DiscoverKopitoebruk Podcast
Kopitoebruk Podcast
Claim Ownership

Kopitoebruk Podcast

Author: Kang Denz & Kang Moy

Subscribed: 0Played: 0
Share

Description

Kopitoebruk adalah media bagi warga Indonesia di Melbourne, Australia. Berisikan soal kabar seputar kegiatan para warga di tanah kangguru terutama di Melbourne, serta tanah air tercinta.Kami berupaya hadir dan menjelma jadi jembatan bagi rindu akan kampung halaman. Hadir dengan segala macam cerita, mulai dari wisata hingga santapan kesayangan. Membangkitkan kenangan, bagi setiap siapa yang terlalu jauh untuk menyapa, demi melawan lupa.Kopitoebruk juga bercita-cita untuk bisa maju bersama. Mempromosikan ide kreasi asli Indonesia, untuk merebut perhatian dunia.Oleh karenanya, izinkan kami hadir di sela kehidupan anda dan keluarga. Untuk jujur bercerita, betapa indah dan menakjubkannya: INDONESIA.
23 Episodes
Reverse
Beliau ini sangat aktif di kegiatan2 komunitas Indonesia di Melbourne. Sering menjadi moderator di acara-acara termasuk di beberapa online webinar di saat pandemik ini. Saat ini beliau bekerja di Bloomberg Asia Pacific Editor for Breaking News. Kang Denz & Kang Moyz akan ngobrol santai dengan beliau. Kita akan bahas bagaimana pengalaman beliau melanglang buana hidup di Melbourne Australia. #kopitoebrukpodcast
Kali ini kang denz dan Kang Moyz berkesempatan untuk ngobrol bareng Kang Erwin Renaldi jurnalis ABC Australia asal Indonesia, ingin tau bagaimana awalnya Kang Erwin ke Australia sampai akhirnya menetap dan bekerja disini, yuk ah derr kita tonton ngobrol bareng Kang Erwin pada jumat 16 october 2020 jam 7 pm. Selain itu kita juga akan berbincang soal hobby nya naik sepeda berkeliling kota.
Kang Denz dan Kang Moyz lagi mencoba diet Keto nih. Udah research kesana kesini tentang Diet ini dan sekarang decide untuk menjalani. Nah kebetulan temen kita Atje Naim pernah ngejalanin Diet Keto ini selama dua tahun katanya. Jadi pengen tau cerita pengalamannya nih. Yuk ah derr! Bareng kita ngobs soal diet keto. Kalau ada yang mau nimbrung langsung aja meluncur....
Yuk ah derr ngobrol bareng sama Angelina Sukiri tentang Kasih Project Melbourne.  Beliau dan teman-teman yang tergabung dalam Kasih Project sangat sibuk membantu warga Melbourne yang membutuhkan bantuan selama masa pandemik ini. Siapa mereka dan bagaimana kegiatannya, yuk ahhh...ngobrol langsung sama Angelina Sukiri....
Lagi lockdown, bosen sama Netflix, bosen sama TV? Yuk ah bareng-bareng ngebahas Liga Inggris! Berdasarkan pengalaman Kang Denz dan Kang Moyz tinggal di Australia, ternyata banyak perbedaan yang bisa kita bandingkan antara kehidupan olah raga di Indonesia, Australia, dan Inggris. Apa saja check di video ini...
Kita biasanya ketemu di acara-acara Komunitas Indonesia di Melbourne, karena Covid 19 ini  rasanya udah lama bangeut yah kita engga catch up. Pengen tahu ni kabarnya dia dan bagaimana kegiatan beliau di musim pandemik ini. Bagaimana kabar hobby photography nya? Kabar Komunitas Bali & keluarganya? yuk ah derr ber podcast bersama Jenriya Dewa.... biar tambah kenal dengan komunitas Indonesia di Australia...
