Discover
TalkDisaster
TalkDisaster
Author: Prihadi Adhie
Subscribed: 0Played: 0Subscribe
Share
© Prihadi Adhie
Description
Risiko itu dapat dihindari, dikelola, dan dimitigasi. Tapi, jika tidak bisa dikelola, maka akan berubah menjadi krisis. Krisis pun harus dikelola dengan baik jika tidak ingin menjadi bencana. Siniar ini mengulas Manajemen Bencana dari sudut pandang Saya sebagai Jurnalis berlatar belakang Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga Program Studi Manajemen Bencana. Serta buah pikir dari narasumber terkait isu kebencanaan terkini. Salam tangguh bencana!!!
83 Episodes
Reverse
Pukul 01.30 dini hari, 1 April 1946 — gempa Mw 8,6 mengguncang Kepulauan Aleutian, Alaska. Gelombang setinggi 42 meter menghancurkan Scotch Cap Lighthouse dalam hitungan detik. Lima penjaga pantai tewas seketika — tanpa sempat mengirim satu kata peringatan pun.Empat jam lima puluh sembilan menit kemudian — Hilo, Hawaii dilanda tsunami. 5.000 kilometer dari episentrum. Tanpa sistem peringatan. Tanpa sirene. Tanpa waktu untuk lari.165 jiwa melayang. 488 bangunan hancur. Dan 24 orang — 16 murid dan 5 guru — tidak pernah kembali dari pantai tempat mereka bermain setiap pagi.Di episode ini kita bahas:🔴 Kronologi lengkap bencana 1 April 1946🔬 Fisika tsunami: rumus v = √(g×h) dan mengapa gelombang 800 km/jam tidak terasa di laut🌏 Lahirnya Pacific Tsunami Warning Center (PTWC) 1949 — sistem pertama di dunia🇮🇩 InaTEWS: 14 zona megathrust Indonesia dan pertanyaan yang harus dijawab tiap warga pesisir⏱️ 20 menit golden time — apakah kamu siap?Karena pelajaran 1946 sangat jelas:Di Hawaii mereka punya 5 jam — tapi tidak ada sistem.Di Indonesia 2026, kita punya sistem 3 menit — tapi apakah kakimu tahu harus lari ke mana?
Di Hari Air Sedunia pada 22 Maret 2026, Talk Disaster ingin bicara jujur: air Indonesia punya dua wajah. Satu wajah membanjiri rumah kita setiap tahun, satu wajah lain membuat 28 juta warga masih kesulitan mendapat air layak. Dan tahukah kamu? 60-70% korban bencana di Indonesia adalah perempuan dan anak-anak. Ini bukan soal alam semata — ini soal kebijakan, keadilan, dan pilihan kita sebagai warga. Waspada Ya, Panik Jangan! 💧🌊 #TalkDisaster #HariAirSedunia #WorldWaterDay2026 #WaterAndGender #BencanaAir #MitigasiBencana"
Sinyal hilang. Bencana baru saja terjadi. Dan kamu tidak tahu apakah keluargamu selamat.Bukan skenario film.Ini yang nyata terjadi pada ribuan keluarga di Palu, 28 September 2018. Gempa 7,7 SR mengguncang Sulawesi Tengah — dan dalam hitungan menit, tidak ada sinyal. Tidak ada internet. Tidak ada kabar. November 2025, cerita yang sama terulang di Tapanuli Tengah. Satu kabupaten lenyap dari jaringan. Ratusan keluarga berteriak ke layar HP yang diam.Di Lombok 2018, 542 BTS roboh dalam semalam.Di Aceh Tamiang 2025, seluruh komunikasi lumpuh — sampai ORARI datang dengan radio, dan menjadi satu-satunya suara yang berhasil menjangkau Jakarta.Kenyataannya sederhana dan perlu kita terima: Saat bencana datang, sinyal HP adalah kemewahan — bukan jaminan.Tower roboh. Listrik mati. Jaringan overload. Tiga hal ini bisa terjadi bersamaan dalam hitungan menit — dan membuat jutaan orang terputus dari dunia luar sekaligus.Lalu apa yang harus dilakukan?
