DiscoverCeritanya Developer Podcast
Ceritanya Developer Podcast
Claim Ownership

Ceritanya Developer Podcast

Author: Riza Fahmi

Subscribed: 80Played: 463
Share

Description

Selamat datang di Ceritanya Developer. Podcast yang menampilkan developer, programmer atau engineer Indonesia inspiratif, yang tersebar di seluruh dunia.

Bersama saya Riza, kita akan menggali bagaimana mereka berjuang, suka dukanya dalam perjalanan karir, hingga kesalahan konyol saat ngoding.

Podcast ini diproduksi oleh Deep Tech Foundation, sebuah startup non profit yang punya misi menyetarakan talenta digital di Indonesia.
57 Episodes
Reverse
Ternyata nggak cuma technical skill aja yang dibutuhkan untuk jadi developer keren. Kemampuan komunikasi, leadership dan manajemen juga sangat penting untuk dipelajari jika kamu terobsesi untuk jadi tech lead, VP bahkan CTO. "The next step you should really pay attention and need to work on is your communication skill because you will not work alone. You will work on a team or with other people on other team," ujar Norman Sasono. Nah, ingin tahu tips lebih banyak lagi dari CTO Dana Indonesia ini? Dengerin selengkapnya di Ceritanya Developer. Donasi: https://karyakarsa.com/rizafahmi/tip  https://saweria.co/rizafahmi           Komunitas: https://discord.gg/TuKBcd3XSZ Merchandise: https://www.ciptaloka.com/+rizafahmi/ 
Kepengen punya gaji dollar tapi tetap kerja dari rumah? Remote working bisa memungkinkan hal itu. Ini sudah dibuktikan oleh Eko Suprapto Wibowo, CEO Remote Worker ID. Meski kerja dari rumah di Bantul, Eko memiliki banyak klien dari berbagai negara. "Skill orang Indonesia sebetulnya bisa compete dengan orang dari negara manapun. Saya kerja di perusahaan Kanada dan bisa nge-lead engineer sampai bisa jadi scrum master. Ini membuktikan bahwa orang Indonesia bisa berada di atas mereka dalam skill coding," sahutnya. Penasaran cerita lengkapnya sekaligus ingin tahu tips sukses remote working? Dengerin di Cerita Developer Donasi: https://karyakarsa.com/rizafahmi/tip https://saweria.co/rizafahmi         Komunitas: https://discord.gg/TuKBcd3XSZ Merchandise: https://www.ciptaloka.com/+rizafahmi/ 
Meski berasal dari kota kecil di Sumatra Utara, kontribusi Ivan Kristianto sudah mendunia. Ia menganggap coding adalah jalan hidupnya. Nggak heran, Google Developer Expert Web ini banyak berkontribusi ke open source yang menuntunnya mendapatkan project atau klien yang lebih besar. "Dengan berkontribusi kita bisa banyak belajar, dengan banyak belajar kita bisa banyak teman, dari banyak teman bisa banyak peluang" ujar pria asal Sibolga ini Dengerin tips kontribusi ke open source selengkapnya di Ceritanya Developer kali ini. Donasi: https://karyakarsa.com/rizafahmi/tip   https://saweria.co/rizafahmi       Komunitas: https://discord.gg/TuKBcd3XSZ Merchandise: https://www.ciptaloka.com/+rizafahmi/
Ada banyak cara untuk berkontribusi pada masyarakat. Salah satunya seperti yang dilakukan Muhammad Mustadi yaitu dengan membuat API Covid 19. Open source ini, telah banyak digunakan oleh programmer di seluruh dunia termasuk Wes Bos-developer terkenal dari Kanada. "Saya terinspirasi membuat Covid 19 API ini saat mendengar pandemi merebak pertama kali di Wuhan awal 2020. Waktu itu, saya mau membuat dashboard yang bisa memperlihatkan data Covid 19. Tapi di Indonesia belum ada" sahut pria yang akrab dipanggil Odi tersebut. Nggak hanya itu, penggemar Hackathon ini juga tergabung dalam Indihacker yaitu sebuah komunitas yang kerap menciptakan produk teknologi secara independen tanpa bantuan sponsor. Penasaran dengan kisah Odi selengkapnya? Dengerin di Ceritanya Developer kali ini. Donasi: https://karyakarsa.com/rizafahmi/tip   https://saweria.co/rizafahmi     Komunitas: https://discord.gg/TuKBcd3XSZ Merchandise: https://www.ciptaloka.com/+rizafahmi/
