ditampilkan sampai tengah karena batas jumlah karakter)】Halo teman-teman.Selamat datang kembali di podcast Belajar Bahasa Jepang bersama Aiko.Saya orang Jepang dan guru bahasa Jepang.Podcast ini bisa kalian dengarkan diSpotify, Apple Podcast, dan YouTube.Kalau kalian ingin mendukung podcast ini,kalian bisa mendukung lewat Patreon.Di Patreon, kalian juga bisa membaca script setiap episode.Kalian juga bisa bertanya langsung ke saya,dan pertanyaannya akan saya jawab di podcastsebagai konten khusus Patreon.Di episode sebelumnya, kita sudah belajar perkenalan dasar dalam bahasa Jepang, seperti Hajimemashite dan Aiko desu.Hari ini, kita lanjut ke satu ungkapan Jepang yang sangat sering dipakai, tapi juga sering membuat pembelajar bingung.Ungkapan itu adalah yoroshiku onegai shimasu.Banyak pembelajar bertanya, “Artinya apa sih?”Jawaban singkatnya, ungkapan ini tidak bisa diterjemahkan langsung ke bahasa Indonesia atau Inggris.Kadang diterjemahkan sebagai “Please treat me well” atau “Nice to work with you”.Tapi sebenarnya, yoroshiku onegai shimasu bukan tentang satu tindakan tertentu. Ungkapan ini lebih ke hubungan dengan orang lain.Kalau dijelaskan sebagai perasaan, kurang lebih isinya seperti ini.“Kita akan mulai berhubungan. Mungkin saya akan merepotkan kamu. Tolong bantu saya. Saya juga akan berusaha bersikap baik. Mari kita jalani dengan lancar.”Kalimat seperti ini tidak pernah benar-benar diucapkan, tapi ini adalah sikap yang ingin disampaikan.Karena itu, yoroshiku onegai shimasu terdengar sopan, netral, dan aman dipakai di banyak situasi.Tapi, ada satu hal penting.Walaupun ungkapan ini pada dasarnya sopan, cara mengucapkannya bisa mengubah kesan.Misalnya, kalau atasan berkata ke bawahan, “Jaa, yoroshiku!” atau “Yoroshiku na.”Dalam konteks ini, kesannya bisa terdengar seperti perintah, misalnya “Kerjakan dengan baik.”Jadi, meskipun katanya sama, kesannya bisa berbeda tergantung situasi, posisi, jarak antar orang, dan juga intonasi.Sekarang kita lihat perbedaan nuansa berdasarkan kapan ungkapan ini diucapkan.Yoroshiku onegai shimasu itu, nuansanya bisa sedikit berubah tergantung kapan kita mengatakannya.Kalau diucapkan saat mulai bekerja, misalnya: Kyou wa yoroshiku onegai shimasu.Dalam kasus ini, fokusnya ada pada hari ini. Artinya kira-kira: “Hari ini kita akan bekerja bersama, jadi mari kita kerja sama dengan baik.”Sebaliknya, kalau diucapkan di akhir meeting atau di akhir percakapan, seperti: Kore kara mo yoroshiku onegai shimasu.Di sini, fokusnya bukan hanya hari ini, tetapi hubungan ke depan. Maksudnya: “Mulai sekarang dan seterusnya, saya harap kita bisa terus bekerja sama dengan baik.”Sekarang, kita bahas sedikit tentang variasi ungkapan yoroshiku.Kalian mungkin pernah mendengar beberapa versi berikut.pratama, Yoro! Ini sangat kasual. Dipakai hanya antar teman dekat.ke-2, Yoroshiku Ini juga kasual dan singkat. Tergantung nada, bisa terdengar ramah atau agak datar.ke-3, Douzo yoroshiku Ini sedikit lebih sopan dari pada Yoroshiku. Sering muncul di buku seperti Minna no nihongo, tetapi dalam percakapan sehari-hari, kalimat ini jarang dipakai, karena terdengar agak kurang sopan dan tidak lengkap.ke-4, Yoroshiku onegai shimasu Ini versi standar, netral, dan paling aman. Cocok untuk hampir semua situasi.ke-5, Yoroshiku onegai itashimasu Ini lebih sopan dan lebih formal. Sering dipakai dalam bisnis atau layanan.ke-6, Yoroshiku onegai moushiagemasu Ini sangat formal. Biasanya dipakai dalam situasi resmi atau pelayanan tingkat tinggi.