BMKG memastikan kemarau 2026 lebih kering dari tahun-tahun sebelumnya. La Niña sudah berakhir, El Niño mengintip, dan monsun bergerak lebih cepat — tiga faktor yang bekerja bersamaan. Di episode ini, kita tidak hanya bicara data, tapi bicara apa yang harus kita lakukan sekarang. Mulai dari ketersediaan air, kewaspadaan Karhutla, penyesuaian pola tanam, hingga komunikasi risiko yang efektif. Plus, kenali beda heat stress dan heat stroke — karena tubuhmu pun butuh perlindungan. Satu kalimat sederhana yang tepat sasaran bisa mencegah bencana yang jauh lebih besar. Jangan tunggu April. Bergeraklah sekarang.📍 Sumber: Metro Siang | BMKG | BNPB🏷️ #KemarauEkstrem2026 #DisasterCommunication #TalkDisaster #MetroTV #BMKG #KomunikasiRisiko
Pada 11 Maret 2011, pukul 14.46, bumi di lepas pantai Tohoku bergerak. Gempa M 9,1 memicu tsunami setinggi 40 meter yang menewaskan hampir 18.500 jiwa — lalu melumpuhkan tiga reaktor nuklir Fukushima Daiichi. Jepang, negara dengan sistem peringatan dini terbaik di dunia, tetap berduka. Di episode ini, Talk Disaster membedah mengapa — dan apa yang harus Indonesia pelajari sebelum giliran kita tiba.
Di episode spesial menjelang Idul Fitri 1447H ini, Talk Disaster membahas mudik aman 2026 dari dua sisi: kecelakaan lalu lintas dan ancaman bencana alam.Kemenhub memprediksi 143,9 juta pemudik bergerak pada Lebaran 2026, dengan puncak arus mudik dua gelombang (14-15 & 18-19 Maret). Korlantas mencatat kecelakaan turun 31,37% di 2025, tapi 223 nyawa melayang — tren membaik, belum cukup. BNPB menyiapkan Peta Jalur Mudik Aman Bencana berbasis InaRISK dan Operasi Modifikasi Cuaca untuk menghadapi ancaman banjir, longsor, dan cuaca ekstrem di koridor mudik.Kita bahas kerangka Safety Triangle (Manusia–Kendaraan–Rute), Tas Siaga Kendaraan, perlindungan penumpang rentan, cara membaca InaRISK, dan panduan konkret menghadapi banjir & longsor di jalan.
Di episode ini, Talk Disaster membahas tuntas kenapa kebakaran gedung tinggi berbeda dari kebakaran biasa, 5 kesalahan fatal yang paling sering dilakukan, prosedur evakuasi yang benar langkah per langkah, fenomena psikologi "social proof" yang membuat orang tidak bergerak saat alarm berbunyi, peran warden lantai, perbedaan strategi evakuasi di apartemen vs kantor vs mal, fire drill yang benar-benar menyelamatkan nyawa, serta checklist keamanan kamar hotel.Data: 694 gedung bertingkat di Jakarta belum memenuhi syarat proteksi kebakaran (Gulkarmat DKI, Januari 2025). Kamu kerja atau tinggal di gedung bertingkat? Episode ini wajib kamu dengarkan sampai selesai.Waspada Ya, Panik Jangan.
Episode 75 Talk Disaster membedah banjir Grobogan Februari 2026 yang menenggelamkan 50 desa di 12 kecamatan — dipicu 7 tanggul jebol dalam dua hari. Fakta mengejutkan: Sungai Tuntang sudah jebol tiga tahun berturut-turut. Apa yang salah?
Setiap hari kita mengonsumsi gambar-gambar tragedi bencana tanpa sadar sedang melakukan apa. Ada sistem yang merancangnya. Ada institusi yang terjebak di dalamnya. Ada kita yang menghidupinya. Dan ada manusia nyata — yang wajah dan air matanya viral tanpa pernah diminta — yang menanggung akibatnya selamanya.Episode 74 TalkDisaster membongkar disaster poxn dari lapisan paling struktural hingga paling personal. Karena kesiapsiagaan bukan hanya soal tas siaga — tapi juga soal bagaimana kita memperlakukan penderitaan sesama manusia.