Kalau sempat kepikiran buat pindah karir ke programmer, mungkin kita bisa belajar banyak dari Go Frendi Gunawan. Pria yang aktif di komunitas DevC Malang ini, dulunya adalah dosen yang banting setir menjadi Data Engineer di Kata.ai Meski menemui banyak tantangan dalam perjalanan karirnya, Pak Go punya tips biar tetap bertahan, "Kalau bisa, kita punya tujuan atau satu hal yang ingin dibuat. Ini bisa menjadi trigger kita untuk belajar lebih jauh dan mengatasi kesulitan yang timbul," sahutnya. Hal ini juga yang mendorongnya untuk ikut berkontribusi di beberapa open source. Dengerin selengkapnya di Ceritanya Developer kali ini. Donasi: https://karyakarsa.com/rizafahmi   https://saweria.co/rizafahmi   Komunitas: https://discord.gg/TuKBcd3XSZ Merchandise: https://www.ciptaloka.com/+rizafahmi/
Pernah ditipu pas beli handphone android, malah bikin Ibnu Sina Wardi tertarik ngoprek dan membuat aplikasinya sendiri. Dari pengalaman tersebut, Chairman GITS.ID ini mulai mengadvokasi orang lain untuk memakai android di 2010. Rupanya, pengalaman menjadi speaker ini menjadi portfolio pria yang akrab disapa Ibun tersebut, untuk jadi Google Developer Expert selama 5 tahun. "Kalau kita mau jadi expert di satu hal, kita harus banyak sharing. Kalau istilah jawanya, urip iku urup. Hidup itu harus memberi nyala ke orang lain" ucap pria yang saat ini aktif membantu di Kemendikbud. Dengerin selengkapnya di Ceritanya Developer Donasi: https://karyakarsa.com/rizafahmi https://saweria.co/rizafahmi Komunitas: https://discord.gg/5xfgy3Sec8 Merchandise: https://www.ciptaloka.com/+rizafahmi/
Menjadi perempuan nggak mengecilkan nyali Veni Johanna untuk berkiprah di Silicon Valley. Director of Engineering, Quora ini memang sejak SMA sudah mengukir berbagai prestasi, salah satunya melalui TOKI atau Tim Olimpiade Komputer Indonesia. Hal ini membuka jalurnya untuk kuliah di Stanford dan menjadi mentee seorang engineer bernama Edmond Lau yang terkenal dengan bukunya The Effective Engineer. "Kalau tertarik di bidang software engineering coba cari apa sih niche yang pas buat kamu. And once you find it, I think a lot of things will become a lot easier," Ingin tahu kisah Veni hingga berkarier di Sillicon Valley sekaligus informasi hiring di Quora? Yuk dengerin Ceritanya Developer kali ini. Donasi: https://karyakarsa.com/rizafahmi https://saweria.co/rizafahmi Komunitas: https://discord.gg/5xfgy3Sec8 Merchandise: https://www.ciptaloka.com/+rizafahmi/
Drop out dari kampus di Jerman, nggak bikin Hilman Ramadhan putus asa. Alih-alih tenggelam dalam penyesalan, ia membuat Sekolah Koding yang merubah hidupnya. "Setelah DO ternyata masih banyak teman yang mau belajar koding sama saya. Awalnya cuma 2 sampai 3 orang saja. Tapi lama-kelamaan nambah, saya jadinya kewalahan. Akhirnya saya bikin Sekolah Koding, biar saya nggak terus mengulang menjawab pertanyaan yang sama," ujarnya. Tak disangka, langkah kecil ini membuka jalannya berkenalan dengan banyak orang berpengaruh di dunia pemrograman di Indonesia. Ia pun nggak segan-segan membagi ilmu yang ia pelajari lewat karya-karyanya. Yuk kenalan dengan Hilman lebih lanjut di Ceritanya Developer kali ini. Donasi:  https://karyakarsa.com/rizafahmi https://saweria.co/rizafahmi Merchandise:   https://www.ciptaloka.com/+rizafahmi/