Dulu Kang Denz dan Kang Moyz sering meliput kegiatan dari komunitas Minang yang merantau di Melbourne, dan sering ketemu sama Uda Lucas ini di acara-acara tersebut. Selain jago bernyanyi lagu2 dari Tanah Minang beliau pun handal berbahasa Indonesia dan Padang. Penasaran yuk ah derr ngobrol2 dengan beliau....
Dulu Kang Denz pernah bekerja di satu perusahaan dengan Om Teguh. Kemudian beliau pindah kerja dan berkerja di salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Australia. Udah puluhan taun dia jadi Ahli IT di Singapore dan Australia. Dan ternyata dia sibuk  juga di kegiatan komunitas Indonesia di Melbourne. Beliau saat ini menjabat sebagai ketua IMCV nih. Jadi, pasti banyak pengalaman dan cerita dari Om Teguh yang bisa di share ....yuk ah derrrr...#kopitoebrukpodcast
Bagi warga Indonesia, Soundesekerta sudah tidak asing lagi. Soundsekerta merupakan sebuah event tahunan yang diadakan oleh PPIA Monash. Tiap tahun nya mereka mengundang artis Indonesia yang sedang hits untuk manggung di Melbourne Town Hall dan menghibur para WNI yang tinggal di Melbourne maupun warga local yang suka dengan kesenian Indonesia. Biasanya Soundsekerta diadakan pada bulan september dan dikarenakan tahun ini Victoria, pada khusus nya kota Melbourne kota tempat diadakan nya Soundsekerta sedang mengalami lockdown karena wabah corona. Soundsekerta tidak bisa diadakan pada bulan september tahun 2020, Cindy Project Manager dari Soundsekerta  mengatakan kalau Soundsekerta akan di undur tahun depan dan semoga pandemik ini cepat berakhir sehingga Soundsekerta bisa diadakan pada bulan April. Ingin tau bagaimana kisah lengkap panitia Soundsekerta untuk mempersiapkan event ini, yuk kita tonton podcast Kang Denz dan Kang Moyz berbincanv dengan Project Manager Soundsekerta.
Tante Ninggsih yang besar di Makasar dan mempunyai orang tua keturunan ambon, blitar datang pertama kali ke melbourne pada tahun 1987 . Kala itu Tante ninggsih mendapatkan tugas dari tempat nya berkerja untuk mengunjungi brisbane dan menyempatkan diri untuk berlibur ke Melbourne yang akhirnya bertemu jodoh di Melbourne. Dasar kegemaran pada seni tari mungkin berasal dari ibu yang memang suka pada seni tari ujar Tante Ningsih. Karena kesibukan nya berkerja malah Tante Ningsih ketika tinggal di Indonesia tidak bisa menyalurkan bakat seni tari ini pada waktu itu. Awal mula Tante Ningsih menari adalah dalam sebuah acara yang diadakan oleh salah satu Komunitas indonesia, setelah acara tersebut Tante Ningsih mempunyai tekad untuk membuat sanggar tari yang pada akhirnya terwujud dan diberikan nama Sanggar Lestari yang salah satu tujuan nya untuk melestarikan kebudayaan Indonesia tidak hanya seni tari. Bagaimana Kelanjutan dari kisah Tante Ningsih ini dan ingin tau bagaimana regenerisasi dari Sanggar Lestari ini. Ayu kita saksikan podcast Kang Denz dan Kang Moyz bersama Tante Ningsih.
Kali ini Kang Denz dan Kang Moyz ngobrol bareng sama pendiri Orkes Jawi Waton Muni (OJWM) yaitu Mba Anita dan Mas Adit.Awal mula berdirinya OJWM itu berawal dari seringnya berkumpul bersama teman-teman yang pada akhirnya mba anita, mas Adit bersama mas Ponco dan mas Eko berinisiatif untuk membuat  sebuah perkumpulan seni di Melbourne pada bulan desember. Kebanyakan latihan-latihan mereka tuh berlangsung di atas panggung karena pada saat latihan kebanyakan pada ngobrol dan makan. Mba Anita mengatakan kalau anggota OJWM ini tidak ada yang profesional kebanyakan hanya menyalurkan hoby nya. Seiring dengan waktu berjalan anggota mereka semakin bertambah dan silahturahmi terus mereka jalin. Meskipun sudah banyak anggotanya yang pulang mereka masih terus menjalin komunikasi ini bisa di lihat dari video klip yang baru saja mereka buat pada hari Iedul Fitri kemarin yang mengumpulkan video-video mereka dan dibikin pada sebuah klip yang disebar di youtube. Ingin tahu lebih lanjut cerita tentang OJWM dan kisah hidup mba Anita dengan mas Adit  di Melbourne. Yuk kita saksikan video ngobrol bareng Kang Denz dan Kang Moyz bersama mba Anita dan Mas Adit dari OJWM.