Tahukah Anda bahwa lamun—tanaman laut yang seringdiabaikan—mampu mengurangi tinggi gelombang hingga 40% dan menyelamatkan ribuan nyawa saat tsunami? Episode kali ini mengupas tuntas bagaimana ekosistem lamunmenjadi benteng alami pesisir Indonesia terhadap bencana laut, ancaman degradasi yang dihadapi, dan best practice restorasi di Bali dan Sulawesi. Waspada Ya, Panik Jangan! 🌊🌿 #TalkDisaster #Lamun #MitigasiBencana #TsunamiProtection #BlueCarbon #KonservasiLaut"
Jakarta mengalami banjir bukan karena nasib, tapi karena pengelolaan air. Dalam episode ini, kita jelajahi peta sistem pengendali banjir. Pelajari bagaimana Jakarta menggunakan bendungan, kanal banjir, polder, dan pompa untuk mengatasi banjir. Ketahui peran warga dalam sistem ini dan tips kesiapsiagaan yang tepatWaspada Ya, Panik Jangan!
Siklon Tropis Senyar di Selat Malaka membuktikan: Indonesia tak lagi 'aman' dari badai besar. Ratusan nyawa melayang, ribuan rumah hancur. Ini bukan lagi teori—ini realitas baru krisis iklim. Waktunya Indonesia punya kalender siklon &sistem tanggap darurat yang lebih kuat. #SiklonSenyar #BencanaHidrometeorologi #PerubahanIklim #TalkDisaster
Waktu 72 jam pertama saat bencana terjadi adalah yang paling krusial. Tanpa Tas Siaga Bencana, Anda dan keluarga rawan panik dan membuat keputusan fatal. Podcast ini mengajarkan cara membuat tas siaga step-by-step dengan checklist lengkap.
Banjir bandang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan korban ribuan jiwa. Dalam episode ini, kita kupas tuntas penyebab sebenarnya—bukan hanya cuaca ekstrem, tetapi deforestasi masif di hulu. Dengarkan bagaimana pemerintah menangani, kontroversi yang muncul, dan solusi yang direkomendasikan ahli untuk mencegah pengulangan tragedi ini.
Talk Disaster Eps. 68: "Sesar Lembang di Tengah Belantara Hoax. 🌍 Temukan jawaban atas pertanyaan: Kapan gempa terjadi? Seberapa besar potensinya? Apa saja hoaksnya? Dan bagaimana kesiapsiagaan yang tepat? Episode ini menghadirkan data dari BMKG dan tips praktis mitigasi bencana. Dengarkan sekarang dan jadilah bagian dari gerakan kesiapsiagaan masyarakat yang cerdas dan tanggap! #SesarLembang #TalkDisaster #WaspadaTanpapanik #Kebencanaan #Bandung
Jakarta saat ini (18 Juni 2025) seharusnya memasuki musim kemarau (musim panas), namun justru sering turun hujan. Fenomena ini dikenal sebagai kemarau basah, di mana curah hujan tetap tinggi meski sudah masuk musim kemarau. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor atmosfer global dan regional yang menyebabkan hujan masih turun secara berkala di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Episode kali ini ngobrol lagi sama Co Pilot.
Di episode ke-66, kita akan membahas sesuatu yang sangat menarik dan futuristik, bagaimana kecerdasanbuatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi otak cerdas dalam mengomentari manajemen bencana modern. Dan yang lebih spesial lagi, kali ini saya tidak sendirian, Saya akan berbincang langsung dengan AI sebagai narasumber utama kita! Ngomongin manajemen bencana di tingkat sekolah, sampai bahas soal RIPB 2045.
Pada Jumat, 28 Maret 2025, gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang wilayah tersebut. Gempa ini terjadi di Sesar Sagaing, yang merupakan batas antara lempeng tektonik India dan Eurasia. Dampak gempa ini sangat parah. Gempa ini bukan hanya mempengaruhi Myanmar, tapi juga negara-negara tetangga seperti Thailand.
Kali ini kita akan bahas topik yang super penting buat pemudik yang mau mudik Lebaran tahun ini. Kita bakal kupas tuntas gimana BNPB , BMKG & Polisi bekerja keras untuk memastikan perjalanan kalian aman dari bencana. Mulai dari pemetaan risiko bencana, tim siaga yang selalu standby, protokol kesehatan yang ketat, sampai teknologi canggih seperti modifikasi cuaca—semuanya dirancang demi keselamatan pemudik.
Dua kasus pencurian alat deteksi dini tsunami yang baru-baru ini mengguncang Indonesia. Dua lokasi yang menjadi sorotan adalah Nabire di Papua Tengah dan Sidrap di Sulawesi Selatan. Kejadian ini mencerminkan betapa rentannya sistem peringatan dini kita terhadap ancaman bencana alam. Masa depan yang aman adalah tanggung jawab kita bersama.























