DiscoverCikaracak Podcast
Cikaracak Podcast
Claim Ownership

Cikaracak Podcast

Author: Dikdik Baehaqi Arif

Subscribed: 0Played: 0
Share

Description

Cikaracak: Perbanyaklah mendengar, berbicaralah lebih sedikit

Cikaracak teh cai anu nyakclakan boh tina dangdaunan, tatangkalan, atawa tina naon bae anu sipatna alami, teu ngahaja, teu dijieun-jieun. Ngeclakna kana lebah nu legok, bisa taneuh, bisa batu, bisa naon bae.

(Cikaracak adalah air yang menetes baik dari dedaunan, pepohonan, atau dari apapun yang bersifat alami, tidak disengaja, tidak dibuat-buat. Menetesnya pada tempat yang landai, bisa tanah, batu, atau apapun)
80 Episodes
Reverse
Sebagai suatu program pendidikan, school civic education merupakan dimensi kurikuler PKn yang memiliki misi pengembangan warga negara yang cerdas dan baik (smart and good citizens) untuk peserta didik dalam dunia persekolahan. Pada satuan pendidikan, berdasarkan Kurikulum tahun 2013 nama untuk program kurikuler ini adalah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) yang dimaksudkan untuk membentuk Peserta Didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air dalam konteks nilai dan moral Pancasila, kesadaran berkonstitusi Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, nilai dan semangat Bhinneka Tunggal Ika, serta komitmen Negara Kesatuan Republik Indonesia (Penjelasan Pasal 77I dan 77J huruf b PP No. 32 Tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan).
Kajian PKn menghasilkan kompetensi kewargaan (civic competence) yang memberikan bekal kepada setiap warga negara untuk menjadi warga negara yang baik. Kompetensi kewargaan adalah pengetahuan, nilai, dan sikap, serta keterampilan yang mendukung siswa menjadi warga negara yang partisipatif dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara (Arif, 2008).
Pancasila dikatakan sebagai filsafat, karena Pancasila merupakan hasil permenungan jiwa yang mendalam yang dilakukan oleh the founding fathers Indonesia yang dituangkan dalam suatu sistem (Roeslan Abdulgani)
Secara paradigmatik, PPKn terdiri atas tiga dimensi utama, yaitu dimensi kurikuler untuk pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan tinggi, dan pendidikan nonformal-kesetaraan (school civic education), dimensi sosial kultural kewarganegaraan (community civic education), dan dimensi akademik/ilmiah (academic civic education).
Pendidikan Kewarganegaraan (Civic/Citizenship Education) adalah suatu bidang kajian yang memusatkan telaahannya pada seluruh dimensi psikologis dan sosial-kultural kewarganegaraan individu, menggunakan ilmu politik dan ilmu pendidikan sebagai landasan epistemologi intinya, diperkaya dengan disiplin ilmu lain yang relevan, dan mempunyai implikasi aksiologi terhadap instrumentasi dan praxis pendidikan setiap warga negara dalam konteks kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara (Udin S. Winataputra)
Audio kuliah penulisan karya ilmiah daring (pertemuan ke-6) di program studi PPKn FKIP Universitas Ahmad Dahlan. Pertemuan ini membahas tata cara membuat kutipan langsung dan tidak langsung, daftar pustaka, dan tabel/gambar menggunakan APA 7th style.
Podcast ini adalah penjelasan untuk pertemuan ke-5 kuliah Penulisan Karya Ilmiah yang membahas tentang Tata cara penulisan karya ilmiah [bagian 1]. Selamat mendengarkan
Kompetensi inti pada kurikulum 2013 merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai standar kompetensi lulusan yang harus dimiliki seorang peserta didik pada setiap tingkat kelas. Kompetensi dasar merupakan kemampuan dan materi pembelajaran minimal yang harus dicapai peserta didik untuk suatu mata pelajaran pada masing-masing satuan pendidikan yang mengacu pada kompetensi inti.
Secara metodologi, PKn sebagai suatu bidang keilmuan merupakan pengembangan dari tradisi social studies (social studies taught as citizenship transmission), dan kini sudah berkembang menjadi suatu struktur keilmuan yang dikenal sebagai citizenship education
Pertemuan kali ini membahas Isu-isu mutakhir PPKn, baik pada dimensi kurikuler, akademik, maupun sosio-kultural kewarganegaraan. Pembahasan dilakukan melalui tatap maya secara langsung menggunakan telekonferensi Zoom
Episode ini adalah dialog antara Riza Alrakhman (mahasiswa program Doktor PKn UPI) dengan Prof (Emeritus) Udin S Winataputra tentang Pendidikan Kewarganegaraan sebagai on going science/on becoming science, 17 Juli 2019
Kurikulum adalah "the heart of education" (Klein, 1999)
Episode ini merupakan cuplikan dialog antara Riza Alrakhman (mahasiswa program Doktor PKn UPI) dengan Prof (Emeritus) Udin S Winataputra tentang Keajegan Ilahiah dalam Sisdiknas, khususnya Pendidikan Kewarganegaraan, 17 Juli 2019
“… Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan dan ketuhanan… Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakanini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa-namanya ialaPanca Sila. Silaartinya azasatau dasardan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan Negara Indonesia, kekal dan abadi…” (Soekarno, 1 Juni 1945)
Mata kuliah ini memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan mahasiswa tentang menulis karya ilmiah berdasarkan kaidah, tata cara, dan etika ilmiah yang benar.
Mata kuliah ini memusatkan kajian pada kurikulum dan materi ajar mata pelajaran PPKn di sekolah. Dalam mata kuliah ini akan dibahas konsep dasar kurikulum; perkembangan kurikulum mata pelajaran PPKn pada tingkat pendidikan dasar dan menengah; materi ajar mata pelajaran PPKn; dan analisis materi ajar mata pelajaran PPKn pada tingkat pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
Mata kuliah Pancasila adalah pendidikan untuk memberikan pemahaman dan penghayatan kepada Mahasiswa mengenai ideologi bangsa Indonesia. (PenjelasanPasal35 Ayat(3) hurufb UU No. 12 Tahun2012 tentangPendidikanTinggi)
Mohammad Natsir adalah tokoh Islam yang dimiliki bangsa Indonesia yang memiliki komitmen pada pendidikan. Pandangan Mohammad Natsir tentang pendidikan dapat diringkas meliputi pandangannya tentang ideologi pendidikan Islam, perlunya sekolah tinggi, pendidikan partikelir (swasta), gagasan tentang pentingnya penguasaan bahasa asing, dan tujuan pendidikan Islam. Uraian ini merupakan cuplikan dari presentasi tentang Kajian historis terhadap tokoh-tokoh pendidik yang merupakan salah satu materi kuliah Landasan Pedagogik pada Program Doktor Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Pendidikan Indonesia, 12 Oktober 2018 
Kalahkan Halusinasi AI dengan Scite.ai dan Claude.ai
Fondasi Etika dan Bias AI Pendidikan. Podcast hasil AI
loading
Comments