Full transcript ada di bawah⬇︎Komentar dan tema request sangat welcome 😊Silakan tulis di kolom komentar atau kirim DM Instagram.👉⁠https://instagram.com/koni_bali/⁠Jika kalian menikmati podcast ini, jangan lupa follow podcast dan Instagram saya.Podcast ini juga bisa terus berjalan berkat dukungan kalian melalui Patreon.👉https://www.patreon.com/cw/whywhynihongo【Full transcript (Skrip ini ditampilkan sampai tengah karena batas jumlah karakter)】Di episode ini, kita belajar cara menyebut nama diri dalam bahasa Jepang.Kalimat 「Watashi no namae wa 〜 desu」 benar,tetapi dalam percakapan nyata, bentuk yang lebih pendek sering digunakan. Podcast ini cocok untuk pemula total.Penjelasan disampaikan dengan bahasa Indonesia yang sederhana.【Full transcript (Skrip ini ditampilkan sampai tengah karena batas jumlah karakter)】Halo teman-teman. Selamat kembali lagi di podcast Belajar Bahasa Jepang bersama Aiko. Saya orang Jepang dan guru bahasa Jepang yang tinggal di Indonesia.Di episode kali ini kita lanjut dari episode sebelumnya tentang hajimemashite dan kita akan bahas lebih dalam cara menyebut nama saat perkenalan dalam bahasa Jepang. Ini topik yang kelihatannya simple tapi sebenarnya sangat penting karena berkaitan dengan sopan santun dan jarak antar orang.Kalimat di buku dan percakapan nyataKalau kalian belajar bahasa Jepang dari buku pasti sering melihat kalimat seperti ini:Watashi no namae wa Aiko desu.Kalimat ini benar secara tata bahasa. Tidak salah sama sekali. Tapi dalam percakapan yang sebenarnya orang Jepang jarang berbicara sepanjang itu. Biasanya cukup bilang:Aiko desu.Pendek tapi jelas. Kenapa bisa begitu? Karena konteksnya sudah jelas. Biasanya kita sudah bilang hajimemashite dulu. Jadi lawan bicara sudah tahu “oh nama ini pasti nama orang ini yang baru saya temui”. Karena itu tidak perlu bilang watashi no namae wa lagi.Pendek tapi tetap sopanMungkin kalian bertanya “pendek begini apa tidak kasar?” Jawabannya tidak. Hajimemashite sudah kalimat sopan dan Aiko desu juga sopan karena ada akhiran sopan desu. Jadi kalau digabung:Hajimemashite. Aiko desu.Ini terdengar alami dan cukup sopan.Nama keluarga dan nama depan ini pentingSekarang kita masuk ke bagian yang sangat penting secara budaya. Kalau orang Jepang bertemu orang Jepang untuk pertama kali biasanya mereka tidak menyebut nama depan. Mereka menyebut nama keluarga atau myōji. Contohnya:Hajimemashite. Tanaka desu.Kalau saya bilang nama depan Hajimemashite. Aiko desu kepada orang Jepang yang baru saya temui di Jepang itu terdengar aneh dan kurang sopan. Kesan yang muncul seperti “kok langsung dekat sekali” atau “terlalu santai”. Bagi orang Jepang menyebut nama depan berarti jaraknya sudah dekat.Lalu bagaimana dengan orang asingNah di sini bagian pentingnya untuk kalian. Di Jepang ada pemahaman umum bahwa nama orang asing biasanya pakai nama depan. Jadi kalau kalian orang Indonesia dan kalian bilang:Hajimemashite. Deni desu.Hajimemashite. Fanie desu.Itu tidak masalah. Itu normal dan terdengar sopan. Orang Jepang tidak mengharapkan kalian menyebut nama keluarga. Jadi sebagai pelajar bahasa Jepang kalian boleh dan aman menyebut nama depan.Tapi ini tetap perlu diingatWalaupun begitu kalian lebih baik ingat. Orang Jepang dengan orang Jepang saat perkenalan pertama biasanya menyebut nama keluarga bukan nama depan. Kalian tidak perlu meniru ini tapi penting untuk tahu aturannya.Bagaimana dengan orang Jepang di luar negeriMenariknya kalau orang Jepang bertemu orang Jepang di luar negeri mereka sering menyebut nama depan. Kenapa? Karena mereka sudah terbiasa dengan budaya luar negeri di mana orang saling memanggil dengan nama. Jadi aturannya bisa berubah tergantung tempat dan situasi. Ini contoh bagus bahwa bahasa selalu berkaitan dengan budaya dan kebiasaan.