Menjadi peneliti di bidang Artificial Intelegent (AI) rupanya harus berani gagal lho. Karena menurut Adhiguna Kuncoro, mayoritas percobaan yang kita lakukan akan gagal. "Namanya riset kemungkinan besar akan gagal. Kalau berhasil mungkin orang lain udah ada yang kejar ide itu duluan," sahut Senior Research Scientist di Google Deep Mind tersebut. Ia juga menambahkan bahwa teknologi AI bisa dimanfaatkan untuk menyelesaikan masalah yang ada di Indonesia seperti agrikultur, perikanan atau penyakit menular. Makanya pria yang tinggal di London tersebut mendorong anak muda untuk belajar AI atau Machine Learning dari berbagai sumber. Ingin tahu lika-liku perjalanan Adhi belajar AI hingga bekerja sebagai peneliti di Google. Yuk dengerin Ceritanya Developer kali ini. ---  Merchandise:  https://www.tokome.id/rizafahmi   Donasi:  https://karyakarsa.com/rizafahmi  https://saweria.co/rizafahmi
Game nggak hanya seru buat dimainkan, tapi juga menginspirasi Pradita Utama untuk menjadi programmer. Semasa kuliah, ia sering nongkrong di laboratorium kampus buat main game. Sampai akhirnya kenal senior lalu diajak bekerjasama dalam sebuah proyek. Hal ini akhirnya membuka jalur karirnya, hingga kini menjabat sebagai VP of engineer Biznet.  Pria yang hobby memainkan game simulasi balap ini menekankan pentingnya setiap programmer untuk bisa membaca dokumentasi. "Nyari info di google atau youtube itu boleh saja, tapi kadang fungsinya sudah berubah. Semua sumber info utama itu ada pada dokumentasi. Jadi ya lebih baik baca langsung dokumentasi resminya aja" ujarnya. Yuk dengerin kisah selengkapnya di Ceritanya Developer kali ini!  ---  Merchandise:  https://www.tokome.id/rizafahmi  Donasi:  https://karyakarsa.com/rizafahmi https://saweria.co/rizafahmi
Suka main ke warnet ternyata menginspirasi Didiet Noor untuk membuat software billing internet saat SMA. Karya pertamanya tersebut, menumbuhkan ketertarikannya pada dunia pemrograman hingga bekerja di berbagai perusahaan teknologi selama 14 tahun. Menurut pria yang menyukai bahasa GO ini, syarat untuk menjadi programmer atau developer yang handal adalah kemampuan mudah beradaptasi. Kedua adalah keinginan untuk terus belajar, baik tools maupun fundamental. Serta, ia juga menekankan pentingnya kemampuan bahasa inggris sebelum mempelajari pemrograman.  Penasaran dengan tips lainnya? Yuk dengerin kisah lengkapnya di Ceritanya Developer kali ini. Donasi: https://karyakarsa.com/rizafahmi/tip
Pernah sekolah dan bekerja di luar negeri, membuat Ibrahim Arief kaya akan pengalaman. Perbedaan budaya Indonesia dengan negara lain, memberinya kacamata berbeda, sekaligus mendorong dirinya melakukan berbagai hal sepulangnya ke tanah air. "Engineer Indonesia itu harus di-encourage untuk benar-benar bisa speak up. Bisa menyuarakan concern kita dan menyadari bahwa pengetahuan yang kita punya, berharga untuk disuarakan," ujarnya. Selain itu, pria yang menjabat sebagai konsultan teknologi di Kemdikbud ini berupaya menerapkan work-life balance di timnya, menghargai personal space, gotong royong, dsb. Ia juga menambahkan agar para junior engineer harus memiliki keinginan untuk terus belajar namun tetap stay humble. Yuk dengerin kisah lengkapnya di Ceritanya Developer kali ini 
Bagi Ainun Najib, meski bekerja dan tinggal di luar negeri tapi kecintaannya pada Indonesia nggak pernah luntur. Praktisi data science ini menuturkan keresahannya pada situasi Indonesia yang menggerakkannya membuat situs kawal pemilu. "Indonesia waktu itu (2014) sedang terpolarisasi dan saya tuh ngeri, saya khawatir bangsa Indonesia pecah" ujarnya   Selain kawal pemilu, pria yang lahir di Gresik, Jatim ini juga menginisiasi beberapa situs crowdsourcing. Termasuk kawal covid yang memberikan sumber informasi tentang perkembangan covid-19 di tanah air. Baginya, segala yang ia lakukan itu lebih bermakna jika berdampak pada orang banyak.  Nah, penasaran bagaimana perjalanan Ainun bertransformasi dari sekedar santri di desa, lalu sekolah dan bekerja di luar negeri hingga berkiprah untuk nusa dan bangsa. Yuk dengerin! Donasi: https://karyakarsa.com/rizafahmi