Ganda Marpaung datang pada tahun 1995 ke Adelaide, Australia setelah mendapatkan beasiswa dari salah satu TAFE di kota Adelaide. Setelah selasai sekolah pada tahun 1997, Ganda memutuskan untuk melanjutkan sekolah di Melbourne karena di kota Melbourne sekolah bisnis lebih bagus dari kota lain di Australia. Setelah selasai sekolah, Ganda berkerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang hospitality sebagai admin atau account. Selain berkerja sebagai account, dia juga berkerja di backstage untuk mengurus artis terkenal mancanegara seperti Ricky Martin, Beyonce dan banyak lagi yang lainnya. “Setelah harus memilih antara diam  seharian nongkrongin komputer di kantor atau harus mengurus artis seperti Beyonce akhirnya aku lebih cenderung untuk memilih ngurus artis” begitu ucapnya dan disana jadi titik balik karir Ganda dari bekerja sebagai admin menjadi event manager yang terus dia geluti selama 14 tahun ini. Selain sibuk dengan pekerjaan nya Ganda pun terkenal sebagai budayawan yang sangat aktif dalam melestarikan dan mempromosikan budaya Indonesia di Australia. Ganda mempunyai koleksi pakaian daerah yang sangat lengkap dari berbagai daerah di Indonesia. Kecintaan nya terhadap budaya Indonesia diwarisi dari keluarga nya yang sangat cinta Indonesia. Dan sekarang kesibukan Bang Ganda ini ditambah karena beliau harus menggurus sebuah komunitas batak di Melbourne Yaitu Bona Pasogit. Untuk lebih tahu kisah selengkapnya saksikan podcast Kang Denz dan Kang Moyz bersama Bang Ganda di Video berikut.
Sekolah dan bekerja di 4 negara!!! USA, Germany, Singapore, dan Australia selama 23 tahun!!!! Salah satu orang Indonesia yang pernah bekerja di NASA!!! Kang Denz & Kang Moyz penasaran bangeut dengerin cerita2 nya. Simak pengalaman seorang pengembara asal Bandung ini.....eh dia juga biasa di panggil Mang Jin!!! Arief Rachman pertama kali keluar negeri pada tahun 1997, beliau pergi ke America Serikat untuk menimba ilmu dan kebetulan pada saat itu kang aip begitu panggilan nya mendapatkan beasiswa. Selama setahun lebih menikmati kehidupan di Amerika sebari bersekolah, kang aip mendapatkan berita buruk yaitu beasiswa nya harus diputus dikarenakan oleh krisis ekonomi yang menimpadunia pada saat itu. Karena sudah nanggung dan hampir lulus, kang aip bertekad untuk meneruskan sekolah nya meskipun harus membiayai sendiri. Sambil bersekolah, kang aip pun berkerja kesana kemari guna menutup biaya sekolah dan beliau pun memberanikan diri untuk mendapatkan grant dari Universitas tempatnya bersekolah. Setelah lulus sekolah dan kenyang pengalaman berkerja di Amerika yang salah satu nya pernah berkerja di Nasa, Kang Aip pindah ke Singapore dan tidak lama di Singapore beliau pindah ke Jerman untuk berkerja di Perusahaan Automotif yaitu BMW, kisah kang Aip tidak berakhir disana karena ingin membuat bahasa Jerman nya menjadi skill tambahan nya dan juga faktor ingin dekat dengan keluarga dari Indonesia akhirnya kang aip dan keluarga memutuskan untuk pindah ke Australia, negara yang tidak jauh dari Indonesia.Untuk kisah lengkapnya saksikan perjuangan kang Aip sekolah dan bekerja di 4 negara yaitu USA, Jerman, Singapore, dan Australia selama 23 tahun di podcast Kang Denz dan Kang Moyz.