Full transcript ada di bawah ⬇︎Komentar dan permintaan tema sangat welcome 😊Silakan tulis di kolom komentar atau kirim DM lewat Instagram.👉 https://instagram.com/koni_bali/Jika kalian menikmati podcast ini, jangan lupa follow podcast dan Instagram saya.Podcast ini bisa terus berjalan berkat dukungan kalian melalui Patreon.👉 https://www.patreon.com/cw/whywhynihongo/Versi blog dengan penjelasan lengkap juga tersedia di sini:👉 https://berita-jepang.com/arti-hajimemashite-perkenalan-bahasa-jepang/Di blog, kalian bisa membaca ulang penjelasan, melihat struktur kalimat, dan belajar lebih dalam tentang arti dan penggunaan “Hajimemashite”.【Full transcript】Halo teman-teman.Nama saya Aiko, orang Jepang dan guru bahasa Jepang.Di podcast ini,saya jelaskan bahasa Jepangdalam bahasa Indonesia,dan juga cerita di balik kata-katanya.Saya masih belajar bahasa Indonesia. Saya juga pelajar. Belajar sama-sama, ya.Hari ini kita belajar satu ungkapan yang sangat terkenal dalam bahasa Jepang.「はじめまして」 Hajimemashite.Dalam bahasa Inggris, artinya Nice to meet you.Kalau kalian pernah belajar bahasa Jepang, pasti pernah lihat kata ini. Hajimemashite hampir selalu muncul di pelajaran pertama, di buku teks, dan di kelas bahasa Jepang.Karena itu, bisa dibilang hajimemashite adalah ekspresi pertama saat mulai belajar bahasa Jepang. Ini sering jadi langkah pertama untuk mulai berbicara dalam bahasa Jepang.Sekarang, kita lihat artinya lebih dalam.Asalnya dari kata kerja Jepang 「初める」 hajimeru, yang artinya mulai. Dalam bahasa Indonesia, artinya mirip dengan mulai.Dulu, orang Jepang menyapa dengan kalimat penuh: 「初めてお会いします」 Artinya: Ini pertama kali saya bertemu dengan Anda.Lalu, bagian 「お会いします」 dihilangkan, dan ditambahkan bentuk sopan 「〜まして」.Dari situ, lahirlah kata 「はじめまして」.Jadi sebenarnya, hajimemashite berarti: “Ini pertama kali kita bertemu.”Kapan hajimemashite dipakai?Secara umum, dipakai saat pertama kali bertemu orang. Misalnya: pertemuan kerja, perkenalan resmi, atau situasi yang sopan.Dalam situasi seperti ini, mengucapkan hajimemashite adalah pilihan yang aman dan terdengar sopan.Dalam situasi yang lebih santai, orang Jepang kadang tidak pakai hajimemashite.Mereka sering langsung bilang: 「こんにちは。Aikoです。」 Artinya: Halo, saya Aiko.Ini bukan salah. Hanya beda suasana.Tapi untuk pelajar bahasa Jepang, saya sarankan tetap pakai hajimemashite saat perkenalan.Karena tidak pernah terdengar kasar, mudah dipahami, dan orang Jepang langsung tahu kalian sedang belajar bahasa Jepang.Dan satu poin penting. Bagi orang Jepang, mengatakan hajimemashite itu hal biasa. Tapi ketika orang asing mengucapkannya dengan benar dan sopan, kesannya sering lebih positif.Sekarang, cara membacanya.Hajimemashite adalah satu kata. Tidak bisa dibagi. Diucapkan dalam satu kali napas.Jumlah mora-nya ada enam: ha – ji – me – ma – shi – teNadanya: mulai rendah, naik perlahan, dan turun di akhir.Ini pola yang terdengar alami dalam bahasa Jepang.Kesimpulan.Hajimemashite bukan hanya salam pertama, tapi juga pintu masuk untuk memahami bagaimana orang Jepang menyesuaikan bahasa dengan situasi dan lawan bicara.Kalau kalian suka penjelasan seperti ini, tentang alasan di balik bahasa Jepang, silakan follow channel ini.Untuk episode kali ini, kita sampai di sini.Apakah kalian sudah pernah pakai hajimemashite? Atau punya pengalaman menarik saat perkenalan?Tulis di komentar atau kirim DM, ya.Sampai jumpa di episode berikutnya. Dah!
Comments 
loading