Sedari SMA, Rizal sudah tahu bahwa dia ingin bekerja dengan komputer suatu saat nanti. Hal inilah yang menuntun dirinya mengambil kuliah jurusan computer science hingga membawanya bekerja di swedia.    Dalam bekerja, ada beberapa prinsip yang diterapkan oleh pria yang menyukai fotografi ini. Antara lain pantang menyerah, mengurangi asumsi dan menerapkan kode yang elegan.  "Kode Elegan itu yang mudah dibaca dan performanya baik. Ini menambahkan nilai di maintainability dan performance." Nah penasaran kan gimana sih kode elegan itu. Yuk dengerin!! Donasi; https://karyakarsa.com/rizafahmi
Apa yang lebih penting dari kesuksesan materi? Bagi Alamanda adalah dengan menjadi berdampak untuk lebih banyak orang. Oleh karenanya, wanita ini mendirikan Binar Academy sebagai wadah pendidikan non-formal bagi orang-orang yang ingin belajar programming. Selain mengambil double degree, wanita yang mengawali karir sebagai IOS Engineer ini sebetulnya sudah mendirikan startup semenjak di bangku kuliah.  Penasaran gimana pengalaman jatuh bangun dalam membangun startup hingga rasanya memiliki mentor mas menteri "Nadiem Makarim"? Yuk dengerin! Donasi: https://karyakarsa.com/rizafahmi
Dari hobby main game, Sandhika Galih terinspirasi buat belajar programming. Tapi gara-gara game juga, youtuber tech ini nyaris DO dari kampusnya dulu.  Demi mengejar ketinggalan, Sandhika Galih giat belajar hingga saat ini berprofesi sebagai dosen IT di sebuah universitas di Bandung. Nggak cuma ngajar on site, materi pembelajarannya juga bisa diakses via youtube di channel : Web Programming Unpas. Penasaran, gimana suka dukanya bikin konten tech hingga memiliki 295k subscriber? Yuk dengerin!! Donasi: https://karyakarsa.com/rizafahmi
Meski enggak punya komputer, tapi semangat Michaela Nathania enggak luntur buat belajar komputer saat SMA. Head of Engineering di Cermati.com ini, dulu sampe rela buat numpang belajar di lab setelah pulang sekolah. Sampai akhirnya Nia lulus dan berhasil kuliah Computer Science di Universitas Indonesia. Selain suka belajar, Nia ternyata juga suka berbagi ilmunya dengan orang lain melalui mentoring. Hal ini dilakukannya, karena ilmu baginya adalah penting. "Ilmu itu penting. Tapi ada yang lebih penting dari itu, yaitu kemampuan untuk belajar. Karena belajar ada seninya, terutama di teknologi yang bidangnya luas sekali." Di Ceritanya Developer kali ini, Nia akan cerita banyak soal pandangannya tentang belajar seperti: - tips belajar yang ia sebut sebagai "diversify" dan "review dan rebalance" - alasan kenapa kita perlu mengenal diri sendiri dan hubungannya dengan cara kita belajar - alasan kenapa kita perlu pede kalau dikelilingi orang-orang pintar - alasan kenapa kita perlu berani walau diri belum siap dengan tantangan - cara internship agar sukses
Karena keluarga besarnya rata-rata bekerja sebagai akuntan, Asep Bagja memutuskan untuk ikut jejak keluarga kuliah akuntansi. Tapi ternyata, Co-Founder Tanibox ini masih bisa mengikuti kelas yang berhubungan dengan komputer. Bahkan, ia selalu dapat nilai A di mata kuliah tersebut. Dari sinilah semangat Asep kembali muncul. Ia mulai tertarik mendalami dunia programming kembali. Asep pun memutuskan untuk mempelajari programming secara otodidak. Setelah lulus pun Asep memilih untuk bekerja di bidang dunia IT. Walau tanpa bermodal ijazah engineering sekalipun. Sekarang, Asep sudah memiliki usaha di bidang farm management software bersama istrinya. Usaha yang berbasis di Estonia ini akan diceritakan selengkapnya di Ceritanya Developer. Pastikan dukung terus kami untuk terus berkarya via https://karyakarsa.com/rizafahmi 🙇‍♂️