17 Agustus 2020 lalu Kang Denz mengikuti upacara bendera secara virtual yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kang Denz mengatakan kalau upacara virtual tersebut sangat khidmat dan membuat kita terharu, maka kang Denz mengajak kang Moyz untuk ngobrol bareng dengan Beverly dan Rosa dari Paskibra 20 KJRI Melbourne berserta Valencia yang tahun lalu bergabung di Paskibra 19 KJRI Melbourne dan sekarang menjadi pelatih Paskibra 20 yang berposisi sebagai “Bu Lurah”Awal mula ide diadakan upacara virtual ini adalah dorongan dan motivasi agar upacara kemerdekaan yang sakral tetap diadakan meskipun ditengah-tengah wabah corona yang semakin menyebar di seluruh dunia dan mengharuskan kita untuk berdiam diri di rumah. Apalagi di Melbourne tepat pada 17 agustus 2020 semua warga victoria sedang dalam keadaan stage 4 yang artinya tidak memungkinkan melakukan upacara kemerdekaan secara langsung di dunia nyata.Beverly dan Rosa mengatakan kalau latihan dan persiapan kali ini sangat berbeda karena mereka harus beradaptasi dengan keadaan “new normal”  akibat wabah corona, latihan dan persiapan mereka hampir semuanya di lakukan secara online. “Awalnya sangat susah dan berat karena kita tidak pernah bertemu sebelumnya dan harus bersatu menjadi team dan itu semua secara online” lanjut mereka.Di sisi lain Valencia sebagai pelatih merasakan hal yang sama kalau latihan, persiapan dan upacara virtual tahun ini membutuhkan usaha yang extra agar semuanya berjalan dengan lancar.Kang Denz dan Kang Moyz menyimpulkan kalau mereka bertiga yang masih bersekolah sudah siap untuk masuk ke dunia kerja karena bisa dilihat dari attitude yang mereka tunjukan ketika menjadi anggota Paskibra seperti bisa beradaptasi dari biasanya latihan secara langsung sekarang bisa melakukan latihan secara online selain itu mereka juga sudah terbiasa untuk berkerja secara team yang merupakan kunci dasar dalam berkerja.Mau lebih tau bagaimana persiapan, latihan dan persaaan mereka ketika untuk pertama kalinya menjalankan tugas dengan cara berbeda ini? Dan penasaran siapa aja mereka?Simak yuk obrolannya dengan perwakilan Paskib '20 KJRI Melbourne ini.
Orchida saat ini bertugas di KJRI Melbourne sebagai konsul muda bagian ekonomi, penempatan di Melbourne merupakan penempatan pertama Orchid. Orchid bercerita sebagai konsul yang di tempatkan di bagian ekonomi maka tugas nya sebagian besar berinteraksi dengan para pebisnis dari Indonesia dan Australia. Kesibukan di bidang ekonomi tidak berarti Orchid tidak berinteraksi dengan komunitas Indonesia, Orchid sangat senang dengan komunitas Indonesia di Melbourne karena keguyuban nya. Orchid juga bercerita pada saat ini banyak sekali perusahaan Indonesia yang berada di Australia terkena dampak dari wabah corona ini, kebanyakan yang terkena dampak adalah perusahaan yang bergerak di bidang kuliner, tourism dan property. Pada tanggal 17 Augustus 2020, pada perayaan hari kemerdekaan Indonesia yang 75. Orchid menerima penghargaan Satyalancana Karta Satya dari Bapak Presiden Jokowi. Gelar ini di berikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang sudah bertugas selama 10 tahun, gelar ini sangat berkesan buatnya karena selain sudah mengabdi pada negara selama 10 tahun kebetulan penghargaan ini di berikan di Kota Melbourne. Ingin tau bagaimana cerita lengkap dari Obrolan kang Denz dan kang Moyz bersama “Diplomat Mom” ini  saksikan video full diatas ini.
Kali ini Kang Denz & Kang Moyz berbincang santai dengan ex Melbournian yaitu Irvan Buchari. Beliau pernah tugas di Melbourne dan beliau merupakan salah satu pendorong berdirinya Kopitoebruk ini. Sebelum bertugas di Melbourne “Babah”panggilan dari Irvan Buchari bertugas di Moscow. Sebagai junior, babah terus belajar dari senior nya untuk mendapatkan pengalaman menjadi diplomat, tugas seperti mengantar tamu dari Indonesia pernah di jalankan oleh babah. Pindah ke Melbourne babah mengatakan kalau Melbourne selain sebuah kota yang nyaman, melbourne juga dihuni oleh orang Indonesia yang ramah dan bisa di ajak kerjasama salah satu contohnya adalah ketika beliau harus mencari keluarga dari orang Indonesia yang meninggal di Melbourne dengan modal mengirimkan pesan ke komunitas-komunitas Indonesia di Melbourne dalam waktu yang sangat cepat akhirnya keluarga dari orang tersebut dapat di temukan. Di Singapore babah mengatakan sangat sibuk dalam perkerjaan karena singapura adalah sebuah negara penghubung sehingga dapat di bayangkan berapa banyak orang Indonesia yang datang ke Singapura.Selain sebagai Diplomat, babah merupakan pengemar U2 dan Tim nasional Jerman, alasan nya karena U2 enak di dengar dan video klip nya bagus sedangkan suka Jerman karena kakek nya tidak suka Belanda dan karena Jerman musuh bubuyutan nya Belanda maka Jerman dipilihnya jadi negara favourite babah. 
Adit Sasongko yang sudah bergelut di bidang "Supply & Distributor" lebih dari 17 tahun ini akan ikutan di Kopitoebruk Podcast. Datang ke Melbourne untuk bersekolah, Adit yang membawa keluarganya ke Melbourne merasakan kenyamanan kota Melbourne. Setelah berdiskusi dengan istrinya, Adit memutuskan untuk tinggal di Melbourne, seperti para pemburu dollar asal Indonesia adit pun merasakan suka duka berkerja di Australia dari bawah. Loper koran, kerja di pabric sampai kerja di farm sudah pernah dirasakan oleh Adit. Pada saat itu Adit belum memegang visa permanent resident yang menyebabkan agak sulit untuk berkerja di bidang yg adit kerjakan di Indonesia. Sambil terus mencari perkerjaan yang sesuai, Adit mencoba-coba berbagai kerjaan yang pada akhirnya bertemu dengan pemilik leaf yaitu Leon. Dibayar per jam dan kadang-kadang di bayar tambahan buah dan sayuran, Adit terus berjuang bersama Leon yang sampai akhirnya Leaf Store bisa membuka beberapa cabang. Ada beberapa tips dari Adit bagaimana agar bisa di percaya oleh owner sebuah perusahaan yaitu Jujur, reliable, tanggung jawab dan bisa berkerja sama dengan tim. Tonton podcast bersama Adit Sasongko secara full di videoa diatas.