Ada loh, orang yang terjun di dunia IT dan sekarang lagi kerja di Amazon Web Services (AWS), tapi ternyata enggak terlalu suka sama programming.⁣ ⁣ Petra Barus namanya. Ia adalah Senior Developer Advocate di AWS.⁣ ⁣ Tapi, karena Petra suka bangun sesuatu dan mau bermanfaat buat banyak orang, akhirnya ia jadi suka sama dunia software engineering.⁣ ⁣  Bagi Petra, dunia software engineering itu ajaib. Ide yang kita punya bisa dibangun dan direalisasikan dengan singkat. Beda dengan di saat kita punya ide untuk membangun gedung pencakar langit. Waktu realisasinya bisa lama.⁣ ⁣ Selain cerita soal pengalamannya menjadi developer, Perta juga akan bercerita sedikit soal peran Developer Advocate.  Kamu yang penasaran seperti apa perannya bisa dengar di Ceritanya Developer kali ini.⁣ ⁣ Sedikit pesan semangat dari Petra untuk kita: kita enggak perlu takut belajar teknologi baru, bereksperimen, dan mempelajari hal-hal baru lainnya. Pekerjaan bisa enggak selesai kalau kita ragu. Pasti selalu ada tantangan baru yang akan bisa mengimprove kita nantinya.⁣ ⁣ Kalo teman-teman, bisa suka dunia software engineering kenapa? Yuk, share ceritamu di comment :)⁣   Pastikan dukung terus kami untuk terus berkarya via https://karyakarsa.com/rizafahmi 🙇‍♂️
Enggak hanya membuat PhantomJS, Ariya Hidayat juga berhasil mengantarkan dua perusahaan di Silicon Valley sampai dibeli perusahaan besar. Dulu, Ariya pernah bergabung dengan Sencha Inc. dan Shape Security. Sencha Inc. adalah perusahaan software penyedia framework JavaScript yang open-source. Sedangkan Shape Security adalah perusahaan teknologi penyedia  layanan keamanan cyber bagi perusahaan kelas dunia. Keduanya adalah perusahaan teknologi di Silicon Valley. Di Sencha Inc. Ariya berperan sebagai Engineering Director. Di sana ia berjasa dalam membangun perusahaan ini sampai akhirnya dibeli oleh IDERA Inc. yang berada di bawah naungan Embarcadero, perusahaan pencipta Turbo Pascal, Dephi, dan C++ Builder. Sebelum Secha Inc. dibeli, Ariya sempat dihubungi oleh Co-Founder Shape Security dan memintanya bergabung. Di perusahaan ini, ia berperan sebagai VP of Engineering yang memimpin tim dengan 50 engineer di dalamnya. Kurang dari dua tahun, Ariya beserta timnya berhasil meluncurkan sebuah produk. Setahun kemudian, penjualan produk tersebut melesat. Lalu setahun setelahnya, Shape Security jadi bernilai setara dengan Unicorn. Perusahaan ini pun kemudian dibeli oleh F5 Networks pada beberapa bulan yang lalu dengan nilai seharga 1 miliar dolar. Saat ini, Ariya tengah sibuk memajukan teknologi di Indonesia dengan berbagai cara. Salah satunya dengan membangun Deep Tech Foundation bersama teman-teman lainnya. Ikut terlibat dalam mengembangkan, memajukan, dan mendobrak teknologi di Indonesia adalah hal yang penting dilakukan bagi Ariya. Tujuannya agar Indonesia enggak hanya menjadi konsumen, tapi juga menjadi penggerak dalam pasar teknologi. Yuk, dengar cerita pengalaman dan pelajaran lainnya yang Ariya Hidayat dapatkan sampai bisa mengantar 2 perusahaan teknologi di Silicon Valley diakuisisi. Versi video: https://www.youtube.com/watch?v=ta827eDRSSQ Donasi: https://karyakarsa.com/rizafahmi
loading
Comments (1)

cing kyatt

salam kenal seindo travel danau toba hotel

Oct 8th
Reply
Download from Google Play
Download from App Store