Kang Denz dan kang Moyz pada episode ini menyimpulkan obrolan dari episode 1 sampai dengan 5. Mereka setuju kalau bahasa adalah salah satu hal yg penting untuk mendapatkan pekerjaan di Australia khususnya Melbourne. Selain bahasa, kang denz menambahkan kalau attitude juga sangat dibutuhkan, kang Denz memberikan contoh di lingkup kerjanya banyak orang yg lapar akan kekuasaan sehingga mereka lupa dan menjadi sombong merasa paling bisa, padahal dalam hal pekerjaan kita ini merupakan sebuah tim yang harus bisa berkerja sama.Selain itu menurut kang Denz pekerjaan pertama itu penting untuk pengalaman jadi kalau ada kesempatan meskipun itu magang ada baiknya untuk diambil karena ini merupakan sebuah reference untuk pekerjaan berikutnya. Selain berbicara kesimpulan tentang pekerjaan, mereka juga berbicara tentang penguburan di Melbourne yg ternyata turis pun yg bukan resident di Melbourne bisa dikuburkan di Melbourne. Belajar dari pengalaman ceritanya Andi mereka memberikan saran agar mempunyai travel insurance karena biaya biaya kesehatan di Australia ini sangat mahal dan yang terakhir mereka memberikan poin penting bagaimana pengalaman Ramanda dalam menurunkan berat badan. Untuk cerita fullnya saksikan Podcast Kang Denz dan Kang Moyz episode 6, dimana mereka juga akan memberikan sedikit bocoran orang orang yang akan di ajak ngobrol dan diskusi pada minggu ini.#kopitoebruk #kopitoebrukpodcast #indonesiaaustralia 
Kali ini kang Denz dan kang Moyz ngobrol bareng Ramanda Kamarga. Karena kegemaran nya pada gambar, baca komik dan animasi, Ramanda dalam kurun waktu 6 tahun (1999-2005) bersekolah di Amerika untuk mengambil jurusan Sequintial Art atau "Komik". Sebuah prestasi yang ditorehkan oleh Ramanda adalah menjadi salah satu pembuat komik The Incredibles yang merupakan komik terkenal di dunia selain itu Ramanda juga membuat komiknya Star Craft, video games yg di gemari orang-orang sampai sekarang termasuk kang Denz sendiri mengaku masih bermain Star Craft. Setelah kenyang membuat komik, sekarang Ramanda banting setir menjadi pengusaha di Australia yang menurut nya tidak jauh berbeda pekerjaannya dengan membuat komik, karena menurutnya  apapun Ilmunya tapi prosesnya sama. Dalam obrolan kali ini Ramanda juga berbagi informasi dan pengalaman tentang bagaimana dia menurunkan berat badan 45 kg dalam kurun waktu 2 tahun. Keinginan turun badan dikarena kan oleh "False Alarm" yang didapat nya ketika tidur tiba-tiba dia kram dan tidak hilang hilang lalu dia konsultasi dengan dokter dan di diagnosis mengalami pengumpalan darah yang bisa mengakibatkan serangan jantung dan penyumbatan darah. Bagaimana kisah Ramanda sekolah kemudian jadi pengusaha di Australia dan gimana perjuangan nya dalam menurunkan berat badan tonton dan dengarkan Podcast Kang Denz dan Kang Moyz ngobrol bareng Ramanda. #kopitoebrukpodcast #indomelbourne #kopitoebruk
Setelah kita membahas pengalaman para pejuang pemburu dollar yang bermigrasi ketika mereka masih single dan muda dari Indonesia ke Australia. Kali ini kita berdiskusi santai dengan Kang Cepi(Satianugraha Saefullah) yang punya pengalaman menarik ketika sekolah ke Australia / pindah ke Australia dari Indonesia dengan membawa keluarga.Dimulai dari Ilham yang didapat ketika pertukaran pelajar ke Melbourne, kang cepi bertekad untuk kembali lagi ke Melbourne. Menimba ilmu di salah satu universitas ternama di Melbourne, Monash University Sambil berkerja merupakan sebuah tantangan tersindiri dan diperlukan tingkat kedisplinan yang tinggi belum lagi pada saat itu istri Kang Cepi sedang mengandung anak pertama. Tapi itu semua bukan hambatan tapi malah menjadi semangat buat Kang Cepi untuk meraih mimpi di Australia.Bagaimana ceritanya dan pengalaman apa saja yang bisa kita pelajari? Tonton kisah Kang Cepi sekolah dan berkerja di Melbourne, Australia#kopitoebrukpodcast #podcastkopitoebruk
loading
Comments 
Download from Google Play
Download from App Store